Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Artikel Terkait:
https://www.suara.com/lifestyle/2026/02/04/122137/mengenal-kiswah-kain-suci-penutup-kabah-yang-dikirim-eksklusif-ke-jeffrey-epstein

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat kembali memicu kehebohan global setelah merilis dokumen pengadilan terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein yang mengungkap pengiriman potongan kain Kiswah ke kediamannya pada tahun 2017. Dokumen tersebut memuat korespondensi email mengenai pengiriman tiga potong kain suci penutup Ka'bah dari Timur Tengah menuju Florida, Amerika Serikat. Pengiriman ini diatur oleh seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab, meski hubungan spesifik antara mereka dan Epstein tidak dijelaskan secara rinci dalam berkas pengadilan.
Dalam rangkaian email yang berlangsung antara Februari hingga Maret 2017, kain Kiswah tersebut dideskripsikan sebagai "karya seni" demi kelancaran logistik, sebuah istilah yang dinilai kontras dengan kedudukan religiusnya yang agung. Meski demikian, proses pengiriman menekankan nilai spiritual kain tersebut kepada Epstein, dengan menjelaskan bahwa Kiswah telah disentuh oleh jutaan umat Muslim dari berbagai mazhab yang berdoa dan mengharapkan keberkahan saat melakukan tawaf di sekeliling Ka'bah.
Kecaman keras dari publik muncul karena kain yang dianggap sakral oleh umat Islam di seluruh dunia tersebut jatuh ke tangan seorang terpidana kejahatan seksual dan figur sentral perdagangan seks anak internasional. Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai motif di balik pengiriman tersebut, terutama karena dokumen resmi tidak memberikan penjelasan gamblang mengenai tujuan akhirnya.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Susi/Adit
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Keterlibatan kain kiswah dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein tuai kontroversi.
00:05Kementerian Kehakiman Amerika Serikat kembali memicu kehebuhan global
00:09setelah merilis dokumen pengadilan terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein
00:13yang mengungkap pengiriman potongan kain kiswah kekediamannya pada tahun 2017.
00:19Dokumen tersebut memuat korespondensi email mengenai pengiriman 3 potongan kain suci
00:24penutup Kaabah dari Timur Tengah menuju Florida, Amerika Serikat.
00:28Pengiriman ini diatur oleh seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab
00:33meski hubungan spesifik antara mereka dan Epstein tidak dijelaskan secara rinci dalam berkas pengadilan.
00:39Dalam rangkaian email yang berlangsung antara Februari hingga Maret 2017
00:43kain kiswah tersebut dideskripsikan sebagai karya seni demi kelajaran logistik
00:48sebuah istilah yang berlilai kontras dengan pendudukan religiusnya yang agung.
00:53Meski demikian, proses pengiriman menekankan nilai spiritual kain tersebut kepada Epstein
00:58dengan menjelaskan bahwa kiswah telah disentuh oleh jutaan umat muslim
01:03dari berbagai mahzab yang berdoa dan mengharapkan keberkahan
01:06saat melakukan tawak di sekeliling Kaabah.
01:09Kecaman keras dari publik muncul
01:11karena kain yang dianggap sakral oleh umat Islam di seluruh dunia tersebut
01:15jatuh ke tangan seorang terpidana kejahatan seksual dan figur sentral
01:19perdagangan seks anak internasional.
01:22Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai motif di balik pengiriman tersebut
01:26terutama karena dokumen resmi tidak memberikan penjelasan gamblang mengenai tujuan akhirnya.
01:32Hingga saat ini, pengungkapan ini menambah daftar panjang misteri
01:35yang menyelimuti kejupan dan koleksi global JV Epstein
01:38yang ditemukan tewas di sel penjarahnya pada 2019 silah.
01:42Publik pun terus mempertanyakan bagaimana benda dengan nilai religius dan historis yang begitu tinggi
01:48dapat diperjualbelikan atau diberikan kepada individu yang terlibat dalam skandal kriminal berat
01:53yang hingga kini masih mengisahkan banyak tanda penyelesaan.
Komentar

Dianjurkan