Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.youtube.com/live/DgC67q90iTw?si=Cv9m3hCQSdrDVCWx

Ada kisah menarik yang dibagikan Bahlil Lahadalia tentang perjalanan kariernya. Ia mengaku pernah diremehkan saat maju sebagai calon Ketua Umum HIPMI, bahkan disindir soal penampilan.

Cerita itu disampaikannya dalam sebuah forum di Makassar, saat mengenang momen yang menjadi tantangan besar dalam langkahnya menuju pucuk pimpinan organisasi pengusaha muda tersebut.

Namun ejekan itu justru memicu tekadnya. Ia berhasil memenangkan perebutan kursi ketua umum dan memimpin periode 2015–2019. Bagaimana kisah lengkapnya? Tonton videonya sampai habis.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Anura/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saya pernah jadi Wakil Bendahara di Papua, Ketua Umumnya Kandani Rukman.
00:07Habis itu saya maju Ketua Umum Hibmi Papua, saya faed, calonnya empat orang.
00:13Setelah itu saya masuk DPP Hibmi, BPP Hibmi, pangkat saya Departemen, Ketua Umumnya Ketum Erwin.
00:20Departemen dulu saya, habis itu dari Departemen, tiga bulan, empat bulan ya Pak Erwin ya,
00:26sebelum Munas, saya dinaikkan jabatan oleh Bang Erwin, jadi Ketua, jadi kompartemen.
00:35Dari Departemen dulu kompartemen, habis itu Ketum Okto jadi Ketua Umum, saya jadi Ketua Bidang Infrastruktur.
00:46Setelah saya jadi Ketua Bidang Infrastruktur, baru saya calon Ketua Umum.
00:50Jadi kalau mau bicara berkarir di Hibmi, pangkat saya itu betul-betul dari bawah.
00:57Dan setiap jabatan yang saya emban, setiap jabatan yang saya peroleh, itu baik proses.
01:04Karena maklum saya dari kampung, dari daerah.
01:09Oh saya juga dulu waktu menjadi Ketua Umum Hibmi, tanya Bang Andi Rukman.
01:12Ada satu mantan Ketua Umum Hibmi, saya tidak perlu sebutkan namanya,
01:17dia bilang bahwa calon Ketua Umum Hibmi itu harus industrialis dan harus ganteng.
01:23Sementara saya jelek.
01:26Iya.
01:29Waktu itu, ya Bang Andi Rukman ya, orangnya gak ada di sini.
01:35Dari situ saya termotivasi.
01:37Cukang minyak saya, saya bilang.
01:42Saya bilang, kau tunggu.
01:44Saya hadapi kau.
01:47Saya fight.
01:48Biar kau bilang kita hitam kecil, tidak ganteng.
01:52Tapi nyali, belum tentu kau lebih hebat daripada saya.
01:58Saya hadapi itu.
02:01Saya hadapi, dan saya kasih tau kepada Bang Andi Rukman.
02:03MC saya ini dulu.
02:05Saya bilang, kandah, kita ini orang kampung.
02:08Bukan anak siapa-siapa.
02:10Tapi belum tentu dia lebih baik daripada kita.
02:14Dan kita harus hadapi.
02:16Saya tidak sampai.
02:17Saya tidak sampai.
02:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan