00:05Memasuki pekan ketiga perang Amerika Serikat Israel melawan Iran,
00:09belum ada tanda-tanda akan berakhir.
00:12Kondisi kian pelik lantaran Iran masih menutup Selat Hormuz
00:15yang menjadi uratna di jalur minyak dunia.
00:19Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta bantuan tujuh negara
00:23untuk mengerahkan kapal perang demi menembus blokade Iran di Selat Hormuz.
00:27Ketujuh negara adalah Tiongkok, Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
00:34Trump bilang Amerika tidak seharusnya memikul beban keamanan sendirian
00:38karena banyak negara lain justru lebih bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
01:22Pemerintah Jepang merespons dengan tidak memberikan lampu hijau
01:25untuk mengirim pasukan militer ke Selat Hormuz.
01:28Jepang memposisikan diri sebagai mitra kooperatif untuk mencari solusi
01:32tanpa harus memperburuk tensi di wilayah tersebut.
02:02Pemerintah Iran pada hari Sabtu menyatakan Selat Hormuz
02:04sebenarnya telah dibuka kecuali untuk kapal musuh yakni Amerika Serikat dan Israel.
02:28Uni Eropa tengah mempertimbangkan berbagai opsi menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
02:32Salah satunya memperluas misi Angkatan Laut Aspides
02:36untuk melindungi pelayaran di Laut Merah hingga Teluk Persia.
03:00Selat Hormuz adalah jalur perairan paling strategis di dunia
03:03yang menghubungkan Teluk Persia, Teluk Homan, dan Laut Arab.
03:06Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati jalur ini.
03:10Tentu penutupan Selat Hormuz berdampak pada harga minyak dunia
03:14yang mengalami lonjakan signifikan.
03:20Saudara memasuki pekan ketiga, Iran tak gentar melawan kekuatan Amerika Serikat, Israel.
03:26Iran menjalankan doktrin Operation Mad Men
03:29sebagai serangan nebalasan dan perang regional yang mahal di Timur Tengah.
03:34Untuk pengulasnya, sudah bersama kami wartawan harian Kompas dan Kompas ID
03:38Antonius Tomi Trinugroho.
03:40Selamat malam Mas Tomi, apa kabar?
03:43Selamat malam, sehat selalu mbak.
03:46Ya, sehat selalu, semoga selalu ada untuk anda dan juga keluarga.
03:48Mas Tomi, apa sebenarnya tujuan Iran dalam menjalankan doktrin Operation Mad Men
03:53sebagai balasan ini?
03:55Ya, pertama kita harus melihat ini,
03:58ini merupakan sebenarnya babak yang agak berbeda dari sebelumnya.
04:02Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
04:09Lalu penggunaan Selat Hormuz ini menimbulkan dampak yang dirasakan oleh banyak negara di dunia,
04:15terutama Asia.
04:16Jepang salah satunya.
04:18Dan kemudian, dampak ini tentunya akan memberi tekanan pada Amerika Serikat dan Israel
04:24untuk bisa segera mengakhiri perang,
04:27sehingga kemudian Selat Hormuz bisa dilalui seperti sebelumnya.
04:31Di sinilah sebenarnya tantangan yang dihadapi oleh Amerika Serikat dan Israel.
04:36Tadi juga disampaikan bahwa pihak Menteri Luar Negeri Iran sudah menyatakan pada prinsipnya
04:41Selat itu dibuka.
04:43Memang menutup sebuah jalur perairan itu tidak bisa dilakukan begitu saja sebenarnya pada prinsipnya.
04:48Karena negara yang terganggu bisa merasa dia diserang secara terbuka oleh negara yang menutup itu.
04:53Jadi, Iran menerapkan prinsipnya bahwa sebenarnya itu hanya tertutup bagi Amerika Serikat dan Israel.
05:00Tapi tentunya siapapun yang lewat situ juga tetap harus berhati-hati.
05:04Dan untuk memastikan keamanan,
05:06maaf maksud saya, Amerika Serikat juga berupaya untuk menarik Eropa,
05:11juga Jepang, dan termasuk juga Australia,
05:14agar membantu memastikan kapal-kapal bisa lewat di sana.
05:17Tapi tentunya negara-negara di negara-negara lain akan berpikir masak-masak
05:23karena perang itu dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.
05:30Mereka berada pada posisi melakukan pekerjaan yang tidak mereka mulai, katakanlah seperti itu.
05:37Jadi ini tentunya mungkin saat ini belum dikirim kapal-kapal mereka untuk membantu keamanan di Selatuh Hormus,
05:45tapi kita belum tahu perkembangan selanjutnya.
05:47Lebih kurangnya siapapun terakhir seperti itu.
05:50Mas Tommy selain juga menutup Selat Hormus,
05:52ini kan juga Israel itu menyerang sejumlah markas militer,
05:56kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.
