Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sebuah video terungkap ke publik yang menunjukkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berada di sebuah kafe.

Dalam video tersebut, Netanyahu membantah rumor kematiannya dengan memperlihatkan jari tangannya.

Namun, video Netanyahu di kafe tersebut justru menimbulkan teori konspirasi baru.

Warganet menyoroti cangkir kopi yang terlihat penuh hingga bibir gelas, tetapi tidak tumpah ketika diminum oleh Netanyahu.

Rumor itu bermula ketika Netanyahu merilis video pernyataan beberapa hari lalu.

Setelahnya, warganet berspekulasi bahwa Netanyahu menggunakan rekayasa akal imitasi atau kecerdasan buatan, setelah muncul visual tangan Netanyahu yang tampak memiliki enam jari.

Rumor tersebut kemudian berkembang hingga publik mengira Netanyahu telah tewas dan digantikan oleh rekayasa digital.

Sejauh mana perang pengaruh di luar kekuatan militer menjadi strategi yang dimainkan oleh pihak-pihak yang terlibat konflik?

Hal ini akan dibahas bersama pakar Artificial Intelligence dari School of Computer Science Nusa Putra University, Teddy Mantoro.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Teori Konspirasi Netanyahu Bantah Rumor Kematian, Warganet Curiga Video Rekayasa 'AI' di https://www.kompas.tv/internasional/657342/teori-konspirasi-netanyahu-bantah-rumor-kematian-warganet-curiga-video-rekayasa-ai

#netanyahu #pmisrael #perang #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657343/full-pakar-ai-tanggapi-soal-rumor-kematian-pm-israel-netanyahu-di-tengah-konflik-timur-tengah
Transkrip
00:06Sebuah video terungkap ke publik menunjukkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berada di sebuah kafe.
00:13Dalam video itu, Netanyahu membantah rumor kematiannya dengan memperlihatkan jari tangannya.
00:20Namun, video Netanyahu di kafe tersebut menimbulkan teori konspirasi baru.
00:25Warga Net menyoroti cangkir kopi yang penuh hingga bibir gelas, tapi tidak tumpah ketika diminum Netanyahu.
00:59Rumor itu bermula ketika Netanyahu merilis video pernyataan beberapa hari lalu.
01:04Setelahnya, warga Net berspekulasi bahwa Netanyahu menggunakan akal imitasi dari visual tangan Netanyahu yang memiliki enam jari.
01:13Rumor tersebut berkembang hingga publik mengira Netanyahu telah tewas dan digantikan oleh rekayasa digital.
01:32Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dirumorkan tewas setelah video pernyataannya belakangan terungkap ke publik.
01:39Di sisi lain, Trump menuduh Iran menggunakan akal imitasi.
01:44Lalu sejauh mana perang pengaruh di luar kekuatan militer jadi strategi yang dimainkan pihak-pihak yang terlibat perang.
01:51Kita bahas bersama pakar Artificial Intelligence atau akal imitasi dari School of Computer Science Nusa Putra University, Teddy Mantoro.
02:02Selamat sore Mas Teddy.
02:04Jadi kalau kita lihat sejauh mana Anda menganalisa kedua video Netanyahu yang sudah dirilis.
02:10Apakah Anda menemukan kejanggalan seperti yang warga Net pertanyakan?
02:18Ya, terima kasih.
02:20Pertanyaannya bagus sekali ini berkaitan dengan situasi yang berkembang sampai hari ini ya tanggal 16 Maret.
02:28Ini kesampitan tanggalnya karena ini hal yang perlu gitu.
02:31Kalau kita melihat kronologi singkatnya gitu,
02:36itu Netanyahu dinyatakan meninggal pertama kali di media sosial ini oleh Notixias Paralelas ya.
02:47Itu tanggal 10 Maret gitu.
02:49Ada fotonya di mana fotonya yang ditarik dari rautuhan kehebat rudal Iran.
02:56Nah, dari sana kemudian ini muncul banyak spekulasi seperti yang tadi disampaikan gitu.
03:00Ini menurut kami ya Mbak Sentia,
03:04sebenarnya ini adalah perang persepsi ya.
03:08Apa namanya, di kita biasanya bilangnya ini kognitif warfare gitu.
03:11Atau information warfare.
03:12Atau kadang-kadang juga disebut sebagai psikologi warfare atau CEO ya.
03:18Jadi ini dilimparkan satu buah isu ya,
03:21penyerang persepsi.
03:30Ya Pak Teddy.
03:37Ya sebelumnya kita sudah mendengarkan pernyataan singkat dari Teddy Mantoro,
03:42pakar Artificial Intelligence,
03:44yang memang saat ini ramai di media sosial,
03:47warga net meragukan jika keberadaan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.
03:55Sebuah video sebelumnya terungkap ke publik,
03:58yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berada di sebuah kafe.
04:03Ini adalah video yang disebut sebagai klarifikasi dari Perdana Menteri Israel Netanyahu
04:09yang membantah rumor kematiannya dengan memperlihatkan jari tangannya.
04:14Namun dalam video tersebut,
04:18di mana Netanyahu yang berada dalam sebuah kafe justru menimbulkan teori konspirasi baru.
04:24Warga net kembali menyoroti cangkir kopi yang penuh hingga bibir gelas,
04:30tapi tidak tumpah ketika diminum Netanyahu.
04:33Sebelumnya, sebuah informasi juga beredar di media sosial
04:40saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang memberikan pernyataan.
04:46Namun di video tersebut,
04:49warga net mempertanyakan visual
04:53yang diduga menggambarkan jari dari Netanyahu berjumlah 6 jari.
05:00Nah ini adalah video yang menjadi pemicu perdebatan warga net di media sosial
05:08dan memang diduga sodara warga net mempertanyakan keberadaan Perdana Menteri Israel Netanyahu.
05:18Dan kita kembali berusaha untuk membahasnya dengan Teddy Mantoro,
05:24pakar Artificial Intelligence.
05:26Pak Teddy, selamat sore.
05:28Sudah cukup jelas suara kami di studio, Pak Teddy?
05:32Ya, bisa terdengar, Mbak.
05:33Pak Teddy, kalau tadi Anda sudah menjelaskan beberapa poin yang bisa dikatakan cukup penting,
05:39tapi untuk membedakan sebuah video itu merupakan buatan AI atau tidak,
