Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, meluas. Bencana tanah bergerak yang terjadi sejak 2022 tersebut kini mencapai lebih dari 5 hektare.

Rekaman udara menggambarkan lubang besar, diikuti longsoran tanah, yang memutus jalur warga.

Lubang besar ini memiliki tinggi sekitar 62 meter dengan kemiringan mencapai 68 derajat.

Akibat bencana ini, jalur penghubung Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak terputus, dan dapat mengancam warga apabila longsor kembali bergerak.

#longsor #semarang #lubangbesar

Baca Juga Astra Daihatsu Buka Pendaftaran Management Trainee Program Batch II 2026, Simak Kualifikasinya di https://www.kompas.tv/ekonomi/654455/astra-daihatsu-buka-pendaftaran-management-trainee-program-batch-ii-2026-simak-kualifikasinya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654457/longsor-semarang-membentuk-lubang-besar-dan-semakin-meluas-warga-khawatir-kompas-pagi
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih bersama kami dalam Sapa Indonesia Pagi Saudara Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur,
00:07Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
00:09Meluas bencana tanah bergerak yang terjadi sejak 2022 tersebut, kini mencapai lebih dari 5 hektare.
00:20Ini adalah rekaman udara yang menggambarkan lubang besar diikuti longsoran tanah yang memutus jalur warga.
00:32Lubang besar ini memiliki tinggi sekitar 62 meter dengan kemiringan mencapai 68 derajat.
00:41Akibat bencana, jalur penghubung Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak terputus dan dapat mengancam warga apabila longsor kembali bergerak.
00:56Kalau kajian teknisnya ya, dari teman-teman DPU itu ada tampungan lah.
01:03Seolah-olah mereka itu membuat satu tampungan sendiri, jadi terus-terus.
01:09Nah ketika sudah jenuh pasti dia akan mencari jalan.
01:12Kita pantau bagaimana kondisi terkini terkait dengan longsor yang kian meluas di wilayah Ungaran, tepatnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
01:22Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Novelia Hasana dan juga juru kamera Roy Jebere.
01:28Novelia, selamat pagi.
01:30Bagaimana kondisi di pagi ini? Apakah longsor masih terjadi dan bagaimana pula aktivitas warga yang harus melintasi jalur tersebut?
01:42Ya selamat pagi ya disini dan juga saudara.
01:44Saat ini saya berada di Jalan Arjuna, Dusun, Bandungan, Desa Kalongan, Kesempatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,
01:52tempatnya di mana terjadikan longsor untuk pergerakan tanah di belakang saya saat ini.
01:57Ya disini dan juga saudara yang mungkin pergerakan tanah atau longsor di belakang saya ini sudah terjadi sejak tahun 2022.
02:02Jadi tidak langsung longsor begitu tapi secara perlahan.
02:07Dan longsoran sendiri ini itu mengenai perkebunan begitu ya dan juga juga langsung ini adalah jalan penghubung antara Kabupaten Semarang
02:17dan juga Kabupaten Demak.
02:18Ya disini dan juga saudara untuk saat ini dari longsoran tanah di belakang saya ini ada sekitar lebarnya itu sekitar
02:2562 meter dengan kemiringan 68 derajat.
02:29Untuk saat ini memang cukup mengganggu aktivitas warga ya karena warga yang beraktivitas yang harus melewati Jalan Arjuna.
02:37Tempat saya melaporkan ini dari jalan utama karena terjadikan longsor harus memutar gitu.
02:42Mutarnya pun sekitar hampir 1 kilometer untuk beraktivitas.
02:46Ya disini dan juga saudara kenapa bisa terjadikan longsor ini memang karena mulai dari kontur tanah,
02:51keterangan dari SDM Pemprov Jawa Tengah itu bahwa dari tanah ini adalah aliran air begitu.
02:58Jadi sehingga apabila terjadi hujan bahkan tadi malam itu hujan gebat, hujan cukup gerak turun di Semarang dan juga Kabupaten
03:05Semarang itu memicu terjadinya pergerakan lagi.
03:10Informasi yang kami dapatkan tadi sebut berbincang dengan warga sini yang terkena dampaknya itu sudah berkata pun sudah mengatakan tambahan
03:18sekitar 15 meter
03:19yang mengarah ke permungkinan warga yang tidak jauh dari lokasi saya melaporkan saat ini.
03:25Ya disini dan juga saudara memang untuk saat ini langkah mitigasi dari Pemkap Semarang itu hanya berupa peringatan ini atau
03:33earlink warning system
03:34untuk dan juga dihimbab pada warga apabila terjadi ada pempergerakan ataupun retakan tanah yang baru
03:40untuk sekitar melaporkan ke sekitar terkait agar dapat dipindahkan lanjut di adisi.
03:46Ya kalau kita lihat dari pantauan udara tadi yang digambarkan di sana bagaimana retakan ini semakin meluas bahkan sampai 5
03:56hektare retakan di sana begitu ya lubang di sana.
03:59Nah tidak jauh dari tempat Anda melaporkan ini ada permukiman penduduk.
04:05Nah bagaimana kemudian langkah yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan juga Pemprov Jawa Tengah khususnya
04:11agar warga ini apakah mengungsi atau seperti apa untuk jangka panjangnya bagaimana?
04:18Novelia.
04:20Ya Justi dan juga Saudara tadi kami sempat berbincang dengan warga sekitar terkait dengan apakah sudah ada penanganan
04:27ataupun juga sudah ada langkah gitu dari pemerintah kabupaten maupun dari pemerintah pusat, provinsi maksudnya nih
04:34terkait untuk warga yang berada tak jauh dari lokasi longstore ini hingga saat ini
04:40yang dimana lokal longstore-nya sudah terjadi sejak 2022 hingga saat ini itu belum ada langkah tertentu
04:47dari pemerintah mungkin ada pengungsian ataupun apa itu masih belum.
04:51Jadi warga masih tinggal, masih tinggal di rumahnya masing-masing yang tak jauh dari lokasi longstore.
04:58Jarak terdekat dari lokasi longstore saya melaporkan ini ada sekitar permukiman itu sekitar jaraknya 15-20 meter
05:05dari lokasi longstore saya melaporkan dan informasinya itu tadi sudah ada retakan baru
05:11yang mengarah ke arah permukiman warga.
05:13Jadi warga pun berharap agar pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi itu segera
05:19mengambil langkah tertentu seperti merelokasi ataupun memberikan pengungsian
05:25kepada rumah warga yang tak jauh dari lokasi longstore.
05:28Oke harus ada langkah cepat dari Pemkap Semarang dan juga pemerintah provinsi Jawa Tengah
05:36khususnya untuk bisa kemudian memitigasi karena tidak jauh dari lokasi tempat Anda melaporkan.
05:41Ini ada permukiman penduduk. Terima kasih informasinya jurnalis Kompas TV
05:45Novelia Hasana dan juga juru kamera Roy Jebere dari Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Komentar

Dianjurkan