Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi berdampak pada stabilitas energi global, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Agus Supriatna, menjelaskan bahwa struktur pertahanan Iran memiliki karakter unik melalui doktrin yang dikenal sebagai mosaic defense.

Di sisi lain, pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja melihat bahwa keputusan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak terlepas dari dinamika domestik, termasuk tingkat popularitas serta pertimbangan politik menjelang pemilu.

Baca Juga Kuasai Selat Hormuz, Iran Pegang Kartu Strategis Konflik Timur Tengah | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/656767/kuasai-selat-hormuz-iran-pegang-kartu-strategis-konflik-timur-tengah-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656768/ini-taktik-rahasia-iran-bertahan-hadapi-gempuran-as-israel-bola-liar
Transkrip
00:01Ya, jadi Mbak Cempaka, sampai kapan kira-kira negara teluk ini akan terus berdiam diri?
00:06Dan kalau memang mereka akan menyerang, risiko paling buruk apa?
00:11Tentu harus ada kejadian yang sangat besar, yang akan mendorong eskalasi lebih lanjut.
00:16Meski sinyal dari Iran mengatakan tidak akan membuka ruang negosiasi.
00:20Terhadap negara teluk, mereka menunggu, mungkin dalam konteks ini bukan menunggu,
00:24tapi misalnya hanya ada satu kejadian yang cukup besar yang harus mendorong.
00:29Karena kenapa? Kita lihat dari negara-negara teluk sendiri memilih untuk melakukan deeskalasi.
00:34Dalam konteks ini tadi saya sampaikan melalui multilateral.
00:37Dan juga kalau kita lihat negara-negara teluk sendiri tidak memiliki kesatuan dalam konteks pandangan serangan Amerika Serikat dan Israel
00:46terhadap Iran.
00:47Dalam konteks ini dua negara atau beberapa negara memiliki pendapat untuk mengkondem,
00:52tetapi beberapa di antaranya justru menyatakan bahwa untuk melindungi dari kedaulatan negaranya,
00:58tapi tidak mengatakan kondem, bahkan Oman sangat mild pendapatnya.
01:03Tapi kan kita juga mendengar Mustafa bilang bahwa dia mengancam akan menghancurkan pangkalan militer,
01:10seluruh pangkalannya di negara teluk.
01:12Kita juga harus ingat mungkin beberapa waktu yang lalu PCS Kian meminta maaf pada negara-negara teluk karena menyerang beberapa
01:21militeri base Amerika yang berada di negara teluk.
01:25Nah kita harus melihat juga bagaimana kebersatuan antara pimpinan-pimpinan Iran nantinya dalam konteks penyerangan ini.
01:32Namun kita juga harus ingat bagaimana Iran ini saat ini menggunakan strategi pertahanan yang kita sebut mosaic defense,
01:39di mana dia ini memiliki desentralisasi yang tentu saja serangan-serangan yang dilakukan terhadap negara teluk bisa saja di luar
01:49dari komando.
01:50Jadi mereka memang tidak satu komando pandangan Anda?
01:53Sifatnya satu komando tetapi desentralisasi.
01:56Terdesentralisasi jadi dari 31 provinsi dia memiliki hanya satu provinsi yang memiliki komando namun mereka sifatnya koordinasi.
02:06Jadi ketika terjadi dekapitasi seperti yang terjadi beberapa waktu tanggal 28 Februari lalu terhadap Ali Hamenei,
02:13yang terjadi adalah yang lainnya di luar dari lokasi bom tersebut masih bisa melakukan serangan-serangan.
02:22Demikian Mbak.
02:23Baik Pak Agus, apa risiko untuk AS ketemu dengan kekuatan terstruktur komando yang otonom kayak gini?
02:33Mereka itu masing-masing. Ini kan agak berbeda ya kalau kita sandingkan dengan waktu Irak.
02:36Itu kan terjadi perpecahan di beberapa hal termasuk di kekuasaan.
02:40Kalau ini katanya enggak demikian. Bahkan persebutan lebih kencang, lebih keras tampaknya Mustafa.
02:46Karena begini ya, jadi pimpinan Iran itu bukan hanya pimpinan politik, pimpinan pemerintah atau sebagai pemimpin negara.
02:55Tetapi juga pemimpin spiritual. Itu harus dipegang ya.
02:59Kalau pemimpin spiritual, apa yang pernah dibicarakan semua itu sampai ke bawah itu udah ikut pasti.
03:06Jadi bisa dibayangkan aja, seorang pimpinan negara tertinggi ya, pada saat itu dalam serangan mendadak itu gugur, iya kan gitu.
03:18Dan sebentar kok tanpa siapa yang memerintahkan kok bisa menyerang balik gitu.
03:21Itu sulit kalau menurut saya secara, kalau kita mempelajari masalah strategi perang apapun, susah itu.
03:29Duh ini pemimpin saya lagi begini, kita harusnya lagi melaksanakan duka cita atau apa segala macam.
03:36Tapi kok dia bisa serang balik.
03:38Ini yang membuat kagetnya Amerika dan Israel.
03:43Itu kalau saya lihat ya.
03:45Jadi kalau dikatakan tidak satu komando, semuanya itu pasti satu komando.
03:49Tapi strukturnya sudah diatur dari jauh-jauh.
03:52Dengan doktrin mozaik ini, kira-kira kalau AS-nya ingin membuka blokade, maka apa yang terjadi?
04:03Dengan struktur yang dihadapi sekarang, masing-masing punya otonomi ya?
04:06Iya, tapi maksudnya begini loh, bedanya ya.
04:11Jadi komando itu sudah dikasih sesuai dengan strukturnya masing-masing kalau di Iran itu.
04:17Beda. Jadi misalnya satu komando, satu batalion ini, dia sudah tahu tugas dan tanggung jawabnya apa gitu.
04:25Sudah tahu ya.
04:26Jadi kalau misalnya atasannya atau apa misalnya hilang pun, ya dia sudah melaksanakan sendiri.
04:34SOP-nya sudah ada.
04:35SOP-nya sudah ada.
04:37Jadi apa yang terjadi risikonya jika mereka memutuskan untuk mengirimkan kapal tanker begitu?
04:42Kapal perang untuk mengawal kapal tanker yang melewati hormus.
04:46Kalau menurut saya Iran itu tidak semudah itu ya.
04:49Amerika mau ngirim atau apapun, dia kan sudah mengeluarkan Pak.
04:53Sudah mengeluarkan lho Mbak ya.
04:54Jadi ancamannya dia aja, misalnya dia mengatakan ranjau.
04:59Yang kedua kapal apapun yang melewat akan saya serang.
05:04Sehingga ini memang kekibat yang paling berat itu, yang mengikibat yang paling susah itu adalah perusahaan asuransi maritim.
05:12Itu tidak mau ambil risiko.
05:15Akhirnya apa yang terjadi?
05:16Semua kapal-kapal niaga itu bingung kalau tanpa asuransi kan bingung juga kalau terjadi apa-apa kan itu.
05:22Itu satu, itu membuat jalur itu terganggu.
05:27Jalur kedua lagi yang menakutkan lagi apa yang dilaksanakan Iran, dia tidak akan hanya menghancurkan semua kapal-kapal yang lewat
05:39sana.
05:41Kemarin aja kalau terjadi, kalau tidak salah itu kargonya Thailand kan.
05:45Kargonya Thailand, padahal Thailand hubungannya apa kan gitu loh.
05:49Itu sebetulnya ancaman-ancaman yang dia berikan bahwa, uh bukan sembarangan loh.
05:54Termasuk hilang diauman juga.
05:56Jadi itu ancaman-ancaman semuanya.
05:58Karena ancaman-ancaman itu membuat negara-negara di Timur Tengah yang lain itu, wah ini kita bahaya nih gara-gara
06:05si Trump ini kita jadi ikut-ikutan nih nanti.
06:07Jadi menurut Anda Trumpnya bakal gentar atau tidak?
06:09Kalau menurut saya, ya tadi.
06:11Kalau saya nilai pertama kali, Trump itu kan unpredicted.
06:15Siapa yang tahu Trump?
06:16Kalau beliau tadi Pak Serep apalagi bilang ya, Trump ini punya dua skenario.
06:23Skenario pertama, dia berharap agar Iran dia kuasai, dia tundukan sehingga dominasi Timur Tengah dia bisa pegang.
06:31Which is itu sulit gitu dan gak mungkin.
06:32Dan dia pengalaman di Afghanistan dan Iraq gak bisa.
06:35Apalagi dengan karakter Iran yang begitu kuat, mengakar tuh.
06:38Dengan apa namanya, homogen ya di Indonesia.
06:41Itu sangat sulit gitu.
06:42Yang kedua adalah skenario-nya, yaudah ini menjadi bagian dalam pertarungan game dia tuh untuk menghegemoni politik.
06:48Kira-kira kalaupun gue kalah, gue tetap menang lah.
06:51Jadi buat Amerika yang menang kalah, gue tetap menang.
06:53Ketika kalah, ya gue industri militer, gue dapet untung.
06:55Sebagai produsen minyak, gue juga dapet untung.
06:57Ini pola pikirnya Trump.
06:59Artinya, Trump memang sudah menganggap, kita bisa lihat tujuh pengeboman selama dua tahun perang di negara berbeda.
07:06Dan dia merubah Menteri Pertahanan menjadi perang.
07:09Artinya dia yang berpikir perang adalah strategi politik luar negeri gue itu.
07:13Makanya setelah Iran, dia mau berpikir kemana? Ke Kuba.
07:15Ya kan?
07:16Baru ke Kuba, dia akan balik lagi ke Greenland.
07:18Jadi dia akan berpikir itu.
07:20Dan dia akan menghitung seberapa besar dia mendapatkan keuntungan dari perang yang terjadi.
07:24Tapi buat Israel, pertarungan ini adalah pertarungan untuk, kita harus juga kaitkan nanti ke Indonesia, bahwa serangan ini juga terkait
07:32dengan isu BOP, Mbak.
07:33Karena Iran membantu dalam perjuangan Palestina secara nyata, khususnya kepada Hamas.
07:39Dan kemerdekaan Palestina bagi Iran harga mutlak.
07:42Artinya buat Israel, kalau mau menghabisi Hamas, mau melakukan etnik cleansing terhadap Palestina, maka yang mendukung ini Iran dihantam dulu.
07:50Baru kemudian dihantam.
07:51Untuk kepentingan, menguasai galur Gaza, buat membangun kanal baru tuh.
07:56Karena dia ditutup di Selat Tormus, dia ditutup di Hajar Ramahuti tuh, Amerika, apa namanya dia, di Selat Aden tadi
08:03itu.
08:03Maka dia ingin membangun kanal baru tuh, maka Gaza harus direbut.
08:07Jadi bukan hanya persoalan mengambil tanah, tapi ada kepentingan ekonomi dalam konteks membangun kanal baru itu, maka dia harus menguasai
08:13Gaza.
08:14Nah, dalam konteks itu kita harus melihat bahwa, ini imperialisme gitu loh, apa yang melakukan oleh Amerika Serikat.
08:20Harus kita lawan.
08:21Dan ini melanggar hukum internasional, jadi kita bicara perang, tapi presiden kita gak berani menyatakan ini imperialisme, harus kita lawan
08:28dan melanggar konstitusi.
08:29Itu buat saya, sedih sih saya gitu. Ini seolah-olah saya gemaja, padahal ini melanggar hukum internasional.
08:36Baik, saya ke Pak Isan. Tapi menurut Pak Isan sendiri, apakah Amerika Serikat akan membiarkan blokade hormus ini berkepanjangan?
08:45Karena kan ini juga akan mengganggu ekonomi global.
08:49Oke, yang pertama, hampir semua sepakat menggunakan military industrial complex.
08:54Itu udah ketinggalan jaman.
08:57Karena yang mutakhir adalah financial military industrial complex.
09:02Tadi dijelasan, tapi di belakang itu, di financialization-nya, itu bukan cuma sekedar soal transaksi dagang.
09:10Tapi juga bagaimana sesungguhnya negara-negara teluk nanti harus membayar dalam berbagai transaksi terhadap Amerika.
09:17Sama seperti bagaimana, Venezuela diambil bukan soal minyaknya, tapi transaksi dolarnya, plus yang namanya sisi pembayarannya.
09:26Lalu masuk ke soal asuransinya.
09:29Ini waris premium.
09:31Kalau waris premium, Anda bisa lihat siapa yang ambil untung paling gede.
09:34Jadi, kalau dalam kancah kita bicara hari ini, sebenarnya tesisnya sederhana.