05:46apa sebenarnya indikator paling cepat yang membedakan video asli ataupun deepfake?
05:52Oke, terima kasih, Mbak. Langsung aja ya.
05:55Jadi ada dua teknik ya, Mbak.
05:57Yang satu ini kita biasanya menyebutnya sebagai analisa visual.
06:01Jadi ini manual observasi ya,
06:03menggunakan mata telanjang melihat satu buah kenyataan gitu.
06:06Yang kedua ini bahasanya dengan digital forensik, Mbak.
06:10Saya bahas yang pertama dulu ya, analisa visual gitu.
06:13Yang dilihat yang pertama adalah gerakan wajahnya natural atau enggak.
06:17Kedipuan mata, misalnya sinkronisasi bibir.
06:19Yang kedua kali artifact pada wajah.
06:22Blur atau enggak ya.
06:23Kemudian juga artifact pada lingkungan, Mbak.
06:26Nanti akan saya linkkan dengan video pada saat pidato Benyamin Tanyahu ya,
06:31tanggal 13 Maret yang lalu.
06:32Kemudian yang ketiga ini keinkonsistenan detail.
06:35Tadi sudah disampaikan ya, ada tangan atau jari yang aneh tiba-tiba jadi enam misalnya.
06:40Ya, walaupun ini bisa diperdebatkan gitu.
06:42Kemudian yang keempat biasanya disebutnya sebagai,
06:45dari sisi pencahayaan ini bagaimana, konsisten atau tidak gitu.
06:49Nah, dari sisi analisa visual ya,
06:52walaupun kadang-kadang orang bisa mempercayainya ya, Mbak ya.
06:57Walaupun ini kadang-kadang ada kelemahannya ya.
06:59Contoh misalnya di video Benyamin Tanyahu,
07:01yang baru saja ditayangkan juga dengan yang di cafe tadi ya.
07:04Saya yang pidato Benyamin Tanyahu dulu.
07:06Satu adalah giginya seketika dia maju gitu misalnya.
07:10Yang kedua kali hoardingnya bergerak-gerak berulang.
07:12Itu kalau di ruang-ruang yang profesional,
07:15ada AC-nya, hoardingnya biasanya fix gitu.
07:19Yang berikutnya lagi ada jari gitu,
07:21ada keanehan lah gitu.
07:23Tapi ini bisa diperdebatkan ya, Mbak Cynthia ya.
07:26Perdebatannya apa?
07:27Misalnya ada keanehan dari sudut kamera,
07:30pencahayaannya nggak tepat gitu misalnya.
07:32Jadi ini kadang-kadang hanya bios optik saja gitu.
07:36Ini mereka-mereka yang berargumentasi.
07:38Oke, kalau dari video yang...
07:39Jadi video itu seperti demikian.
07:41Pak Teddy, kalau dari video saat Netanyahu meminum kopi,
07:46ada kejanggalankah yang Anda lihat?
07:49Lalu secara singkat,
07:51apakah Anda menilai video ini asli atau deep fake?
07:57Oke, baik Mbak.
07:59Jadi kejanggalannya banyak ya.
08:01Saya kira sudah tersebar di X juga gitu.
08:04Itu waktu diminum,
08:06luber gitu ya.
08:07Tapi nggak tumpah gitu.
08:09Setelah gitu, setelah diminum,
08:10airnya tidak kurang juga gitu.
08:12Itu satu ya Mbak.
08:12Tapi kan bisa saja itu frost atau busa kopi?
08:14Kelemahan.
08:15Ya, kopinya tidak tumpah gitu.
08:18Yang berikutnya lagi,
08:19tangannya pada masuk ke dalam kantung,
08:21itu ada glins gitu.
08:22Ada beberapa piksel yang bergeser.
08:25Kemudian berikutnya lagi.
08:27Pada saat Netanyahu-nya berbicara,
08:29di belakang itu ada wall, ada dinding.
08:31Dinding yang pertama itu di frame tertentu
08:33ada titik hitam gitu.
08:34Tapi selang sebentar dia bergeser,
08:36kembali lagi titik hitamnya hilang.
08:38Ini tanda-tanda bahwa ini sebenarnya degenerate gitu.
08:40Ada satu lagi yang lebih krusial.
08:42Pada saat Netanyahu berbicara,
08:44ada lawan kawannya yang berbicara.
08:46Sebelah kirinya ya Mbak ya,
08:47laki-laki berbicara.
08:48Ada handphonenya.
08:49Handphonenya itu kalau di-capture,
08:51ada gambar video.
08:52Di mana sudut ambil gambarnya,
08:54itu tidak sesuai dengan yang realnya dari video tersebut gitu.
08:58Sehingga toples warnanya pun berbeda.
09:00Ini juga dari sisi kejanggalan image ya,
09:06dari frame yang ada gitu.
09:07Tetapi,
09:08lagi-lagi ini kan image ya,
09:10jadi saya bisa sampaikan,
09:12kemungkinan besar,
09:13ini adalah buatan dari artificial intelligence gitu.
09:17Artinya Anda juga bisa ingin mengatakan bahwa,
09:21apa yang terjadi antara Iran,
09:23Israel,
09:24dan juga Amerika Serikat ini,
09:26tidak hanya perang secara nyata,
09:29tapi juga propaganda digital?
09:31Ya, betul sekali.
09:33Jadi kalau kita bicara perang ya Mbak ya,
09:36itu kan ada perang fisik dengan perang cyber gitu ya.
09:39Perang cyber,
09:40biasanya kita bilangnya cyber warfare gitu.
09:42Nah, kondisi seperti sekarang ini,
09:43kita bilangnya barangkali hybrid warfare.
09:46Yaitu kombinasi antara militer konvensional war gitu,
09:50dengan cyber,
09:52yang berkaitan dengan informasi,
09:53dengan politik,
09:54dengan berbagai proksinya gitu.
09:55Biasanya meningkat ke level berikutnya lagi,
09:57yang sebenarnya terjadi nih,
09:59setelah hari ke-17 ya Mbak ya,
10:01yaitu cognitive warfare.
10:03Jadi yang diserang adalah persepsi,
10:05opini,
10:05dan cara berpikir masyarakat.
10:07Kemudian juga,
10:08kadang-kadang masuk ke bagian dari cognitive warfare,
10:11yaitu information warfare.
10:13Manipulasi informasi,
10:14propaganda,
10:15ya disinformasi.
10:16Nah, ini juga,
10:17dan kadang-kadang seperti tadi itu,
10:20waktu Benyaminatanyahu di kafe,
10:22beberapa tersebar juga di X,
10:24tiba-tiba pimpinan negara lain,
10:25tiba-tiba wajahnya berubah.
10:27Menjadi yang bersangkutan,
10:28bukan lagi Benyaminatanyahu gitu,
10:30saya tidak sebut namanya.
10:31Kemudian dia juga,
10:32apa namanya,
10:33menyampaikan hal yang sama.
10:34Ini juga bagian dari cognitive warfare,
10:37yang tujuannya adalah,
10:39barangkali untuk psychological warfare ya Mbak,
10:41yang menjatuhkan psikologi lawan gitu.
10:43Tapi Pak Teddy,
10:44apakah memungkinkan untuk melacak siapa pembuatnya aktor dari deepfake ini?
10:51Biasanya bisa terdeteksi tidak?
10:54Ya.
10:56Jadi, di dalam mendeteksi siapa yang membuat,
10:58ini mulai ke ranah berikutnya Mbak,
11:00yang kita sebut sebagai digital forensik nih.
11:02Nah, di dalam digital forensik itu,
11:04ada beberapa,
11:06apa namanya,
11:07pentahapan ya Mbak.
11:08yang satu namanya visual inspection.
11:11Yang berikutnya lagi ada frame analysis gitu.
11:14Yang ketiga kali ada metadata.
11:15Nah, metadata ini bisa kita lihat,
11:17ini datang dari siapa,
11:18pernah diubah oleh siapa saja.
11:20Baru ke defect videonya,
11:22kemudian voice-nya Mbak,
11:23generated voice-nya seperti apa.
11:25Dan kemudian biasanya banyak sintetik media,
11:27ini yang palsu mengisi gap gitu.
11:30Nah, ini banyak tools yang digunakan.
11:32Mbak Sintia,
11:34kami juga ini sebenarnya melakukan beberapa testing ya,
11:37terhadap video yang ada dua,
11:39yang barusan kita bahas,
11:40yang tadi dibahas oleh Kompas TV tuh.
11:42Yang satu yang video penyaminan tanyahu,
11:45yang satunya lagi adalah,
11:46pada saat di kafe gitu.
11:48Apakah mau saya sampaikan hasil analisa kami nih Mbak?
11:51Boleh, boleh singkat saja Pak Teddy, silahkan.
11:54Singkat saja ya, oke.
11:55Jadi ada dua ya,
11:56Bapak Saudara sekalian,
11:58para pemirsa Kompas TV.
12:00Jadi, satu hasil analisa dari tim Fransi kami.
12:04Jadi di dalam video tersebut,
12:07itu ada teks-teks yang berada di background,
12:09itu terlihat 99 persen meyakinkan,
12:12bahwa memang gambar tersebut teksnya asli nih,
12:14tulisannya memang ada gitu.
12:15Artinya dimaksud ke dalam video ada teksnya.
12:17Yang kedua, overlaying.
12:19Overlaying ini artinya ada beberapa gambar-gambar tertentu,
12:23yang saling ditumpuk gitu ya,
12:24supaya jadi satu gambar-gambar tertentu.
12:27Ini 90 persen poinnya.
12:29Kemudian berikutnya lagi,
12:30dari sisi berseberapa natural gambarnya gitu,
12:34keasliannya.
12:34Ada gambar benyamin Netanyahu di sana.
12:37Ini dari sisi perhitungan kami ini,
12:41bisa dibilang 51 persen betul ya Mbak ya.
12:44Oke.
12:45Nah, bahwa gambar tersebut,
12:46gambar Netanyahu-nya betul,
12:48gambar Netanyahu-nya.
12:49Tapi kalau nanti ada gambar animasi,
12:52ini animasinya 47 persen.
12:54Oke.
12:54Jumlah kesimpulannya adalah,
12:56bahwa gambar tersebut,
12:57Baik, terima kasih Pak Tedy.
12:58Ini 98 persen ini fake.
13:01Oke.
13:01Yang 2 persen ini,
13:03Baik Pak Tedy.
13:03Gambar tersebut adalah gabungan dari elemen nyata dan animasi.
13:06Baik.
13:07Meskipun,
13:08ya Mbak,
13:08satu poin sedikit ini,
13:10ada singkat saja.
13:11Baik.
13:11Kami menggunakan cloud AI gitu.
13:14Baik.
13:15Ini agak unik.
13:16Baik.
13:17Terima kasih Pak Tedy Mantoro,
13:19pakar artificial intelligence
13:21atau akal imitasi dari School of Computer Science,
13:24Nusa Putra University.
13:25Terima kasih Pak Tedy.
13:32Saudara tetap bersama kami di Sapa Indonesia.
Komentar

Dianjurkan