- 2 hari yang lalu
Drama keluarga Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Sekitar 350 juta.
00:33Bapak pria yang sangat-sangat tangguh, yang jarak kenal.
00:36Bahkan dia rela untuk mengorbankan segala hal untuk anak-anaknya.
00:40Bahkan juga untuk jarak, Bu.
00:44Kalipun anak orang.
00:46Kita bisa jual rumah ini, Bu.
00:48Jangan ngacau, Ditorik. Bukan itu solusinya.
00:50Apalagi solusinya, coba kasih tahu.
00:52Ini maksudnya udah pindah nama.
01:00Apa maksudnya ini?
01:07Hah?
01:08Maksudnya...
01:10Maksudnya apa sih, Bu?
01:10Dan keterlaluan ya?
01:12Kamu sadar gak sih?
01:13Bapak kalian itu membangun rumah ini dengan jari payah dan bertahun-tahun.
01:18Kamu tega sama Bapak kamu.
01:20Ini pasti salah paham nih.
01:22Aku bisa jelasin, Bu.
01:23Mas, Mas, udah siap.
01:24Gak usah ngejelasin apa-apa.
01:26Lebih baik sekarang, Mas Firza minta tolong sama Mbak Nur untuk cepat-cepat jual rumah ini.
01:31Kamu gak usah ikut campur ya, Ditorik.
01:33Tanpa kamu kasih tahu, Bu.
01:34Aku bakal ngomong sama istri aku.
01:35Yaudah mana? Coba.
01:36Bapak kan butuh uangnya.
01:37Ya, sabar.
01:38Enggak.
01:42Aku gak akan pernah menjual rumah ini.
01:47Dengan, ya?
01:48Kalian pikir selama aku nikah sama Firza, aku itu bahagia?
01:53Enggak.
01:54Aku gak pernah bahagia.
01:56Selama ini aku tuh menderita.
02:00Dan kamu ya, Mas.
02:01Kamu tahu kan rumah ini satu-satunya jaminan hidup untuk aku sama Dinda.
02:06Dan aku sama Dinda juga gak akan pernah mau tinggal di rumah yang kumuh, Mas.
02:14Lagi pula ya.
02:15Kalau aku gak mengubah sertifikat rumah ini, aku yakin banget.
02:19Ibu pasti udah ngejual rumah ini untuk kamu.
02:21Dan Mas, kamu ini gak akan dapat apa-apa.
02:29Kenapa jadinya yang lain saya?
02:31Ini rumahnya bapak sama ibu.
02:33Jadi, terserah mereka dong.
02:35Ini dijual untuk apa, untuk siapa.
02:37Terserah mereka rumahnya mereka kok.
02:38Enggak, enggak, enggak.
02:40Salah kamu tahu ya?
02:42Selama ini, bapak sama ibu cuma sayang sama kamu.
02:46Bapak sama ibu pilih kasih sama kamu.
02:49Iya kan, Bu?
02:49Bapak sama ibu pilih kasih sama ibu.
03:19Ibu nunduk sama ibu pencuri.
03:21Kamu bisa diep gak?
03:23Ibu ini lagi bicara sama anaknya ibu.
03:31Bukannya kamu bangga, eh?
03:34Kamu bangga kan udah mencuri harta bertua kamu.
03:38Kamu bangga.
03:40Mas.
03:42Kata mau di mana sih?
03:43Cocok banget, pantesan aja kalian nikah.
03:46Cocok banget kok.
03:47Sama-sama serakah.
03:51Oh, tapi kalian gak cocok tinggal di rumah ini.
03:53Kalian cocoknya tuh di neraka yang paling dalem.
03:56Jangan mau nunggu banget, Bang.
03:57Jangan mau nunggu.
03:58Jangan mau nunggu.
03:59Jangan mau nunggu.
03:59Jangan mau nunggu.
03:59Oh, mas.
04:00Jangan mau nunggu.
04:00Jangan mau nunggu.
04:00Jangan mau nunggu.
04:01Jangan mau nunggu.
04:01Jangan mau nunggu.
04:03Kenapa sih kalian...
04:04Terus tuh ibu terus.
04:06Apa?
04:07Ibu juga mau ikut-ikutan mengutuk kami?
04:09Mending ibu simpan tenaga ibu.
04:12Karena kutukan dan sumpah-sumpah ibu itu tidak akan pernah bisa membayar tagihan rumah sakit bapak.
04:24Oh.
04:25Emangnya kamu selama ini bayar tagihan?
04:29Kamu bayar, nak.
04:35Sekarang dengar baik-baik anak-anak ibu.
04:37Kalau aja bapak kalian itu mau menjual rumah ini, pasti bapak kalian itu bijak.
04:47Dia akan membagikan semuanya dengan sama rata.
04:50Gak seperti kamu, Pirza.
04:52Enggak, bu.
04:53Enggak, bu.
04:53Kita pergi aja, bu.
04:54Mereka tuh gak pernah terhati, bu.
04:55Gak usah munafik.
04:57Kamu juga sebenar sama aja, kan?
04:58Cuma sumpahin doang depan ibu.
05:00Munafik, emang, semuanya di sini.
05:02Selamat.
05:07Sekarang bapak mau kerja.
05:22Oke.
05:22Jangan kemana-mana, janji?
05:23Iya, pak.
05:24Janji?
05:24Iya.
05:25Iya.
05:25Iya.
05:25Iya.
05:25Iya.
05:26Iya.
05:26Iya.
05:26Iya.
05:27Iya.
05:27Iya.
05:28Iya.
05:28Iya.
05:29Iya.
05:29Iya.
05:30Iya.
05:30Iya.
05:31Iya.
05:31Iya, pengen tahu kerjanya bapaknya.
05:34Hai, o.
05:35Iya, halo.
05:36Iya, lada, pak.
05:36Pak.
05:40Pak.
05:40Aduh.
05:41Iya.
05:42Belum terbuka lagi.
05:46Sil.
05:47Pokoknya jarang gak mau terpisah dari bapak sama ibu.
05:50Pokoknya jarang mau selamanya.
05:53Tak bapak sama ibu.
06:03Ibu.
06:05Tidak.
06:30Pake aja.
06:31Tidak bayar kok.
06:45Tidak...
06:48Tidak...
06:52Tidak...
06:54Tidak...
06:56Tidak...
06:58Tidak...
06:59Tidak boleh.
07:06Maaf tapi...
07:08Emang ada siapa yang lagi sakit?
07:11Bapak.
07:20Hei...
07:21Kalo kamu nangis terus...
07:26Gimana perasaan bapak kamu yang ada di dalam sana?
07:29Pasti dia ngerasa bersalah.
07:31Karena udah bikin kamu nangis.
07:32Tidak...
07:52Maaf ya...
07:54Satu tangannya jadi kotor.
07:55Tidak boleh.
07:56Udah gak apa-apa.
07:58Simpen aja.
07:59Buat kamu.
08:00Ini dia!
08:05Tidak boleh aku...
08:06Baik.
08:10Tidak boleh ontok...
08:12Tidak boleh...
08:14Hati!
08:16Tidak boleh juga.
08:17Tidak boleh saja...
08:18Tidak boleh presidency...
08:19Kalau hati kamu masih ngerasa gak enak, masih ngerasa sesak, solusinya cuma satu, berdoa.
08:29Berdoa sama Yang Maha Besar di atas sana, karena dia akan selalu mendengarkan doa umatnya.
08:40Makasih ya.
08:42Sama-sama. Maaf, tapi aku harus pergi sekarang.
08:49Ya Allah, Engkau yang maha kaya, Engkau yang maha mengetahui segalanya.
09:09Kepukanlah kami sekeluarga menghadapi ujian ini, Ya Allah.
09:13Ya Allah, berikanlah kekuatan untuk ibu dan bapak.
09:29Sustar, maaf, gimana kondisi suami saya?
09:33Kondisi Bapak Santoso setablo.
09:35Alhamdulillah. Terima kasih, Ustaz.
09:38Saya permisi, ibu.
09:50Jadi, dari hasil tes, menunjukkan adanya ketidakcocongan dengan calon donor.
09:54Pak, apa, dok?
09:57Tidak cocok?
09:58Pak, Pak.
10:01Pak.
10:06Pak.
10:07Pak.
10:09Pak.
10:10Tolong saya lakukan sesuatu, dokter.
10:14Saya akan melakukan apapun.
10:15Dan kami akan bayar berapapun diayanya.
10:20Tolong...
10:22Saya menemukan donor yang tepat untuk anak saya, dokter.
10:27Kami akan berusaha yang terbaik.
10:28Tapi mencari donor yang cocok untuk tepat waktu.
10:31Dan kemungkinan yang sangat kecil.
10:32Sampai jumpa.
11:02Sampai jumpa.
11:32Kenapa anak saya harus mengalami ini semua?
11:38Kenapa enggak ada ginjal yang cocok untuk dia?
11:45Kenapa saya juga tidak bisa memberikan ginjal saya untuk ginjal?
11:49Kenapa suami saya harus diabetes sehingga dia juga tidak bisa memberikan ginjalnya untuk anak saya?
11:56Kenapa?
12:03Abang ini begitu berlaku untuk saya.
12:06Ini tidak adil.
12:08Tidak adil.
12:09Sekarang bapak mau kerja.
12:20Dan mana-mana? Janji?
12:22Ya, pak.
12:22Janji?
12:23Ya.
12:23Bu, gimana kalau saya ikutnya?
12:34Siapa tahu ginjal saya cocok untuk anak ibu?
12:37Benar ingin mendonorkan ginjal kamu?
12:51Bahkan untuk orang yang enggak kamu kenal sekali pun.
12:54Saya paham rasanya di posisi ibu sekarang kayak gimana.
13:05Bapak saya juga lagi berjuang di dalam, Bu.
13:08Ya, semoga saja pengorbanan sekecil apapun yang saya lakukan bisa menyembuhkan kalau memberikan keselamatan untuk bapak saya.
13:30Saya enggak tahu hasilnya akan seperti apa.
13:33Tapi yang gilas, saya serang berterima kasih kamu sudah mau membantu.
13:41Terima kasih.
13:43Terima kasih.
13:45Terima kasih.
13:50Pak, ini...
13:55Ini...
13:56Dengan donor ginjal baru untuk anggap.
13:58Terima kasih, ya.
14:03Ya, jadi tes darah dan kemungkinan pinjal akan sederah keluar hasilnya.
14:24Setelah itu kita akan bicarakan untuk kemungkinan donornya.
14:26Ya, semoga hasilnya cocok.
14:30Ambil.
14:30Sejarah, terima kasih, ya.
14:34Mengenai ayah kamu, insya Allah beliau akan mendapatkan penanganan yang terbaik.
14:38Jadi, kamu enggak usah khawatir, ya.
14:43Terima kasih, dok.
14:44Ya.
14:46Bu.
14:48Maaf, mbak.
14:50Saya ketiduran.
14:52Saya minta maaf saya belum mendapatkan biaya buat operasi suami saya.
14:57Justru saya kesini mau kasih kabar kalau operasi Pak Santoso segera disiapkan, bu.
15:04Maksud...
15:05Mbak...
15:06Ibu tenang aja.
15:08Jadi ada seorang donatur yang ingin membiayai operasi Pak Santoso.
15:16Masya Allah, mbak.
15:18Jadi...
15:19Ada yang mau membiayai...
15:21...operasi suami saya?
15:24Betul, bu.
15:24Siapa, mbak?
15:26Dia tidak mau disebutkan namanya, bu.
15:30Jadi ada...
15:31Ada orang sebaik itu yang mau mendolong suami saya?
15:34Iya, betul, bu.
15:37Jadi, bu, tenang aja, ya.
15:39Terima kasih, mbak.
15:40Iya, sama-sama, bu.
15:42Kalau begitu, saya permisi dulu, ya, bu.
15:45Kami akan seger mempersiapkan operasi Pak Santoso.
15:48Makasih sekali lagi, mbak.
15:50Iya, sama-sama, bu.
15:51Ya Allah, terima kasih, ya Allah.
16:01Makasih, ada apa?
16:04Kenapa, bu?
16:05Kamu tahu?
16:06Tadi orang admin itu datang ke sini.
16:10Dia bilang ada orang yang bantu bapamu...
16:12...buat bikin operasinya.
16:14Ibu juga nggak tahu siapa.
16:15Ini pertolongan Allah buat bapamu, nak.
16:21Ini bener-beneran, bu.
16:26Masya Allah.
16:27Ini beneran kebaikan bapak selama ini sama orang lain, bu.
16:30Dibalah sama Allah.
16:32Alhamdulillah, nak.
16:33Alhamdulillah.
16:34Kamu tuh dari mana?
16:40Ibu dari tadi sendirinya.
16:43Tadi Zara dari toilet, bu.
16:46Tapi, bu.
16:48Zara...
16:49...izim pergi, ya.
16:52Kamu ke mana lagi?
16:55Zara dapat...
16:57...dapat kerjaan, bu.
16:59Jadi, Zara sempat melabar di salah satu perusahaan.
17:05Alhamdulillah, keterima, bu.
17:11Cuman kerjaannya di luar kota.
17:14Jadi, Zara harus menetap di sana selama beberapa waktu, bu.
17:19Zara...
17:20...Ibu bahagia dengar kabar ini, nak.
17:24Tapi, ibu kan harus menghadapi operasi bapakmu.
17:28Kamu nggak bisa temanin ibu.
17:30Kamu tuh udah sebentar, ya, nak.
17:32Iya.
17:33Maaf, bu.
17:37Zara nggak mau...
17:38...menghilangkan kesempatan ini, ibu.
17:42Karena kesempatan ini juga bisa...
17:45...untuk bayar pemulihan operasi bapak.
17:47Iya.
17:56Nak.
17:58Tetap berdoa, ya.
18:03Buat bapakmu.
18:04Buat ibu juga, ya, nak.
18:07Ya.
18:09Jaga diri kamu baik-baik, ya.
18:12Hati-hati, ya, nak.
18:16Ibu juga selalu akan doai kamu.
18:18Ibu juga hati-hati selalu kabarin gimana kondisi bapak atau Zara, ya.
18:29Iya, nak.
18:30Pasti.
18:31Ya.
18:36Selamat, ya.
18:38Ya.
18:38Ya.
18:38Di hari kau terjatuh, dunia berubah sepi.
18:44Di hari kau terjatuh, dunia berubah sepi.
19:09Mereka yang dulu dekat, berlahan pergi.
19:14Berlahan pergi, janji yang kau percaya hilang dalam sunyi, dan semua yang kau punya tak kembali.
19:29Tak ada yang bertahan di saat kau terlukan.
19:36Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
19:43Tenang, ku tetap untukmu.
19:49Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
19:57Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
20:03Izinkanku, izinkanku jaya menemuimu.
20:10Tapi ada yang masih berdiri, tanpa diminta menguatkanmu meski dirinya terluka.
20:23Tenang, ku tetap untukmu.
20:30Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
20:37Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
20:44Izinkanku, izinkanku jaya menemuimu.
20:51Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
20:58Ku akan tetap bertahan di sisimu.
21:05Ku tetap untukmu.
21:09Saya semua nak ikut bersama.
21:27Jadi, apa yang harus saya bercanda dengan kamu?
21:31Secara, saya cawula 2 kalinya kek anda.
21:35Enggak tahu lagi harus bicara apa sama kamu.
21:41Bapak gak perlu ngomong apa-apa sama saya, Pak.
21:45Di sini saya yang sangat amat berterima kasih.
21:49Terima kasih karena Bapak dan Ibu.
21:51Bapak saya bisa operasi.
21:56Saya boleh minta tolong gak sama Bapak dan Ibu.
22:00Selama kami mampu melakukannya, pasti kami akan bantu, Zahra.
22:08Kalau nanti terjadi sesuatu sama Zahra,
22:16Zahra minta tolong untuk Bapak nguduhin penomor ini, ya?
22:19Soalnya Zahra gak mau sampai Ibu khawatir sama Zahra.
22:25Maaf, tapi kami yakin sekali.
22:28Kalau kamu baik-baik saja.
22:30Dan akan segera berkumpul kembali dengan keluarga kamu.
22:34Insya Allah.
22:35Amin.
22:35Amin.
22:38Ternyata Tuhan telah mengirimkan seorang malaikat
22:41untuk menyelamatkan anak kami.
22:44Dan kamu adalah malaikatnya, Zahra.
22:47Kamu pasti baik-baik saja.
22:50Terima kasih.
22:57Mas.
22:57Mas.
22:58Mas.
23:00Semoga berhasil.
23:12Amin.
23:12Amin.
23:14Amin.
23:15Amin.
23:15Amin.
23:16Amin.
23:16Amin.
23:16Amin.
23:17Amin.
23:17Amin.
23:17Amin.
23:17Amin.
23:17Amin.
23:18Amin.
23:18Amin.
23:18Amin.
23:18Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:19Amin.
23:20Amin.
23:20Amin.
23:20Amin.
23:21Amin.
23:21Amin.
23:21Amin.
23:21Amin.
23:22Amin.
23:22Amin.
23:22Amin.
23:22Amin.
23:23Amin.
23:23Amin.
23:24Amin.
23:24Amin.
23:24Amin.
23:24Amin.
23:25Amin.
23:26Terima kasih telah menonton
23:56Terima kasih telah menonton
24:26Terima kasih telah menonton
24:56Terima kasih telah menonton
24:58Terima kasih telah menonton
25:00Terima kasih telah menonton
25:02Terima kasih telah menonton
25:04Terima kasih telah menonton
25:06Terima kasih telah menonton
25:08Terima kasih telah menonton
25:10Terima kasih telah menonton
25:12Terima kasih telah menonton
25:14Terima kasih telah menonton
25:16Terima kasih telah menonton
25:18Terima kasih telah menonton
25:20Terima kasih telah menonton
25:50Mas
25:52Siapa mas yang bayar operasinya bapak?
25:54Tau
25:54Tau
25:55Tau
25:56Tapi
25:58Bodoh banget ya
25:59Yang penting bukan duit aku
26:00Tau
26:30Ya Allah
26:31Alhamdulillah
26:32Alhamdulillah
26:33Kamu sudah sadar
26:35Alhamdulillah
26:36Alhamdulillah
26:37Alhamdulillah
26:38Alhamdulillah
26:39Zara
26:40Zara
26:52Operasinya berhasil
26:54Anak saya selamat
26:56Sekarang dia akan benar-benar hidup
27:02kerana kamu, Zara
27:04Zahra, terima kasih banyak. Kamu benar-benar malaikat.
27:18Zahra, kamu tidak perlu khawatir. Jangan fikirkan apa-apa.
27:27Kamu fokus saja dengan kesembuhan kamu, ya?
27:34Zahra, saya juga sudah mencari informasi tentang ayah kamu.
27:40Dia sudah selesai operasi dan keadaannya baik-baik saja.
27:45Jadi kamu tidak perlu khawatir, ya?
27:54Terima kasih.
28:04Terima kasih.
28:05Asyik.
28:06Asyik.
28:07Asyik.
28:08Asyik.
28:09Asyik.
28:10Anak.
28:12Asyik, asyik.
28:15Oh, kamu berapa?
28:29Kemudian anak.
28:31Ada, ambil ini, Bapak Airi. Kopi.
28:37Aduh! Angat!
28:46Ada.
29:01Aduh!
29:04Firza!
29:05Torek!
29:06Ini kenapa Bapak disiram?
29:12Hei! Kenapa?
29:14Firza!
29:15Orik! Ayo sini, nak. Kita makan dulu.
29:18Firza!
29:20Orik!
29:21Tarik Firza!
29:23Mati Bapak!
29:24Firza!
29:26Masak, Torek.
29:29Firza!
29:35Bapak!
29:36Pak!
29:37Pak!
29:38Pak!
29:39Pak!
29:40Pak!
29:41Pak!
29:42Pak!
29:43Pak!
29:44Pak!
29:45Iya, Pak. Sebentar, Ibu ambil minum, ya.
29:48Iya.
29:49Ibu panggilin dokter dulu, ya, Pak.
29:51Pak!
29:52Pak!
29:53Pak!
29:54Pak!
29:55Pak!
29:56Pak!
29:57Pelan-pelan, ya. Minumnya, ya, Pak.
30:02Bapak, dengar suara Ibu, kan?
30:06Enggak.
30:11Bu, ayah.
30:14Kenapa tanganku?
30:15Enggak.
30:16Enggak.
30:17Enggak.
30:18Enggak.
30:19Enggak.
30:20Enggak.
30:21Enggak.
30:22Enggak.
30:23Enggak.
30:24Sudah siuman?
30:25Alhamdulillah, Dok.
30:26Suami saya sudah siuman.
30:28Tapi...
30:29Kenapa tangannya susah digerakkan, ya, Dok?
30:32Mohon maaf, Bu.
30:33Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik.
30:37Tapi...
30:38Ada beberapa syarab di tangan Pak Santoso yang sudah tidak bisa terselamarkan lagi.
30:46Tapi masih bersyukur, Pak Santoso, tangannya tidak jadi diamputasi.
30:51Sabar, ya.
30:52Permisi.
30:54Bu, anak.
30:55Bapak.
30:56Bukan sudah di operasi, Bu.
30:59Bukan masih, Bu.
31:00Dokternya sudah hilang di operasi.
31:04Iya, iya.
31:06Bapak harus tenang, ya.
31:07Bapak harus yakin.
31:09Bapak, dokter, Bu.
31:11Yakin, ya, Pak.
31:13Anda semua yakin, Bu.
31:27Nah, Sahra sudah bisa pulang sekarang.
31:29Alhamdulillah.
31:30Tapi tetap harus beristirahat beberapa minggu ke depan.
31:33Agar kondisinya bisa segera lekas pulih.
31:35Baik, dokter.
31:37Kalau begitu saya permisi dulu.
31:38Mari, Bu.
31:39Makasih, ya, Bu.
31:40Terima kasih, dokter.
31:53Ada apa, Sahra?
31:54Tante.
31:58Tante.
32:01Zara nggak mau Bapak sama Ibu tahu semua soal ini.
32:06Mereka pasti khawatir banget kalau ngelihat Zara istirahat selama beberapa minggu.
32:11Kalau gitu gimana untuk sementara waktu kalau Zara tinggal dulu di rumah kami.
32:19Sampai keadaan kamu benar-benar pulih, terus kamu bisa kembali ke rumah.
32:24Gimana?
32:25Zara mau, Tante.
32:29Makasih banyak ya, Tante.
32:33Zara, kamu nggak perlu berterima kasih.
32:39Kamilah yang seharusnya berterima kasih banyak-banyak sama kamu, nak.
32:44Tante akan berusaha merawat kamu sebaik mungkin.
32:50Biar kamu cepat sehat, terus bisa pulang ke rumah.
32:54Ya?
32:59Bentar.
33:00Ada telepon.
33:02Tante akan telepon lu, ya?
33:03Ya, Tante.
33:05Ya udah.
33:14Ya udah.
33:15Ya udah.
33:16Ada telepon lu, ya udah.
33:17Ya udah.
33:18Wenya.
33:19Ya udah.
33:20Ya udah.
33:38BBé«”.
33:39Assalamualaikum Zahra
33:46Gimana kerjaan kamu?
33:49Masih ada beberapa yang harus darah urus
33:51Tapi
33:52Kamu baik-baikan nak
33:54Alhamdulillah
33:56Semuanya lancar Bu
33:58Pokoknya Ibu gak usah khawatir ya
34:01Keadaan Bapak gimana Bu?
34:05Alhamdulillah
34:06Kondisi Bapak
34:07Makin baik
34:09Alhamdulillah
34:10Zahra seneng banget dengernya Bu
34:14Nanti sampeinnya salam Zahra untuk Bapak
34:17Nanti
34:19Kalo semua kerjaan Zahra udah selesai
34:22Zahra pulang
34:24Iya iya nak
34:25Kita semua tunggu kamu ya
34:28Kita kangen
34:37Zahra
34:39Ada apa Bu?
34:40Nggak
34:41Maksud ibu
34:43Kamu baik-baik ya nak
34:45Kamu harus sehat
34:47Ibu dan Bapak selalu doain kamu ya nak
34:51Ya Allah Zahra
35:03Ya Allah Zahra
35:04Aku bahkan gak tegak
35:06Pegang
35:07Mau kasih tau Zahra
35:09Mau kasih tau Zahra
35:09Kalo Firza
35:10Kalau Firza ngubah kepemilikan rumah
35:14Jangan jadi nama Nur
35:15Apalagi
35:17Gua kasih tau Bapak
35:20Iya iya Pak
35:21Iya iya Pak
35:21Bapak
35:22Bapak
35:22Bapak culuk tanggung tanggung
35:23Biar aku yang urus administrasi
35:24Semuanya
35:25Saya kan memang
35:26Ini tanggung jawab saya Pak
35:28Kalau Bapak cuma ngasih
35:29Saya waktu cuman
35:30Gak lebih dari satu minggu
35:33Gimana saya bisa baca manualnya
35:34Itu kan mesin baru Pak
35:36Betul
35:37Betul
35:38Iya Bapak gak salah
35:39Bapak gak salah
35:39Tapi
35:40Besok kita ketemu di kantor jam 9
35:44Gimana
35:45Gimana
35:46Apa yang urusnya
35:47Kantor jam 9
35:48Nanti jam saya perangkat dulu
35:49Astagfirullah
35:59Siapa telpon dulu
36:00Pak
36:01Pak Ketit
36:03Zahra Pak
36:06Zahra itu katanya kangen
36:08Sama kita berdua Pak
36:10Oh iya
36:11Sehat ya
36:14Alhamdulillah
36:15Pak
36:17Bapak itu harus banyak makan
36:21Istirahat
36:23Karena Bapak itu pasti kangen kan
36:25Sama suasana rumah kita
36:27Ibu juga pengen masakin Bapak
36:29Ibu juga kangen kan
36:31Sama rumah kita Pak
36:32Kangen sama sotonya Ibu
36:35Nama tempe ya
36:37Pelan pelan ya Pak
36:41Baik
36:43Baik
36:45Baik
36:46Baik
36:47Baik
36:48Baik
36:49Baik
36:50Baik
36:51Baik
36:52Baik
36:53Baik
36:54Baik
36:55Baik
36:56Baik
36:57Baik
36:58Baik
36:59Baik
37:00Baik
37:01Baik
37:02Baik
37:03Baik
37:04Baik
37:05Baik
37:06Baik
37:07Hai, Babe!
37:17Sayang.
37:21Hai.
37:22Ini buat kamu, sayang.
37:25Makasih loh, sayang. Kok kamu nggak bilang udah di rumah?
37:29Oh, aku tahu. Kamu sengaja bikin surprise buat aku.
37:32Emang kamu nggak suka di surprise-in?
37:34Saya nggak gitu dong. Masa aku nggak suka di surprise-in sama kamu?
37:40Sayang, aku tuh nggak tenang gara-gara kepikiran kamu terus.
37:45Syukurlah, kamu dapat di luar juga.
37:51Iya. Aku juga sempat putus asa sih.
37:56Mama bilang, dia ketemu semua orangnya nggak sengaja di rumah sakit.
38:04Enggak.
38:06Barusan Mama telpon.
38:08Kalau dia dan pendonor kamu itu on the way ke rumah.
38:12Jadi, Papa tunggu di bawah ya.
38:15Makasih ya, Pa.
38:17Sel?
38:18Ya, Om.
38:26Pendonor kamu ngapain kesini?
38:27Sayang.
38:30Untuk sementara waktu ini, dia bakal tinggal di rumah ini.
38:35Untuk proses pemulihan.
38:37Katanya dia nggak mau bikin orang tuanya khawatir.
38:42Ya, hitung-hitung bales Budi lah.
38:44Kan dia udah nyelamatin nyawa aku.
38:45Kita udah sampe.
39:04Ayo, Jara, pelan-pelan.
39:06Gak sih, Pak?
39:07Terima kasih, Pak.
39:14Selamat datang.
39:17Om.
39:18Tante.
39:20Terima kasih banyak ya.
39:24Maaf kalau...
39:26...kalau saya jadi ngerepotin Om sama Tante.
39:28Sama sekali enggak.
39:30Apa yang kami lakukan ini...
39:33...tidak ada apa-apanya...
39:35...dengan pengorbanan kamu untuk anak kami.
39:40Nih.
39:42Tak istirahat yuk.
39:43Dalam.
39:45You're such an angel.
39:47Makasih banyak ya.
39:49Justru aku yang terima kasih.
39:52Berkat Bapak sama Ibu kamu.
39:54Bapakku jadi bisa diokasi.
39:55Bapak ibu aku.
40:01Iya kamu anaknya.
40:02Zahra.
40:04Ini Michelle.
40:05Dia adalah pacarnya Angga.
40:07Anak kami.
40:11Angganya mana, Shell?
40:25Pakai aja.
40:27Enggak bayar kok.
40:34Emangnya siapa yang lagi sakit?
40:37Ini Bapak.
40:41Kamu?
40:42Oh.
40:45Aku tahu pasti kamu kesini mau balikin sapu tangan ya?
40:49Iya kan?
40:52Kok sapu tangan?
40:53Enggak.
40:55Zahra ini yang donorin ginjalnya untuk kamu.
40:59Iya emang aku cuma bercanda.
41:00Aku tahu kok.
41:02Zahra.
41:04Makasih ya.
41:06Kamu ngelamatkan aku.
41:16Yaudah.
41:17Mama antar Zahra ke dalam dulu ya.
41:19Biar Zahra istilahat.
41:20Istilahat.
41:21Ya.
41:22Yuk saya.
41:24Zahra.
41:25Kamar kamu ada di sebelah sana.
41:26Minta antar ya.
41:27Supaya kamu bisa istilahat dulu.
41:31Aku bersyukur sih Pak.
41:32Zahra mau donorin ginjalnya buat aku.
41:36Tapi sebenarnya aku juga ngerasa bersalah.
41:39Karena aku tahu.
41:40Zahra tuh lagi banyak beban mikirin bapaknya yang lagi sakit.
41:44Kamu tuh gak perlulah.
41:46Punya perasaan seperti itu.
41:47Ya sedia-sia sekarang kita kan bisa bantu bapaknya Zahra juga.
41:51Dan nanti selama dia tinggal di sini kita kan bisa bantu dia.
41:55Setidaknya kita bisa bales budi atas semua perbuatan dia.
41:58Kita harusnya bersyukur.
42:01Kepiun Zahra.
42:03Dia sudah menyelamatkan dua nyawa.
42:06Kamu juga bapaknya.
42:07Semoga kamu nanti di sini bisa betah ya.
42:21Ini ya Tanta.
42:23Biar Tanta bisa jaga kamu.
42:25Terima kasih Tanta.
42:30Kamarnya sebelah sana ya.
42:33Ini dia.
42:34Ayo sini.
42:47Ini kamar kamu.
42:48Kamar kamu.
43:03Zahra.
43:07Mudah-mudahan kamu bisa istirahat di sini dengan nyaman ya.
43:14Tanta akan coba sebaik mungkin merawat kamu.
43:18Jadi kalau kamu perlu apa-apa, kasih tau Tanta ya.
43:22Makasih ya Tanta.
43:24Anggap rumah sendiri.
43:28Ya sudah, sini.
43:30Kalau gitu Tanta keluar dulu ya.
43:34Tanta menyiapkan makanan sekalian.
43:36Kamu istirahat.
43:38Makasih Tanta.
43:41Ya sudah.
43:43Tanta keluar dulu ya.
43:48Tanta.
43:58Tantsi.
43:59Yang kawinan ini.
44:00Tantang.
44:01Tantang.
44:02Tantang.
44:04Tantang.
44:06Tantang.
44:07Tantang.
44:08Tantang.
44:09Kamu kenapa sayang?
44:11Bapak kamu tuh besok keluar dari rumah sakit.
44:15Terus?
44:17Terus?
44:19Mas kamu ngerti kan kondisi kita tuh lagi kayak gimana?
44:23Dan kamu itu satu-satunya anak yang punya gaji tetap.
44:29Jujur ya mas, gaji kamu aja tuh gak cukup buat kita.
44:33Terus kamu gaya-gayaan sekarang mau nampung ibu sama bapak.
44:36Terus kamu juga yang mau bayarin semua pengobatan bapak.
44:40Hah?
44:41Mikir coba mas.
44:44Nah kamu tenang aja.
44:46Besok aku coba bicara sama Torik.
45:06Tidak.
45:30Hai, Sobat Seginjal.
45:32Kamu gimana? Udah enakan?
45:36Alhamdulillah aku udah lumayan.
45:39Aku juga rutin minum obat yang dikasih sama dokter.
45:42Aku...
45:48Kita ngobrol di depan aja yuk.
45:51Kamu gak perlu ngerasa bersalah gitu.
46:09Tapi salah gitu.
46:12Justru aku ngerasa kalau ini semua udah takdir.
46:16Aku bisa bantu kamu.
46:19Dan orang tua kamu bisa bantu aku untuk biaya operasi bapak.
46:25Tapi kamu hebat ya?
46:27Gak semua orang loh rela berkorban demi orang lain.
46:30Kalau mempertemukan kita pasti untuk saling bantu.
46:39Aku harap...
46:42Setelah aku pulih nanti...
46:45Kita masih tetap bisa berteman ya.
46:50Zara...
46:52Aku gak mungkin ngelupain kamu.
46:55Perempuan yang udah ngasih bagian penting dari dirinya...
46:57Buat aku.
47:12Mas si aku tuh gak punya duit mas.
47:15Gak punya duit ya gimana ngurus bapak? Bentar.
47:17Gimana?
47:18Gak mungkin mas.
47:20Ya terus maksudnya gimana?
47:21Aku tuh udah punya anak. Udah punya istri Torik.
47:23Kalau uang aku dipakai buat berobat bapak semuanya...
47:26Anak sama istri aku mau makan apa.
47:29Lagiannya kamu...
47:30Kamu itu anaknya bapak juga.
47:31Harusnya kamu ikut tanggung jawab buat masalah ini.
47:33Gimana sih?
47:34Yang dibilang sama mas kamu ini bener.
47:37Kamu tuh belum punya tanggungan.
47:38Harusnya kamu bisa lebih fokus urus bapak sama ibu.
47:41Aku dengerin tuh.
47:42Mbak gini ya.
47:43Kalau mas Firza ini mau ngisiin uangnya sedikit buat bapak bisa kok.
47:47Apalagi kalau mbak Nur gak boros ngabisin duitnya mas Firza.
47:50Bisa dong ngurus bapak sama ibu di rumah ini.
47:52Enggak bukan, bukan gitu.
47:54Nih Torik.
47:55Kamu lupa.
47:56Kan kamu sendiri yang bilang katanya aku nanti bakal bawa bapak sama ibu ke Semarang.
48:00Iya kan?
48:01Ini ya udah.
48:02Ini saat yang tepat buat kamu bawa bapak sama ibu ke Semarang.
48:06Ayo silahkan.
48:07Mas itu emang benar.
48:08Benar.
48:09Itu niatan aku di awal.
48:10Tapi lihat mas.
48:11Lihat coba nih.
48:12Nih.
48:13Rumah ini sekarang aja udah jadi miliknya mas Firza kan?
48:16Hah?
48:17Sedangkan aku di Semarang ngekos-kosan aku kecil.
48:20Gak mungkin mas.
48:21Gak bisa.
48:23Sekarang ini bapak sama ibu tinggal di sini sama mas.
48:27Kalau nanti bisnisku membaik aku yang bawa mereka.
48:31Ya pertanyaannya nih ya sampai kapan?
48:34Sampai kapan kamu mau mebebankan bapak sama ibu ke aku?
48:38Ke kami yang udah berkeluarga Torik sampai kapan?
48:47Udah sekarang gini aja ya.
48:50Siapa yang urus ibu?
48:52Siapa yang urus bapak?
48:53Biar gak jadi beban untuk kita.
48:55Apa?
49:25Kau hancurkan semua haram.
49:38Tak pernah kusangka kau bisa begitu kejam.
49:44Sejauh apa kau lupa Hingga tawangan aku dalam doamu
49:58Kau melukai hati Dan hancurkan mimpi-mimpi
50:05Sisakan lu ketak turamati Tapi ku tetap di sini
50:17Nama bapak tidak ada di tabungan haji kami.
50:20Kalian pura-pura jadi anak yang berbakti sama orang tua.
50:23Pura-pura jadi anak yang baik.
50:24Itu semua buat apa?
50:26Bapak harus sabar, ibu juga harus sabar.
50:29Insya Allah indah pada waktunya ya mbak.
50:32Kalian gak biarin bapak sama ibu pergi gitu aja?
50:35Adar gak sih mas duraka sama orang tua?
50:37Harusnya kalian yang keluar dari rumah ini.
50:40Mbak! Mas! Mas Tirta!
50:42Karena memang di pabrik ini sedang belum ada lowongan
50:45Makanya Pak Santoso saya kasih informasi
50:47Ada pabrik besi di Jalan Merpati.
50:49Pak!
50:50Pak!
50:51Pak!
50:52Pak!
50:53Ibu!
50:54Bapak mau sih?
50:56Ibu kan punya Zara.
50:58Mulai sekarang kita tinggal bareng.
Komentar