00:00Selain itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BOP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina.
00:11MUI menilai motif strategis dibalik serangan ke Iran patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan sekaligus
00:21membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
00:51Selamat petang semuanya.
01:00BOP ini kan cita-citanya perdamaian, tapi ketika ketuanya melakukan serangan dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda kesepakatan
01:07dengan Iran, masihkah BOP ini efektif sejalan dengan cita-citanya?
01:11Ya, kalau sebagai organisasi BOP ini mungkin masih bisa efektif, tetapi sebagai sebuah langkah komunikasi dan kempen itu hampir tidak
01:23mungkin efektif.
01:24Karena image yang dibangun oleh seorang Trump itu yang kemudian mengambil posisi menyerang Iran, sementara dalam tahap negosiasi yang oleh
01:35kalangan tertentu atau kita semuanya itu melihat masih ada peluang untuk bernegosiasi lebih panjang, lebih lama ini.
01:41Kemudian yang paling parah ini karena pas di bulan Ramadan kemudian terjadi serangan ke Iran.
01:48Nah ini yang menyebabkan dalam konteks citra itu hampir tidak mungkin bisa efektif.
01:53Walaupun secara kelembagaan, kita mesti sadar bahwa tidak ada lagi organisasi yang lain yang bisa menjadi alternatif selain PBB.
02:01Sementara efektivitas PBB juga ini masih diregukan sampai hari ini terhusus masalah kedamaian atau kemerdekaan Palestine atau perdamaian di kawasan
02:11Gaza.
02:11Tapi Anda melihat kita masih relevan nggak posisinya? Apakah kita juga harus mempertimbangkan untuk keluar dari BOP seperti desakan MUI?
02:18Iya pertanyaannya itu juga bisa dibalik. Kalau kita keluar ngapain aja? Jadi sama-sama ada plus-minernya.
02:24Kalau saya secara pribadi menganggap bahwa kemerdekaan kita bisa saja tetap di situ tetapi fungsinya jangan terlalu berharap banyak.
02:31Jangan terlalu membuang banyak energi tetapi kita tetap dalam pusaran diplomasi dan informasi-informasi yang pertama.
02:38Oke kalau gitu Bukoni kalau misalnya kita keluar pertanyaannya kita terus ngapain?
02:42Nah tapi juga Bukoni kalau sekarang kondisinya Amerika Serikat lagi panas dengan Iran kemudian kita keluar begitu saja dari BOP
02:48akan ada dampak nggak untuk Indonesia?
02:51Kita aman-aman aja nggak?
02:53Begini kita balik dulu nih asalnya dulu apa? Kenapa Indonesia terlibat dalam BOP ya?
02:57Pertama dia kita kualifikasikan mandat kita. Mandat kita tuh jelas untuk defensif ya kan?
03:03Terus memastikan bahwa ROE-nya tuh defensif dan kemudian memastikan legal reviewnya kuat.
03:07Tiga ini aja udah lemah. Nah artinya dari awal sudah bilang kita mesti memikirkan tentang exit strategy.
03:14Karena kita itu harus keluar dengan cara terhormat.
03:18Kebetulan, saya mau ngomongin jadi kebetulan nih. Terjadilah sekarang serangan terhadap Iran.
03:23Dan inilah yang sebenarnya menurut saya menjadi pintu exit dot terbaik.
03:26Karena gini ya dalam studi keamanan label itu tidak menentukan realitas.
03:30Boleh aja dinamanya board office.
03:32Tapi de facto dia bisa menjadi board of work.
03:35Begitu ada operasi bersama, begitu ada integrasi komando, begitu ada penggunaan pangkalan untuk strike.
03:41Maka secara fungsional sebuah forum damai itu berubah menjadi arsitektur perang.
03:46Sekarang kita bicara siapa membernya BOP.
03:50Di situ ya negara-negara yang sudah menyediakan pangkalannya.
03:53Ada Qatar, UAE, Bahrain, Kuwait. Coba. Sudah ada.
03:58Artinya negara-negara ini sudah terlibat.
