Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi, menceritakan respons kubu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), usai dirinya mendapat salinan ijazah dari KPU setelah putusan Komisi Informasi Pusat (KIP).

"Saya juga jadi bingung ini. Jadi enggak ada lawan, semua pada bilang terima kasih," ujar Bonatua Silalahi pada Kamis (12/2/2026) dalam program Zoomcast KompasTV.

"Saya juga justru menduga jangan-jangan bukan Pak Jokowi yang melarang KPU memberikan, tapi orang lain yang berdampak," lanjutnya.

Baca Juga [FULL] Temuan Baru Bonatua usai Dapat Salinan Ijazah Jokowi, Dapat Pertanyaan "Tricky" Penyidik? di https://www.kompas.tv/talkshow/650646/full-temuan-baru-bonatua-usai-dapat-salinan-ijazah-jokowi-dapat-pertanyaan-tricky-penyidik

#bonatuasilalahi #roysuryo #ijazahjokowi #jokowi #poldametrojaya


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650843/cerita-bonatua-bingung-soal-respons-kubu-jokowi-usai-dirinya-dapat-salinan-ijazah
Transkrip
00:00Kemarin kan Bang Buna juga habis diminta oleh kubunya Roy menjadi ahli.
00:05Dan kira-kira ada nggak Bang tawaran,
00:07eh tawaran bukan tawaran sebenarnya,
00:09mungkin ada pihak dari kubunya Pak Jokowi nggak yang menghubungi Bang Buna?
00:14Wah, mereka saya juga jadi bingung nih.
00:17Jadi nggak ada lawan saya.
00:18Semua pada bilang terima kasih.
00:20Dan mereka juga kayaknya,
00:23apa ya, saya juga jadi bingung nih, jujur ya.
00:27Mereka juga malah nggak apa-apa, dorong saja.
00:30Malah saya didorong kemarin.
00:30Beberapa kali saya ketemu di televisi ya,
00:33malah mereka mendorong saya.
00:35Ngobrol-ngobrol kita nggak wewe, ngobrol-ngobrol langsung.
00:38Ya nggak apa-apa.
00:39Seperti di TV kemarin tetangga.
00:41Malah dia bilang, saya bilang,
00:43ya saya harus mau, sebelum saya pergi jadi saksi,
00:45saya udah bilang, eh ahli saya bilang,
00:47saya akan diundang.
00:48Saya bilang, saya bersedia.
00:50Dia bilang malah mendukung.
00:51Ya bagus, nggak apa-apa.
00:52Karena memang mereka juga butuh sebuah forum yang
00:59untuk ruang publik untuk mengklarifikasi ini semua.
01:03Nah, ini sekarang jadi klaim nih.
01:05Mereka mengklaim justru hasil KPU itu,
01:08KPU mempersulit itu bukan karena mereka.
01:11Tapi karena memang KPU-nya yang jelimet.
01:13Kan gitu kan, sampai saya 6 bulan baru dapat.
01:16Ya nggak apa-apa.
01:17Saya juga menganggap bisa saja memang mereka super hati-hati,
01:20super ketat.
01:21Malah saya bilang kemarahan mereka.
01:22Jadi saya juga justru menduga,
01:24jangan-jangan bukan Pak Jokowi yang melarang KPU memberikan,
01:30tapi orang lain yang berdampak.
01:33Ingat loh mbak,
01:34sidang KIP itu bukan masalah ijaja Pak Jokowi aslinya.
01:37Itu masalah ijaja semua pejabat publik.
01:41Kalau ijaja Pak Jokowi bisa dibukakan,
01:45pertanyaan saya,
01:46apa mungkin ijaja Menteri, ijaja DPR,
01:49nggak dikasih.
01:51Sementara,
01:52baca saja di majalah Tempo,
01:54nggak apa-apa saya sebut ya,
01:55Tempo kan mengulas itu banyak,
01:57ijaja-ijaja palsu.
01:59Pejabat-pejabat kita banyak terlibat.
02:02Saya justru merasa,
02:04sebenarnya bukan hanya Pak Jokowi,
02:06yang,
02:07apa,
02:08yang,
02:11sorry, bukan,
02:11maksud saya bukan,
02:13nggak mungkinlah,
02:14hanya Pak Jokowi yang,
02:16pingin ini cerah ya.
02:18Tapi lebih banyak lagi mungkin
02:19yang lain yang akan terganggu
02:21kalau ini cerah,
02:22transparan,
02:23seperti itu mbak.
02:24Oke.
02:25Baik, terima kasih banyak Bang Wonatua,
02:26silalahi atas waktunya.
02:28Terima kasih ya Bang.
02:29Ya, baik.
02:29Terima kasih.
02:31Pak Adia.
02:31Sampai jumpa.
02:32Sampai jumpa.
02:33Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:34Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:35Sampai jumpa.
02:36Sampai jumpa.
02:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan