Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Imbas perang AS-Israel ke Iran, ekspor sarung khas Tegal ke Timur Tengah dan Afrika tertunda. Pengusaha pun merugi yang ditaksir hingga ratusan ribu dolar Amerika.

Imbas serangan AS-Israel ke Iran berdampak langsung pada sektor ekspor sandang dalam negeri. Salah satunya adalah industri kain sarung tenun yang masih menggunakan alat tenun tradisional, bukan mesin.

Pengiriman yang rencananya akan dilakukan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika tertunda, bahkan batal diekspor.

Pengusaha sarung, Jamaludin Al Katiri, bilang dua kontainer berisi sekitar 50 ribu potong sarung batal diekspor.

Pembatalan tersebut menimbulkan kerugian besar bagi usahanya, padahal sebelumnya kondisi berjalan normal dan menjelang Lebaran 2026 sudah dijadwalkan dua kali ekspor tambahan.

#israel #as #iran

Baca Juga Serangan AS-Israel ke Iran Hancurkan Sekolah & RS, 200 Anak SD Tewas | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/654459/serangan-as-israel-ke-iran-hancurkan-sekolah-rs-200-anak-sd-tewas-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654460/dampak-konflik-as-israel-vs-iran-ekspor-sarung-tegal-tertunda-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saudara imbas perang AS Israel ke Iran ekspor sarung khas Tegal ke Timur Tengah dan Afrika tertunda.
00:07Pengusaha pun merugi yang ditaksir hingga ratusan ribu dolar Amerika.
00:23Imbas serangan AS Israel ke Iran berdampak langsung pada sektor ekspor sandang dalam negeri.
00:27Salah satunya ialah industri kain sarung penuh yang masih menggunakan alat penuh bukan mesin.
00:36Pengiriman yang rencananya akan dilakukan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika tersebut tertunda bahkan bakal diekspor.
00:51Pengusaha sarung Jamaludin Al-Katiri bilang dua kontener berisi sekitar 50 ribu potong sarung bakal diekspor.
00:57Pembatalan tersebut menimbulkan kerugian besar bagi usahanya.
01:01Padahal sebelumnya, kondisi berjalan normal dan mengerang lembaran dari budak lima sudah dijatuhkan dua kali ekspor tambahan.
01:09Yang dipending itu berapa?
01:11Ada dua kontener.
01:13Rupiahnya berapa itu?
01:14Kira-kira satu kontener 100 ribu, jadi dua kontener kira-kira 200 sampai 300 ribu yang kepending untuk ekspor.
01:24Merugikan.
01:25Karena untuk ekspor itu kan belum lunas.
01:29Setelah staffing, ada BR, baru dia bikin penumasan.
01:34Sangat merugikan.
01:35Untuk menimbulkan empat bukan hanya kita, seluruh dunia.
01:39Jadi ya kita asrah kepada.
01:43Harapannya apa?
01:45Tapi Alhamdulillah kalau untuk ini beribang ekspor menurun drastis, tapi lokal naik drastis.
01:57Kini Jamaludengpung mencari solusi dengan meningkatkan kembali permintaan pasar dalam negeri, khususnya Jelang Hari Raya Idul Fitri.
02:04Mau jatahkan penjualan juga terjadi melalui marketplace yang meningkat hingga 300% dalam sebulan terakhir.
02:10Yuli Hardianto, Kompasifit Tegal, Jawa Tengah.
02:13Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan