Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSA Palembang diklaim mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari yang dikirim dari berbagai TPS di Kota Palembang.

Lalu seperti apa proses pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut?

Simak dialognya bersama Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

#pltsa #palembang #sampah

Baca Juga Kapolda Aceh Tinjau Pembangunan 150 Hunian Tetap Korban Banjir di Aceh Tamiang | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/nasional/652223/kapolda-aceh-tinjau-pembangunan-150-hunian-tetap-korban-banjir-di-aceh-tamiang-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652224/full-wali-kota-ratu-dewa-ungkap-cara-kerja-pltsa-palembang-bagaimana-solusi-sampah-jadi-listrik
Transkrip
00:00Klaim mampu mengolah seribu ton sampah per hari yang dikirimkan oleh TPS di kota Palembang.
00:06Seperti apa pengolahan sampah menjadi energi listrik?
00:09Kita kupas bersama dengan Bapak Ratu Dewa, Wali Kota Palembang.
00:13Selamat pagi Pak Dewa.
00:15Ini terkait dengan proyek PLTSA mengubah sampah menjadi energi listrik.
00:20Nah ini bagaimana untuk progresnya hingga saat ini Pak?
00:23Ya perlu kami sampaikan Mbak ya.
00:26Pertama proyek PLTSA ini adalah yang sekarang lebih gencarnya mengolah sampah menjadi sebuah energi listrik
00:34yang dirancang untuk menangani hingga seribu ton sampah per hari yang menghasilkan listrik 20 megawatt.
00:44Nah kondisi timbulan sampah yang ada di kota Palembang harian itu berada di kisaran seribu seratus sampai seribu dua ratus
00:52ton per hari.
00:52Artinya apa? Fasilitas ini tidak hanya menjadi pelengkap saja akan tetapi akan menjadi tulang punggung dari sistem penanganan sampah kota
01:04Palembang secara menyeluruh.
01:06Nah di samping itu perlu kami sampaikan juga Mbak ya bahwa proyek ini juga akan mengurangi volume sampah hingga 80%.
01:15Untuk itu dalam kesempatan ini cukup signifikan rasanya dalam rangka kita menekan produksi gas metan dan juga landfill.
01:24Dan yang lebih penting lagi bahwa secara ilmiah potensi pemanasan global jauh lebih besar dibandingkan dengan karbon dioksida serta menekan
01:33ketergantungan pada TPA.
01:36Nah dalam kesempatan ini juga perlu kami sampaikan Mbak ya bahwa dari sistem pengendalian emisi yang diterapkan
01:43fasilitas ini akan dilengkapi dengan sebuah sistem yang namanya filtrasi berlapis.
01:50Dan pemantauan emisi secara kontinu sehingga bisa dipastikan seluruh parameter khususnya dioksin dan kurannya
01:59menjadi parameter kunci emisi udara akan memenuhi baku mutu dari sisi lingkungan sehingga menjadi rahma lingkungan.
02:08Saya kira begitu Mbak ya.
02:09Baik ini diharapkan 80% menekan sampah untuk wilayah perkotaan khususnya di Palembang.
02:14Kalau kita lihat kan ada seribu ton yang Pak akan diolah.
02:18Bagaimana dengan tantangan ya? Bagaimana dengan distribusi sampah sebanyak itu untuk bisa masuk ke PLTSA ini Pak?
02:25Ya saya kira ini suatu pertanyaan yang cukup kritis Mbak ya.
02:28Bahwa mengelola sampah seribu ton sampah per hari berarti kita memastikan distribusi sekitar 40 sampai dengan 50 ton per jam.
02:42Dalam siklus tentunya operasionalnya 20 sampai 24 jam.
02:46Nah kalau bicara tentang tantangan terbesar ini tentunya berada pada sistem bulunya.
02:52Bagaimana memastikan pasokan-pasokan sampah dari seluruh TPSI yang ada bisa stabil, tepat waktu dan juga sesuai dengan spesifikasi pengelolaannya.
03:04Untuk itu dari sisi ketersediaan armada juga menjadi sebuah tantangan karena saat ini kota Palembang Mbak memiliki 160 unit kendaraan
03:18angkutan sampah yang beroperasi melayani 18 kecamatan dari 107 kelurahan.
03:25Namun apabila dihitung berdasarkan kebutuhan real dari pasokan yang menuju fasilitas pengelolaan sampah dengan kapasitas seribu ton per hari jumlah
03:38tersebut masih belum ideal, masih belum sangat memadai.
03:41Nah dengan mempertimbangkan volume timbulan harian rata-rata rites per hari unit-unitnya maupun jarak tempuh dan juga waktu bongkar
03:51muat dan lain sebagainya itu.
03:53Belum lagi kita ingin memastikan faktor kemacetannya juga Mbak.
03:58Perawatan kendaraan membutuhkan armada yang secara optimal mencapai kondisi idealnya Mbak ya 225 armada.
04:06Nah artinya terdapat kekurangan sekitar 65 unit armada untuk mencapai sistem distribusi yang benar-benar stabil dan juga efisien.
04:19Nah kekurangan yang ada ini Mbak bahwa ini akan berpotensi.
04:24Berpotensi dalam arti mempengaruhi konsistensi pengangkutannya.
04:29Juga dalam rangka meningkatkan beban kerja kendaraan yang ada.
04:34Solusinya apa? Artinya kita butuh peremajaan kendaraan-kendaraan tua di samping kita pengadaan-pengadaan kendaraan operasional yang baru.
04:45Sehingga optimalisasi manajemen pengelolaan sampah ini kita harus berbasikan data yang memang terukur.
04:52Saya kira begitu Mbak.
04:53Ya Pak Dewa kalau bicara sampah itu kan adanya di hulu ya Pak.
04:58Ini terkait dengan bagaimana peran masyarakat terkait dengan sampah yang dihasilkan.
05:02Bagaimana strategi dan juga pengawasan dari Pemkot Palembang untuk mengatasi hal ini?
05:10Baik.
05:12Dibutuhkan peran masyarakat yang secara sentral ini sangat penting buat kita.
05:19Kenapa? Karena ini akan menentukan keberhasilan dari proyek ini Mbak.
05:25Tanpa partisipasi warga, sistem sebesar apapun yang ada ini tidak akan berjalan optimal saya kira.
05:32Maka PSL bukan hanya solusi tunggal.
05:35Ini adalah bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang tetap membutuhkan pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
05:43Untuk itu seperti pertanyaan Mbak tadi, kita ingin mendorong masyarakat tetap untuk melakukan prinsip 4R-nya.
05:51Sampah yang bisa diatur ulang tidak perlu masuk ke fasilitas pembakaran.
05:55Justru akan semakin baik saya kira pemilahan di rumah tangganya masing-masing sehingga lebih efisien dalam rangka proses pengelolaan industri
06:03listriknya.
06:04Kita punya program Mbak, pemerintah kota Kuala Mbak punya program juga yaitu program satu kelurahan satu bank sampah sebagai upaya
06:13peningkatan peran masyarakat untuk lebih berpartisipasi aktif dalam rangka kita menanggulangi sampah ini.
06:21Nah sekarang sudah jalan 96 bank sampah yang ada di 107 kelurahan.
06:26Jika setiap bank sampah mampu saja Mbak mengurangi minimal di angka 0,5 hingga 1 ton sampah per hari,
06:36berarti pemilahan dan pengumpulan sampah daun ulang, baik itu kertas maupun botol plastik, kardus dan lain sebagainya,
06:43maka secara total dapat kita pastikan mengurangi sekitar 50 hingga 100 ton sampah per hari dari sistem utama.
06:51Nah angka ini sebenarnya Mbak setara dengan 4-8% dari portal timbulan dan cukup signifikan saya rasa dalam konteks
07:00pencapaian target nasional seperti pengantar tadi Mbak sampaikan 30%.
07:05Nah untuk itu tidak hanya sebagai instrumen pengurangan tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berada di tingkat grassroots maupun
07:14di masyarakat yang kelas marginal.
07:16Hal lainnya saya kira PSL ini juga Mbak tidak hanya menjadi alasan untuk kita mengapaikan penisi 4R-nya tadi,
07:26justru kita optimalisasinya program seperti saya katakan satu pelurahan ke satu bank sampah.
07:31Baik ini menarik Pak bagaimana peran masyarakat sentral dalam memilah sampah sebelum nanti sampah bisa didistribusikan ke PLTSA Palembang.
07:39Terima kasih Bapak Ratu Dewa, Wali Kota Palembang telah bergabung di Jurnal Nusantara.
07:44Sehat selalu Bapak.
Komentar

Dianjurkan