00:00Kemarin kan Bang Buna juga habis diminta oleh kubunya Roy menjadi ahli.
00:05Dan kira-kira ada nggak Bang tawaran,
00:07eh tawaran bukan tawaran sebenarnya,
00:09mungkin ada pihak dari kubunya Pak Jokowi nggak yang menghubungi Bang Buna?
00:14Wah, mereka saya juga jadi bingung nih.
00:17Jadi nggak ada lawan saya.
00:18Semua pada bilang terima kasih.
00:20Dan mereka juga kayaknya,
00:23apa ya, saya juga jadi bingung nih, jujur ya.
00:27Mereka juga malah nggak apa-apa, dorong saja.
00:30Malah saya didorong kemarin.
00:30Beberapa kali saya ketemu di televisi ya,
00:33malah mereka mendorong saya.
00:35Ngobrol-ngobrol kita nggak wewe, ngobrol-ngobrol langsung.
00:38Ya nggak apa-apa.
00:39Seperti di TV kemarin tetangga.
00:41Malah dia bilang, saya bilang,
00:43ya saya harus mau, sebelum saya pergi jadi saksi,
00:45saya udah bilang, eh ahli saya bilang,
00:47saya akan diundang.
00:48Saya bilang, saya bersedia.
00:50Dia bilang malah mendukung.
00:51Ya bagus, nggak apa-apa.
00:52Karena memang mereka juga butuh sebuah forum yang
00:59untuk ruang publik untuk mengklarifikasi ini semua.
01:03Nah, ini sekarang jadi klaim nih.
01:05Mereka mengklaim justru hasil KPU itu,
01:08KPU mempersulit itu bukan karena mereka.
01:11Tapi karena memang KPU-nya yang jelimet.
01:13Kan gitu kan, sampai saya 6 bulan baru dapat.
01:16Ya nggak apa-apa.
01:17Saya juga menganggap bisa saja memang mereka super hati-hati,
01:20super ketat.
01:21Malah saya bilang kemarahan mereka.
01:22Jadi saya juga justru menduga,
01:24jangan-jangan bukan Pak Jokowi yang melarang KPU memberikan,
01:30tapi orang lain yang berdampak.
01:33Ingat loh mbak,
01:34sidang KIP itu bukan masalah ijaja Pak Jokowi aslinya.
01:37Itu masalah ijaja semua pejabat publik.
01:41Kalau ijaja Pak Jokowi bisa dibukakan,
01:45pertanyaan saya,
01:46apa mungkin ijaja Menteri, ijaja DPR,
01:49nggak dikasih.
01:51Sementara,
01:52baca saja di majalah Tempo,
01:54nggak apa-apa saya sebut ya,
01:55Tempo kan mengulas itu banyak,
01:57ijaja-ijaja palsu.
01:59Pejabat-pejabat kita banyak terlibat.
02:02Saya justru merasa,
02:04sebenarnya bukan hanya Pak Jokowi,
02:06yang,
02:07apa,
02:08yang,
02:11sorry, bukan,
02:11maksud saya bukan,
02:13nggak mungkinlah,
02:14hanya Pak Jokowi yang,
02:16pingin ini cerah ya.
02:18Tapi lebih banyak lagi mungkin
02:19yang lain yang akan terganggu
02:21kalau ini cerah,
02:22transparan,
02:23seperti itu mbak.
02:24Oke.
02:25Baik, terima kasih banyak Bang Wonatua,
02:26silalahi atas waktunya.
02:28Terima kasih ya Bang.
02:29Ya, baik.
02:29Terima kasih.
02:31Pak Adia.
02:31Sampai jumpa.
02:32Sampai jumpa.
02:33Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:36Sampai jumpa.
02:36Terima kasih.
Komentar