Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi terkait kabar Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh.

Prasetyo menegaskan, tokoh-tokoh yang ditemui Presiden bukanlah tokoh oposisi, melainkan tokoh nasional yang memiliki kepedulian tinggi di bidangnya masing-masing.

Menurut Prasetyo, gaya komunikasi tersebut merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus mensosialisasikan program pemerintah.

Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.

"Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini berkomunikasi. Ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden, yang semuanya berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan masyarakat," ujar Prasetyo Hadi, Senin (2/2/2026).

Baca Juga Deretan Respons Abraham Samad dari Hasil Pertemuan Prabowo dengan Tokoh 'Oposisi' di Kertanegara di https://www.kompas.tv/nasional/647901/deretan-respons-abraham-samad-dari-hasil-pertemuan-prabowo-dengan-tokoh-oposisi-di-kertanegara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648206/full-mensesneg-ungkap-alasan-prabowo-temui-abraham-samad-hingga-susno-duadji
Transkrip
00:00Oh, jadi agenda hari ini adalah pertama-tama ya selamat pagi di hari Senin, di awal bulan Februari.
00:11Kementerian Dalam Negeri ada agenda rapat koordinasi nasional antara pemerintah pusat dan pemerintah harian.
00:19Jadi ini agenda rutin tahunan yang kemudian Bapak Presiden ingin memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan program-program,
00:32menyampaikan arahan-arahan dan garis-garis dari beliau sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan kepada seluruh jajaran,
00:42baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota.
00:45Nah, berdasarkan undangan sangat lengkap, jadi gubernur, wakil-wakil-wakil randil,
00:51kemudian bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, dan seluruh unsur forkom pindah daerah.
00:57Diharapkan dengan kita berkumpul, ini kita menyatukan langkah, menyatukan visi, menyatukan persepsi,
01:06sekaligus, sekali lagi bila mana ada hal-hal yang sekiranya perlu dicarikan jalan keluar di forum-forum seperti ini juga nanti memungkinkan untuk bisa kita berhasil.
01:18Khusus mungkin tidak ya, tetapi karena kan dalam satu tahun, semenjak juga kepala daerah-kepala daerah dilantik,
01:31sudah beberapa kali juga Bapak Presiden menyampaikan pandangan-pandangan beliau.
01:35Namun mungkin ada beberapa hal yang barangkali ya, akan ada update dari beliau berkaitan dengan masalah dinamika kondisi geopolitik internasional
01:49maupun kemudian perkembangan dalam negeri kita sendiri juga.
01:53Kemudian juga tentunya pasti ada penekanan-penekanan karena beberapa program yang sudah berhasil dicapai dalam kurun waktu satu tahun tentunya harus dijaga dan ditingkatkan.
02:03Kemudian juga ada beberapa program yang belum semua tercapai di tahun pertama, jadi mungkin itu menjadi bagian dari penekanan beliau.
02:15Termasuk saya juga menduga berkenaan dengan masalah komitmen kita untuk good governance,
02:24memberantas atau berjuang sekeras-kerasnya menjalankan pemerintahan tanpa korupsi, itu juga selalu menjadi concernnya Bapak Presiden.
02:35Ini terbuka atau tertutup mas?
02:37Ini terbuka atau tertutup?
02:39Mungkin tertutup.
02:41Mas, mas, mas, kemarin berkini bertemu dengan oposisi itu, dalam kata apa mas?
02:45Apa yang dilahasakan?
02:46Bukan, bukan tokoh oposisi, tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing.
03:04Nah inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup dalam rangka berdiskusi,
03:12menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijadalkan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden
03:22yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat.
03:27Bagaimana mas?
03:28Sangat bagus, mas.
03:30Bagaimana mas?
03:31Bagaimana mas?
03:31Bagaimana mas?
03:34Tokoh parpol tidak ada, jadi kemarin tokoh-tokoh kepemiluan ada Prov. City Zuhro,
03:41kemudian juga tokoh pemberantasan korupsi,
03:46mantan ketua KPK Bapak Abraham Samad,
03:48Kemudian juga tokoh kepolisian, mantan Kabar Restri, Bapak Susno.
03:55Ada beberapa yang nanti juga akan terus kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain.
04:02Kita semua harus duduk bersama gitu.
04:05Tidak, kemarin tidak membicarakan itu.
04:20Tapi lebih kepada bagaimana kita beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan,
04:25karena bagaimanapun beliau punya pengalaman dalam hal pemberatasan korupsi,
04:29jadi beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini.
04:32Sekali lagi, korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya.
04:41Bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin.
04:46Itu untuk kepentingan kita semua.
04:49Kemarin kan sudah ya, di dalam konferensi pers yang ditimpin oleh Menko Ekonomi, Pak Erlaga,
04:55beserta dengan seluruh jajaran pemerintah.
04:56Kemudian juga dihadiri oleh pejabat sementara OJK.
05:03Jadi istilahnya kalau di OJK itu adalah PCS ya.
05:07Ketika pejabat definitif beralangan tetap,
05:12kemarin kan mengundurkan diri ada tiga orang,
05:15maka ada forum Dewan Komisioner yang memutuskan untuk mengangkat PCS.
05:19Kemudian juga dihadiri oleh pejabat sementara Bursa Efek Indonesia gitu.
05:26Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita,
05:33regulasi-regulasi kita perbaiki beberapa hal sesuai dengan petunjuk orden,
05:37kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri,
05:42memperbaiki diri supaya pasar bursa kita menjadi lebih terbuka,
05:46lebih transparan, tradible,
05:49dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia.
05:55Mas, kemarin kan Sabtu ada bursa dan selaman Mas,
05:58dikisah kemarin.
Komentar

Dianjurkan