Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki pekan ketiga, Iran disebut tidak gentar menghadapi kekuatan Amerika Serikat dan Israel.

Iran menjalankan doktrin Operation Madman sebagai strategi serangan balasan sekaligus upaya meningkatkan biaya perang regional di kawasan Timur Tengah.

Untuk mengulas lebih jauh strategi tersebut, telah bersama kami wartawan Harian Kompas dan Kompas.id, Antonius Tommy Trinugroho.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Trump Minta 7 Negara Sekutu Kerahkan Kapal Perang Tembus Blokade Iran di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/657350/trump-minta-7-negara-sekutu-kerahkan-kapal-perang-tembus-blokade-iran-di-selat-hormuz

#perang #iran #as #israel #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657353/full-wartawan-harian-kompas-soal-serangan-balasan-operation-madman-iran-picu-perang-lebih-luas
Transkrip
00:05Memasuki pekan ketiga perang Amerika Serikat Israel melawan Iran,
00:09belum ada tanda-tanda akan berakhir.
00:12Kondisi kian pelik lantaran Iran masih menutup Selat Hormuz
00:15yang menjadi uratna di jalur minyak dunia.
00:19Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta bantuan tujuh negara
00:23untuk mengerahkan kapal perang demi menembus blokade Iran di Selat Hormuz.
00:27Ketujuh negara adalah Tiongkok, Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
00:34Trump bilang Amerika tidak seharusnya memikul beban keamanan sendirian
00:38karena banyak negara lain justru lebih bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
01:22Pemerintah Jepang merespons dengan tidak memberikan lampu hijau
01:25untuk mengirim pasukan militer ke Selat Hormuz.
01:28Jepang memposisikan diri sebagai mitra kooperatif untuk mencari solusi
01:32tanpa harus memperburuk tensi di wilayah tersebut.
02:02Pemerintah Iran pada hari Sabtu menyatakan Selat Hormuz
02:04sebenarnya telah dibuka kecuali untuk kapal musuh yakni Amerika Serikat dan Israel.
02:28Uni Eropa tengah mempertimbangkan berbagai opsi menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
02:32Salah satunya memperluas misi Angkatan Laut Aspides
02:36untuk melindungi pelayaran di Laut Merah hingga Teluk Persia.
03:00Selat Hormuz adalah jalur perairan paling strategis di dunia
03:03yang menghubungkan Teluk Persia, Teluk Homan, dan Laut Arab.
03:06Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati jalur ini.
03:10Tentu penutupan Selat Hormuz berdampak pada harga minyak dunia
03:14yang mengalami lonjakan signifikan.
03:20Saudara memasuki pekan ketiga, Iran tak gentar melawan kekuatan Amerika Serikat, Israel.
03:26Iran menjalankan doktrin Operation Mad Men
03:29sebagai serangan nebalasan dan perang regional yang mahal di Timur Tengah.
03:34Untuk pengulasnya, sudah bersama kami wartawan harian Kompas dan Kompas ID
03:38Antonius Tomi Trinugroho.
03:40Selamat malam Mas Tomi, apa kabar?
03:43Selamat malam, sehat selalu mbak.
03:46Ya, sehat selalu, semoga selalu ada untuk anda dan juga keluarga.
03:48Mas Tomi, apa sebenarnya tujuan Iran dalam menjalankan doktrin Operation Mad Men
03:53sebagai balasan ini?
03:55Ya, pertama kita harus melihat ini,
03:58ini merupakan sebenarnya babak yang agak berbeda dari sebelumnya.
04:02Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
04:09Lalu penggunaan Selat Hormuz ini menimbulkan dampak yang dirasakan oleh banyak negara di dunia,
04:15terutama Asia.
04:16Jepang salah satunya.
04:18Dan kemudian, dampak ini tentunya akan memberi tekanan pada Amerika Serikat dan Israel
04:24untuk bisa segera mengakhiri perang,
04:27sehingga kemudian Selat Hormuz bisa dilalui seperti sebelumnya.
04:31Di sinilah sebenarnya tantangan yang dihadapi oleh Amerika Serikat dan Israel.
04:36Tadi juga disampaikan bahwa pihak Menteri Luar Negeri Iran sudah menyatakan pada prinsipnya
04:41Selat itu dibuka.
04:43Memang menutup sebuah jalur perairan itu tidak bisa dilakukan begitu saja sebenarnya pada prinsipnya.
04:48Karena negara yang terganggu bisa merasa dia diserang secara terbuka oleh negara yang menutup itu.
04:53Jadi, Iran menerapkan prinsipnya bahwa sebenarnya itu hanya tertutup bagi Amerika Serikat dan Israel.
05:00Tapi tentunya siapapun yang lewat situ juga tetap harus berhati-hati.
05:04Dan untuk memastikan keamanan,
05:06maaf maksud saya, Amerika Serikat juga berupaya untuk menarik Eropa,
05:11juga Jepang, dan termasuk juga Australia,
05:14agar membantu memastikan kapal-kapal bisa lewat di sana.
05:17Tapi tentunya negara-negara di negara-negara lain akan berpikir masak-masak
05:23karena perang itu dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.
05:30Mereka berada pada posisi melakukan pekerjaan yang tidak mereka mulai, katakanlah seperti itu.
05:37Jadi ini tentunya mungkin saat ini belum dikirim kapal-kapal mereka untuk membantu keamanan di Selatuh Hormus,
05:45tapi kita belum tahu perkembangan selanjutnya.
05:47Lebih kurangnya siapapun terakhir seperti itu.
05:50Mas Tommy selain juga menutup Selat Hormus,
05:52ini kan juga Israel itu menyerang sejumlah markas militer,
05:56kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.
06:00Nah apakah ini kemudian juga bisa berpotensi memicu perang regional yang lebih luas juga di wilayah Timur Tengah?
06:07Mungkin maksudnya Iran ya.
06:08Iran menyerbu beberapa posisi kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
06:14Jadi begini, bahwa negara-negara teluk lainnya tampaknya sangat hati-hati kalau yang saya lihat,
06:19karena mereka menyadari perang ini pada prinsipnya adalah perang Amerika Serikat Israel melawan Iran.
06:26Ketika ada pihak lain yang ikut menyerang Iran,
06:31maka posisi siapa yang berperang menjadi berubah.
06:34Itu yang dijaga dan itu yang bisa mengkhawatirkan menjadi sangat luas.
06:37Sehingga kemudian semua pihak sebenarnya menjaga agar perang ini betul-betul menjadi perang Amerika Serikat Israel melawan Iran.
06:47Oleh karena itu ini juga bisa kita lihat dalam konteks Hormuz tadi,
06:51negara-negara lain berhati-hati untuk mengirim kekuatan militer mereka ke Selat Hormuz.
06:58Termasuk juga dalam konteks ketika sejumlah negara teluk lainnya mengalami serangan drone dari Iran.
07:06Mereka juga tidak akan mau untuk serta-merta melakukan balasan militer.
07:10Karena ketika mereka melakukan itu, maka posisi mereka yang terlibat dalam perang menjadi berubah.
07:15Bukan lagi Amerika Serikat Israel melawan Iran, tapi bisa berubah.
07:20Oke. Mas, ini sebenarnya strategi atau operasi yang dilakukan oleh Iran ini
07:26bisa berlangsung berapa lama sebenarnya dengan model operasi yang kayak gini?
07:31Nah, ini yang pada prinsipnya sebenarnya ketika kita bicara soal persenjataan,
07:36jumlah rudal, jumlah drone, dan sebagainya.
07:41Sudah beberapa laporan bahwa memang jumlah serangan yang dilakukan di Iran berkurang
07:46dibandingkan pada hari pertama.
07:47Tapi tentu perang tidak hanya ditentukan oleh hal-hal semacam itu.
07:52Strategi untuk mengingatkan bahwa perang juga bisa dirasakan
07:57atau membahayakan negara-negara lain di dunia dalam arti supply minyak ya.
08:04Itu juga dilakukan di Iran dan itu bisa bagian dari strategi.
08:07Berapa lama itu akan berlangsung tentunya tergantung bagaimana kekuatan militer yang berada di Iran.
08:15Dan sampai saat ini terbukti bahwa cukup tidak mudah ya rasanya bagi Amerika Serikat dan Israel
08:21untuk memastikan bahwa tidak ada perlawanan dari Iran.
08:26Jadi saya kira kita hanya bisa melihat sejauh mana kembangannya dan dunia sebenarnya berharap
08:35ekonomi lalu juga supply minyak itu bisa lancar.
08:38Tapi karena situasi seperti ini tentunya semua pun harus bersiap-siap yang terburuk seperti itu.
08:45Mas Tommy, ini kan ada respons dari Trump pasca Iran ini menutup Selat Hormuz.
08:52Trump ini mendesak negara sekutu untuk kirim kapal perang ke Selat Hormuz.
08:55Apakah ini sebenarnya praktik perang baru dari Amerika Serikat atau sebenarnya ini merupakan sinyal kewalahan?
09:02Ada bisa beberapa dilihat begini.
09:06Trump kalau saya lihat ini sebenarnya mau mengirimkan sinyal juga bahwa Selat Hormuz ini
09:11kepentingan negara-negara lain di dunia juga gitu.
09:16Kepentingan Eropa, kepentingan Asia juga.
09:19Karena mereka yang sebenarnya membutuhkan minyak dalam hal ini terutama negara Asia.
09:24Amerika beberapa kali sudah menyatakan bahwa
09:27mereka memiliki cadangan minyak yang besar.
09:30Dan bahkan mereka ternyata salah satu eksportir minyaknya.
09:33Jadi artinya Selat Hormuz sebenarnya Trump ingin mengatakan
09:38untuk urusan suplai energi melalui Selat Hormuz
09:41mungkin Amerika tidak terlalu terpengaruh.
09:43Tapi dia mengingatkan negara lain bahwa
09:45eh, kalian terganggu loh dengan ini.
09:48Dan ini sebetulnya tadi memainkan semacam kartu
09:53untuk mengajak negara lain mengirimkan kekuatan militer
09:57untuk memastikan keamanan di Selat Hormuz.
10:00Tapi tentu negara-negara lain akan,
10:02dan itu tadi seperti saya katakan semula
10:04bahwa perang ini dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.
10:07Tentu mereka akan sangat berhati-hati
10:10agar mereka tidak dipandang
10:12sebagai negara yang terlibat dalam perang ini oleh Irak.
Komentar

Dianjurkan