Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kasus dugaan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menjadi sorotan publik. Insiden ini mencuat setelah yang bersangkutan mengaku dibuntuti oleh pria tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa tersebut dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto pada Februari 2026 di wilayah Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa aksi pembuntutan terjadi usai dirinya melayangkan surat terbuka kepada UNICEF yang menyoroti tragedi kegagalan pendidikan pada bocah di NTT yang bunuh diri akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp. 10 Ribu.

Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pelaku pembuntutan maupun motif aksi tersebut. Meski begitu Tiyo Ardianto menegaskan bahwa dirinya tidak takut sedikitpun, Ia mengatakan bahwa BEM UGM akan tetap berdiri kokoh sebagai penyambung lidah keadilan.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/18/104435/intimidasi-tak-berhenti-ini-7-fakta-kronologi-ketua-bem-ugm-dibuntuti-pria-misterius

Creative/Video Editor: Awa/Leo

#BEM #UGM #Intimidasi

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Transkrip
00:00Ketua BEM UGM dibuntuti pria misterius, ini kronologi dugaan intimidasi.
00:05Kasus dugaan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gajah Mada menjadi sorotan publik.
00:13Insiden ini mencuat setelah yang bersangkutan mengaku dibuntuti oleh pria tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir.
00:20Peristiwa tersebut dialami oleh Ketua BEM UGM, Tio Ardianto pada Februari 2026 di wilayah Yogyakarta.
00:27Ia menyampaikan bahwa aksi pembuntutan terjadi usai dirinya melayangkan surat terbuka kepada UNICEF yang menyoroti tragedi kegagalan pendidikan pada bocah
00:37di NTT yang bunuh diri akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000.
00:43Menurut kronologi yang beredar, pembuntutan pertama kali disadari ketika korban melihat seorang pria misterius mengikuti pergerakannya di sebuah kedai yang
00:53menimbulkan rasa tidak aman.
00:54Tidak hanya itu, korban juga mengaku menerima bentuk tekanan lain berupa serangan digital.
00:59Isi pesan tidak hanya kasar secara verbal, namun juga bertuliskan ancaman penculikan.
01:05Pihak BEM UGM menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi mahasiswa.
01:12Mereka meminta aparat berwenang mengusuk identitas pria misterius itu, serta memastikan keselamatan aktivis kampus.
01:19Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pelaku pembuntutan maupun motif aksi tersebut.
01:26Meski begitu, Tio Ardianto menegaskan bahwa dirinya tidak takut sedikitpun.
01:30Ia mengatakan bahwa BEM UGM akan tetap berdiri kokoh sebagai penyambung lidah keadilan.
Komentar

Dianjurkan