Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengecam keras tindakan penyiraman air keras pada aktivis KontraS.

Ia menyatakan tindakan kekerasan ini sebagai pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.

Pigai meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

#menteriHAM #airkeras #kontras

Baca Juga Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Timur Tengah, apa strateginya? | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/656781/ekonomi-indonesia-di-tengah-perang-timur-tengah-apa-strateginya-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/656782/respons-menteri-ham-soal-kasus-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras-kompas-malam
Transkrip
00:00Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai mengecam keras tindakan penyiraman air keras pada aktivis kontras.
00:05Ia menyatakan tindakan kekerasan ini sebagai pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.
00:10Pigai meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.
00:14Tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini.
00:21Negara ini adalah negara yang damai, aman,
00:25tapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapapun termasuk aktivis dan civil society.
00:31Meminta kepolisian harus putus tuntas supaya sampai mendapatkan rasa keadilan bagi mereka dan keluarga korban.
00:42Saya sekali lagi minta kepolisian harus serius, mengutus tuntas.
Komentar

Dianjurkan