Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Luar Negeri Sugiono berbicara soal sumber biaya yang digunakan untuk mengirimkan pasukan Indonesia ke Gaza.

Hal ini disampaikan dalam keterangannya di Washington, DC, pada Sabtu (21/2/2026).

Sugiono mengatakan pengiriman pasukan akan menggunakan kontribusi dana, baik dari pihak swasta maupun negara.

"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini, seperti kemarin di Board of Peace, itu juga ada beberapa yang berkomitmen memberikan kontribusi, baik swasta maupun negara. Itu juga akan digunakan untuk menopang seluruh operasional," ujar Sugiono.

Meski begitu, Sugiono mengatakan Indonesia juga akan mengeluarkan sejumlah biaya untuk pengiriman pasukan tersebut.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

#menlu #gaza #prabowo

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652167/sumber-biaya-kirim-8-000-prajurit-indonesia-ke-gaza-ini-kata-menlu
Transkrip
00:00Deputy Commander, biasanya normanya adalah kalau misalnya pasukan terbanyak itu dikasih kehormatan untuk menjadi Force Commander.
00:13Dan dalam kaitannya dengan ISF ini, Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat.
00:21Ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang operasi dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di
00:32sana, maka Deputy Commander operasi ini juga merupakan sesuatu yang penghormatan dan menghargaan.
00:43Terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian, dan saya kira kedudukan ini juga
01:00akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF.
01:09Mas, dari 8 ribu itu kapan mas pengirimannya? Apakah ada langsung 8 ribu itu atau ada tahapan-tahapan pengirimannya?
01:16Saya kira bertahap, karena tadi seperti saya sampaikan, tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor.
01:28Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada 5 sektor.
01:32Diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20 ribu atau mungkin lebih di seluruh sektor ini, tapi ini
01:41merupakan sesuatu yang sifatnya progresif.
01:47Kemarin kita juga sudah menyampaikan, Pak Presiden sudah menyampaikan komitmen kita, dan saya juga sempat menanyakan kira-kira kapan pasukan
01:57ini akan dikirim.
01:58Jawabannya ya, secepatnya mereka akan siapkan timelinenya.
02:04Mas, mengenai pasukan ini sudah secara gamblang berkomunikasi dengan tiap Palestina, mereka terbuka menerima?
02:10Oh, kemarin juga ada kan Palestina. Kemarin Prof. Dr. Ali Saad ada di sana, sebagai perwakilan Palestina yang juga merupakan
02:20chairman of NCAG, National Committee on Administration of Gaza.
02:31Jadi, Palestina juga sudah ada di sana, sudah tahu, sudah paham.
02:35Kemudian, kita juga sudah menyampaikan National Caveat kita. Jadi, semuanya sudah terlibat.
02:47Artinya, agree mengirim mereka masuk yang tentara kita disampaikan?
02:51Oh iya, kemarin kan sudah disampaikan. Karena yang pertama disampaikan juga oleh saat kemarin, bahwa yang pertama mereka butuhkan adalah
02:57situasi yang aman dan stabil.
03:00Jadi, semua rencana komprehensif ini, kunci pertamanya adalah perucutan, apa namanya, ceasefire,
03:13hentian tembak-menembak ya, ceasefire, kencatan senjata, kemudian ciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahap-tahap berikutnya itu bisa
03:25dilakukan.
03:25Dan itu juga, kemarin sudah disampaikan.
03:28Mas, konfirmasi, untuk penempatan pasukan perdamaian kita itu kalau yang tersebar kan dirapah. Apakah benar seperti itu?
03:35Mulainya dari situ, katanya kemarin.
03:38Tapi nanti detailnya kan ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa.
03:44Satu lagi, soal kesejahteraan pasukan kita sendiri, apakah dijamin sepenuhnya oleh negara?
03:49Apalagi saya suka melanggar siswa.
03:52Kesejahteraan pasukan kita ngirim ya pasti kita yang ini ini.
03:55Keamanannya berarti sudah keamanannya dijamin, kemudian kesejahteraan sosialnya seperti apa?
04:00Kesejahteraan sosial ya, kesejahteraan prajurit sebagai penjaga perdamaian kan sudah ada indeksnya juga.
04:06Kalau namanya operasi tentara, ya tentu saja ada resiko.
04:15Juga kemarin disampaikan ada tantangan-tantangan yang kita hadapi.
04:18Makanya kita perlu suatu mandat yang jelas pertama, kemudian rule of engagement yang jelas.
04:30Karena kita juga tidak mau prajurit kita jadi korban di luar misi yang sedang dilaksanakan.
04:39Dan saya kira itu yang menjadi tanggung jawab kita semua.
04:44Dan keberadaan kita di board of peace, kemudian keberadaan kita sebagai deputi komander operasi,
04:49saya kira akan memperbesar keyakinan dan kemungkinan bahwa keamanan prajurit itu tetap bisa jadi yang utama.
05:01Untuk deputi komander itu nanti ada yang dipilih? Dari Indonesia? Sosoknya sudah ada yang mulai dipilih?
05:08Belum kelihatan.
05:09Kita akan didiskusikan dulu mas yang akan dipilih di komander.
05:15Ya, itu nanti dari TNI lah yang pilih.
05:19Masa alpubianyaannya berarti di tanggung jawab atau dari board of peace untuk masukan kita?
05:24Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini, itu seperti kemarin di board of peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk
05:33kontribusi baik private maupun negara.
05:37Itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional, tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya.
06:04Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
06:08Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
06:12Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan