00:00Kerajaan surga.
00:02Bicara mengenai empunya kerajaan surga ini jangan hanya dipahami
00:06memiliki kerajaan secara fisik nanti di langit baru, bumi baru.
00:12Itu sudah pasti.
00:15Tetapi memiliki kerajaan Allah itu mulai sekarang.
00:20Mulai hari ini ketika masih hidup di bumi sudah empunya kerajaan Allah.
00:27Saudara bagaimana ya?
00:29Saudara bisa sadar ya.
00:33Tentu ada yang sudah sadar tapi banyak yang belum.
00:36Jangan saudara pikir ya surga itu tempat pembuangan yang nyaman.
00:43Sehingga Anda berharap kalau mati nanti masuk surga.
00:48Tapi selama hidup saudara tidak serius sungguh-sungguh mau masuk surga.
00:53Selama di dunia masih menikmati dunia.
00:57Dan setelah mati jangan masuk neraka.
01:00Anda tidak bisa menikmati surga nanti kalau tidak bisa menikmati surga hari ini.
01:08Anda tidak akan pernah menjadi baik dalam kerajaan Allah kalau tidak mulai baik sekarang.
01:17Jadi kalau orang hari ini jahat ya sudah pasti di neraka saja.
01:20Jangan berpikir bahwa setelah masuk surga biar jahat juga masuk saja.
01:29Karena dosa-dosanya diampuni.
01:31Tetapi potensi dosanya tidak dibereskan.
01:34Tidak apa-apa nanti di sana juga tidak ada setan lagi.
01:38Di sana juga tidak ada bujukan berbuat dosa lalu jadi baik.
01:41Tidak.
01:44Itu keliru saudaraku.
01:47Kuduslah kamu sebab aku kudus itu sejak di bumi.
01:51Bukan nanti kamu akan jadi kudus.
01:54Kamu harus sempurna seperti Bapak itu diucapkan di bumi dan harus digelar di sini.
01:59Keluarlah kamu dari antara mereka dan jangan menjama apa yang najis.
02:05Itu sejak di bumi bukan nanti.
02:08Bukan sekarang najis tidak apa-apa tapi di surga nanti tidak ada kenajisan.
02:11Jadi kamu biarpun sekarang najis nanti masuk jadi suci.
02:15Tidak bisa.
02:20Kamu dipanggil bukan untuk melakukan yang cemar.
02:23Siapa yang menolak ini menolak Allah.
02:24Sejak di bumi.
02:25Aku tidak kenal kamu karena kamu tidak melakukan kehendak Bapak.
02:30Nyala kamu.
02:32Jangan berpikir hari ini tidak melakukan kehendak Allah.
02:35Nanti di surga bisa melakukan kehendak Allah.
02:37Jadi masuk saja.
02:39Ini loh.
02:40Gimana menjelaskan ke orang-orang hari ini tuh.
02:42Tidak mengerti saya.
02:46Sebab dikesankan walaupun tidak secara terang-terangan bahwa dosa sudah diampuni apapun keadaannya nanti masuk surga.
02:54Ini jahat sekali saudara.
02:57Wah ini jahat sekali ajaran ini.
03:00Tetapi telah terbangun peta teologi seperti ini.
03:05Bangunan teologi seperti ini dipikiran banyak orang Kristen.
03:09Kalau Anda tidak menikmati damai sejahtera Allah hari ini.
03:17Anda tidak bisa menikmati damai sejahtera Allah di surga.
03:21Jangan Anda berpikir sekarang kita menikmati sukacita dunia.
03:26Tapi nanti mati langsung berubah.
03:28Itu melecehkan Allah.
03:30Nah yang saya mau katakan sekarang.
03:34Anda tidak bisa memiliki kerajaan Allah nanti kalau tidak memiliki kerajaan Allah sekarang.
03:39Itulah sebabnya doa Bapak kami dimulai dari datanglah kerajaanmu.
03:46Di bumi.
03:46Bukan nanti di bumi.
03:51Artinya orang yang tidak hidup dalam pemerintahan Allah di bumi tidak akan bisa hidup di pemerintahan Allah nanti di kekekalan.
04:01Ngeri saudara.
04:03Yang memerintah hidup saya siapa hari ini?
04:05Kalau agama bisa membuat orang diperintah oleh agama.
04:12Hukum-hukum itu bisa mengatur hidup seseorang.
04:16Agama Yahudi dengan toratnya membuat manusia-manusia di zaman perjanjian lama hidup dalam pemerintahan Allah.
04:24Yang menggunakan instrumen hukum.
04:28Tapi mereka bukan menjadi anak Allah.
04:30Umat perjanjian baru itu anak-anak Allah.
04:36Instrumennya roh kudus.
04:39Harus hidup di dalam pimpinan roh kudus.
04:42Maka secara hukum harus sudah baik dulu.
04:45Baru setelah itu kesombongan terselubung, ketidaktulusan.
04:51Dikupas.
04:53Dan orang bisa hidup di dalam pemerintahan Allah.
04:57Melalui dan di dalam roh kudus.
04:59Jadi orang yang miskin di hadapan Allah.
05:02Orang yang menyadari keadaannya belum seperti yang Allah kehendaki.
05:08Baru bisa hidup di dalam pemerintahan Allah.
05:11Itu yang namanya empunya kerajaan surga.
05:17Ini kalau ada jemaah saya suruh tepuk tangan.
05:18Karena enggak ada jangan tepuk tangan.
05:22Luar biasa.
05:25Saya juga bertanya kepada diri saya sendiri.
05:27Erastus kamu sudah hidup dalam pemerintahan Allah belum?
05:33Saya juga persoalkan ini.
05:34Saya menyadari
05:42Kalau hanya melakukan hukum kita mati-matian dalam waktu beberapa tahun bisa.
05:51Tapi kalau hidup dalam pemerintahan Allah
05:54Yang segala sesuatu yang kita pikirkan selalu sesuai dengan pikiran perasaan Allah
06:00Itu yang berat.
06:07Itu yang berat.
06:16Saya
06:17Mengerti betapa beratnya ikut Tuhan Yesus.
06:27Dulu ada lagu karangan saya yang itu gimana ya?
06:29Lebih dari semua hasratku
06:31Ku turut kehendakmu
06:34Lebih dari cita-citaku
06:54Ku ikut
06:56Ku ikut rencanamu
06:58Ku mahu selalu hidup dalam
07:01Kedaulatku
07:03Kedaulatanku
07:04Kedaulatanku
07:05Kedaulatanku
07:06Tuhan Yesus
07:08Tuhan Yesus
07:10Lebih dari semua hasratku
07:16Ketutur
07:19Kujut kehendakmu
07:21Kujut kehendakmu
07:21Lebih dari cita-citaku
07:24Ku ikut
07:26Rencanamu
07:28Ku mahu selalu hidup dalam
07:32Kedaulatanku
07:34Tuhan
07:35Raja ku
07:37Tuhan ku
07:39Yesus
07:41Bapak kami yang di surga
07:50Dipermuliakanlah namamu
07:57Datanglah kerajaanmu
08:05Jadilah kehendakmu di bumi
08:11Seperti di surga
08:15Maha Raja, segala Raja
08:24Patutlah kami tunduk padamu
08:31Sebagai anak kerajaan
08:38Hidup dalam pemerintahmu
08:44Saya tidak mempersiapkan lagu ini
08:48Muncul saja di benak saya ada kata kedaulatan
08:53Maka lagu referennya masih ingat-ingat
08:57Tapi kalimat depannya lupa
08:58Ya tentu sudah lebih 200 lagu yang saya tulis
09:04Saudaraku
09:05Bukan maksud saya mau bangga diri
09:08Maksudnya ya maklum kalau saya lupa
09:10Lebih dari semua hasratku
09:16Kuturut kehendakmu
09:19Lebih dari cita-citaku
09:23Ku ikut rencanamu
09:26Ku mau selalu hidup dalam kedaulatanmu
09:32Tuhan
09:34Tuhan
09:35Rajaku
09:36Tuhan ku
09:38Yesus
09:39Lebih dari semua
09:41Lebih dari semua hasratku
09:46Kuturut kehendakmu
09:49Lebih dari cita-citaku
09:53Ku ikut rencanamu
09:57Mau selalu hidup dalam kedaulatanmu
10:03Tuhan
10:04Rajaku
10:06Tuhanku
10:08Yesus
10:11Bapak kami yang disurga
10:19Dipermuliakanlah namamu
10:25Datanglah kerajaanmu
10:33Jadilah kehendakmu di bumi
10:39Seperti di surga
10:43Maha Raja
10:49Segala Raja
10:51Patutlah kami tunduk padamu
10:57Sebagai anak kerajaan
11:05Hidup dalam pemerintahanmu
11:17Kita jadi bisa mengerti mengapa di Matius pasal 18 ayat yang ketiga
11:21Saya sudah sampaikan di pertemuan yang lalu
11:24Kalau kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil
11:28Kamu tidak masuk surga
11:30Kamu tidak memiliki kerajaan Allah
11:32Kenapa?
11:34Kamu tidak bisa diubah
11:36Anak kecil disini usia efektif dididik
11:42Menggunakan kata paidion
11:46Tepat sekali saudara itu anak usia 7 sampai 14 tahun
11:50Kalau di dalam Yohanes 1 ayat 12 dan 13
11:54Yang menerimanya diberi kuasa supaya menjadi teknon
11:58Artinya keturunan
12:00Bergen
12:02Bergen
12:03Memiliki gen yang sama dengan Bapak
12:06Tepat sekali saudara
12:10Luar biasa firman Tuhan itu saudara
12:16Kalau kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak
12:22Di bagian lain dikatakan
12:26Kalau kamu tidak melepaskan diri dari segala milikmu
12:30Kamu tidak dapat jadi muridku
12:32Artinya tidak bisa diubah
12:34Makanya kalau orang
12:37Interesnya tidak pada fokus yang benar tidak bisa diubah
12:43Anak itu tidak punya banyak interest
12:46Pokoknya nurut saja dididik
12:49Nah kalau orang banyak interest tidak bisa
12:52Makanya dengan melepaskan diri dari segala milik itu
12:56Sebenarnya
12:58Interesnya hanya diarahkan untuk satu hal
13:01Yaitu kerajaan Allah
13:03Dan itu sudut sekali
13:05Tapi kalau saudara sudah belajar terus
13:09Nanti saudara bisa mengerti
13:11Firman Tuhan yang mengatakan bahwa
13:13Jalan Tuhan itu sempit itu memang dipandang dari kacamata umum
13:19Karena jalan Tuhan itu sempit
13:23Berjuanglah karena jalan sempit
13:25Itu artinya susah
13:27Tapi kalau anda sudah masuk di jalan itu
13:29Maka jalan itu tidak menjadi sempit seperti orang
13:31Bahkan sangat akan menjadi lebar
13:35Jadi lebar bagi kita
13:37Oh bisa
13:39Yang sebelumnya kita bilang tidak bisa
13:41Jadi bisa
13:43Sudara mendengar puji-pujian kita diiringi oleh
13:51Seksefon
13:53Sudaraku
13:55Sopran atau kadang-kadang tenor
13:57Sudara
13:59Saya belajar seksopon
14:03Sejak 7-8 tahun yang lalu
14:05Atau mungkin juga lebih
14:07Tapi tidak profesional
14:09Karena hampir-hampir tidak saya sentuh lagi
14:11Cuma kadang-kadang
14:13Saya bersihkan
14:14Saya tiup-tiup sebentar
14:15Taruh lagi
14:16Belajar trompet
14:18Wah trompet apa lagi Sudara
14:20Hanya ada tiga pencetan
14:23Bagaimana bisa membuat
14:25Belasan nada
14:27Belasan nada
14:29Tiga
14:31Ternyata bukan hanya pencetanya
14:33Bibirnya pun juga harus pas
14:36Jadi pada waktu belajar trompet pertama itu
14:41Pelatih saya
14:42Mentor saya berkata
14:43Coba yuk tiup deh
14:44Bapak tiup kalau bisa
14:45Pokoknya mau dikasih apa gitu
14:47Coba
14:49Wah
14:50Enggak bunyi
14:52Karena enggak tahu
14:53Caranya
14:54Baru diajarkan
15:01Jadi kita mulai belajar
15:02Bagaimana kita
15:04Punya bibir menekan
15:07Itu
15:09Motpes kita
15:10Ambushur kita harus pas
15:15Baru
15:16Baru
15:17Wah itu kalau niop pancengnya enggak kira-kira sudah ada tetangga kan kiri bisa dengar.
15:36Karena enggak bisa pelan.
15:39Dulu yang kita lihat ini apa?
15:43Bunyinya saja enggak bisa.
15:45Tapi bisa juga kemudian.
15:46Jadi tidak sulit.
15:48Sama seperti seksofon.
15:51Begitu banyak.
15:53Tapi lama-lama bisa juga walaupun tidak profesional.
15:58Dulu sebelum kebaktian saya sering mengajak pemain musik mengiringi saya.
16:04Sekarang waktunya sudah tidak ada.
16:08Sudah begitu banyak masalah.
16:13Penuh.
16:13Aki pula ada yang lebih profesional.
16:17Bisa bikin saya minder nih.
16:20Belum niop juga sudah enggak berani niop.
16:23Bagiannya deh.
16:25Masa saya mengambil bagiannya.
16:29Rezeki masing-masing ya.
16:32Rezeki enggak kemana-mana bro ya.
16:33Rezeki saya Bapak Firman Tuhan punya rezeki di seksofon ya.
16:39Masa rezeki orang digeser.
16:43Jadi enggak sulit lagi.
16:45Walaupun tidak profesional.
16:47Orang kalau menjalani itu bisa.
16:49Yang namanya hidup suci itu kan dulu kita pikir awang-awang gitu.
16:54Aduh enggak bisa.
16:55Tapi ketika kita mulai menjalani.
16:58Kita urai.
17:00Lama-lama bisa juga.
17:02Oh begitu ya.
17:03Untuk tulus itu begitu.
17:05Waduh.
17:06Untuk belajar tulus.
17:08Saya kira puluhan tahun sudah.
17:10Sekarang juga saya belum lulus.
17:11Tulus dengan semua orang tulus.
17:17Menghargai orang lain dengan sepatutnya.
17:20Uh itu enggak gampang.
17:22Hati yang bersih.
17:23Tidak menaruh dendam kebencian.
17:26Dilukai tapi mengampuni dengan tulus.
17:29Wah itu enggak gampang.
17:30Tapi bisa.
17:33Tuhan akan tuntun kita.
17:34Dan itu asik sekali.
17:37Dan kita akan melihat kemuliaan Allah.
17:39Melalui tuntunannya.
17:41Dimana kita melihat keagungannya.
17:44Yang mau dikenakan di dalam hidup kita.
17:47Kita seperti belajar mengenakan jubah.
17:50Kebesaran Tuhan.
17:53Jadi kalau orang bisa mengalami Tuhan.
17:56Dan membuktikan keberadaannya dengan mujizat.
18:00Luar biasa itu.
18:01Anda bisa mengalami Tuhan.
18:03Dan membuktikan keberadaan Allah.
18:06Dengan perubahan.
18:09Perubahan yang nyata di dalam hidup.
18:14Anda bisa berkata.
18:16Allah ku hidup.
18:19Allah ku nyata.
18:20Dari mana?
18:21Dari pengalaman demi pengalaman tersebut.
18:24Maka orang harus merasa miskin di hadapan Allah.
18:29Firman Tuhan mengatakan.
18:31Aku menolak.
18:33Allah menolak.
18:35Dalam bahasa aslinya antitasetai.
18:40Orang yang congkak.
18:42Orang yang sombong.
18:44Aduh ini.
18:44Jarang ada ayat yang sampai begitu keras.
18:52Allah reject.
18:55Anti-tasetai.
18:57Menolak orang yang sombong.
19:02Kesombongan itu dibenci oleh Allah.
19:05Jadi banyak orang yang kelihatannya rendah hati terhadap sesamanya.
19:10Ya memang dia rendah hati dalam ukuran umum.
19:14Tetapi tidak merendah hati di hadapan Allah.
19:17Malah jadi sombong.
19:18Aku rendah hati loh.
19:20Ya tidak ngomong gitu.
19:22Tapi ada suara.
19:23Aku itu santun loh.
19:24Semua orang juga mengakui aku santun.
19:28Aku bermoral loh.
19:30Orang juga mengakui orang di sekitarku mengakui aku santun.
19:36Orang juga mengakui aku ini orang baik.
19:39Bermoral.
19:40Tetapi dia tidak rendah hati di hadapan Allah.
19:44Karena dia tidak memperkarakan apakah keadaannya menjadi seperti yang.
19:50Apakah keadaannya seperti rancangan Allah.
19:54Apakah dia sudah berkeadaan seperti yang Allah kehendaki.
20:04Nah ini urusan dengan Tuhan.
20:07Yang ini urusannya dengan Tuhan.
20:09Guru agung kita.
20:11Ini urusannya dengan Tuhan.
20:13Dimana roh kudus menuntun setiap individu untuk itu.
20:17Nah jadi yang penting disini harus saya tegaskan.
20:21Orang tidak memiliki kerajaan Allah.
20:23Nanti.
20:24Kalau tidak memiliki kerajaan Allah hari ini.