00:00Saya pernah jadi Wakil Bendahara di Papua, Ketua Umumnya Kandani Rukman.
00:07Habis itu saya maju Ketua Umum Hibmi Papua, saya faed, calonnya empat orang.
00:13Setelah itu saya masuk DPP Hibmi, BPP Hibmi, pangkat saya Departemen, Ketua Umumnya Ketum Erwin.
00:20Departemen dulu saya, habis itu dari Departemen, tiga bulan, empat bulan ya Pak Erwin ya,
00:26sebelum Munas, saya dinaikkan jabatan oleh Bang Erwin, jadi Ketua, jadi kompartemen.
00:35Dari Departemen dulu kompartemen, habis itu Ketum Okto jadi Ketua Umum, saya jadi Ketua Bidang Infrastruktur.
00:46Setelah saya jadi Ketua Bidang Infrastruktur, baru saya calon Ketua Umum.
00:50Jadi kalau mau bicara berkarir di Hibmi, pangkat saya itu betul-betul dari bawah.
00:57Dan setiap jabatan yang saya emban, setiap jabatan yang saya peroleh, itu baik proses.
01:04Karena maklum saya dari kampung, dari daerah.
01:09Oh saya juga dulu waktu menjadi Ketua Umum Hibmi, tanya Bang Andi Rukman.
01:12Ada satu mantan Ketua Umum Hibmi, saya tidak perlu sebutkan namanya,
01:17dia bilang bahwa calon Ketua Umum Hibmi itu harus industrialis dan harus ganteng.
01:23Sementara saya jelek.
01:26Iya.
01:29Waktu itu, ya Bang Andi Rukman ya, orangnya gak ada di sini.
01:35Dari situ saya termotivasi.
01:37Cukang minyak saya, saya bilang.
01:42Saya bilang, kau tunggu.
01:44Saya hadapi kau.
01:47Saya fight.
01:48Biar kau bilang kita hitam kecil, tidak ganteng.
01:52Tapi nyali, belum tentu kau lebih hebat daripada saya.
01:58Saya hadapi itu.
02:01Saya hadapi, dan saya kasih tau kepada Bang Andi Rukman.
02:03MC saya ini dulu.
02:05Saya bilang, kandah, kita ini orang kampung.
02:08Bukan anak siapa-siapa.
02:10Tapi belum tentu dia lebih baik daripada kita.
02:14Dan kita harus hadapi.
02:16Saya tidak sampai.
02:17Saya tidak sampai.
02:24Terima kasih telah menonton!
Komentar