Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan di Jawa Tengah.

KPK juga menangkap dua orang lainnya yang merupakan ajudan dan orang kepercayaan sang bupati dalam dugaan korupsi.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, tim penyidik melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Budi menjelaskan penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

Budi menambahkan tim penyidik KPK lainnya saat ini sedang berada di Pekalongan untuk memeriksa sejumlah pihak lain guna menggali keterangan yang dibutuhkan.

#kpk #ott #bupatipekalongan

Baca Juga Dampak Konflik AS-Israel Vs Iran, Ekspor Sarung Tegal Tertunda | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/654460/dampak-konflik-as-israel-vs-iran-ekspor-sarung-tegal-tertunda-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654461/diduga-korupsi-pengadaan-barang-jasa-bupati-pekalongan-fadia-arafiq-ditangkap-kpk-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kembali di Sapa Indonesia pagi sodara, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafik dalam operasi tangkap tangan
00:08di Jawa Tengah.
00:09KPK juga menangkap dua orang lainnya yang merupakan ajudan dan orang kepercayaan sang bupati dalam dugaan korupsi.
00:19Tim penyidik membawa 11 orang yang terjaring OTT ke gedung KPK Jakarta hari selasa sekitar pukul 9 malam
00:27untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, salah satunya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Julian Akbar.
00:34Selain sekda, KPK juga membawa beberapa kepala dinas, pejabat dinas, serta pihak swasta yang diduga terlibat.
00:42Sebelumnya KPK menangkap 11 orang di pemerintah Kabupaten Pekalongan, termasuk pihak swasta, atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
01:01Komisi Pemberitahuan Korupsi KPK menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafik dalam operasi tangkap tangan di Jawa Tengah.
01:08Menurut jurubicara KPK Budi Persatyo, tim penyidik melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
01:14Budi menjelaskan penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
01:19Budi menambahkan tim penyidik KPK lainnya saat ini sedang berada di Pekalongan
01:23untuk pemeriksa sejumlah pihak lain guna menggali keterangan yang dibutuhkan.
01:27Ada pun dugaan tindak bidana korupsi dalam kes kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkap Pekalongan.
01:41Kemudian kami juga ingin menyampaikan bahwa tim saat ini juga masih terus melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait lainnya
01:50dan kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa mengkooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini.
02:02Sebelumnya tim KPK menyegel sejumlah ruangan di kantor pemerintah kebupatan Pekalongan.
02:07Sejumlah ruangan yang disegel KPK berada di lantai dua, salah satu yang disegel ialah ruangan kantor bupati Pekalongan
02:12dan kantor sekretaris daerah Pemkap Pekalongan.
02:16Tim KPK juga menyegel ruangan Dinas Pekalian Umum dan Tata Ruang Pemkap Lamongan.
02:21Gubernur Jawa Tengah Atmat Lutfi mengaku prihatin dengan kasus OTT Bupati Pekalongan yang dilakukan KPK.
02:27Menurut Lutfi, kasus OTT yang menimpa sejumlah kepala daerah bisa menjadi pembelajaran bagi jajaran kepala daerah yang lain.
02:34Bupati Wali Kota sudah tak sampaikan, kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum.
02:43Nah itu yang paling pokok.
02:44Ini ada dua bupati di jatah, nggak terkamanin.
02:46Nah itu kan pelajaran, terkantung personilnya. Yang jelas kan itu kembali kepada personilnya.
02:54KPK dalam kasus ini masih terus memeriksa intensif Bupati Pekalongan dan sejumlah staf yang diduga terlibat.
02:59Diketahui kasus dugaan korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa berupa outsourcing di lingkungan Pemka Pekalongan.
03:07KPK menduga terjadi pengaturan khusus dalam pengadaan tenaga ahli tersebut.
03:11Tim Liputan, Kompas TV
03:20Informasi terkini kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV Nanda Aprilia dan juru kamera Yohan Bagja di gedung KPK Jakarta.
03:28Nanda, selamat pagi. Jadi bagaimana hasil pemeriksaan terhadap Bupati Pekalongan hingga pagi ini, Nanda?
03:37Okta, selamat pagi. Kalau terkait dengan hasil pemeriksaan sampai dengan pagi ini sebenarnya kita masih menunggu.
03:43Tapi yang jelas Okta, informasi yang kami dapat dari Jubir KPK,
03:47melalui pesan singkatnya tadi kami berbincang dengan Budi Prasetyo,
03:50yang menuturkan memang bahwa untuk para terperiksa yang masuk dalam OTT KPK di Pekalongan ini,
03:58termasuk dengan Bupati Pekalongan,
04:00ini sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif sejak selasa malam.
04:04Memang kalau kita melihat bagaimana kemarin ketika para terpihak atau terperiksa ini dibawa dari Pekalongan,
04:11yang utamanya lebih dulu sebenarnya KPK melakukan OTT di selasa malam,
04:17kemudian ada sebanyak tiga orang dulu, termasuk dengan Bupati Pekalongan,
04:23Fadia Arafik berserta dengan orang kepercayaannya dan juga ajudannya dibawa ke Jakarta pada selasa pagi,
04:30kemudian disusul untuk 11 orang.
04:32Sejak selasa malam itu sampai dengan pagi ini,
04:34bahkan selasa malam kemarin sebenarnya Okta,
04:36KPK dan menjadi KPK sudah melakukan gelar perkara atau ekspos begitu ya,
04:42untuk bisa menerangkan terkait dengan status para terpihak terperiksa ini,
04:48seperti apa ke depannya,
04:49karena KPK sendiri memiliki waktu 1x24 jam ke depannya setelah KPK melakukan OTT pada selasa dini hari kemarin.
04:58Nah, selain itu Okta juga Saudara,
05:00selain dengan Bupati Pekalongan,
05:02sebenarnya tadi sudah disampaikan ada beberapa pihak juga yang ditangkap dalam OTT,
05:06ada total kalau kita jumlahkan dengan Bupati Pekalongan,
05:12berserta dengan 2 orang kepercayaannya dan termasuk dengan ajudannya ini ada sebanyak 14 orang,
05:17di mana salah satunya adalah sekda Pekalongan,
05:20dan sudah selaras dengan atau paralel ketika OTT ini dan juga para terpihak di bawah ke Jakarta,
05:28ada beberapa ruang atau kantor yang juga sudah disegel,
05:31artinya sudah tidak ada sementara tidak ada aktivitas dan di mana gedung-gedung atau kantor-kantor ini dalam pengawasan KPK.
05:38Dan selain itu memang sampai dengan saat ini masih minim sekali terkait dengan informasi sebenarnya apa yang menjadi duduk perkara,
05:47tapi setidaknya ihwal ataupun dugaan yang dilayangkan oleh KPK terkait dengan OTT ini adalah dugaan pengadaan barang dan juga jasa
05:55outsourcing
05:56di lingkup atau ruang pemerintahan di Kabupaten Pekalongan.
06:00Nah ada beberapa barang bukti memang yang sudah disita juga dalam hal ini yang dipaparkan oleh Jubir KPK,
06:07seperti ada barang bukti elektronik sampai dengan juga ada kendaraan,
06:11tapi spesifiknya berapa jumlah kendaraan dan apa barang buktinya juga tentu ini masih kita tunggu,
06:17karena informasinya Okta, karena tadi memiliki waktu 1x24 jam oleh KPK untuk mengungkapkan status terperiksa ini,
06:26apakah naik ke tahap ataupun jadi setersangka atau tidak,
06:30jadi rencananya siang hari ini sebenarnya KPK akan melakukan press conference untuk mengungkapan kasus ini,
06:36sekitar pukul 2 sampai dengan 3 sore, tapi untuk spesifiknya tentu kita akan tunggu.
06:40Jadi ini akan sama-sama kita nanti sebenarnya apa kronologi,
06:43sampai dengan duduk perkara kasus ini secara lengkapnya nanti siang akan disampaikan oleh KPK Okta dan juga saudara.
06:49Sementara kembali ke studio.
06:50Oke Nanda berarti tadi memang artinya sampai dengan saat ini adakah informasi mungkin soal bagaimana berapa kerugiannya,
06:59kemudian terkait kasus apa, apakah ini nantinya akan diungkap saat konferensi press atau sudah ada informasi sebelum itu Nanda?
07:11Betul Okta, ini sebenarnya tampaknya masih secara rapat disimpan terlebih dahulu oleh KPK,
07:16yang dimana nantinya tentu akan dijabarkan secara spesifik,
07:20baik itu dari kronologi sampai dengan kerugian dan pasal yang akan menjerat untuk para terperiksa nantinya.
07:25Nah sementara yang disampaikan oleh Jubir KPK terkait dengan OTT Bupati Pekalongan ini hanya mengenai garis bawahnya ini seputar atau
07:35dugaan pengadaan barang dan jasa outsourcing di sekitar pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
07:40Nah terkait dengan apa dan bagaimana untuk spesifiknya ini sama-sama tentu kita tunggu,
07:46karena kita tahu untuk beberapa belakangan ini Pekalongan sendiri memang cukup aktif untuk melakukan beberapa kegiatan pemerintahan.
07:55Nah apakah ini menyangkut dengan hal demikian atau spesifiknya seperti apa, ini masih belum benar-benar disampaikan oleh KPK,
08:02ini sama-sama kita tunggu sebenarnya, apa kasus yang sebenarnya menjerat untuk para terperiksa atau tersangka ini yang memang masih
08:13kita tunggu untuk statusnya seperti apa.
08:14Sementara demikian Oktah.
08:16Baik kita tunggu nanti seperti apa, rilis yang akan disampaikan oleh pihak KPK nanti siang sekitar jam 2 siang.
08:22Terima kasih Jurnal S.Kompas TV, Nanda Aprilia dan Jurukam Mera Yohan Bakja dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta.
08:27Selamat bertugas kembali.
Komentar

Dianjurkan