00:00Kembali di Sapa Indonesia pagi sodara, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafik dalam operasi tangkap tangan
00:08di Jawa Tengah.
00:09KPK juga menangkap dua orang lainnya yang merupakan ajudan dan orang kepercayaan sang bupati dalam dugaan korupsi.
00:19Tim penyidik membawa 11 orang yang terjaring OTT ke gedung KPK Jakarta hari selasa sekitar pukul 9 malam
00:27untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, salah satunya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Julian Akbar.
00:34Selain sekda, KPK juga membawa beberapa kepala dinas, pejabat dinas, serta pihak swasta yang diduga terlibat.
00:42Sebelumnya KPK menangkap 11 orang di pemerintah Kabupaten Pekalongan, termasuk pihak swasta, atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
01:01Komisi Pemberitahuan Korupsi KPK menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafik dalam operasi tangkap tangan di Jawa Tengah.
01:08Menurut jurubicara KPK Budi Persatyo, tim penyidik melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
01:14Budi menjelaskan penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
01:19Budi menambahkan tim penyidik KPK lainnya saat ini sedang berada di Pekalongan
01:23untuk pemeriksa sejumlah pihak lain guna menggali keterangan yang dibutuhkan.
01:27Ada pun dugaan tindak bidana korupsi dalam kes kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkap Pekalongan.
01:41Kemudian kami juga ingin menyampaikan bahwa tim saat ini juga masih terus melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait lainnya
01:50dan kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa mengkooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini.
02:02Sebelumnya tim KPK menyegel sejumlah ruangan di kantor pemerintah kebupatan Pekalongan.
02:07Sejumlah ruangan yang disegel KPK berada di lantai dua, salah satu yang disegel ialah ruangan kantor bupati Pekalongan
02:12dan kantor sekretaris daerah Pemkap Pekalongan.
02:16Tim KPK juga menyegel ruangan Dinas Pekalian Umum dan Tata Ruang Pemkap Lamongan.
02:21Gubernur Jawa Tengah Atmat Lutfi mengaku prihatin dengan kasus OTT Bupati Pekalongan yang dilakukan KPK.
02:27Menurut Lutfi, kasus OTT yang menimpa sejumlah kepala daerah bisa menjadi pembelajaran bagi jajaran kepala daerah yang lain.
02:34Bupati Wali Kota sudah tak sampaikan, kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum.
02:43Nah itu yang paling pokok.
02:44Ini ada dua bupati di jatah, nggak terkamanin.
02:46Nah itu kan pelajaran, terkantung personilnya. Yang jelas kan itu kembali kepada personilnya.
02:54KPK dalam kasus ini masih terus memeriksa intensif Bupati Pekalongan dan sejumlah staf yang diduga terlibat.
02:59Diketahui kasus dugaan korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa berupa outsourcing di lingkungan Pemka Pekalongan.
03:07KPK menduga terjadi pengaturan khusus dalam pengadaan tenaga ahli tersebut.
03:11Tim Liputan, Kompas TV
03:20Informasi terkini kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV Nanda Aprilia dan juru kamera Yohan Bagja di gedung KPK Jakarta.
03:28Nanda, selamat pagi. Jadi bagaimana hasil pemeriksaan terhadap Bupati Pekalongan hingga pagi ini, Nanda?
03:37Okta, selamat pagi. Kalau terkait dengan hasil pemeriksaan sampai dengan pagi ini sebenarnya kita masih menunggu.
03:43Tapi yang jelas Okta, informasi yang kami dapat dari Jubir KPK,
03:47melalui pesan singkatnya tadi kami berbincang dengan Budi Prasetyo,
03:50yang menuturkan memang bahwa untuk para terperiksa yang masuk dalam OTT KPK di Pekalongan ini,
03:58termasuk dengan Bupati Pekalongan,
04:00ini sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif sejak selasa malam.
04:04Memang kalau kita melihat bagaimana kemarin ketika para terpihak atau terperiksa ini dibawa dari Pekalongan,
04:11yang utamanya lebih dulu sebenarnya KPK melakukan OTT di selasa malam,
04:17kemudian ada sebanyak tiga orang dulu, termasuk dengan Bupati Pekalongan,
04:23Fadia Arafik berserta dengan orang kepercayaannya dan juga ajudannya dibawa ke Jakarta pada selasa pagi,
04:30kemudian disusul untuk 11 orang.
04:32Sejak selasa malam itu sampai dengan pagi ini,
04:34bahkan selasa malam kemarin sebenarnya Okta,
04:36KPK dan menjadi KPK sudah melakukan gelar perkara atau ekspos begitu ya,
04:42untuk bisa menerangkan terkait dengan status para terpihak terperiksa ini,
04:48seperti apa ke depannya,
04:49karena KPK sendiri memiliki waktu 1x24 jam ke depannya setelah KPK melakukan OTT pada selasa dini hari kemarin.
04:58Nah, selain itu Okta juga Saudara,
05:00selain dengan Bupati Pekalongan,
05:02sebenarnya tadi sudah disampaikan ada beberapa pihak juga yang ditangkap dalam OTT,
05:06ada total kalau kita jumlahkan dengan Bupati Pekalongan,
05:12berserta dengan 2 orang kepercayaannya dan termasuk dengan ajudannya ini ada sebanyak 14 orang,
05:17di mana salah satunya adalah sekda Pekalongan,
05:20dan sudah selaras dengan atau paralel ketika OTT ini dan juga para terpihak di bawah ke Jakarta,
05:28ada beberapa ruang atau kantor yang juga sudah disegel,
05:31artinya sudah tidak ada sementara tidak ada aktivitas dan di mana gedung-gedung atau kantor-kantor ini dalam pengawasan KPK.
05:38Dan selain itu memang sampai dengan saat ini masih minim sekali terkait dengan informasi sebenarnya apa yang menjadi duduk perkara,
05:47tapi setidaknya ihwal ataupun dugaan yang dilayangkan oleh KPK terkait dengan OTT ini adalah dugaan pengadaan barang dan juga jasa
05:55outsourcing
05:56di lingkup atau ruang pemerintahan di Kabupaten Pekalongan.
06:00Nah ada beberapa barang bukti memang yang sudah disita juga dalam hal ini yang dipaparkan oleh Jubir KPK,
06:07seperti ada barang bukti elektronik sampai dengan juga ada kendaraan,
06:11tapi spesifiknya berapa jumlah kendaraan dan apa barang buktinya juga tentu ini masih kita tunggu,
06:17karena informasinya Okta, karena tadi memiliki waktu 1x24 jam oleh KPK untuk mengungkapkan status terperiksa ini,
06:26apakah naik ke tahap ataupun jadi setersangka atau tidak,
06:30jadi rencananya siang hari ini sebenarnya KPK akan melakukan press conference untuk mengungkapan kasus ini,
06:36sekitar pukul 2 sampai dengan 3 sore, tapi untuk spesifiknya tentu kita akan tunggu.
06:40Jadi ini akan sama-sama kita nanti sebenarnya apa kronologi,
06:43sampai dengan duduk perkara kasus ini secara lengkapnya nanti siang akan disampaikan oleh KPK Okta dan juga saudara.
06:49Sementara kembali ke studio.
06:50Oke Nanda berarti tadi memang artinya sampai dengan saat ini adakah informasi mungkin soal bagaimana berapa kerugiannya,
06:59kemudian terkait kasus apa, apakah ini nantinya akan diungkap saat konferensi press atau sudah ada informasi sebelum itu Nanda?
07:11Betul Okta, ini sebenarnya tampaknya masih secara rapat disimpan terlebih dahulu oleh KPK,
07:16yang dimana nantinya tentu akan dijabarkan secara spesifik,
07:20baik itu dari kronologi sampai dengan kerugian dan pasal yang akan menjerat untuk para terperiksa nantinya.
07:25Nah sementara yang disampaikan oleh Jubir KPK terkait dengan OTT Bupati Pekalongan ini hanya mengenai garis bawahnya ini seputar atau
07:35dugaan pengadaan barang dan jasa outsourcing di sekitar pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
07:40Nah terkait dengan apa dan bagaimana untuk spesifiknya ini sama-sama tentu kita tunggu,
07:46karena kita tahu untuk beberapa belakangan ini Pekalongan sendiri memang cukup aktif untuk melakukan beberapa kegiatan pemerintahan.
07:55Nah apakah ini menyangkut dengan hal demikian atau spesifiknya seperti apa, ini masih belum benar-benar disampaikan oleh KPK,
08:02ini sama-sama kita tunggu sebenarnya, apa kasus yang sebenarnya menjerat untuk para terperiksa atau tersangka ini yang memang masih
08:13kita tunggu untuk statusnya seperti apa.
08:14Sementara demikian Oktah.
08:16Baik kita tunggu nanti seperti apa, rilis yang akan disampaikan oleh pihak KPK nanti siang sekitar jam 2 siang.
08:22Terima kasih Jurnal S.Kompas TV, Nanda Aprilia dan Jurukam Mera Yohan Bakja dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta.
08:27Selamat bertugas kembali.
Komentar