09:40Tesisnya Eisenhower.
09:42Di balik perang itu adalah keuntungan besar.
09:45Itu Eisenhower.
09:46Itu Eisenhower.
09:47Jadi tesisnya masih tesis lama.
09:49Beda kalau kita ngambil master plan.
09:52Beda kalau kita ngambil tesis berikutnya adalah bagaimana dibangin oleh Clinton.
09:56Jadi kalau kita, Anda harus tahu bahwa yang namanya, Presiden Amerika itu punya satu garis siapapun Presidennya.
10:05Apa itu?
10:06Tatanan dunia ada di tangan mereka.
10:08Bagaimanapun caranya.
10:09Terserah.
10:10Jadi kalau dia tuding Obama lemah, Biden lembek, gue kuat dengan kekuatan, gue bikin perdamaian.
10:18Maka kata kuncinya adalah hegemoni.
10:20Tapi hegemoninya sudah luluh lantak.
10:23Sudah luluh lantak.
10:24Luluh lantak.
10:24Karena legitimasi moral globalnya habis.
10:28Legitimasi moral domestiknya rusak.
10:32Nah, satu-satunya cuma tinggal milit, financial, industrial, military, kompleks.
10:38Itu makanya dalam kontraks melihat kebijakan teram terakhir, orang melihatnya sampai seberapa jauh masyarakat Amerikanya menerima.
10:46Hasilnya apa?
10:47Washington semasknya menyatakan 34% ditolak.
10:52Tidak benar ini perang.
10:5232% terima.
10:55Tapi yang di tengah-tengah menyatakan nanti dulu.
10:57Keselesaianya berbeda.
10:59Nah, kalau melihat konstruksinya begitu, maka sesungguhnya ini sedang ada upaya baru untuk menemukan pertama.
11:06Menahan laju penurunan dedolarisasi.
11:10Marco Rubio di era Trump pertama sudah mengingatkan kita dalam posisi dedolarisasi.
11:17Itu Marco ketika dianggota Senat Republik.
11:20Jelas sekali kalimatnya.
11:21Lalu berikutnya yang dia ambil adalah bagaimana mempertahankan dominasi.
11:26Kekuatan dominasi cuma satu.
11:28Militer.
11:29Nah, kalau posisi dedolarisasi direalistikan dengan militer, maka ketemu dia, yang disebut dengan financial, military, industrial complex.
11:38Tokohnya, tokoh pebisnis siapa?
11:40Trump bukan tokoh siapa-siapa.
11:43Tokoh pebisnis.
11:44Dalam soal BOP, soal bisnis kok.
11:47Bukan soal apa-apa.
11:48Indonesia aja gak mikir panjang satu miliardnya.
11:51Gak mikir secara strategi, secara benar.
11:54Apa keuntungannya dalam perspektif masuk di BOP.
11:57Sudahlah melanggar konstitusi, kosisinya, mesti keluar lagi satu miliard.
12:02Tidak ada advantage analysis namanya.
12:05Kalau kita masuk dalam wilayah itu.
12:07Kan ketika Anda mau masuk yang namanya negosiasi, kan Anda bertarung dulu diplomasi.
12:12Anda harus bertarung habis-habisan di diplomasi, baru Anda duduk negosiasi.
12:17Nah, kalau struktur berpikirnya begitu, maka kita masih tahu sekarang.
12:21Kalau kita melihat Trump, Anda masuk ke dalam, ini akan lama apa enggak?
12:25Dalam perspektif perang militer, dia akan pendek.
12:30Dalam perspektif, saya ulang.
12:32Dalam perspektif perang militer, dia akan pendek.
12:34Trump sudah digugat, dibahkan di markas Pentagon, oleh orang-orang di Pentagon.
12:40Hentikan perang dengan segera.
12:42Dan yang memprotesnya adalah para pendeta.
12:46Salah tahu di sini, satu.
12:47Yang kedua, Anda harus tahu juga di sini.
12:50Bahwa perang ini bukan hanya perang militer, dia perang intelijen.
12:55Dia juga masuk perang desepsi di dalamnya.
12:59Menghajar habis negara-negara teluk, itu bagian dari yang namanya memperluas, memperdalam, ngebangun kecemasan.
13:06Tapi di balik itu jangan salah.
13:08Ada desepsi, ada penipuan.
13:10Siapa yang melakukan penipuan?
13:11Dua-duanya.
13:13Iran menipu dalam kacah dunia internasional.
13:17Amerika juga menipu.
13:19Muncul sekarang si negara-negara teluk.
13:21Ini gue mesti apa nih?
13:22Mesti di mana nih?
13:23Siapa sebenarnya menghajar kondisinya?
13:25Siapa yang bisa melindungi dalam negeri?
13:26Muncul klaim ke Washington.
13:29Udahlah Washington, berhenti.
13:31Gue dalam posisi merugi.
13:32Karena lo memang yang menyerang.
13:34Itu mesti di luar, desepsinya.
13:36Nah dalam posisi desepsi seperti itu,
13:39yang perlu dicari adalah siapa sesungguhnya yang memainkan kekuatan intelijen.
13:44Tadi disebut, kekuatan intelijen Amerika biasa.
13:47Betul.
13:47Bahkan muncul sampai gagasan.
13:50Kalau ada lima garda revolusi Iran,
13:53dua di antaranya adalah intelijen dari Amerika.
13:56Yes.
13:57Sampai muncul isu itu, kalimat itu.
13:59Kenapa?
14:00Karena bocornya intelijen.
14:01Tapi jangan salah.
14:03Kekuatan intelijen kayak gini berhadapan dengan kekuatan spiritual.
14:06Yang tidak dihitung oleh Trump adalah,
14:08ini catatan pentingnya,
14:10Mostabah Haminaib.
14:11Dia lahir dalam dua pertahanan dan ketahanan.
14:16Yang luar biasa.
14:17Dia di bawah Khomeini,
14:19usia 0 sama dengan 7 tahun,
14:21di bawah kekuatan Khomeini.
14:22Dari 7 sampai dengan 56 tahun,
14:25di bawah gemblengan bapaknya.
14:26Maka ketika dia muncul,
14:28langsung dapat ponis.
14:30Dia hardliner,
14:31dia extremist.
14:32Itu kan kelem barat.
14:34Kalau dari segi yang saya bilang,
14:36we have to keep and maintain our dignity,
14:39Mostabah dalam posisi tidak hardliner.
14:42Bukan extremist.
14:43Dia sedang mempertahankan harkat martabat bangsanya.
14:46Maka perangnya,
14:47seperti saya bilang,
14:48ini perang peradaban.
14:49Kalau dia masuk perang peradaban,
14:51militer boleh berhenti.
14:52Tapi perang peradabannya akan jalan terus.
14:55Oke.
14:55Baik, Mbak Dina.
14:56Jadi kira-kira apa saja skenario exit war
14:59bagi seorang Trump dalam kondisi ini?
15:02Trump itu satu,
15:04karena dia masih pakai sistem demokrasi ya.
15:07Satu, pasti popularitas dia,
15:10kemudian pemilu.
15:11Itu yang harusnya bisa menjadi penghenti beliau ya.
15:17Kalau mayoritas suara partai republikan itu turun,
15:21besok dalam midterm election,
15:22dan saat ini kan selisih suaranya sangat tipis ya,
15:25cuma lima suara di antara republikan dengan demokrat,
15:29maka minimal untuk pengambilan keputusan terkait budget.
15:33Di awal masa kepemimpinan Trump yang kemarin kan sudah government shutdown juga kan,
15:36tidak berhasil meminta dana untuk kegiatan yang dilakukan oleh Trump.
15:42Nah sekarang juga sebenarnya masih digantung ini,
15:44bulan ini kan juga ada keputusan seputar budget.
15:49Itu karena sistem Amerika Serikat masih di sistem demokrasi.
15:53Kemudian yang kedua,
15:55yang bisa membuat exit tentu,
15:57menurut saya Trump itu,
15:59kayak sebagai pebisnis,
16:00kalau kita bilang nggak bisa ditebak cara pikirnya,
16:03menurut saya satu yang bisa ditebak mungkin bahwa
16:06dia itu masih kepikiran,
16:07masih kepikiran saya ini cuannya belum cukup gede.
16:10Atau yang kedua bahwa agenda dia seputar itulah ya,
16:17kerjasama dia dengan mitra-mitranya dia di Arab Saudi mungkin,
16:22atau deal yang lain yang sudah dibuat di antara negara teluk,
16:25saya yakin itu pasti dia punya lah sejak zamannya Abrahamic Accord.
16:29Itu mungkin menjadi satu pressure buat dia.
16:31Kemudian yang ketiga, energy price.
16:34Energy price ini menurut saya,
16:36buat dia kan satu cara buat menekan banyak negara ya,
16:41termasuk China gitu kan,
16:43karena ekspor dari selat hormus ini kebanyakan perginya ke China.
16:47Tapi kita bisa lihat sejumlah negara ternyata melakukan adaptasi kan,
16:52di sekutunya dia sendiri, Jepang,
16:55malah memutuskan untuk mencoba membantu harga minyak
16:58supaya lebih stabil dengan cara mengeluarkan 45 hari cadangan minyak dia,
17:04supaya harga minyak lebih stabil.
17:06Jadi berarti kekompakan dari sekutu dia,
17:09ternyata belum sepenuhnya full seperti yang dibayangkan.
17:13Itu juga bisa menjadi exit strategy.
17:15Jadi pressure dari negara-negara sekutunya,
17:19ini bisa kita lihat lah.
17:21Kemarin penolakan dari Spanyol misalnya,
17:23itu kan juga satu pressure menurut saya.
17:26Dan bahkan ketika Iran bilang,
17:28siapa yang berani memecat duta besar Israel atau Amerika dari negaranya,
17:33boleh lewat selat hormus.
17:35Dan Spanyol langsung melakukan itu kan.
17:37Jadi itu berarti disambut baik kan,
17:40berarti sudah ada yang mulai berpihak kepada Iran.
17:43Jadi menurut saya,
17:44sebenarnya ada cukup banyak pintu exit,
17:48dan sampai November memang kita harus masih tarik urat nadi ya,
17:52karena keputusan Amerika Serikat ada di momen itu.
17:55Oke, baik saya ke Pak Sidik.
17:57Jadi menurut Anda,
17:58apa exit war yang akan diambil oleh Amerika Serikat?
18:01Apakah mundur dari perang?
18:02Ataukah negosiasi?
18:04Atau mungkin ada skema yang lain yang Anda pikirkan?
18:06Ya, kalau kita ikuti pemberitaan,
18:09walaupun bukan dari sumber-sumber media resmi di Barat ya,
18:12bahwa Amerika telah berupaya melakukan pembicaraan lewat pintu ketiga,
18:20yang pertama lewat Itali.
18:22Tapi kelihatannya ini tidak punya prospek yang bagus,
18:25dan yang terakhir,
18:26kalau tidak salah 2-3 hari yang lalu,
18:29Trump mulai berbicara dengan pihak Moskow.
18:32Berharap bahwa Moskow dalam hal ini,
18:35Putin bisa memainkan peran dan pengaruhnya
18:38untuk bicara dengan Iran,
18:40terkait skema penyelesaian perang ini.
18:44Kalau saya melihat,
18:46ketika inisiatif ini dilakukan oleh Trump,
18:49bahwa Amerika, khususnya ya,
18:52Amerika itu memang sudah dalam posisi
18:54bahwa dia tidak bisa terlalu lama
18:57melanjutkan perang ini.
18:59Dia harus cari jalan untuk militer
19:01bisa menghentikan perang ini.
19:02Itu satu.
19:03Bahwa kemudahan Israel
19:05bisa jadi dalam posisi yang berbeda,
19:07itu sangat mungkin.
19:08Karena Israel punya agenda yang jauh,
19:11lebih strategis,
19:13ketimbang agendanya Trump,
19:15yang mungkin lebih banyak
19:16sisi ekonomi politik dia.
19:19Nah,
19:20kalau ditanya apa exitnya,
19:22saya kira formula dari Amerika,
19:25dari Trump,
19:26itu sudah ada beberapa yang dia komunikasikan.
19:28Tapi kata kuncinya sekarang adalah
19:30bagaimana respon dari pihak Iran.
19:34Kalau saya melihat misalnya begini,
19:36hari ini, tanggal 13 Maret,
19:40pemimpin-pemimpin di Iran,
19:42elit-elit nasional di Iran,
19:43dipimpin oleh Presiden Iran,
19:45turun ke jalan,
19:46merayakan Al-Aqsa Day.
19:49Jadi, hari Al-Aqsa hari ini.
19:51Dan yang mengagumkan dan mengejutkan adalah
19:54tokoh-tokoh teras Iran,
19:57kecuali pemimpin tertingginya,
20:00yang tidak turun,
20:02turun ke jalan,
20:03secara terbuka,
20:04secara mencolok,
20:06melakukan peringatan hari Al-Aqsa.
20:08Pesannya dua.
20:09Yang pertama adalah,
20:10kami ini oke-oke aja loh.
20:12Trump mau meningkatkan ancaman dan serangan,
20:15kami ini tidak takut.
20:16Itu satu.
20:17Yang kedua,
20:18ini adalah cara Iran
20:20untuk kembali menarik
20:21konflik ini,
20:23relevansinya dengan
20:23konflik antara Israel dengan Palestina.
20:26Kenapa apa?
20:28Terlepas,
20:29apapun hasil peperangan ini,
20:31begitu perang ini selesai,
20:32Amerika secara militer
20:34mulai surut hegemoninya,
20:36dominasinya di Teluk Persia misalnya,
20:39tapi banyak yang meyakini
20:41Israel secara militer,
20:43dia masih akan tetap survive.
20:45Dan itu dibutuhkan oleh Israel,
20:48karena memang dia masih punya agenda lanjutannya
20:50yang lebih besar,
20:50dan secara terbuka,
20:52Netanyahu sudah menyatakan itu
20:53di beberapa kesempatan,
20:54yaitu mewujudkan
20:55ambisi untuk membangun Israel Raya,
20:59yang itu mencakup sejumlah negara
21:00di kawasan Teluk.
21:01Jadi hari ini,
21:03pemimpin-pemimpin di Iran
21:04dengan turun ke jalan
21:06merayakan Al-Aqsa Day,
21:08itu sebenarnya berkirim pesan
21:10ke pemimpin-pemimpin negara Teluk.
21:11Eh, hati-hati,
21:13hati-hati,
21:14Israel ini tidak akan berhenti
21:15sampai di Iran loh.
21:16Setelah Iran,
21:18Anda semua ini akan menjadi target berikutnya,
21:20termasuk Turki.
21:20Karena Turki dianggap sebagai
21:23the next Iran
21:24setelah perang ini usai.
21:27Jadi saya kira,
21:27Iran mulai memperluas
21:29dan menarik kembali
21:30relevansi konflik ini
21:32dengan apa yang terjadi di
21:34Palestina dan Israel.
21:36Nah, dalam kaitan ini,
21:37saya setuju tadi,
21:39Bang Nursi,
21:41bahwa persoalan BOP
21:42ini memang harus terus kita cermati.
21:45Harus kita cermati terus.
21:46Karena kita tidak mengerti
21:47nasib Trump ini
21:49di domestik politiknya bagaimana.
21:52Jangan-jangan nanti
21:53umur politik di negaranya sendiri
21:54ini tidak panjang.
21:57Dan saya kira
21:58kalau Trump mulai berbicara
21:59tentang darurat nasional sekarang,
22:01ada tidak ini kaitannya
22:02dengan pemilu selah
22:03yang akan berjalan
22:04beberapa bulan ke depan.
22:06Jangan-jangan memang ada agenda
22:07untuk menunda pemilu selah.
22:08Karena opini publik di Amerika
22:10sekarang ini,
22:11kalau kita gabungkan
22:12yang ragu-ragu
22:13dengan yang mengatakan no,
22:15ini kan lebih besar.
22:16Artinya yang menolak perang
22:17di publik Amerika
22:18ini lebih besar
22:20daripada yang setuju perang.
22:21Jadi kalau menurut Pak Ngabalin sendiri,
22:23apa langkah Trump
22:24yang harusnya diambil
22:25sebagai skenario-nya?
22:27Kalau tadi disampaikan
22:28oleh Pak Sidiqan,
22:30ini tampaknya
22:30Iran sendiri mengirimkan
22:31pesan-pesan
22:32kepada dunia termasuk Turki
22:34untuk hati-hati.
22:35Tapi nanti dijawab,
22:36kami akan beri saudara
22:37tetapi pola liat.
22:38terima kasih.
22:42Terima kasih.
22:44Terima kasih.
22:44Terima kasih.
22:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan