KOMPAS.TV - Nekat melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Amerika Israel dengan Iran, sebuah kapal tanker minyak tenggelam, usai ditembak militer Iran.
Seberapa besar perang AS Israel melawan Iran, dan penutupan Selat Hormuz akan mengubah arsitektur ekonomi dunia dan membayangi neraca dagang RI, Kompas Bisnis tanya kepada Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.
#AS #israel #iran #minyak
Baca Juga [FULL] Eks Dubes RI Bicara soal Siapa yang Potensial Jadi Mediator Usai AS-Israel Serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654192/full-eks-dubes-ri-bicara-soal-siapa-yang-potensial-jadi-mediator-usai-as-israel-serang-iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654194/kepala-ekonom-bank-permata-soal-dampak-perang-as-israel-vs-iran-yang-meluas-ke-infrastruktur-minyak
Seberapa besar perang AS Israel melawan Iran, dan penutupan Selat Hormuz akan mengubah arsitektur ekonomi dunia dan membayangi neraca dagang RI, Kompas Bisnis tanya kepada Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.
#AS #israel #iran #minyak
Baca Juga [FULL] Eks Dubes RI Bicara soal Siapa yang Potensial Jadi Mediator Usai AS-Israel Serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/654192/full-eks-dubes-ri-bicara-soal-siapa-yang-potensial-jadi-mediator-usai-as-israel-serang-iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654194/kepala-ekonom-bank-permata-soal-dampak-perang-as-israel-vs-iran-yang-meluas-ke-infrastruktur-minyak
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Lalu seberapa besar perang Amerika Serikat Israel melawan Iran dan penutupan Selat Hormuz ini akan mengubah arsitektur ekonomi dunia dan
00:09juga membayangin raca dagang Indonesia.
00:12Kompas bisnis pagi hari ini sudah bersama dengan Kepala Ekonomi Bank Permata, Joshua Pardede, melalui sembungan daring.
00:18Saudara, selamat pagi Mas Yosua, apa kabar?
00:22Selamat pagi Nada, kabar baik.
00:24Mas Yosua, terkait dengan penutupan Selat Hormuz ini, sebenarnya kan dapaknya sudah terasa adanya kenaikan harga minyak 10%, apalagi melihat
00:32saat ini gejolak masih terus bergulir sampai dengan saat ini.
00:36Dampak terburuknya Mas, worst case-nya ya katakanlah, sampai berapa kira-kira harga akan terus naik? Apakah bisa mencapai 100
00:43dolar per barelnya?
00:46Ya tentunya kalau tadi disampaikan bahwa beberapa skenario pun juga tetap perlu kita antisipasi ya.
00:52Sekiranya memang perang antara Israel, Amerika Serikat dengan Iran ini berkepanjangan, tentunya dampak terhadap harga minyaknya pun juga akan terus
01:02merangkak naik.
01:03Dan kalau dalam skenario di mana di eskalasi terjadi, yakni di mana terjadi perundingan antara kedua belah pihak, harapannya bahwa
01:13harga minyak ini akan kembali normal lagi.
01:15Ya di bawah 80 ataupun mungkin di bawah 70 dolar per barel.
01:18Namun kalau pada kenyataannya tidak sebaliknya bahwa berkepanjangan perangnya, tentunya kami melihat bahwa memang ada risiko.
01:29Ya bahwa harga minyak ini kan dalam beberapa hari terakhir ini terus merangkak naik ya.
01:33Pada perdagangan hari kemarin pun juga dibuka, sempat dibuka di 82 dolar per barel.
01:39Sekalipun memang saat ini bergerak di 77, 78 dolar per barel gitu ya.
01:45Namun worst case skenario-nya adalah memang kalau kita lihat bisa saja melampaui 100 dolar per barel.
01:52Ya sehingga ini tentunya akan sangat dipengaruhi tadi oleh seberapa panjang ya perang antara Israel, Amerika Serikat dengan Iran ini
02:00mempengaruhi.
02:01Dan juga karena tadi kalau kita lihat respon dari Iran sendiri sudah menutup Selat Hormuz dan sudah mulai menembaki ataupun
02:10menyerang juga kapal-kapal tanker minyak yang mendekati Selat Hormuz gitu ya.
02:16Sehingga tentunya ini akan sangat mempengaruhi juga suplai global.
02:21Karena kita ketahui juga bahwa 20% dari minyak global itu melalui lalu lintas Selat Hormuz gitu ya.
02:28Dan juga, dan ini kalau tidak ada penggantinya, jalur penggantinya ataupun suplai dari negara lain tentunya ini akan bisa berdampak
02:36negatif tadi melampaui 100 dolar per barel.
02:40Oke, itu untuk secara globalnya ya mas.
02:42Tapi kalau kita melihat untuk kondisi di Indonesia saat ini, apalagi kan Indonesia merupakan negara berkembang yang masih tergantungan dengan
02:49impor minyak juga khususnya.
02:51Secara domestik, apa sih yang harus diwaspadai?
02:54Apalagi kemarin kan sempat dikatakan oleh Menteri ASDM bahwa untuk pasokan cadangan minyak nasional kita sampai dengan 20 hari ke
03:00depan.
03:01Setelahnya seperti apa? Kalau misalkan sekarang masih terus bergulir saja dinamika konflik Timur Tengah ini?
03:08Ya, memang kalau melihat pernyataan dari Pak Menteri tersebut memang betul bahwa kalau sekiranya cukup suplai untuk 20 hari ke
03:17depan masih cukup aman.
03:18Tapi setelahnya kita masih belum tahu ya, tentunya harganya sudah berangkak naik ya.
03:23Dan juga tadi kalau kita mengikuti asumsi dari APBN di mana harga ICP kan dipatok 70 dolar per barel.
03:31Dan kalau saya hitung sampai dengan mungkin di awal bulan ini, itu memang masih cukup manageable ya.
03:39Harga ICP-nya masih di bawah 70 dolar per barel, sekitar 67-68 dolar per barel.
03:44Artinya memang belum ada dampak yang cukup signifikan juga kepada APBN.
03:48Namun tentunya tadi pasokan yang kita perlu perhatikan di sini adalah bagaimana pasokan minyak mentah ini agar bisa terpenuhi.
03:57Karena tentunya bukan hanya digunakan untuk konsumsi masyarakat, tapi juga untuk industri ya.
04:03Kita perlu ingat juga bahwa minyak mentah ini penting sekali buat aktivitas ekonomi domestik gitu ya.
04:09Karena kalau misalkan terjadi gangguan yang cukup signifikan tadi terganggu secara berkepanjangan, tentu harga minyak naik, lalu juga harga pengapalan
04:17juga meningkat.
04:18Dan ini akan berimplikasi juga kepada inflasi domestik yang di mana kemarin BPS juga menyampaikan bahwa inflasi di bulan Februari
04:26pun juga sudah di atas 4% gitu ya.
04:29Sehingga tentunya ini memberikan tekanan inflasi yang datang dari harga barang-barang import gitu ya.
04:36Ataupun dengan kata lain imported inflation ini akan bisa meningkat.
04:39Sehingga tentunya ini harus diantisipasi oleh pemerintah untuk bisa memitigasi risiko tadi imported inflation akibat.
04:46Ya, akibat dari kenaikan harga minyak mentah.
04:49Sekaligus juga di saat bersamaan pun juga kita perlu memitigasi bagaimana dampak dari potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap bulan
04:55Amerika Sikat.
04:56Karena di tengah, karena tadi ada efek risiko ekonominya, namun juga kita perlu melihat risiko geopolitiknya adalah memang kecenderungan dari
05:05investor global pun juga cenderung mencari aset-aset yang lebih aman gitu ya.
