Banyak teori kesuksesan menekankan pentingnya pengendalian diri, ketangguhan, dan kecerdasan individu. Namun, perspektif ini menantang anggapan tersebut dengan menunjukkan bahwa status ekonomi orang tua memiliki pengaruh jauh lebih besar dalam menentukan masa depan seseorang. Perbedaan pola asuh, akses pendidikan, jaringan sosial, dan keamanan finansial antara keluarga kaya dan miskin menciptakan jurang struktural yang sulit ditembus. Sistem sosial cenderung mempertahankan dominasi kelompok elit, membatasi mobilitas sosial rakyat biasa. Ketika peluang naik kelas semakin tertutup, ketegangan sosial meningkat dan dalam sejarah sering berujung pada revolusi sebagai bentuk penataan ulang sistem. Melalui sudut pandang teori permainan, fenomena ini dipahami sebagai respons rasional individu terhadap peluang dan batasan yang tersedia dalam lingkungannya.
Komentar