04:00Jelas ada Israel. Sudah pasti.
04:02Jadi dari 8, dari situ sudah ada 7 negara yang sudah terlibat masuk ke dalam war.
04:08Apakah sekarang sudah serangan militan bersama?
04:12Mungkin masih baru terpisah.
04:13Tapi apakah kemudian komando dan sistem tempuh sudah terintegrasi?
04:17Mungkin sedang dalam proses terintegrasi.
04:19Tapi yang sudah pasti, pangkalan negara anggota sudah dipakai untuk operasi ofensif terhadap Iran.
04:24Tapi Bukoni, kalau kita mengambil momentum ini untuk keluar dari BOP, ada dampak nggak buat Indonesia?
04:31Sekali lagi, gimana?
04:33Kalau kita mengambil momentum ini untuk keluar dari BOP, seperti standing point ini bukan itu.
04:37Kita mendingan keluar.
04:38Aman nggak tapi posisi kita sebagai negara?
04:41Justru aman.
04:42Karena Indonesia bisa kembali kepada jati dirinya.
04:44Jati diri Indonesia itu kan dia bebas aktif.
04:47Ketika dia masuk ke dalam BOP yang waktu itu masih kita percaya masih board of peace, ya kan?
04:52Saya waktu itu masih lihat kenapa Presiden Putin khawatir nih.
04:55Rupanya Presiden Putin khawatirkan apakah ini betul-betul akan jadi board of peace.
04:59Ternyata kekhawatirannya terjadi.
05:01Ternyata tidak jadi board of peace.
05:02Maka sekarang kalau kita mengundurkan diri dengan alasan kenapa tidak sesuai dengan yang direncanakan,
05:08kita keluar dengan secara terhormat.
05:09Karena sekali lagi kita masuk untuk case fire, untuk reconstruction issue, untuk humanitarian role,
05:15untuk stabilization force.
05:16Dengan kita memasuk begitu, begitu alasan kita masuk, belum saja nafas,
05:22mungkin 17 triliun belum jalan, saya nggak tahu di jalan atau belum, ya kan?
05:25Tapi tiba-tiba terjadi pecah perang ini dengan penggunaan negara-negara terkait menyerang, menggembur Iran.
05:33Sudah nggak betul.
05:35Degi Cal, kita sejauh ini sikap kita dari pemerintah baru mendorong deeskalasi.
05:40Meminta semua menahan diri.
05:41Tidak ada kecaman dari pemerintah kita.
05:43Apakah Anda melihat kita sebenarnya agak terjebak ketika kita satu orang?
05:46Organisasi dengan AS dan juga Israel.
05:48Kita jadi nggak bisa lebih leluasa?
05:51Tidak, sama sekali.
05:52Seharusnya board office itu tidak menjadi pembatas, tidak menjadi koridor.
05:57Bahkan bisa jadi forum itu bisa menjadi forum untuk kongko-kongko dan menegur secara langsung.
06:03Nah, saya sependapat dengan proponi tadi, banyak hal ini bisa menjadi ekstrik tool yang bagus.
06:08Tapi dalam sisi tertentu, pemerintah berharap perubahan eskalasi yang begitu cepat ini menjadikan board office itu akan terjadi seperti ya,
06:17semacam kocok ulang lah.
06:18Resizing juga barangkali juga mungkin terjadi dan mungkin di Indonesia menjadi momentum untuk mendapatkan level yang lebih baik.
06:25Terutama dalam bergening untuk memasukkan perdamaian di Gaza itu sebagai masalah utama kembali sesuai dengan resolusi 2803.
06:34Jadi momentumnya di situ adalah karena ada perubahan atau ada dekadensi citra yang turun dari Presiden Trump ini,
06:42maka mungkin saja dengan ini akan ada kekuatan yang lain, terutama melalui perspektif PBB ini untuk menemunggu dan menembalikan board
06:51office itu dalam posisi untuk melaksanakan 2803,
06:55yaitu untuk perdamaian di jalur Gaza.
06:58Nah, kalau dalam perdamaian itu hampir semuanya oke.
07:01Kita yang kepentingannya kita itu adalah memerdekatkan ke Palestine, bisa menggunakan momen ini juga untuk mendorong lebih kuat.
07:08Nah, itu yang saya maksud bahwa kita mesti wait and see sekaligus juga kementerian luar negeri,
07:15menteri pertahanan ini melakukan komunikasi lebih baik lagi dengan sekian PBB, dengan beberapa pihak,
07:20sehingga kita menemukan behind the scene yang tidak kelihatan di situ.
07:25Karena kita ini belum tahu, rakyat kita belum tahu.
07:27Tetapi, yang kedua adalah apa yang menjadi catatan komisi kami, itu adalah bagaimana setiap etapa,
07:34setiap perkembangan aktual ini, mesti dijelaskan secara lebih transparan kepada masyarakat Indonesia.
07:40Kenapa?
07:41Karena apa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, itu bisa merangsang perkembangan opini yang tidak bagus untuk politikal domestiknya kita
07:49di Indonesia.
07:50Dan yang paling parah itu jangan sampai nanti kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah itu berkurang,
07:56kepercayaan terhadap perambau itu turun, itu bisa menjadi masalah lebih besar lagi ke depannya.
08:01Nah oke, kalau itu kita juga harus menjaga marwah hubungan internasional kita di dalam negeri.
08:07Nah kemudian juga, tapi Ibu Koni, kalau kita membaca karakternya dari Trump sendiri,
08:10Mungkinkah kita akan bisa mundur tanpa ada konsekuensi?
08:15Konsekuensi itu ada, tapi kita mesti pikir juga, kalau kita memikirkan terlalu terhadap Trump,
08:21apa implikasi besar kita gitu? Kita punya implikasi lebih besar daripada Trump.
08:24Satu, BOP itu tidak merepresentasikan mayoritas kekuatan global.
08:28Jadi dia memang sudah dipersepsi sebagai, like it or not, dia sudah dipersepsi sebagai learning mechanism dari Western society.
08:36Itu waktu belum terjadi serangan Iran, ya kan?
08:39Nah, waktu itu legitimasi internasional masih diperdebatkan.
08:42Sekarang, sudah selesai perdebatan, sudah jelas board of peace itu menjadi board of war.
08:47Karena orang-orang insya sudah terlibat semua.
08:49Tadi kalau dibilang mau membebaskan Palestina misalnya, atau mau membantu Palestina,
08:53loh, Palestinanya aja nggak ada di sana?
08:55Bagaimana? Itu kan sebenarnya alasan pertama kenapa negara-negara besar seperti Brits, ya?
09:00Rusia, Cina, Brazil, India, itu nggak mau masuk gitu.
09:03Karena dia melihat, loh, Palestina aja aktor utamanya nggak ada di sana.
09:07Nah, kalau Indonesia memaksakan diri, ini yang menurut saya akan risiko diplomatik Indonesia akan lebih besar.
09:13Pertama, ini akan sensitif terhadap persepsi dari politis bebang aktif kita yang ternyata dianggap bergeser.
09:19Dan ketika BOP itu dipersepsi sebagai Western learning mechanism,
09:22maka titelah gerakan memblok kita terus.
09:25Contoh ini, sekarang kan Perdana Menteri Iran sudah nyatakan,
09:28mana statement Indonesia anti-serangan ini atau pro-Iran yang nggak ada, kan?
09:33Kemudian trust kepada global source menurun.
09:36Kita adalah pemimpin global source, loh.
09:38Ingat ya, Indonesia sudah nyatakan besar.
09:40Nah, yang paling akhir, positioning Indonesia itu dipertanyakan kamu itu sebenarnya apa, gitu?
09:45Hmm, oke.
09:46Artinya menegaskan kembali sikap kita non-blok, kemudian politik bebas aktif,
09:50itu yang harus ditegaskan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.
09:53Kalau gitu, Prof. Nierhakunin...
09:56Karena itu jati diri.
09:57Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami.
10:02Selalu semuanya.
Komentar