Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, kondisi ekonomi Indonesia jauh dari "morat marit".

Purbaya membantah anggapan sejumlah pihak yang menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang melemah, bahkan sudah resesi. Pernyataan itu Purbaya sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026).

"Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," kata Purbaya.

Baca Juga Prabowo Rapat Bareng Luhut-Purbaya Bahas Dampak Konflik AS-Israel vs Iran di https://www.kompas.tv/nasional/656502/prabowo-rapat-bareng-luhut-purbaya-bahas-dampak-konflik-as-israel-vs-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656720/depan-prabowo-purbaya-lapor-soal-ekonomi-indonesia-kita-jauh-dari-morat-marit
Transkrip
00:02Terima kasih, Pak Presiden. Saya akan afil sedikit tentang ekonomi dan kondisi APBN kita, Pak, kalau bisa langsung alaman 6.
00:10Jadi, sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik.
00:18Kalau kita lihat dari Purchasing Manager Index yang merah ini, di bulan Februari itu levelnya 53,8 tertinggi dalam beberapa
00:29tahun terakhir.
00:30Jadi, betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur, artinya sisi supply tumbuh dengan kuat.
00:38Jadi, ini bukan data dari BPS, tapi data dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh.
00:45Bisa lihat ke halaman 8, itu data inflasi di bulan Februari kelihatannya tinggi 4,64, kalau headline saja, Pak.
00:57Ini penting karena kalau policymaker akan mikir bahwa ekonominya kepanasan, dia akan cedung-reng ekonominya.
01:05Tapi, datanya datang yang tidak akurat kalau kita pakai itu saja.
01:08Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen,
01:22Pak.
01:22Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya tidak kepanasan.
01:28Jadi, yang lain-lain tidak usah memperlambat pertumbuhan ekonomi halaman 9, untuk melihat ekonomi dan optimisasi masyarakat, kita lihat terus
01:38meningkat.
01:39Sengaja saya tahu di sini, karena di luar banyak yang bilang, kita sudah resesi, Pak.
01:43Ekonomi-ekonomi yang agak aneh itu bilang, kita sudah resesi, tinggal hancurnya.
01:48Padahal kalau kita dari tadi, PMI naik ke level yang tinggi.
01:52Terus, kita lihat MSI, Mandiri Index, itu sekarang di 360,7, yang kiri atas itu yang biru, tebal.
02:03Yang kita lihat, trendnya naik ke atas.
02:05Itu yang penting, kita sedang memang mengalami akselerasi.
02:09Sebelah kanan, kalau kita lihat juga, industri otomotif, penjualan mobil tumbuh 12,2 persen di bulan Februari, Pak.
02:16Ini bukan main-main, kalau kita lihat tahun lalu kan negatif, Pak.
02:19Sekarang sudah melepasin, dan sekarang makin kencang.
02:22Jadi, kita jauh dari apa yang disebut ekonominya Murat.
02:27Mari kata ekonomi-ekonomi di luar itu, Pak.
02:28Di TikTok banyak yang ngomong gitu.
02:30Di penjualan retail juga kita lihat yang biru, Pak.
02:32Biru kiri bawah.
02:41Penjualan retail naik ke level 6,9 yang orangnya, Pak.
02:45Itu 6,9.
02:46Itu kita lihat dibanding tahun lalu, di atas banget, Pak.
02:49Jadi, kita keadaan bagus sekali sekarang, Pak.
02:51Jadi, kebijakan Bapak betul-betul bisa membanggikan ekonomi.
02:56Terus, kita lihat yang birunya itu adalah konsumen, keyakinan konsumen.
02:59Itu juga 125,2.
03:03Itu di level yang amat tinggi sekali.
03:05Artinya, daya beli masyarakat betul-betul membaik.
03:09Banyak orang bilang, katanya daya beli masyarakat terpukul.
03:13Ya, kalau yang lagi saya susah tetap.
03:16Tapi kan kita lihat keadaan umum.
03:18Keadaan umum malah ditangkap dari survei kepercayaan konsumen.
03:22Jadi, memang daya beli masyarakat membaik.
03:25Dan yang sebelah kanan, saya ulang lagi.
03:27Purchasing Manager Index itu sekarang 53,8 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Pak.
03:34Jadi, supply, demand, semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari.
03:39Saya yakin kedepannya akan membaik terus.
03:42Next.
03:43Kalau kita lihat dinamika global, memang gonjang-ganjangan mengganggu semuanya.
03:47Ada yang bilang, rupiah hancur.
03:52Tapi kalau dikatakan betul, Pak.
03:55Itu setiap perang, rupiah itu hanya terdepresi sebesar 0,3.
04:01Jadi, sebetulnya bagus daya tahan kita.
04:04Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini.
04:08Tapi yang punya duit, yang nggak punya duit, kali Pak.
04:10Nyelek-jelekin, Pak.
04:12Dia nggak punya duit.
04:18Terus kalau kita lihat yang CDS, IDL 5 tahun, juga 5 tahun, masih relatif stabil, Pak.
04:27Gambar yang kanan atas, Pak, itu adalah spread dari SBN terhadap Treasury.
04:33Di Januari 25, 240 basis point.
04:35Sekarang, 243 basis point.
04:39Naiknya hanya terbatas 0, soalnya 3 basis point.
04:44Artinya, asing masih percaya ke kita.
04:49Yang domestic aja nggak percaya, Pak.
04:51Terus kalau kita lihat, ya bukan domestic, ya.
04:55Pengamat domestic yang nggak percaya.
04:59Kalau kita yang bawah, ya lihat yang bawah, yang bawah, Pak.
05:02Itulah capital flow ke negara, ke kita, ya.
05:05Memang sempat naik turun-naik turun, tapi kita lihat sejak November, Desember,
05:10cenderung positif.
05:11Sekarang juga masih positif.
05:13Kita lihat data di bulan Maret terakhir,
05:16yang output hanya SBN 0,7 triliun di kotak itu, Pak.
05:21SRBI inflow 2,2 triliun Maret, ya.
05:25Jadi, saham juga masih inflow 2,2 triliun di bulan Maret.
05:30Jadi, setelah goncang-goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini, Pak.
05:34Artinya, mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus.
05:39Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, Pak.
05:42Karena mereka taruh uang.
05:43Terus, next.
05:46Kita melakukan koordinasi fiskal dan monetel dengan bank sentral terus-menerus.
05:51Seperti waktu dulu kan saya injek uang 200 triliun dan lebih.
05:55Nah, sekarang uangnya masih di sana.
05:57Saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
06:02MNO, uang base money, uang primer di bulan Februari itu tumbuh 14,2 persen, Pak.
06:10Jadi, ini sudah cukup memberi, meminyaki pertumbuhan ekonomi.
06:15Kita lihat kredit di bulan Januari sudah tumbuh 10 persen.
06:19Dan saya yakin angka bulan Februari akan lebih cepat lagi.
06:23DPK juga tumbuh 13,5 persen.
06:25Ini semua angka yang cukup sehat, Pak.
06:29Bunga juga turun karena kita maintain krikuitas di pasar, Pak.
06:33Mungkin saya langsung ke halaman 14.
06:37Ini, Pak, cerita ekonomi Indonesia ketika harga minyak mulai tinggi ke atas 100, banyak yang bilang ekonomi Indonesia akan hancur
06:46murat marit.
06:47Tidak jelas gitu.
06:48Padahal pengalaman kita selama ini tidak demikian.
06:52Ini gambar koinciden ekonomi indeks yang biru adalah indeks yang menggambarkan keadaan ekonomi sekarang yang hijau harga minyak brand.
07:02Kalau kita lihat, jadi kalau indeksnya naik, ekonomi bagus, kalau jatuh, baru ekonomi jatuh.
07:09Kalau kita lihat, 2007-2008 harga brand naik ke level yang tinggi sekali itu di atas 220, on average monthly.
07:21Tapi yang biru masih naik, Pak, awal-awal.
07:24Dia jatuh ketika globalnya meltdown, banyak ekonominya, pertumbuhannya negatif.
07:30Tapi dia jatuh.
07:31Tapi kan, Pak, dengan kebijakan yang pas, fiskal, dan moneter pada waktu itu, kita masih bisa tumbuh 4,6 persen.
07:38Jadi kita cukup cermat lah, bisa mengendalikan lah itu.
07:43Kemudian naik lagi di tahun 2011, Februari itu, angkanya di sekitar 10-120 harga minyak.
07:51Yang biru masih naik terus, Pak.
07:54Artinya, kalau kita punya kebijakan yang pas, moneter maupun fiskal, dan kebijakan bapak nantinya,
08:03walaupun global ekonomi harga minyak gonjang-nganjing,
08:06kita punya cara atau punya pengalaman untuk mengendalikan dampaknya ke perekonomian.
08:14Jadi kita nggak perlu takut, Pak.
08:16Terus di COVID juga sama, Pak, waktu COVID itu kan jatuh yang biru, tuh.
08:21Karena COVID.
08:22Tapi pada waktu harga minyak naik ke atas, di tahun berapa, 2020 apa ya,
08:29yang biru kan masih trennya masih naik terus.
08:34Artinya, kebijakan kita pada waktu itu bisa menerima event dampak kenaikan harga BBM yang di atas 100 dolar pada waktu
08:41itu.
08:42Yang jatuh-jatuh, ya, lah.
08:44Apa?
08:44Kedepan untuk kita adalah,
08:45kita harus adjust dengan kebijakan atau dengan harga minyak global,
08:49tapi kita mesti ceritakan ke masyarakat kita bahwa kita pasti berhasil mengendalikan itu.
08:56Karena pengalaman selam ini kita berhasil.
09:00Jadi kita nggak usah takut, Pak.
09:02Jadi yang analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur,
09:07itu sama sekali nggak pernah melihat data, Pak.
09:10Keadaannya seperti ini, Pak.
09:15Baik, terima kasih.
09:16Mungkin itu pada dikatakan dari saya, Pak.
09:18Terima kasih, Pak.
09:19Terima kasih.
09:21Ya, ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya.
09:25Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil.
09:36Kerana berbagai motivasi.
09:38Tapi menurut saya mereka itu, ya,
09:43menurut saya sikap mereka itu...
Komentar

Dianjurkan