Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Dalam wawancara eksklusif bersama Jeremy Miner, mantan negosiator sandera FBI Chris Voss membongkar strategi negosiasi tingkat tinggi yang jarang diketahui publik. Ia mengungkap bahwa kunci sukses negosiasi bukan sekadar kata-kata, melainkan kecerdasan emosional, kontrol nada suara, dan kemampuan membangun empati taktis.

Menariknya, Voss justru menyarankan untuk memicu jawaban "tidak" daripada "ya" agar lawan bicara merasa aman dan memiliki kendali. Dengan memahami pola perilaku manusia yang bisa diprediksi serta teknik “disarming”, Anda bisa meredakan resistensi dan mempercepat kesepakatan—bahkan dalam situasi bisnis bernilai tinggi.

Strategi yang dulu digunakan dalam negosiasi krisis internasional ini kini terbukti ampuh dalam dunia penjualan dan komunikasi modern. Ini bukan sekadar trik komunikasi—ini tentang memahami cara kerja otak manusia dalam mengambil keputusan.
Transkrip
00:00Kita semua tuh kayaknya diprogram buat ngejar satu kata sakti dalam setiap negosiasi.
00:05Ya, tapi gimana kalau saya bilang rahasia negosiator Sandra terbaik FBI itu justru sebaliknya?
00:12Nah, dalam beberapa menit ke depan, kita akan bongkar sebuah teknik yang bisa mengubah total cara Anda ngobrol sama orang
00:18lain.
00:18Sebelum kita mulai, pastikan kalian sudah subscribe ya biar nggak ketinggalan konten-konten keren kayak gini.
00:23Coba deh ingat-ingat lagi, waktu lagi meeting penting, lagi coba ngedeal sesuatu, atau bahkan pas lagi diskusi sama pasangan,
00:31pasti kita mati-matian kan? Ngejar kata ya, tapi pernah nggak sih ngerasa makin dikejar kok kayaknya makin susah dapetnya?
00:37Gimana kalau ternyata ada satu kata lain yang justru jadi kunci pembuka semua pintu kesepakatan?
00:43Yap, bener banget. Kata itu adalah tidak.
00:46Kedengeran aneh kan? Tapi ini adalah senjata rahasia utamanya Chris Voss, mantan kepala negosiator penculikan internasional FBI.
00:53Coba bayangin, dia pakai teknik ini bukan buat nawar harga mobil, tapi di situasi di mana nyawa orang jadi taruhannya.
01:00Kalau ini ampuh di sana, bayangin apa yang bisa dilakuin teknik ini buat Anda.
01:04Oke sekarang mari kita bongkar mitos terbesar yang kayaknya udah mendarat daging di kita semua.
01:09Kita selalu diajarin kalau ya itu adalah tujuan akhirnya, tanda kita berhasil.
01:14Tapi menurut pengalamannya Voss, seringkali ngejar ya itu malah bikin kita masuk perangkap.
01:18Kenapa ya bisa jadi jebakan?
01:20Eh, soalnya kata ya itu seringkali bikin orang rasa tertekan.
01:24Saat seseorang rasa dipojokin buat setuju, otak mereka tuh langsung masuk mode bertahan.
01:28Mereka jadi ngerasa kehilangan kendali.
01:30Nah ini bukan awal dari kerjasama yang baik, ini justru awal dari perlawanan yang nggak kelihatan.
01:35Oke, kalau ya itu jebakan, terus kenapa tidak malah jadi sekuat itu?
01:40Buat Voss, dengar kata tidak itu bukan berarti pintu tertutup rapat.
01:44Justru sebaliknya, itu adalah undangan buat memulai obrolan yang sebengarnya.
01:49Coba deh, lihat perbedaannya di sini.
01:51Ya, itu rasanya kayak komitmen yang ngancam.
01:54Sementara tidak itu justru ngasih rasa aman.
01:57Waktu lawan bicara kita tahu mereka punya kebebasan penuh buat bilang tidak,
02:01mereka ngerasa punya kendali, rasa terancamnya hilang.
02:04Dan di saat itulah, mereka baru mulai benar-benar dengerin apa yang kita omongin.
02:09Dan ini bukan cuma teori doang loh, ada datanya.
02:12Coba lihat ini, dari salah satu muridnya Voss.
02:15Sebuah tim penggalangan dana ngubah total skrip mereka.
02:17Bukan yang ngejar-ngejar ya, mereka malah ngajuin pertanyaan yang sengaja mancing jawaban tidak.
02:22Kayak misalnya, apakah Anda sudah menyerah untuk membantu tujuan kami?
02:25Hasilnya, gila, performanya meroket 23% lebih baik.
02:29Ini bukti nyata banget.
02:31Tapi, tunggu dulu.
02:32Ini bukan cuma soal milih kata ya atau tidak.
02:35Ada satu lagi senjata rahasia yang bahkan lebih dahsyat.
02:39Yaitu, gimana cara kita ngongong.
02:42Nada bicara Anda itu bisa jadi alat buat secara langsung ngubah kimia di otak lawan bicara.
02:47Ini nih, bagian yang paling keren.
02:50Otak manusia itu ngerespons nada suara kita.
02:53Bahkan sebelum sempat memproses arti dari kata-kata kita.
02:56Jadi, dengan kita pakai nada yang tenang, santai, yang nunjukin rasa penasaran, kita bisa memicu pelepasan hormon penenang di otak
03:04lawan bicara kita.
03:06Intinya, kita bisa melucuti pertahanan mereka dan bikin mereka jadi jauh lebih terbuka buat dengerin.
03:12Dan, persis seperti yang dibilang Chris Voss sendiri, ini bukan soal psikologi populer ya.
03:17Ini beneran ilmu syaraf.
03:18Kita, secara harfiah, bisa mengubah kondisi emosional seseorang hanya dengan ngatur cara kita bicara.
03:25Keren banget kan?
03:26Nah, semua teknik yang kita bahas tadi, kekuatan kata tidak dan kekuatan ada bicara,
03:31semuanya itu bermuara ke satu konsep kunci, empati taktis.
03:35Dan ini penting banget buat dicatat.
03:38Ini bukan soal jadi teman mereka atau setuju sama pendapat mereka.
03:41Ini soal jadi efektif buat mencapai tujuan Anda.
03:44Gampangnya gini, empati taktis itu kemampuan buat ngeliat dunia dari kacamata lawan bicara kita,
03:50terus kita tunjukin ke mereka kalau kita paham.
03:52Tujuannya cuma satu, bikin mereka ngerasa dipahami.
03:55Kenapa?
03:56Karena saat seseorang ngerasa bener-bener dipahami, tembok pertahanan mereka itu langsung runtuh.
04:00Terus gimana cara kerjanya?
04:02Tujuan kita bertanya itu bukan lagi buat dapet cobaan.
04:04Tapi buat memicu cara mereka berpikir,
04:07kita pengen ngajuin pertanyaan-pertanyaan cerdas,
04:09yang bikin mereka berhenti sejenak, mikir, dan mungkin ngevaluasi ulang posisi mereka sendiri.
04:14Ini jauh-jauh lebih kuat daripada kita yang capek-capek nyoba ngeyakinin mereka.
04:18Oke, oke, ini semua kedengerannya canggih banget.
04:21Terus gimana pakainya di kehidupan nyata?
04:24Kabar baiknya, Anda nggak perlu nunggu ada situasi penyanderaan buat ngelatih skill ini.
04:29Tempat latihan terbaik kita justru ada di obrolan kita sehari-hari.
04:32Setiap obrolan, sekecil apapun, itu adalah kesempatan buat latihan.
04:37Coba deh bikin barista di kedai kopi, petugas customer service,
04:41atau bahkan anggota keluarga Anda ngerasa benar-benar didengerin.
04:45Coba pakai nada bicara yang tenang.
04:47Tunjukin kalau Anda paham sama sudut pandang mereka.
04:50Pada akhirnya, inilah intinya.
04:53Coba deh geser fokus Anda.
04:55Dari yang tadinya mikirin menang atau kalah dalam sebuah obrolan,
04:59fokus ke satu hal aja.
05:00Bikin orang lain ngerasa benar-benar didengerin dan dipahamin.
05:03Kalau Anda udah bisa lakuin itu, kesepakatan dan kerjasama yang baik bakal ngikutin dengan sendirinya.
05:09Kalau Anda ngerasa pembahasan ini ngebuka wawasan baru,
05:12jangan lupa ya klik tombol suka dan bagikan ke teman-teman Anda.
05:15Nah, sebagai penutup, saya mau ngasih tantangan kecil buat Anda.
05:19Coba pikirin deh, satu aja situasi dalam seminggu ke depan,
05:23di mana Anda bisa coba menerapkan salah satu ide dari Chris Voss ini.
05:26Mungkin pas lagi rapat, atau pas ngobrol sama pasangan,
05:30tulis jawaban Anda di kolom komentar di bawah ya.
05:32Saya pengen banget tau cerita kalian.
05:36Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan