00:00Paket sumulus ekonomi lanjutan terkait dengan hari besar keagamaan nasional
00:05yaitu Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi
00:13sesuai dengan arahan Bapak Presiden terkait THR, aparatur sipil negara, pemerintah pusat
00:21termasuk P3K, TNI Polri, serta pensiunan
00:26pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar 55 triliun rupiah
00:32dibandingkan tahun lalu, ini meningkat tahun lalu 49 triliun, naik 10%
00:39THR ASN tahun 2026 yang akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat TNI Polri
00:49dengan total 22,2 triliun
00:52kemudian 4,3 juta ASN daerah, total 20,2 triliun
00:58kemudian 3,8 juta pensiunan, totalnya 12,7 triliun
01:04nah komponen yang dibayarkan 100% penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan
01:12tunjangan jabatan, kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku
01:17pemberian THR merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji yang ke-13
01:23jadi saya garis bawahi bahwa THR ini tidak sama dengan gaji ke-13
01:30gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni
01:33nah pencairan THR dimulai secara bertahap sejak 26 Februari yang lalu, minggu pertama
01:42dan THR tersebut diberikan kepada PNS, CPNS, P3K, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pensiunan PNS, Pensiunan Prajurit TNI Polri,
01:55hingga Pensiunan Pejabat Negara
01:57sedangkan untuk gaji 13 ya seperti biasa-biasanya dibayarkan di bulan Juni
02:04untuk sektor swasta kewajibannya wajib dibayar penuh, tidak boleh dicicil
02:10dan paling lambat dibayarkan H-7 lebaran
02:16jadi THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal 1 tahun
02:21dan kemudian juga jumlahnya adalah 1 bulan upah
02:33sedangkan pekerja dengan masa kurang 1 tahun diberikan secara proporsional
02:39nah ini tentu setiap perusahaan akan bervariasi
02:43nah berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan
02:48penerima upah yang tercatat adalah 26,5 juta pekerja
02:54dan diperkirakan jumlah THR yang dibayarkan
02:58senilai 124 triliun rupiah untuk THR sektor swasta
03:05dan ini diharapkan bisa mendorong konsumsi nasional secara signifikan
03:09kemudian bonus hari raya untuk OJOL
03:13ini bonus hari raya ini telah dilakukan dengan komunikasi intensif dengan para aplikator
03:22dan Alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini
03:30jumlah yang diberikan ini BHR tahun 2025 bisa mencakup kepada sekitar 850 ribu mitra penerima
03:40atau pengemudi dengan nilai total 220 miliar
03:44dan ini dua kali dari tahun lalu
03:47tahun lalu itu sekitar 105-110 miliar
03:52dari masing-masing aplikator seperti Goto dan Grab
03:56tahun lalu menyediakan 50 miliar masing-masing
03:59tahun ini 110-110 miliar
04:04meningkat dua kali
04:06dan penerimanya juga menerima masing-masing 400 ribu
04:11Maksim juga memberikan kepada 51 ribu mitra
04:15sebagai penerima BHR
04:18tahun lalu 1000 mitra
04:21jadi Maksim meningkatnya juga besar
04:2351 ribu
04:25kemudian InDrive juga memberikan sekitar 500an
04:29nah kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal
04:34H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri
04:39terkait dengan perlindungan jaminan sosial bagi pengemudi
04:44hingga saat ini mitra pengundi mengikuti jaminan keselakaan kerda
04:49JKK dan jaminan kematian atau JKM BPJS Ketenaga Kerjaan
04:55nah selanjutnya kita telah juga memberikan
05:00bantuan untuk diskon transportasi
05:04khusus menjelang lebaran
05:06nilai rupiahnya 911,16 miliar
05:10baik dari APBN maupun non-APBN
05:14dan bantuan yang diberikan pemerintah pada saat menjelang lebaran nanti
05:19dalam bantuan pangan itu nilainya 14,9 triliun
05:24berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng
05:28untuk 35 juta,04 keluarga
05:32dan pemerintah juga sudah mengumumkan
05:34word from anywhere
05:36tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret
05:40selanjutnya kami persilahkan
05:42Pak Prof. Gasterly
05:47baik, terima kasih Pak Menko
Komentar