06:00Nah apakah ini kemudian juga bisa berpotensi memicu perang regional yang lebih luas juga di wilayah Timur Tengah?
06:07Mungkin maksudnya Iran ya.
06:08Iran menyerbu beberapa posisi kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
06:14Jadi begini, bahwa negara-negara teluk lainnya tampaknya sangat hati-hati kalau yang saya lihat,
06:19karena mereka menyadari perang ini pada prinsipnya adalah perang Amerika Serikat Israel melawan Iran.
06:26Ketika ada pihak lain yang ikut menyerang Iran,
06:31maka posisi siapa yang berperang menjadi berubah.
06:34Itu yang dijaga dan itu yang bisa mengkhawatirkan menjadi sangat luas.
06:37Sehingga kemudian semua pihak sebenarnya menjaga agar perang ini betul-betul menjadi perang Amerika Serikat Israel melawan Iran.
06:47Oleh karena itu ini juga bisa kita lihat dalam konteks Hormuz tadi,
06:51negara-negara lain berhati-hati untuk mengirim kekuatan militer mereka ke Selat Hormuz.
06:58Termasuk juga dalam konteks ketika sejumlah negara teluk lainnya mengalami serangan drone dari Iran.
07:06Mereka juga tidak akan mau untuk serta-merta melakukan balasan militer.
07:10Karena ketika mereka melakukan itu, maka posisi mereka yang terlibat dalam perang menjadi berubah.
07:15Bukan lagi Amerika Serikat Israel melawan Iran, tapi bisa berubah.
07:20Oke. Mas, ini sebenarnya strategi atau operasi yang dilakukan oleh Iran ini
07:26bisa berlangsung berapa lama sebenarnya dengan model operasi yang kayak gini?
07:31Nah, ini yang pada prinsipnya sebenarnya ketika kita bicara soal persenjataan,
07:36jumlah rudal, jumlah drone, dan sebagainya.
07:41Sudah beberapa laporan bahwa memang jumlah serangan yang dilakukan di Iran berkurang
07:46dibandingkan pada hari pertama.
07:47Tapi tentu perang tidak hanya ditentukan oleh hal-hal semacam itu.
07:52Strategi untuk mengingatkan bahwa perang juga bisa dirasakan
07:57atau membahayakan negara-negara lain di dunia dalam arti supply minyak ya.
08:04Itu juga dilakukan di Iran dan itu bisa bagian dari strategi.
08:07Berapa lama itu akan berlangsung tentunya tergantung bagaimana kekuatan militer yang berada di Iran.
08:15Dan sampai saat ini terbukti bahwa cukup tidak mudah ya rasanya bagi Amerika Serikat dan Israel
08:21untuk memastikan bahwa tidak ada perlawanan dari Iran.
08:26Jadi saya kira kita hanya bisa melihat sejauh mana kembangannya dan dunia sebenarnya berharap
08:35ekonomi lalu juga supply minyak itu bisa lancar.
08:38Tapi karena situasi seperti ini tentunya semua pun harus bersiap-siap yang terburuk seperti itu.
08:45Mas Tommy, ini kan ada respons dari Trump pasca Iran ini menutup Selat Hormuz.
08:52Trump ini mendesak negara sekutu untuk kirim kapal perang ke Selat Hormuz.
08:55Apakah ini sebenarnya praktik perang baru dari Amerika Serikat atau sebenarnya ini merupakan sinyal kewalahan?
09:02Ada bisa beberapa dilihat begini.
09:06Trump kalau saya lihat ini sebenarnya mau mengirimkan sinyal juga bahwa Selat Hormuz ini
09:11kepentingan negara-negara lain di dunia juga gitu.
09:16Kepentingan Eropa, kepentingan Asia juga.
09:19Karena mereka yang sebenarnya membutuhkan minyak dalam hal ini terutama negara Asia.
09:24Amerika beberapa kali sudah menyatakan bahwa
09:27mereka memiliki cadangan minyak yang besar.
09:30Dan bahkan mereka ternyata salah satu eksportir minyaknya.
09:33Jadi artinya Selat Hormuz sebenarnya Trump ingin mengatakan
09:38untuk urusan suplai energi melalui Selat Hormuz
09:41mungkin Amerika tidak terlalu terpengaruh.
09:43Tapi dia mengingatkan negara lain bahwa
09:45eh, kalian terganggu loh dengan ini.
09:48Dan ini sebetulnya tadi memainkan semacam kartu
09:53untuk mengajak negara lain mengirimkan kekuatan militer
09:57untuk memastikan keamanan di Selat Hormuz.
10:00Tapi tentu negara-negara lain akan,
10:02dan itu tadi seperti saya katakan semula
10:04bahwa perang ini dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.
10:07Tentu mereka akan sangat berhati-hati
10:10agar mereka tidak dipandang
10:12sebagai negara yang terlibat dalam perang ini oleh Irak.
Komentar