05:09Dolar Amerika Sikat, US Treasury, lalu juga kepada instrumen emas.
05:13Sehingga, dan akan terdapat kecerungan juga bahwa investornya akan cenderung lari dari negara-negara berkembang.
05:21Sehingga ini yang harus kita pertimbangkan bahwa dua kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan juga kenaikan harga minyak mentah tersebut.
05:27Ini akan turut mempengaruhi juga postur dari APBN 2026 tahun ini.
05:32Nah oke, menarik untuk membicarakan APBN dan juga untuk nilai tukar.
05:36Tapi kita bahas masih soal minyak, harga minyak ini mas, apalagi ini kan menjadi efek domino kemana-mana ya.
05:42Memang kalau misalkan Mas Yusho bilang masih belum ada dampaknya, tapi ini bisa kita melihat ke depannya, ini akan berpengaruh
05:48dengan biaya logistik, untuk jasa dan lain sebagainya juga akan ikut naik.
05:52Kemudian apa yang harus diantisipasi, apalagi ini akan juga menggerek harga solar nantinya dengan harganya minyak naik ini.
05:58Nah, apa yang harus diantisipasi Mas Yusho?
06:03Ya, sebenarnya kalau kita melihat dari sisi bagaimana, dari sisi pemerintah tentunya, yang seperti tadi disampaikan juga oleh Pak Menko,
06:12ya disampaikan bahwa dengan kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Sikat, harapannya kita pun juga bisa mendapatkan suplai ya, pasokan
06:20dari Amerika Sikat ya.
06:21Itu yang sebagai perjanjian yang sudah disepakati juga oleh Presiden Prabowo dan juga Presiden Trump.
06:27Namun juga di luar itu pun juga artinya Indonesia sebagai pengimpor bersih minyak mentah, tentunya risikonya tadi adalah,
06:37apa namanya, risiko yang harus kita mitigasi adalah bagaimana tadi mengantisipasi dampaknya ya.
06:43Karena kita sejak 2004, sejak keluar dari OPEC, kita sudah net oil importer,
06:48artinya memang kita perlu menghitung juga bagaimana dampaknya kepada fiskal dan juga kepada neraca perdanaan kita gitu ya,
06:56agar jangan sampai nanti, apa namanya, dampak dari kenaikan harga minyak mentah ini tentunya berdampak juga kepada neraca perdanaan kita,
07:04yang dimana juga kemarin BPS juga merilisnya bahwa neraca perdanaan kita di awal tahun ya, ini menyusut dibandingkan bulan-bulan
07:11sebelumnya gitu ya,
07:12sehingga ini yang harus kita antisipasi bahwa akan ada faktor risiko di sisi di mana impor migas ini akan cenderung
07:20terjadi peningkatan,
07:22potensi terjadi peningkatan, dan ini akan bisa mempengaruhi tadi defisit fiskal dan juga defisit transaksi berjalan Indonesia ke depannya,
07:30sehingga ini tentunya akan bisa membuat volatilitas di pasar keuangan negara berkembangan termasuk domestik pun juga harus dimitigasi,
07:39sehingga oleh sebab itu memang jangka pendeknya ini harus dijaga bagaimana sentimen di pasar keuangan ya,
07:47agar tadi jangan sampai terjadi kepanikan, lalu juga suplai falas dalam negeri pun juga dijaga agar terus terjaga volatilitas rupiahnya,
07:59dan itu saya juga percaya bahwa Bank Indonesia terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah,
08:03yang kedua juga adalah bagaimana pemerintah pun juga harus mulai mengukur ya saat ini ya,
08:08terkait dengan subsidi energi nanti apakah akan dinaikkan atau tidak,
08:14karena kalau sesuai dengan undang-undang APBN 2026, memang di situ disebutkan bahwa untuk subsidi energi itu sekitar 300 triliunan
08:24gitu ya,
08:24sehingga dengan adanya tentunya dan pemerintah pun juga sudah bisa menjalankan sensitivitas ya,
08:31kalau sekiranya nanti harga minyak mentah brandnya ataupun ICP-nya mendekati 100 hingga rata-ratanya naik ya,
08:38itu bisa ada sensitivitas APBN 2026-nya,
08:43di mana memang setiap kenaikan harga ICP 1 dolar per barrel tentunya ini akan bisa mendorong kenaikan belanja sekitar 10
08:51triliun,
08:51dan juga, dan meskipun memang ada tambahan pendapatan juga ya sekitar 3,5 triliun,
08:57tapi netletnya kita akan ada defisi sekitar hampir 7 triliun gitu ya, 6,8 triliun,
09:03sehingga memang tentunya tadi kita perlu mempertimbangkan lagi opsi-opsi bagaimana untuk memitigasi dampak dari kenaikan harga minyak mentah
09:11dan juga kelemahan dari nilai tukar rupiah ini.
09:13Oke Mas, berarti saya tegaskan di sini ya, berarti melihat dengan kondisi seperti saat ini,
09:17ini bisa semakin melebarkan defisit APBN, apalagi mengingat untuk beratnya subsidi BBM kan kita masih mengasumsikan di APBN 2026 adalah
09:2670 USD per barrel-nya.
09:29Begitu Mas Yoshua?
09:30Iya.
09:31Betul, karena kalau kita asumsikan tadi worst case skenario-nya mencapai 100 USD per barrel harga minyak pentah brand,
09:39ataupun biasanya kita proksikan dengan ICP, tentunya ini akan bisa harga rata-rata minyak ICP itu akan bisa mendekati 80
09:48hingga 85 USD per barrel,
09:50sehingga makanya ada selisih di situ ya, dari 70 USD per barrel mendekati 80 hingga 85 USD per barrel,
09:55berarti ada gap sekitar 10 hingga 15 USD per barrel gitu ya,
09:59dan tadi kita kalikan saja 15 dikalikan dengan defisitnya sekitar 7 triliun rupiah,
10:05berarti 15 kali 7 berarti ada sekitar hampir 100 triliun tambahan subsidi energi,
10:12ataupun pelebaran, ataupun tambahan defisit ya,
10:14akibat dari perubahan dari asumsi dari realisasi harga ICP yang diluar di atas dari asumsi APBN 2026.
10:24Oke, berarti selanjutnya kita akan membahas mengenai skenario terhadap tekanan nilai tukar rupiah Mas Yoshua,
10:32tapi kita akan bahasnya setelah jeda berikut ini, tetaplah bersama kami.
10:37Kembali lagi di Kompas Bisnis, saudara bersama saya Nanda Aprilia dan narasumber kita pagi ini,
10:41Kepala Ekonobank Permata, Yoshua Pardede.
10:43Mas Yoshua menyambung tadi, kita berbicara dulu sekarang global lagi, Mas Yoshua.
10:48Iran kan merupakan salah satu negara besar penghasil minyak terbesar begitu ya,
10:53tapi dengan kondisi seperti saat ini, seberapa besar sih menekan inflasi global?
10:59Ya, tentunya tadi kami sampaikan bahwa kalau sekiranya ini inflasi terang itu memang akan menekan inflasi global ya,
11:06melalui tadi kenaikan dari harga energi dan juga efeknya akan menambah juga ke biaya transportasi,
11:11luar juga harga pupuk, pangan, dan juga berbagai biaya distribusi lainnya.
11:15Dan memang berbagai skenario tadi menunjukkan memang kalau sekiranya biaya apa,
11:19harga minyaknya ini bertahan sekitar 80 dolar per barel,
11:23dan ini memang inflasi akan bisa tetap terkendali ya, inflasi globalnya.
11:27Namun, kalau misalkan kenaikan inflasi di ekonomi negara maju ini memang cenderung masih terbatas ya,
11:34sehingga memang pertumbuhannya hanya bisa, mungkin pertumbuhan ekonominya hanya terkoreksi kecil.
11:40Tapi tadi kalau dengan asumsi bahwa harga minyak pentah brand ini melampaui 100 dolar per barel,
11:46maka kenaikan inflasinya akan menjadi lebih besar lagi ya,
11:49dan ini akan tekanan kepada pertumbuhan ekonominya pun juga akan makin terlihat ya,
11:53khususnya memang di negara-negara ataupun di kawasan yang memang lebih bergantung kepada impor energi.
12:00Dan risiko terbesarnya adalah, terberatnya adalah kalau misalkan kenaikan energi ini bertahan lama
12:06dan mulai mengangkat ekspektasi inflasi dan juga upah ya, upah tenaga kerja ya,
12:10karena itu akan bisa memaksa untuk bank sentral juga akhirnya menahan pelonggaran tingkat suku bunga di berbagai negara.
12:17Karena kalau kita melihat sebenarnya, baseline skenario-nya sebelum ada perang di Timur Tengah ini,
12:24sebenarnya ruang penurunan suku bunga bank sentral global itu masih tetap terbuka ya, di Eropa, di Amerika.
12:29Namun kalau sekiranya perang di Timur Tengah ini berkepanjangan tentunya,
12:33ini makin menutup ya, ruang-ruang penurunan suku bunga di negara-negara maju
12:39yang akhirnya juga akan berimplikasi juga kepada terbatasnya ruang penurunan di negara-negara berkembang.
12:45Oke, kalau saya tangkap berarti ini cukup bisa mengubah arsitektur ekonomi dunia begitu Mas Yosua?
12:52Ya, kalau melihat ya, ini akan subject to lagi tadi dengan seberapa lama ya perang itu terjadi,
12:59karena kalau deeskalasi terjadi tentu ini akan bisa cepat pulihnya,
13:03namun kalau ini berkepanjangan tentunya tidak ada resolusi yang bisa kita lihat dalam jangka pendek,
13:09tentunya ini akan bisa cukup masif dampaknya ya,
13:12seperti yang kita lihat juga pada saat perang Rusia-Ukraine,
13:14tapi ini lebih masif lagi karena kaitannya kepada Slat Hormuz tadi ya,
13:1920% dari suplai minyak global ini ditopang dari lalu lintas Slat Hormuz,
13:26sehingga tentunya ini akan berdampak lebih signifikan ya,
13:29dibandingkan dengan pada saat kita menghadapi, pada saat perang Rusia-Ukraine,
13:35sehingga memang tekanan terhadap, apa namanya, kepada domestiknya pun,
13:39domestik kita pun juga akan lebih berat lagi ya,
13:42dibandingkan pada saat kita menghadapi perang Rusia-Ukraine.
13:45Oke, itu digarisbawahi tekanan untuk domestik kita semakin berat lagi ya,
13:49ini ditantangkan untuk pemerintah tentunya.
13:51Nah, kalau ditanya mengenai pemerintah tentunya,
13:54apa sih skenario mas dampak terhadap tekanan nilai rupiah ini khususnya,
13:58dan strategi jangka pendek maupun jangka pajang yang perlu ditempuh oleh pemerintah?
14:03Ya, kalau kita bicara rupiah memang, kembali lagi ya,
14:06rupiah memang ini berpotensi bergerak, akan bergerak dinamis ya,
14:11terhadap dolar, karena memang tadi ada kecenderungan ya,
14:14karena dampak dari geopolitik di Timur Tengah ini tentunya akan berdampak kepada dua sisi.
14:21Ya, tadi akan ada perpindahan kepada investor global ke safe haven asset,
14:25dan juga tadi kenaikan harga minyak mentah.
14:27Dan dua faktor itu bisa saling berbarengan ya dampaknya,
14:31dampaknya, khususnya buat Indonesia, karena kita adalah tadi,
14:34sudah kami sampaikan, kita akan menghadapi twin deficit ya,
14:37kalau perang Timur Tengah ini mengemuka dan berkepanjangan.
14:42Ya, artinya dampaknya tadi kepada fiscal deficit,
14:45ya, dan juga kepada deficit transaksi berjalan,
14:48ini makin menekan, sehingga tentunya,
14:50tidak bisa kita pungkiri juga,
14:51dampaknya pun juga akan bisa berdampak kepada nilai tukar rupiah,
14:55yang di mana kalau kita lihat pada perutupan kemarin,
14:57itu sudah mendekati 16.900 per dolar Amerika sikat gitu ya.
15:00Dan, dan tentunya sampai dengan saat ini,
15:04Bank Indonesia masih terus berada di pasar ya,
15:06untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,
15:08dan bagaimana dengan, apa,
15:10menjaga supply falas dalam negeri,
15:12agar tadi tidak terjadi kepanikan di pasar ya,
15:16dengan adanya situasi di global yang saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian.
15:21Namun tentunya yang lebih fundamental lagi adalah,
15:24yang perlu kita lihat lagi adalah,
15:25bagaimana pemerintah tadi perlu melihat bahwa,
15:30apa namanya,
15:32ya sekalipun memang tadi ya,
15:34ruang penurunan,
15:34bagi Bank Indonesia sendiri,
15:36ruang penurunan tadi,
15:37berdasarkan sekitar orangnya,
15:37sebenarnya masih terdapat ruang penurunan.
15:39Namun, sekiranya tadi,
15:41kalau misalkan dampak,
15:42dari kenaikan harga minyak mentah,
15:43dan juga peleman nilai tukar rupiah ini,
15:45berdampak juga kepada inflasi domestik,
15:48sehingga,
15:48ini pun juga akan bisa membatasi,
15:50ataupun membatasi ruang penurunan pemangkasan suku bunga di Bank Indonesia gitu ya,
15:55sehingga,
15:56inilah yang menyebabkan,
15:57untuk salah satu opsi ya,
16:00ataupun salah satu langkah kebijakan,
16:02kalau tadi situasinya memburuk terus,
16:04dan juga harga minyaknya terus meningkat,
16:06tentunya,
16:06ruang penurunan suku bunga BI semakin terbatas ya,
16:09dan itu untuk bisa juga,
16:11membatasi peleman rupiah di jangka pendek menengahnya.
16:14Lalu yang kedua adalah,
16:15itu jangka pendeknya tadi adalah,
16:17untuk bagaimana tadi koordinasi yang kuat ya,
16:21antara fiskal moneter,
16:22menjaga kecukupan likuiditas defisa,
16:24dan juga,
16:25dan menahan gejolak nilai tukar,
16:28dan juga pasar surat utang negara,
16:31agar tadi pembiayaan kosok borong pemerintah,
16:33agar tidak melonjak juga.
16:35Risi fiskalnya adalah,
16:36subsidi energi ini perlu makin tepat sasaran ya,
16:38agar tadi,
16:39perlindungan terhadap daya beli masyarakat ini,
16:42agar bisa berjalan tanpa membuat defisitnya makin melebar tajam.
16:45Nah, kalau tadi biaya,
16:47kalau harga minyak pentah ini terus meningkat terus ya,
16:51tentunya penyusuhan harga ini tidak bisa ditahankan lagi gitu ya,
16:54tidak bisa terelakkan lagi gitu ya,
16:56sehingga ini yang harus dipertimbangkan juga,
16:59bagaimana mitigasi,
17:00kalau sekiranya ada kenaikan-kenaikan harga minyak dalam negeri juga.
17:04Lalu, yang berikutnya lebih krusial lagi adalah,
17:08bagaimana percepatan penguatan dari sisi ketanah energi ya,
17:11ini harus dipacu melalui peningkatan produksi domestik,
17:14ataupun efisiensi konsumsi energi,
17:16dan juga diversifikasi sumber energi,
17:18ya, sambil juga memperkuat ekspor bernilai tambah,
17:21agar tadi,
17:22untuk sebagai penyangga,
17:24transaksi berjalan,
17:26agar bisa membaik ketika tadi,
17:28harga minyak pentahnya lagi sedang meningkat.
17:31Mitigasinya seperti apa yang ideal menurut Mas Joshua dalam hal ini?
17:35Apalagi harga minyak mentahnya,
17:36katakanlah,
17:37jangan sampai ya,
17:38terus melambung.
17:41Ya, kembali lagi,
17:43kalau harga minyak mentah memang tidak bisa kita kontrol ya,
17:46selain pertama kita sudah bukan lagi,
17:49apa namanya,
17:50produsen minyak mentah,
17:52yang kedua tadi adalah,
17:53kita memang netball importer,
17:55sejak 2004 kita keluar dari OPEC gitu ya,
17:57sehingga memang,
17:58kita tidak bisa mempengaruhi,
18:00apa namanya,
18:02fluktuasi ataupun didamikan dari harga minyak mentah globalnya sendiri.
18:05Meskipun memang OPEC Plus menyampaikan bahwa,
18:08produksinya akan tetap ditingkatkan ya,
18:10itu yang sedikit melegakan buat,
18:12buat pemerintah,
18:13khususnya agar tidak terburu-buru juga,
18:16untuk menaikan,
18:17menyesuaikan harga minyak,
18:18harga BBM Domestic gitu,
18:20tapi tetap saja bahwa,
18:21kembali lagi,
18:22skenario worst case dari perang di Timur Tengah ini,
18:25kita masih belum tahu seperti apa,
18:28tapi tentunya bagaimana,
18:30diversifikasi dari energi baru terbarukan,
18:33ini tetap harus dijalankan juga oleh pemerintah gitu ya,
18:35agar jangan sampai nanti,
18:37ketergantungan terhadap bensin,
18:39dan juga BBM ini,
18:41sampai mempengaruhi tadi,
18:42apa namanya,
18:43beban subsidi energi pemerintah gitu ya,
18:45karena di saat bersamaan pun juga kan,
18:47pemerintah juga tetap punya,
18:49apa namanya,
18:50punya program-program prioritas,
18:52yang juga harus tetap dijalankan gitu ya,
18:54sehingga ini menjadi salah satu trade-off,
18:56yang sulit diputuskan juga ya,
18:59tentunya nanti bagaimana,
19:00dikembalikan lagi kepada Presiden sendiri,
19:02bagaimana situasi ini,
19:05ditentukan apakah,
19:07penyesuaian,
19:09penyesuaian harga BBM,
19:10sehingga nanti akan mengaruh juga,
19:11dari beli masyarakat,
19:12atau skenario lainnya gitu ya,
19:14sehingga tentunya ini,
19:15harus di eksersis beberapa skenario tersebut,
19:18simulasi tersebut,
19:19sehingga nanti,
19:21dampaknya pun juga dapat bisa kita redam ya,
19:24dampak dari geopolitik di Timur Tengah tersebut.
19:27Oke ini,
19:28jadi PR besar tentunya untuk pemerintah,
19:31begitu ya Mas Yoshoa ya,
19:32setidaknya tadi ada beberapa strategi,
19:34dan juga skenario,
19:35jangka pendek maupun jangka panjang,
19:37jangka pendeknya salah satunya adalah,
19:38dengan berkoordinasi intrafiskal dan juga moneter,
19:40kita akan lihat bagaimana dinamikanya ke depan,
19:42tentu harapannya semakin baik,
19:43dan kondisi juga tentunya semakin membaik.
19:45Terima kasih atas waktunya bersama dengan kami,
19:48Kepala Ekonom Bank Permata,
19:49Yoshoa Pardede.
19:50Terima kasih.
19:51Sehat selalu.
19:51Terima kasih.
Komentar