00:00Satu-satunya respon yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah
00:04Dia terhibur
00:05Kalau akan menimbulkan respon sih tentu sudah diperkirakan
00:12Tapi saya memperkirakannya respon-respon terhibur
00:15Bahwa pada akhirnya seperti ini ya saya terima aja
00:18Dan memang mungkin itu wajar ya siapapun boleh punya pendapat terhadap karya saya
00:24Bang mungkin alasan Mas Pandi menayangkan main seria sendiri di Netflix
00:29Karena pasti banyak produk terhadap muncul kan?
00:33Ya karena sebagai seorang komika saya inginnya tentu bisa menghibur seluas-luasnya orang
00:38Jadi ketika ada kesempatan untuk menghibur masyarakat luas
00:41Lewat apapun itu termasuk dalam hal ini Netflix ya tentu saya akan ambil opsinya
00:45Biar yang lain terhibur, masyarakat butuh dihibur
00:48Teman saya ini butuh hiburan sekali nih
00:51Ya mungkin beliau-beliau ini sedang menjalankan haknya sebagai warga negara
01:07Ya saya ikuti aja prosesnya
01:10Jadi sejauh ini sih kayaknya masih pada ngumpulin yang lain kali ya
01:19Masih pemeriksaan, panggilan, panggilan ada juga sih
01:22Cuma nanti aja kita kabarin
01:25Bang kemarin kan sebuah bingung Raffi juga di monster ya
01:28Apakah sudah ada komunikasi dengan Raffi?
01:30Belum, belum ada
01:31Abang sendiri juga dianggap-anggap
01:34Itu hal biasa nih, apa menangkapin gimana Bang?
01:36Ya respon yang saya rasa cukup bijak ya
01:41Karena Wak Presi Gibran sebagai wakil presiden
01:45Dan kayaknya beliau ini adalah wakil presiden pertama dari generasi milenial gak sih?
01:49Sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi produk pop culture seperti stand-up comedy
01:55Respon beliau itu menggambarkan bahwa beliau ya paham sama kesenian ini
01:59Dan mengharapkan pendukung-pendukungnya untuk gak perlu terlalu berlebihan lah gitu
02:07Bang kemarin kan bawa materi stand-up Raffi
02:10Sampai sejauh ini udah ada komunikasi atau Raffi
02:12Mereka yang tanya, bentar nih benar
02:14Nganyim makan banyak
02:15Belum ada ngobrol-ngobrol
02:22Bang, tapi kan pro kontra soal netigen banyaknya
02:25Pro ke Abang atau banyak semua
02:27Ya intinya gitu lah Bang
02:29Abang menangkap ini gimana Bang?
02:30Yup, senang tentunya karena
02:32Dengan semua ini salah satu yang saya rasakan adalah betapa
02:36Hangatnya respon dari teman, dari sahabat, dari kawan yang memberi dukungan
02:41Yang ikut, baik yang saya kenal ataupun yang saya tidak kenal gitu
02:44Jadi senang aja ngeliat sambutan yang sangat-sangat positif gitu
02:48Berkah sekali ngeliat respon positif yang muncul dari masyarakat
02:53Tapi kalau untuk kalian sendiri juga kemarin bilang
02:56Untuk minta maaf aja di TV atau apa kan selesai loh
03:00Untuk laporan yang kemarin di Kolda kan ada tuh aleransi dari agama
03:04Tapi dibilang untuk minta maaf aja selesai
03:06Maksudnya untuk minta maaf apa kan juga masyarakat
03:08Nah itu biasanya juga kurang paham tentang apa yang harus di
03:11Apa ya
03:13Minta maaf atas kesalahan apa gitu
03:15Yang diminta maafkan tuh yang mana gitu
03:17Untuk agama yang sendiri-sendira
03:18Nah ya maksudnya kan
03:19Wajarnya kan mungkin terjadi dialog dulu gitu
03:23Mungkin ada ngobrol, mungkin ada penjelasan
03:25Ketemu dulu, ada klarifikasi
03:27Nah ini kan proses-proses ini kan nggak jalan nih
03:29Belum jalan ya
03:31Yang kalau misalkan berjalan mungkin saya bisa jelaskan
03:34Sehingga duduk perkaranya lebih jelas
03:37Sama-sama
03:40Sama ada metria
03:41Dan ada prosesnya
03:43Bang pertimbangannya memilih materi Raffi Ahmad
03:46Topik itu apa sih Bang?
03:49Sebenarnya topik utamanya kan seperti yang kalau disimak ya
03:53Topik utamanya tuh bukan kesitu
03:54Topik utamanya tuh tentang keberadaan
03:56Iya soal ada keberadaan
04:02Bisnis ilegal yang kemudian
04:05Terkait sama praktek cuci uang gitu
04:08Jadi topiknya tuh sebenarnya itu
04:10Pembahasannya itu
04:10Lebih supaya masyarakat awam saja dengan
04:14Aware dengan kondisi seperti itu
04:17Itu aja sih
04:17Sekali lagi
04:19Ini kan kemarin sepuluh komisi 3
04:21Habib Raffi Ahmad bilang kalau misalnya
04:23Tentang masjid itu sesuai kalau
04:25Tentang masjid itu sesuai kalau
04:25Tentang masjid baru
04:26Nggak bisa untuk diputusuk
04:29Nah apakah ini sesuai harapan Bang Mbak?
04:31Ya Alhamdulillah kalau beliau udah berkata seperti itu
04:35Buat saya sih rasanya
04:38Tentang ada kebetulan
04:40Buat saya rasanya
04:42Satu-satunya respon yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah
04:47Dia terhibur
04:48Kalau misalnya ada yang tidak terhibur atau tidak merasa itu lucu
04:51Itu kan adalah opini
04:52Opini setiap orang beda-beda
04:53Setiap orang beda-beda
04:55Dan rasanya wajarnya ya berhenti sampai situ aja
04:57Kalau nggak suka yaudah
04:59Saya rasa itu konsekuensi
05:09Tapi di luar itu juga itu membangun diskusi ya
05:12Diskusi terkait topik-topik yang ada di dalam materi pertunjukan tersebut
05:16Dan rasanya mungkin ini jadi pembelajaran yang baik juga untuk masyarakat
05:19Dan yang saya anggap berkah aja
05:20Udah dong nggak ada api-api ya
05:23Nggak ada intimidasi Bang karena banyak
05:25Nggak ada, nggak ada intimidasi
05:27Ini aja nanya, nyampe jam berapa loh
05:29Ini salah satu pengajaran yang bilang
05:32Ini tuh, maaf, menghina bukan menghina
05:35Itu seperti apa Bang?
05:36Nggak sih, saya rasa perlu dialog
05:38Untuk kemudian kita bisa
05:41Sama-sama jelaskan dulu perkaranya
05:43Karena tidak ada penghinaan
05:45Yang dikatakan menghina juga tidak merasa terhina
05:48Ya kan, jadi yang mengatakan itu kan orang yang tidak berkaitan gitu
05:51Jadi, itu aja saya nggak merasa menghina
05:55Yang disebut dihina tidak merasa terhina
05:58Jadi kan nggak ada basis gitu terhadap dugaan ini
06:01Terima kasih telah menonton!
06:31Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami
06:43Satu langkah lebih dekat
06:45Satu langkah lebih terpercaya
06:47Saksikan Sapa Indonesia Malam
06:50Di Kompas TV Channel 11
06:52Di televisi Anda
06:53Selamat menikmati!
06:54Selamat menikmati!
06:55Selamat menikmati!
Komentar