00:00Anda masih bersama kami di Kompas Sahur, Saudara, Kota Palembang, Sumatera Selatan,
00:05tengah demam busana muslim Gamis Binor.
00:08Di pasar 16 Ilir, Palembang, model Gamis dengan nama unik ini
00:12menjadi buruan para kaum hawa jelang hari raya Idul Fitri.
00:21Jelang lebaran, tren busana muslim selalu mencuri perhatian.
00:25Tahun ini, Gamis Bini Orang atau Gamis Binor menjadi salah satu model yang paling dicari
00:32di pasar 16 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan.
00:37Gamis Binor memiliki potongan logar dengan bahan ringan, lembut dan mudah jatuh
00:42mengikuti gerak tubuh seperti brokat atau satin.
00:46Bahan yang ringan memberi kesan anggun dan feminin,
00:49sehingga nyaman dipakai saat beribadah maupun bersilaturahmi.
00:53Gamis Bini Orang muncul dari konten media sosial dan strategi pemasaran pedagang
00:59untuk menyebut gaya busana muslim yang terlihat modis, santun, dan berkelas.
01:06Keunikan nama dan modelnya membuat Gamis Binor diburu pembeli.
01:12Hampir di setiap toko di pasar 16 Ilir,
01:15memajang Gamis Binor bersama beragam busana muslim lainnya.
01:19Gamis Binor dijual mulai harga 200 ribu rupiah.
01:25Busana muslim ini pun menjadi primadona,
01:27karena fleksibel digunakan untuk berbagai acara seperti menghadiri resepsi pernikahan.
01:35Ini motifnya beda-beda mbak.
01:37Ini kayak ini dia pakai brokat, dia bini orang.
01:40Terus kayak ini brokatnya bodinya panjang.
01:43Kayak ini juga ada brokatnya bodinya pendek, sendang.
01:46Terus juga ada kaitan bangkok mbak.
01:49Makin banyak mencari nantinya ini.
01:51Soalnya bajunya lagi tren banget, lagi kekinian banget.
01:54Ini dari hamin 10, udah rambi ini mbak di pasar.
01:58Mengikuti tren mbak ya, biar kelihatan agak modis.
02:01Terus juga kan selain lebaran kan bisa dipakai untuk kondangan gitu kan.
02:05Pasti bisa digunain lagi kan, gak sekali pakai.
02:09Dengan tingginya minat masyarakat,
02:11pedagang memperkirakan penjualan Gamis Binor akan terus meningkat
02:16mendekati puncak belanja lebaran di Palembang.
02:21Muhammad Reza Pahlevi, Kompas TV, Palembang, Sumatera Selatan.
Komentar