00:00Di lembayung ujung kehidupan saat gelopak mata meredup ya
00:05Di lembayung ujung kehidupan
00:16Saat gelopak mata meredup
00:24Kupus sudah semua harapan
00:30Ini akhir perjalanan
00:37Telah membucur kaku tubuh fana
00:45Pipir pun membisu tak berdaya
00:54Terasa sunyi sepi dan hampa
01:02Seiring lalu sangkala
01:07Ingat waktu masih ada
01:14Kesempatan kau gejang menolak kebenaran
01:22Hanyut dalam pinggai-pinggai kesenangan
01:31Kau nistai kekudusan Tuhan
01:37Kini sudah terlambat semua
01:46Tidak ada lagi seputir pun asa
01:54Kekegalaan yang dasyat menanti
02:02Kengerian tak terberi
02:08Orang yang sibuk dengan
02:17Kesenangan dunia, gelak tawa dunia
02:22Tidak akan mungkin
02:24Bisa teosentris
02:31Tidak akan menjaga perasaan Allah
02:36Sebab mereka menjadi egosentris
02:39Atau antroposentris
02:41Mereka berpusat pada diri sendiri
02:43Apa yang menyenangkan dirinya
02:45Dan dukacita yang dialaminya
02:48Pasti dukacita yang
02:49Orientasinya pada
02:52Kesenangan diri, kepentingan diri
02:54Keuntungan diri sendiri
02:56Tetapi kalau berpusat pada Allah
03:00Yang dia jaga perasaan Tuhan
03:03Apakah hal ini menyenangkan hati Tuhan atau tidak
03:10Jika tidak
03:11Itu mendukakan aku
03:13Aku berduka
03:15Aku berduka karena aku belum melakukan ganda Allah secara patut
03:22Aku berduka cita karena aku belum menjadi seperti yang Allah kehendaki
03:30Betapa mengerikan keadaan seperti ini
03:34Kalau aku berhadapan dengan Allah di tahta pengadilannya nanti
03:39Atau di hadapan tahta pengadilannya nanti
03:43Orang sibuk dengan segala kesenangan
03:47Hanyut dalam bingkai-bingkai kesenangan
03:51Banyak kesenangan maksudnya
03:53Pasti orang-orang seperti ini menistai kekudusan Allah
03:58Kekudusan Allah
04:00Maksudnya adalah hal yang bertentangan dengan pikiran dan perasaannya
04:05Pikiran dan perasaan Allah
04:08Mungkin orang itu bukan pelanggar hukum
04:12Bukan orang bejat
04:14Tetapi kalau dia tidak melakukan apa yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah
04:22Itu menistai kekudusan Allah
04:24Secara moral umum
04:29Saya baik
04:30Tetapi ketika saya membandingkan hidup saya, diri saya dengan kekudusan Allah
04:37Dan itu nampak ketika kita menghadapi persoalan-persoalan
04:45Pergumulan-pergumulan
04:46Dimana lewat pergumulan itu ditunjukkan keberadaan diri kita
04:51Kita berduka cita
04:53Duka cita menurutkan Allah
05:00Seterhananya Bapak Ibu
05:02Kalau kita orang tua melihat anak kita salah
05:05Lalu anak itu sadar kesalahannya
05:08Ketika anak berkata
05:12Mami maafkan Mami
05:13Aku melukai Mami
05:15Aku telah berbuat kesalahan yang besar
05:18Maminya senang loh
05:21Ada kebahagiaan di hati Mami
05:23Atas kesalahan anak itu ketika dia berduka cita
05:28Karena melukai hati Maminya
05:31Dia lihat dia Mami sentris
05:32Kalau anak itu namanya Upi
05:34Bukan Upi sentris
05:36Tapi Mami sentris
05:37Tapi kalau Upi sentris
05:39Dia tidak akan berduka cita
05:40Yang penting Upi senang
05:41Biar Mama tidak senang
05:43Sama hal ini bisa dikenakan
05:45Dalam kehidupan
05:47Yang terkait dengan hubungan dengan Tuhan
05:50Di lembayung ujung kehidupan
05:54Artinya ketika kita di ujung nyawa kita
05:58Di lembayung ujung kehidupan
06:05Saat gelopak mata meredup
06:12Pupu sudah semua harapan
06:20Ini akhir perjalanan
06:26Telah membucur kaku tubuh fana
06:34Pipir pun membisu
06:39Tak berdaya
06:43Terasa sunyi sepi dan hampa
06:50Seiring lalu sang kalah
06:57Ingat waktu masih ada kesempatan
07:05Kau kejam menolak kebenaran
07:12Hanyut dalam pingkai-pingkai kesenangan
07:20Kau nistai kekudusan Tuhan
07:26Kini sudah terlambat semua
07:35Tidak ada lagi seputir pun asa
07:43Kekekalan yang dasyat menanti
07:50Kengerian
07:53Tak terberi
07:57Waktu orang sudah terbucur kaku
08:03Pipir membisu tak berdaya
08:09Coba mengerikan kan
08:12Pada waktu hidup
08:14Mana dia ingat
08:15Bahwa keadaannya itu
08:21Membawa dirinya kepada
08:22Kekekalan yang dasyat
08:26Makanya ketika kita masih ada
08:32Kesempatan
08:33Jangan menolak kebenaran
08:34Jangan menolak kebenaran