Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Anggota Bonjowi, Lukas Luwarso mengklaim telah memenangkan empat sengketa keterbukaan informasi publik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Mereka menyebut posisi saat ini ibarat pertandingan sepak bola dengan skor 4-0, dan menyisakan satu "pertandingan final" dengan pihak kepolisian.

"Kalau diibaratkan pertandingan bola, kita sudah mengalahkan empat kesebelasan dari lima. Skornya 4-0. Tinggal menunggu grand final dengan pihak kepolisian, yang mungkin dimulai setelah Lebaran," ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia menilai perdebatan antara kelompok pro dan kontra terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo di media sosial tidak akan menyelesaikan persoalan secara konstruktif.

Ia mencontohkan upaya penelitian yang dilakukan Roy Suryo dan sejumlah pihak lain, gugatan Citizen Law Suit di Solo, serta pelacakan informasi publik yang dilakukan kelompok Bonjowi.

Menurut Lukas, proses sidang di Komisi Informasi Pusat membuka mata publik mengenai pentingnya transparansi identitas dan latar belakang pendidikan bagi pejabat publik.

"Sidang KIP telah membuka mata kita dan publik bahwa satu bagi politikus bermasalah yang tidak jelas latar belakang pendidikan dan identitasnya jangan lagi pernah coba-coba peruntungan, berpolitik sekedar ingin jadi pejabat publik," kata Lukas.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Baca Juga Better Air Quality Conference 2026 Soroti Dampak Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat di https://www.kompas.tv/internasional/657351/better-air-quality-conference-2026-soroti-dampak-polusi-udara-untuk-kesehatan-masyarakat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657364/bonjowi-klaim-menang-4-0-dalam-sengketa-informasi-ijazah-jokowi-tinggal-final-dengan-polisi
Transkrip
00:00Untuk apa perjalanan-perjalanan di seluruh persidangan ini?
00:05Terima kasih, Bung Sam Sudin.
00:07Bung Sam Sudin ini seorang koordinator media yang...
00:10Ini persiapan kita pendek ya.
00:12Dan terima kasih untuk teman-teman yang sudah datang.
00:15Jadi sebenarnya tujuan semula kita hanya untuk buka bersama,
00:18tapi beberapa teman media meminta ada preson-presonnya.
00:20Baik, saya akan mungkin dianggap membacakan ya
00:25beberapa poin sikap Bonjobi,
00:28khususnya terkait putusan sidang terakhir dengan UGM
00:32yang juga memenangkan Bonjobi.
00:34Jadi Bonjobi kalau ibarat pertandingan bola
00:37terkait kontroversi ijazah Jokowi ini,
00:40kita sudah mengalahkan 4 kesebelasan dari 5 kesebelasan,
00:45berarti 4-0.
00:46Kita tinggal menunggu grand final dengan pihak kepolisian
00:50yang mungkin akan dimulai nanti usai lebaran ya.
00:54Kita sudah menang dari KPU Pusat, KPU Jakarta, KPU Solo, dan UGM.
01:01Nah mungkin yang menarik adalah setelah mengarungi proses yang berjalan
01:06sejak April kita ya,
01:09tapi sidang-sidang itu dimulai Agustus,
01:11jadi hampir 6 bulan.
01:14Ada apa lesson learn dari yang sudah dicapai oleh Bonjobi sejauh ini ya.
01:21Jadi memang pendekatan Bonjobi ini berbeda dengan pendekatan kawan-kawan lain
01:27seperti Citizen Law Suite di Solo dan pendekatan dari RRT,
01:32yang sekarang tinggal RT ya.
01:36Pendekatan CSL itu...
01:38RT dan Lurah.
01:40Pendekatan, yang satu pendekatan ilmiah menggunakan digital forensik,
01:45kemudian yang Citizen Law Suite menggunakan pendekatan gugatan hukum,
01:49nah kami menggunakan pendekatan uji keterbukaan informasi dan dokumen publik.
01:55Nah tujuan kami memang ingin menyisir tidak pada palsu atau aslinya ijasa itu sendiri,
02:02tetapi adalah apakah ijasa itu dikeluarkan UGM melalui proses yang semestinya.
02:10Itu intinya.
02:11Karena kalau memang proses-proses itu berjalan sesuai proses yang berlaku,
02:18dan itu bisa dibuktikan oleh UGM,
02:21nah berarti tidak ada problem misalnya.
02:23Nah tapi dari persidangan itu,
02:25nanti bisa kami uraikan banyak sekali problem-problem.
02:30Jadi ketidaksiapan UGM untuk memberikan dokumentasi yang kami minta,
02:36dan juga kehati-hatian yang begitu besar,
02:39sehingga mengatasi seharusnya validasi,
02:46otentifikasi.
02:47Jadi kehati-hatian itu membuat mereka sama sekali tidak memberikan dokumen-dokumen yang kami minta.
02:53Tapi akan saya bacakan dulu, ada empat poin ya,
02:55dari perjalanan gugatan Bonjowi sejauh ini,
03:004-0 ya.
03:01Pertama,
03:03kemenangan Bonjowi terhadap empat lembaga institusi dari sidang KIP ini,
03:12ini ada lesson learned.
03:15Sidang KIP telah membuka mata kita dan publik bahwa,
03:19satu, bagi politikus bermasalah,
03:23yang tidak jelas latar belakang pendidikan dan identitasnya,
03:28jangan lagi pernah coba-coba peruntungan berpolitik,
03:32segedar ingin jadi pejabat publik.
03:34Nanti Bang Petros akan menjelaskan bagaimana tahun awal reformasi,
03:38tahun 2014-2016,
03:40sindikat pemalsu ijazah itu merajalela.
03:44Jadi kalau sekarang dipersoalkan,
03:46itu bukan out of the blue,
03:47bukan dari ruang kosong,
03:48tapi ada faktanya.
03:50Nanti Bang Petros akan menguraikan itu.
03:52Yang kedua,
03:54bagi PPID-PPID instansi pemerintah,
03:58dan bagi PPID universitas seperti UGM,
04:03dengan putusan sidang KIP ini,
04:06tidak lagi bisa bekerja semau gue.
04:11Artinya bekerja tanpa profesional,
04:14tanpa kompetensi.
04:14sekarang publik akan mengskrutini,
04:19akan meminta,
04:21mengawasi kerja-kerja mereka dalam mengelola,
04:24menyimpan,
04:25dan melacak dokumen-dokumen jika ada persoalan.
04:29Jadi nilai senon bagus bagi bangsa ini.
04:32Yang ketiga,
04:35bagi masyarakat,
04:37kini ada satu lagi
04:38lokus atau tempat mencari keadilan,
04:42yaitu KIP.
04:44KIP memang sudah ada sejak tahun 2010,
04:47sudah 16 tahun,
04:50tetapi dalam konteks sidang Jokowi inilah,
04:53KIP menjadi primaduna baru.
04:55Jadi mereka sekarang sangat sibuk,
04:57banyak gugatan-gugatan,
04:58nanti Mbak Leoni yang akan menjelaskan soal teknis-teknis,
05:01atau substansi KIP.
05:04Yang keempat,
05:05yang penting dari gugatan Bonjowi ini,
05:08terkait di jasa adalah,
05:09bahwa kita harus menegakkan,
05:11apa yang disebut,
05:12perangai ilmiah.
05:14Atau,
05:16perangai ilmiah itu adalah,
05:18kita tidak bisa menyelesaikan problem-problem dalam masyarakat,
05:21hanya melalui sentimen-sentimen.
05:24Sentimen pre-kontra,
05:25seperti yang sekarang terjadi di dunia media sosial,
05:28antara pro-Jokowi dan kontra.
05:30Itu tidak bisa,
05:32itu tidak bagus untuk negara,
05:33jadi harus diselesaikan melalui jalur-jalur yang semestinya.
05:38Jalur ilmiah,
05:39seperti yang dilakukan Roy Surya dan kawan-kawan,
05:42jalur hukum,
05:43seperti yang dilakukan Citizen Law Suite di Solo,
05:46dan jalur pelacakan melalui informasi dan dokumen publik,
05:50seperti Bonjowi,
05:52dan kawan kita Bonatua.
05:54Nah itulah cara-cara yang bisa dilakukan,
05:56untuk menyelesaikan sengketa yang seolah-olah kontroversial,
06:01dan menghabiskan energi dan emosi masyarakat,
06:05yang sudah berlangsung selama 4 tahun ini.
06:08Nah kemudian,
06:09yang terakhir yang ingin saya tambahkan,
06:12kira-kira,
06:13what is to be done?
06:15Berikutnya,
06:16setelah sudah melangkah sejauh ini,
06:18sambil menunggu,
06:19pertandingan dengan Kepulisan RI,
06:24kita akan melakukan beberapa hal,
06:27kita akan mengidentifikasi,
06:28mungkin Bonjowi juga akan melakukan hal-hal yang juga,
06:32juga dilakukan beberapa kawan,
06:34seperti CLS ya,
06:36gugatan,
06:37misalnya adalah,
06:39sejauh mana,
06:40nanti setelah kita melakukan riset-riset penelitian yang kuat basisnya,
06:44mungkin kita akan juga menggugat,
06:46oknum-oknum,
06:47terkait di KPU mungkin,
06:49entah di Solo,
06:51di DKI,
06:51dan di Pusat,
06:52yang terkait dengan,
06:55mengapa mereka tidak melakukan,
06:58otentifikasi faktual,
07:01bukan hanya otentifikasi administratif,
07:04agar itu bisa jadi kebiasaan.
07:06Kemudian kita juga berencana,
07:07setelah usaha lebaran,
07:09audiensi ke beberapa lembaga pemerintah,
07:11seperti ke Kemenpan,
07:14karena Kemenpan ya,
07:15pernah mengajukan,
07:17di era Jokowi dulu,
07:20memendirikan Satgas Anti Ijazah,
07:23pemalsuan ijazah,
07:24nanti akan dijelaskan oleh Bang Petrus,
07:26sayang sekali,
07:27Satgas itu tidak berlanjut,
07:29entah karena apa,
07:29nanti Bang Petrus yang jelaskan.
07:33Kemudian kita juga akan,
07:35silaturahmi ke ANRI nanti,
07:36Arsip Nasional Indonesia,
07:38untuk memastikan,
07:39bahwa,
07:40posisi penting pejabat publik itu,
07:42dokumentasinya harus dimiliki oleh ANRI.
07:44ANRI seperti kita ketahui,
07:46tidak memiliki dokumen-dokumen,
07:49dan informasi yang memadai,
07:51terkait,
07:52bahkan terkait presiden-presiden RI.
07:55Kemudian juga,
07:57kita siapkan nanti,
07:58jika pihak KPU dan UGM,
08:01tidak kooperatif,
08:01tidak memberikan dokumen-dokumen,
08:04yang kita terima,
08:05kita tidak,
08:06tidak,
08:07lepas kemungkinan,
08:08akan menggugat ke PT UN juga.
08:10Jadi,
08:12kira-kira itu,
08:14dan juga yang kami rencanakan,
08:15kita akan audiensi,
08:16ke partai-partai politik,
08:18karena partai-partai politik inilah,
08:20lembaga garda depan,
08:22untuk menyeleksi,
08:23calon-calon pejabat publik,
08:25yang layak.
08:25Jadi mereka,
08:26jangan malah,
08:27ada kesan,
08:28jangan-jangan ikut membantu proses,
08:31memanipulasi dokumen-dokumen itu.
08:33Itu temuan sementara kami ya.
08:35Kira-kira begitu,
08:36Mbak Leoni,
08:37mau nambahkan?
08:38Yang lain,
08:39Terus dulu.
08:39Mampir terus dulu.
08:40Satgas,
08:41setas.
08:42Biar ke situ.
08:43Berdua.
08:44Baik, terima kasih.
08:45Saya langsung melanjutkan,
08:48bahwa,
Komentar

Dianjurkan