Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Banjir merendam Perumahan Periuk Damai di Kota Tangerang, Banten, dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3/2026) malam.

Sejumlah rumah warga dan ruas jalan di kawasan perumahan terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan memaksa sebagian dari mereka meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.

Warga pun mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari genangan air.

Laporan ini disampaikan oleh jurnalis KompasTV Meidina Andas bersama juru kamera Junaidi Saputra.

#banjir #tangerang #evakuasi

Baca Juga Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik di Tempat Sampah Bekasi Utara di https://www.kompas.tv/regional/655484/bayi-perempuan-ditemukan-terbungkus-kantong-plastik-di-tempat-sampah-bekasi-utara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655487/full-banjir-2-meter-di-periuk-damai-tangerang-bagaimana-proses-evakuasi-warga
Transkrip
00:02Hujan yang mengguyur Jakarta membuat sejumlah titik tergenang banjir.
00:06Salah satunya di perumahan Periuk Damai, Tangerang, Banten.
00:09Telah bersiap jurnalis Kompas TV Medina Andas dan juru kamera Junaid Saputra.
00:14Selamat siang Medina.
00:16Bagaimana kondisi banjir di perumahan Periuk Damai hingga siang hari ini?
00:20Sudah surut atau justru makin tinggi ketinggian air di sana?
00:29Ya betul Imron dan juga saudara untuk situasi di Periuk Damai kecamatan Periuk Kota Tangerang, Banten ini memang terpantau masih
00:37digenangi air oleh air banjir.
00:39Dan untuk ketinggian airnya sendiri ini memang variatif dikarenakan kontur jalan yang tidak merata.
00:44Mulai dari sekitar 20 cm hingga 2 meter.
00:48Namun sebenarnya ketinggian air ini sudah mulai berangsur surut.
00:52Kalau tadi kami sempat berbicara dengan beberapa warga bilang bahwa bahkan tadi malam sekitar pukul 1 waktu Indonesia Barat tadi
00:59malam ini ketinggian airnya bahkan mencapai 3,5 hingga 4 meter.
01:03Namun proses evakuasi ini juga sudah mulai dilakukan sejak pukul 7 waktu Indonesia Barat tadi pagi.
01:09Dan memang tentunya situasi banjir ini membuat aktivitas beberapa warga tersendat terhambat begitu karena warga jadi tidak bisa berjualan dan
01:18juga menghambat perekonomian dan juga tata usaha kecil para warga Periuk Damai.
01:23Dan untuk lokasi pengungsian salah satunya ini yang dijadikan titik lokasi pengungsian adalah Masjid Jami Al-Jihad yang merupakan masjid
01:31terdekat dari perumahan Periuk Damai sekitar 20 meter dari perumahan Periuk Damai.
01:35Dan untuk lebih lengkapnya lagi bagaimana proses evakuasi sekarang sedang berlangsung dan dijalankan saya akan bertanya langsung kepada Kapol Sek
01:43Jati Uwung Kompol Robiin. Selamat siang Pak.
01:46Selamat siang Ibu, selamat siang Permirsa.
01:50Pak ini bagaimana nih proses evakuasinya sejauh ini sudah ada berapa kepala keluarga yang di lokasi pengungsian?
01:56Iji menjelaskan ini evakuasi kami lakukan dari jam 05 tadi Bu ya, lanjut bertahap sampai sekarang.
02:04Sini kurang lebih sudah hampir seratusan kita evakuasi dan itu tetap berlanjut sampai nanti sore.
02:12Dan kami pastikan bahwa satu titik di perumahan Periuk Damai ini warga sudah tidak ada yang terisolasi dengan daratan.
02:23Artinya kami evakuasi ke pesjid semua sehingga pengawasan kami lebih terkonsentrasi.
02:28Selain dikarenakan curah hujan yang tinggi nih Pak, apakah ada implikasi-implikasi lain yang menyebabkan ini banjir terjadi?
02:35Karena juga diketahui ini kan merupakan titik yang rawan banjir begitu ya Pak.
02:38Ini apakah ada implikasi lain?
02:40Ya setelah kami cek bersama Pak Lura, Pak Camat memang ada tanggul yang sedikit bocor sehingga di samping hujan deras
02:50lanjut tambah tanggul yang agak bocor sehingga menyebabkan air.
02:59Dua minggu, tiga minggu yang lalu disini juga seperti ini keadaannya ini belum ada satu bulan tapi ini lebih parah
03:05dari minggu yang lalu.
03:07Kalau gitu ini bantuan-bantuan apa saja Pak yang sudah disalurkan kepada warga yang terdampak?
03:12Kami sudah komunikasi dengan Pak Camat, dengan Porkom Pinca, memberikan BPPD, bahwa ada dapur umum untuk warga yang kami siapkan
03:21sehingga nanti pada saat berbuka puasa sudah ada dapur umumnya.
03:25Selain dapur umum nih Pak, apakah ada obat-obatan begitu atau mungkin pakaian bersih?
03:31Sementara ini yang kami lihat saat ini di lokasi adalah dari Dinkes, Kota Tangerang.
03:37Itu dari pagi bersama kami sudah ada di lokasi untuk memastikan kondisi warga kami.
03:42Saat ini kira-kira proses evakuasi masih berlangsung nih siapa Pak kaum lanjut?
03:47Usia kah lansia atau siapa yang di?
03:49Kami saat barusan mengevakuasi lansia dan balita yang ada di dalam, kami pastikan sekali lagi warga kami yang terdampak ini
03:59sehingga keluar dari lokasi banjir ini.
04:01Sehingga pengawasan kami betul-betul terkonsentrasi di satu titik yaitu di masjid di belakang kami Al-Jihad sehingga semua terkontrol.
04:09Kami masih berlangsung terus melaksanakan evakuasi bersama intansi terkait.
04:13Selain Masjid Jami Al-Jihad, apakah ada titik-titik lokasi untuk pengungsian lain?
04:18Perlu kami sampaikan, untuk yang di RW 8 juga ada di pengungsian, lanjut di lokasi yang lain juga di Alamanda
04:26itu ada berapa RW yang terdampak.
04:28Sehingga memang kami dari jam 3 pagi langsung mengevakuasi kerjasama dengan titik-titik yang ada untuk memastikan warga kami tidak
04:36terdampak.
04:38Apakah mungkin nanti masih akan ada keterlibatan dari pihak lain untuk mengasih bala bantuan?
04:45Kami selalu berkondensi dengan DIN SOS.
04:49Semua intansi kami komunikasikan sehingga bantuan-bantuan yang ada diperlukan warga tetap bisa dibantukan, diberikan.
04:58Baik, kalau gitu terima kasih banyak Kompol Robiin atas pernyataannya. Selamat bertugas kembali.
05:04Ya Imran dan juga Saudara itu dia tadi wawancara kami bersama dengan Kapolsek Jati Uwung Kompol Robiin yang mengatakan bahwa
05:12hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung dan untuk sekarang proses evakuasi yang dilakukan adalah diutamakan untuk mengevakuasi kaum lanjut
05:23usia begitu dan juga para warga yang sudah kehabisan pakaian bersih.
05:28Dan memang hingga saat ini dikarenakan ketinggian air ini bahkan mencapai 2 meter sehingga mobilisasi memang dilakukan, mobilisasi dilakukan masih
05:40menggunakan perahu karet.
05:42Dan tadi kami juga sempat berbicara dengan beberapa warga bilang bahwa mereka sudah mulai terkena penyakit gatal-gatal begitu akibat
05:48terendam banjir dan juga sudah mulai pegal-pegal dikarenakan memindahkan barang-barang dari lantai bawah rumahnya ke lantai ke atasnya
05:57bagi warga yang memutuskan untuk tidak mengungsi ke lokasi pengungsian Imran.
06:02Itu artinya di beberapa titik yang terdampak paling parah ketinggian air bahkan mencapai 2 meter begitu ya Medina ya dan
06:08tercatat sudah ada sekitar 100 orang yang mengungsi di sejumlah tempat termasuk di masjid sekitar.
06:12Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Komas TV, Medina Andas dan Juru Kamera, Junaidisa Putra.
Komentar

Dianjurkan