Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komika Pandji Pragiwaksono angkat bicara materi stand up comedy Mens Rea menuai pro dan kontra.

Pandji menilai beragam respons publik sebagai hal wajar atas sebuah karya, termasuk kritik yang muncul belakangan.

Menurut Pandji, Mens Rea merupakan pertunjukan komedi untuk menghibur masyarakat, ia membebaskan siapapun untuk berpendapat terhadap karyanya.

"Saya rasa siapa pun berhak untuk punya opini. Saya sebagai orang berkarya ketika karyanya ada sudah dirilis, orang bisa punya opini, saya membebaskan siapa pun untuk punya pendapat terhadap karya saya. Bagi saya itu adalah pertunjukkan komedi, didesain untuk menghibur masyarakat," kata Pandji, Senin (2/2/2026).

Video editor: Aqshal

#pandji #mensrea #pandjipragiwaksono

Baca Juga Pandji Pragiwaksono soal Pro Kontra Mens Rea: Siapa pun Boleh Punya Pendapat terhadap Karya Saya di https://www.kompas.tv/nasional/648091/pandji-pragiwaksono-soal-pro-kontra-mens-rea-siapa-pun-boleh-punya-pendapat-terhadap-karya-saya




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648096/full-respons-pandji-pragiwaksono-dilaporkan-ke-polda-metro-jaya-soal-materi-mens-rea
Transkrip
00:00Satu-satunya respon yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah
00:04Dia terhibur
00:05Kalau akan menimbulkan respon sih tentu sudah diperkirakan
00:12Tapi saya memperkirakannya respon-respon terhibur
00:15Bahwa pada akhirnya seperti ini ya saya terima aja
00:18Dan memang mungkin itu wajar ya siapapun boleh punya pendapat terhadap karya saya
00:24Bang mungkin alasan Mas Pandi menayangkan main seria sendiri di Netflix
00:29Karena pasti banyak produk terhadap muncul kan?
00:33Ya karena sebagai seorang komika saya inginnya tentu bisa menghibur seluas-luasnya orang
00:38Jadi ketika ada kesempatan untuk menghibur masyarakat luas
00:41Lewat apapun itu termasuk dalam hal ini Netflix ya tentu saya akan ambil opsinya
00:45Biar yang lain terhibur, masyarakat butuh dihibur
00:48Teman saya ini butuh hiburan sekali nih
00:51Ya mungkin beliau-beliau ini sedang menjalankan haknya sebagai warga negara
01:07Ya saya ikuti aja prosesnya
01:10Jadi sejauh ini sih kayaknya masih pada ngumpulin yang lain kali ya
01:19Masih pemeriksaan, panggilan, panggilan ada juga sih
01:22Cuma nanti aja kita kabarin
01:25Bang kemarin kan sebuah bingung Raffi juga di monster ya
01:28Apakah sudah ada komunikasi dengan Raffi?
01:30Belum, belum ada
01:31Abang sendiri juga dianggap-anggap
01:34Itu hal biasa nih, apa menangkapin gimana Bang?
01:36Ya respon yang saya rasa cukup bijak ya
01:41Karena Wak Presi Gibran sebagai wakil presiden
01:45Dan kayaknya beliau ini adalah wakil presiden pertama dari generasi milenial gak sih?
01:49Sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi produk pop culture seperti stand-up comedy
01:55Respon beliau itu menggambarkan bahwa beliau ya paham sama kesenian ini
01:59Dan mengharapkan pendukung-pendukungnya untuk gak perlu terlalu berlebihan lah gitu
02:07Bang kemarin kan bawa materi stand-up Raffi
02:10Sampai sejauh ini udah ada komunikasi atau Raffi
02:12Mereka yang tanya, bentar nih benar
02:14Nganyim makan banyak
02:15Belum ada ngobrol-ngobrol
02:22Bang, tapi kan pro kontra soal netigen banyaknya
02:25Pro ke Abang atau banyak semua
02:27Ya intinya gitu lah Bang
02:29Abang menangkap ini gimana Bang?
02:30Yup, senang tentunya karena
02:32Dengan semua ini salah satu yang saya rasakan adalah betapa
02:36Hangatnya respon dari teman, dari sahabat, dari kawan yang memberi dukungan
02:41Yang ikut, baik yang saya kenal ataupun yang saya tidak kenal gitu
02:44Jadi senang aja ngeliat sambutan yang sangat-sangat positif gitu
02:48Berkah sekali ngeliat respon positif yang muncul dari masyarakat
02:53Tapi kalau untuk kalian sendiri juga kemarin bilang
02:56Untuk minta maaf aja di TV atau apa kan selesai loh
03:00Untuk laporan yang kemarin di Kolda kan ada tuh aleransi dari agama
03:04Tapi dibilang untuk minta maaf aja selesai
03:06Maksudnya untuk minta maaf apa kan juga masyarakat
03:08Nah itu biasanya juga kurang paham tentang apa yang harus di
03:11Apa ya
03:13Minta maaf atas kesalahan apa gitu
03:15Yang diminta maafkan tuh yang mana gitu
03:17Untuk agama yang sendiri-sendira
03:18Nah ya maksudnya kan
03:19Wajarnya kan mungkin terjadi dialog dulu gitu
03:23Mungkin ada ngobrol, mungkin ada penjelasan
03:25Ketemu dulu, ada klarifikasi
03:27Nah ini kan proses-proses ini kan nggak jalan nih
03:29Belum jalan ya
03:31Yang kalau misalkan berjalan mungkin saya bisa jelaskan
03:34Sehingga duduk perkaranya lebih jelas
03:37Sama-sama
03:40Sama ada metria
03:41Dan ada prosesnya
03:43Bang pertimbangannya memilih materi Raffi Ahmad
03:46Topik itu apa sih Bang?
03:49Sebenarnya topik utamanya kan seperti yang kalau disimak ya
03:53Topik utamanya tuh bukan kesitu
03:54Topik utamanya tuh tentang keberadaan
03:56Iya soal ada keberadaan
04:02Bisnis ilegal yang kemudian
04:05Terkait sama praktek cuci uang gitu
04:08Jadi topiknya tuh sebenarnya itu
04:10Pembahasannya itu
04:10Lebih supaya masyarakat awam saja dengan
04:14Aware dengan kondisi seperti itu
04:17Itu aja sih
04:17Sekali lagi
04:19Ini kan kemarin sepuluh komisi 3
04:21Habib Raffi Ahmad bilang kalau misalnya
04:23Tentang masjid itu sesuai kalau
04:25Tentang masjid itu sesuai kalau
04:25Tentang masjid baru
04:26Nggak bisa untuk diputusuk
04:29Nah apakah ini sesuai harapan Bang Mbak?
04:31Ya Alhamdulillah kalau beliau udah berkata seperti itu
04:35Buat saya sih rasanya
04:38Tentang ada kebetulan
04:40Buat saya rasanya
04:42Satu-satunya respon yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah
04:47Dia terhibur
04:48Kalau misalnya ada yang tidak terhibur atau tidak merasa itu lucu
04:51Itu kan adalah opini
04:52Opini setiap orang beda-beda
04:53Setiap orang beda-beda
04:55Dan rasanya wajarnya ya berhenti sampai situ aja
04:57Kalau nggak suka yaudah
04:59Saya rasa itu konsekuensi
05:09Tapi di luar itu juga itu membangun diskusi ya
05:12Diskusi terkait topik-topik yang ada di dalam materi pertunjukan tersebut
05:16Dan rasanya mungkin ini jadi pembelajaran yang baik juga untuk masyarakat
05:19Dan yang saya anggap berkah aja
05:20Udah dong nggak ada api-api ya
05:23Nggak ada intimidasi Bang karena banyak
05:25Nggak ada, nggak ada intimidasi
05:27Ini aja nanya, nyampe jam berapa loh
05:29Ini salah satu pengajaran yang bilang
05:32Ini tuh, maaf, menghina bukan menghina
05:35Itu seperti apa Bang?
05:36Nggak sih, saya rasa perlu dialog
05:38Untuk kemudian kita bisa
05:41Sama-sama jelaskan dulu perkaranya
05:43Karena tidak ada penghinaan
05:45Yang dikatakan menghina juga tidak merasa terhina
05:48Ya kan, jadi yang mengatakan itu kan orang yang tidak berkaitan gitu
05:51Jadi, itu aja saya nggak merasa menghina
05:55Yang disebut dihina tidak merasa terhina
05:58Jadi kan nggak ada basis gitu terhadap dugaan ini
06:01Terima kasih telah menonton!
06:31Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami
06:43Satu langkah lebih dekat
06:45Satu langkah lebih terpercaya
06:47Saksikan Sapa Indonesia Malam
06:50Di Kompas TV Channel 11
06:52Di televisi Anda
06:53Selamat menikmati!
06:54Selamat menikmati!
06:55Selamat menikmati!
Komentar

Dianjurkan