Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SOLO, KOMPAS.TV - Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Afriansyah Noor mendadak sowan ke kediaman Presiden ke 7 Joko Widodo.

Afriansyah mengatakan pertemuan tak membahas soal politik, dan kunjungannya ini pun spontan tanpa ada arahan dari petinggi partai.

Wasekjen juga mengatakan tidak membahas terkait isu Ijazah saat bertemu Jokowi hingga soal Capres-Cawapres 2029.

#jokowi #solo #demokrat

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649359/full-isi-pertemuan-wasekjen-demokrat-dan-jokowi-di-solo-singgung-ijazah

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Oh enggak, jadi gini, kalau soal ijazah saya tidak bersinggungan sama sekali, karena saya tahu persis,
00:06oh iya, baik, saya hari ini hadir dalam rangka silaturahmi dengan Bapak Presiden ke-7, Bapak Jokowi Dodo,
00:17yang juga pernah menjadi pemimpin saya di era saya jadi Wakil Menteri Tenaga Kerja 2022-2024.
00:30Nah kehadiran saya, kebetulan saya dari Pak Citan menghadiri acara The Yudhoyono Institute yang diundang oleh Pak SBE, Presiden ke-7,
00:41dan kami di sana berdiskusi soal-soal perekonomian, soal-soal dinamika internasional ya,
00:50yang tentunya sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja mendapatkan informasi yang sebaik-baik.
00:57Nah kebetulan juga, setelah dari Pak Citan, saya akan kembali ke Jakarta via Solo.
01:05Hari ini saya pesawat jam 13.30, jadi sebelumnya tadi saya matur ajutan Pak Jokowi untuk silaturahmi,
01:14dan Alhamdulillah beliau memberikan kesempatan saya untuk bertemu dengan beliau.
01:18Ya Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan tokoh dan pemimpin bangsa di eranya ya,
01:26Pak SBE di eranya, Pak Jokowi di eranya,
01:29dan tentunya juga sebagai orang atau pemimpin yang saya hormati ketika saya ada di sini,
01:37dan saya minta waktu bisa bertemu dan beliau menyiapkan itu untuk ketemu.
01:42Ya pertama soal nostalgia ya, zaman beliau menjadi presiden,
01:49dan juga kebetulan putra-putri saya itu dinikahkan oleh beliau sebagai saksi menikah.
01:56Jadi putri pertama saya 2019, putra kedua saya tahun 2024.
02:03Jadi ini nostalgia, dan saya kaligus kita ya berdiskusi soal-soal hal-hal yang kecil ya,
02:13dan tentunya juga ke depan ya pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran sebagai Wakil Presiden ini
02:21bisa berjalan mulus sampai dengan 2029 ya,
02:25dan kami dari kabinetnya Pak Prabowo Gibran ini fokus bekerja,
02:31fokus menyelesaikan persoalan-persoalan yang memang harus,
02:36kalau saya di bidang ketenaga kerjaan ya,
02:38soal pekerja, soal upah buhu, upah minimum ya,
02:43kemudian soal vokasional, soal bagaimana kita menciptakan kesejahteraan melalui BPJS tenaga kerja,
02:51ini kita lakukan.
02:52Ada menyinggung soal ijazah nggak sih Pak?
02:54Karena kan mungkin konflik ijazah kan juga sempat menyarat Demokrat juga Pak SBE ya.
02:58Oh enggak, jadi gini,
03:00kalau soal ijazah saya tidak bersinggungan sama sekali,
03:03karena saya tahu persis ya menurut keyakinan saya Pak Jokowi,
03:07selama berproses melakukan proses politik terakhir sebagai presiden kan sudah melalui tahapan-tahapan.
03:15Jadi kalau soal ijazah itu ya saya tidak menyinggung sama sekali dan Pak Jokowi juga tidak menyinggung,
03:21dan kami kebetulan saya sekarang di wakil sekjen Partai Demokrat,
03:25Pak Jokowi juga saya infokan dan beliau juga sudah tahu bahwa Demokrat sangat tidak mungkin ya,
03:35membuat fitnah atau lagi menuduh, itu tidak wataknya Pak SBE,
03:40tidak wataknya Pak AHI, dan juga tidak wataknya Partai Demokrat.
03:45Partai Demokrat ini partai kaum intelektual,
03:48kaum agamais,
03:49jadi kaum yang betul-betul menjunjung tinggi cara berpolitik yang santun,
03:54dan nasionalis,
03:56religius lah yang kami tanamkan.
03:58Jadi insya Allah tadi,
04:01malah Pak Jokowi pesan salam buat Pak SBE,
04:03buat Mas AHI,
04:04dan tentunya juga harapan-harapan ini,
04:07kita dengan jumlah penduduk yang besar ya,
04:10280 juta penduduk Indonesia ini,
04:13ini harus bersama-sama membangun bangsa,
04:15bersama-sama seluruh tokoh bangsa ini,
04:19memperkuat untuk membuat negara ini lebih kuat,
04:23lebih sejahtera,
04:24dan lebih mantap lagi.
04:25Hubungan Pak Jokowi dengan Pak SBE pun juga baik ya Pak,
04:28setelah dua-duanya tertimpa ISO Ijazah.
04:30Oh sangat baik,
04:31dan justru tadi saya cerita,
04:32saya melihat museum Pak,
04:34terus wah boleh juga tuh,
04:35kapan-kapan kita bisa kunjungan ke museumnya Pak SBE,
04:39yang dipacita,
04:41museum SBE Andi.
04:42Tadi sempat membawa pesan dari Pak SBE enggak Pak,
04:45untuk Pak Jokowi?
04:46Kenapa?
04:47Pak SBE ini dipesan enggak untuk Pak Jokowi?
04:48Pak SBE kebetulan saya tidak melapor dengan Pak SBE,
04:51ini kan gosok,
04:52saya tidak ada spontanitas saja,
04:55tidak ada niat untuk,
04:56tadi malam saya satu bangku sama Pak SBE,
04:59jadi saya hanya spontanitas,
05:01dan saya tidak,
05:03apa namanya,
05:04tidak lapor Pak SBE bahwa saya ini,
05:06jadi karena mungkin saya takut Pak Jokowi sibuk ya,
05:09jadi saya minta matur tadi pas sampai Solo,
05:11setelah kita kunjungan ke SBE,
05:13jadi sondakan ya,
05:15kita kunjungan,
05:16kita lihat,
05:18dan saya dapat waktu jam 11.30,
05:20tadi diterima jam 11.45,
05:24ya,
05:24dan mudah-mudahan,
05:26Pak Jokowi,
05:27sebagai Presiden ke-7 ya,
05:29sehat,
05:30dan tentunya diberikan keberkahan,
05:32dan tentunya juga,
05:34putra beliau,
05:35Mas Gibran,
05:36yang sekarang diberi aman sebagai Wakil Presiden,
05:38dapat betul-betul membantu Presiden Prabowo,
05:41bersama jajaran yang lain,
05:43terutama juga saya sebagai kabinet beliau,
05:45Insya Allah Indonesia akan menjadi lebih baik,
05:47ketika kita satu mempersatukan,
05:49memperkuat,
05:50begitu.
05:51Pak Semata Dabralan,
05:52enggak akan Pak Jokowi pasuk ke,
05:53dan mau DEA,
05:54iya,
05:55antara,
05:55dan tak menakral,
05:58dan tak menakral,
05:59dan tak,
06:00dan tak,
06:01dan tak,
06:01dan tak,
06:01dan tak,
06:02dan tak,
06:03ya,
06:04ya,
06:04ya,
06:04ya.
06:05Kalau sebuah posisi Jemokat,
06:06tadi Partai PAN,
06:08kan sudah terang-terangan,
06:10untuk Wakil Pak Sudhas,
06:11nanti,
06:12jadi,
06:13demokrat,
06:14konsentrasi,
06:15ketika kami diberi amanah oleh Bapak Presiden Prabowo,
06:18di kabinet beliau,
06:19ada 6, 2 wakil menteri dan 4, 1 menko dan 3 menteri
06:30itu tentunya kami akan menyelesaikan tugas secara maksimal
06:35dan kami tidak bicara soal calon dari demokrat
06:39atau juga kami tidak bicara kapan demokrat mengumumkan
06:43kami kerja saja, yang ada di gabinet kerja, yang ada di partai
06:47tentunya menyelesaikan dan membuat partai ini lebih kuat
06:52membangun infrastruktur yang lebih baik
06:53oke, terima kasih
06:56kecepatan informasi dan akurasi adalah komitmen kami
07:04satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya
07:09saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan