Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu reshuffle jilid lima kembali muncul setelah DPR mengesahkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia 20262031. Namun, hingga hari ini, Istana masih belum mengumumkan secara resmi perombakan di tubuh Kabinet Merah Putih.

Apakah perombakan ini juga akan memasukkan nama dari partai koalisi?

Untuk membahasnya, kita sudah bergabung bersama Ahmad Irawan, politisi dari Partai Golkar. Ada juga Ansy Lema, juru bicara PDI Perjuangan, dan Bung Ray Rangkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Analisis Adi Prayitno Soal Reshuffle, Ada Kemungkinan Bongkar Kabinet Selain Ganti Wamenkeu? di https://www.kompas.tv/nasional/646969/full-analisis-adi-prayitno-soal-reshuffle-ada-kemungkinan-bongkar-kabinet-selain-ganti-wamenkeu

#reshufflekabinet #menteri #presidenprabowo #kabinetmerahputih


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646974/full-ray-rangkuti-ahmad-irawan-dan-ansy-lema-soal-isu-reshuffle-pdip-atau-nasdem-akan-gabung
Transkrip
00:00Selamat menaikan ibadah salat maghrib bagi Anda yang menjalankan khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
00:05Sampai Indonesia malam kembali membahas sinyal reshuffle yang juga terlihat dari parlemen di Senayan.
00:10Ketua Komisi 1 DPR dari fraksi PDI Perjuangan sempat memperkenalkan wakilnya Budi Jiwandono akan bergerak.
00:15Menggeser ke kursi eksekutif saat rapat tertutup dengan Menteri Pertahanan Senin lalu.
00:20Saat dikonfirmasi untuk menyebut komentar itu hanya bercanda.
00:25Rapat kerja di Komisi 1 itu soal katanya ada Mas Budi mau.
00:30Itu guyonan aja supaya Mas Budi...
00:35Di kadang rapat-rapat tertentu banyak mendengar.
00:40Karena salah satu problem negara kita itu sekarang sulit mendengar.
00:45Bahkan jadi pemerintah kan mesti ditanyak mendengar.
00:49Kita sering bertanya...
00:50Pertanyaan itu pulang.
00:52Jadi saya guyonan.
00:53Tapi kalau yang tahu ya Pak...
00:55Presiden atau tanya kepadaku.
01:00Isuri Shuffle jilid 5 kembali muncul setelah DPR mengesahkan wakil Menteri Kuat.
01:05Keuangan Thomas Ciwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia 2026.
01:10Terima kasih telah menonton.
01:15Apakah perombakan ini juga akan memasukkan nama dari partai koalisi?
01:20Kita akan bahas bersama 3 narasumber yang hadir di Studio Kompas TV.
01:24Ada Ahmad Irwan.
01:26Politisi Partai Golkar.
01:27Ada juga Ansilema.
01:28Jurubicara PDI Perjuangan.
01:30Rai Langkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani.
01:35Selamat malam Bapak-Bapak semuanya.
01:37Malam Bapak.
01:38Nanti Mas Irwan juga.
01:39Ya, ini kita masih menerka dulu ya.
01:42Apakah itu akan kejadian...
01:44Jilid 5 loh ternyata ya.
01:45Ini sudah mau jilid 5.
01:47Yes or no-nya ya.
01:48Secara normatif itu pasti hak prerogatif presiden.
01:51Itu tidak bisa diganggu-gugat.
01:52Tapi marilah kita membantu.
01:53Baca sinyal-sinyal menuju ke sana.
01:55Kalau dari Golkar yang ada di dalam koalisi Pak Prabowo.
01:58Sudah semakin gencar belum desas-susnya di dalam internal.
02:02Habisnya walaupun enggak.
02:03Saya tidak pernah mendengar desa.
02:08Desas-sus tersebut.
02:10Dan juga tidak tertarik juga mendiskusikan desa.
02:13Desas-sus tersebut.
02:14Kami di dalam.
02:16Karena sejak awal kami memang menganggap...
02:18Pandangan kami di Partai Golkar kaitan dengan menteri-menteri itu...
02:23Menjadi hak prerogatif presiden.
02:26Hak prerogatif ini kan ya ada...
02:28Ada orang mengatakan embadi, ada inherent di dalam tubuh presiden.
02:32Dan memang dalam...
02:33Dalam konteks kita partai atau kami di DPR fraksi Partai Golkar.
02:38DPR fraksi Partai Golkar menghormati misalnya di Undang-Undang Dasar 1945.
02:43Mengatakan bahwa terkait dengan pengangkatan pemberhentian di Pasal 17 itu mengatakan itu wewenangnya.
02:48Oke, tapi kenapa waktu itu kan Bang Melki sempat bilang mudah-mudahan harapan Golkar...
02:53Tidak ada kursi yang dikurangi.
02:55Oh, kalau itu kan biasa orang...
02:58Orang berharap, orang minta, orang berdoa kan...
03:01Ya biasa-biasa aja sama-sama.
03:03Tetapi dalam konteks resawal kabinet ini...
03:08Kaitannya dengan hubungan kelembagaan negara antara DPR presiden...
03:13Saya selalu memandang bahwa ini kan dalam kerangka check and balance-nya gitu.
03:17Oke.
03:17Dan...
03:18Kaitannya dengan pemilihan menteri-menteri pengangkatan pemberhentian itu wewenang penuh oleh...
03:23Presiden, kecuali lembaga-lembaga negara lain yang memang membutuhkan pertimbangan, persetujuan...
03:28Atau harus dipilih oleh DPR, baru kami tertarik untuk mendiskusikan termasuk desas-desus yang dimaksudkan.
03:33Tapi kalau otoritas presiden, ya silahkan aja presiden.
03:36Nah, ngomong-ngomong, ini kan memang otoritas presiden...
03:38Bang Rai, tolonglah dibaca.
03:41Kan memang haknya presiden...
03:43Tapi Bang Rai bisa membaca lah.
03:45Dari sekarang yang Bang Rai lihat, apakah memang tarik...
03:48Ulurnya ini masih kencang atau presiden butuh pertimbangan yang sangat matang.
03:53Karena artinya kan kalau dirombak, bisa jadi ada jatah partai politik yang akan berkuasa.
03:58Dikurang, dikurangi atau ada yang bertambah?
04:01Saya kira 3-4 hari yang lalu kita juga diskusi di sini.
04:03Di kompas ini saya mengatakan, saya tidak melihat gejala Pak Prabowo itu akan berat...
04:08Berani melakukan reshuffle.
04:09Kenapa tuh?
04:10Dan itulah yang kita lihat setidaknya hari ini gitu.
04:12Sampai sekarang lah, Amin.
04:13Ya, nggak tahu. Besok lusa kan kita nggak tahu.
04:16Karena masalahnya pada pribadi Pak Prabowo.
04:18Menurut saya, menurut saya.
04:19Kenapa?
04:20Ya, beliau ini mungkin...
04:23Semacam apa ya?
04:24Terkumbung oleh narasi harmoni.
04:27Itu, harmoni.
04:28Itu membuat beliau menjadi nggak berani kota sana, kota sini kalau...
04:33Ambil sini nanti dia teriak gimana?
04:35Ambil sini dia teriak.
04:36Gejolak di internal koalisi.
04:37Di internal dia.
04:38Pak Prabowo sangat-sangat menyukai kata kalimat harmoni itu, sehingga karena kata harmoni itu...
04:43Kata harmoni itu nggak terlalu cakep atau nggak terlalu berani untuk mengambil sesuatu yang membuat...
04:48Teman koalisinya akan gusar gitu.
04:50Nah, oleh karena itu saya mengatakan, kalaupun mungkin ada reshuffle...
04:53Lebih pada menteri-menteri yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan apa namanya itu...
04:58Ya, partai politik gitu ya.
05:00Profesional.
05:00Ya, mungkin kelompok-kelompok profesional atau...
05:03Wakil-wakil profesionalnya gitu.
05:05Dan sejauh ini dari tujuh nama yang...
05:08Atau tujuh instansi kementerian yang mulai disebut-sebut akan berganti itu.
05:13Memang betul kan bahawa cuma ada satu orang yang...
05:18Kelihatan dari partai politik dalam hal ini adalah dari Golkar.
05:21Lainnya itu umumnya adalah orang-orang yang...
05:23Berasal dari swasta gitu lah kira-kira ya.
05:26Nah, kalau kita merujuk ke nama-nama yang...
05:28Beredar ya, ini beredar di media yang saya rujuk itu kan.
05:33Misalnya Pak Pratikno kan, Pak Sakti kan, kemudian Pak Bung...
05:38Matalius Pigai gitu ya.
05:42Lalu Menteri...
05:43Apa namanya ini ya...
05:44Menteri...
05:45Apa istilahnya itu?
05:47Pariwisata.
05:48Nah, jadi itu kan semua swasta tuh.
05:51Menteri-menteri swasta kan.
05:53Karena itu, kalau itu dilakukan terjadi pun...
05:56Pesan utamanya sih menurut saya adalah...
05:58Pak Prabowo mau meminimalisasi gitu ya...
06:03Peran atau keterlibatan menteri-menterinya Pak Jokowi.
06:07Karena itu runtutan dari peristiwa...
06:08Di mana menteri-menteri yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Pak Jokowi...
06:13Lalu banyak di resafel, di resafel 1, 2, 3, dan 4 itu gitu ya.
06:18Dan sekarang kelihatan nama-nama ini muncul lagi.
06:22Ada Pak Pratikno, ada Pak Sakti...
06:23Lalu ada...
06:24Lalu ada...
06:26Iya, setidaknya yang dua nama inilah gitu ya.
06:28Meskipun ada alasan yang mungkin secara alami juga akan terjadi...
06:33Jadi resafel misalnya berkenaan dengan kesehatan yang seperti kita ketahui...
06:38Sekarang Pak Sakti sempat bingsan dalam sebuah acara gitu ya.
06:42Jadi ada mungkin tuh ininya...
06:43Nah tapi kalau yang berkaitan dengan politik ya...
06:46Misalnya seperti apakah...
06:48Menkom Digi gitu ya...
06:50Menkom Digi gitu ya dalam ini...
06:51Ibu Menteri ya...
06:53Bisa ya tapi menurut saya tetap akan ke Golkar...
06:56Iya...
06:57Ininya gitu ya...
06:58Meskipun berbeda orang tetap dijaga...
06:59Iya...
07:00Iya...
07:01Apalagi sehari ini seperti kita...
07:03Kita ketahui...
07:04Jangankan dikurangi...
07:05Yang ada malah Bahlil dapat kedua lagi gitu ya kan.
07:08Dewan Energi Nasional...
07:09Dewan Energi Nasional gitu...
07:11Jadi...
07:12Jadi...
07:13Saya kira...
07:14Dari semua koalisi yang...
07:16Yang ada...
07:18Bersama dengan Pak Prabowo...
07:20Golkar lah menurut saya yang paling dominan sekarang di lingkaran...
07:23Apa namanya...
07:24Pak Prabowo...
07:25Oleh karena itu...
07:26Ketika nama-nama itu muncul...
07:27Oh iya...
07:28Bisa saja orangnya diganti...
07:29Tapi...
07:30Saya kira posisinya...
07:31Gak akan di...
07:32Apa namanya...
07:33Itu diambil atau dikurangi gitu...
07:35Oke...
07:36Tapi...
07:37Reshevel ini biasanya antara...
07:38Partai Koalisi...
07:39Atau...
07:40Kalau dari jamannya Pak Jokowi...
07:41Lalu beralih ke Pak Prabowo...
07:42Yang dulunya...
07:43Tidak ada di Koalisi...
07:44Ditarik masuk...
07:45Ya...
07:46Seperti misalnya PDI Perjuangan...
07:47Sudah ditawar-tawarin...
07:48Belum...
07:48Terus sih...
07:49Bukan sih...
07:50Tapi jawabannya saat lagi ya...
07:51Sampai Indonesia malam...
07:52Kami segera kembali...
07:53Terima kasih...
07:58Departakan Indonesia...
07:59Kami segera kekok...
08:00Kami ta...
08:01¿Tudah masuk?
08:02Kami ta...
08:03Mesti membahas soal desas-desas reshuffle kapan, apakah akan terjadi atau tidak.
08:08Terima kasih.
08:13Dan Bung Rai Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani.
08:18Apakah sudah ada tawaran-tawaran dari istana?
08:23Untuk PDI Perjuangan, yuk gabung yuk ke Kabinet.
08:28Dan kan sikap politiknya jelas ya, rujukannya pada Kongres kelima beberapa waktu lalu.
08:33Dan itu posisinya kita berada di luar pemerintahan.
08:38Melainkan peran sebagai penyeimbang, dua fungsi.
08:43Jika kebijakan dan arah pembangunan menurut PDI Perjuangan sesuai.
08:48Dan sejalan dengan kepentingan masyarakat, kami akan memainkan peran sebagai penyeimbang.
08:53Mitra Strategis, ikut memberikan dukungan, support.
08:57Tetapi jika memang...
08:58Memang ada hal-hal yang perlu dikritisi, maka memainkan peran sebagai mitra kritis.
09:03Jadi tetap bermitra dengan pemerintah, tetapi juga tetap bisa...
09:08Menampilkan kritisisme.
09:10Jadi itulah posisi PDI Perjuangan sebagai...
09:13Partai Penyeimbang hari ini.
09:15Kalau soal reshuffle, PDI Perjuangan itu...
09:18Partai yang taat konstitusi atau taat aturan.
09:21Kita sadar betul dalam sistem presiden.
09:23Urusan reshuffle itu prerogatif presiden.
09:28Itu kewenangan mutlak beliau.
09:31Jadi yang tahu hanya presiden dan Tuhan Allah.
09:33Kan begitu.
09:35Beliau yang tahu apa urgensinya reshuffle, kapan...
09:38Reshuffle dilakukan, siapa yang harus diganti, diganti dengan...
09:43Dengan siapa.
09:44Jadi alat ukurnya, parameternya itu sepenuhnya ada pada presiden.
09:48Prabowo Subianto dalam hal ini yang memimpin Indonesia pada saat ini.
09:52Jadi...
09:53Kalau bicara reshuffle, ya PDI Perjuangan itu tahu betul...
09:58Di mana jurisdiksi dan kami membatasi diri untuk bicara lebih jauh.
10:03Sementara prinsip dasar kalau mau melakukan reshuffle, ya orientasinya harus...
10:08Sementara kepentingan rakyat.
10:10Yang kedua, berharap bahwa...
10:13Pemerintah ini bisa kemudian bekerja lebih efektif, ya...
10:18Lebih solid, dan lebih loyal pada presiden, dan lebih fokus...
10:23Ya para menteri...
10:25Hari-hari ini...
10:28Harusnya fokus saja, bekerja menjalankan visi-misi presiden, ukir presiden...
10:33Investasi, buat legasi, itulah yang ditunggu oleh rakyat Indonesia ini.
10:38Begitu...
10:39Jadi...
10:40Tadi...
10:42Ditawarkan...
10:43Dari...
10:44Sebenarnya...
10:45Dari...
10:46Sebenarnya...
10:47Dari...
10:48Tadi...
10:48Sebenarnya kan dari awal kan adalah upaya dari Presiden Prabowo.
10:53Untuk juga mengajak PDI Perjuangan berada dalam satu barisan dalam pemerintah.
10:58Tetapi Kongres dan juga Ketua Umum kami...
11:03Ibu Mega melihat bahwa posisi yang paling tepat diambil oleh PDI Perjuangan saat ini adalah...
11:08Seperti saat ini, jadi partai penyeimbang.
11:12Karena apa? Karena...
11:13Kalau semua sudah masuk dalam pemerintahan, ya...
11:18Ini akan membuat kemudian ruang diskursus dialektika perbedaan...
11:23Dan pendapat itu mungkin juga tidak akan muncul.
11:26Padahal kan kita butuh untuk...
11:28Meningkatkan derajat kualitas demokrasi.
11:31Hari ini tidak bisa kita pungkiri bahwa...
11:33Masyarakat sipil pun sebenarnya juga masih membutuhkan kanal-kanal demokrasi.
11:38Berupa partai politik yang juga bisa menyampaikan pandangan-pandangan...
11:43Yang kritis.
11:44Dan PDI secara sadar mengambil...
11:47Mengambil posisi...
11:48Jadi tidak juga memainkan posisi sebagai oposisi binar...
11:53Oposisi mutlak-mutlakan begitu.
11:55Karena kalau menurut kami memang kebijakan yang...
11:58Diambil oleh pemerintah, oleh presiden ini...
12:01Benar, patut didukung.
12:03Kami memberikan apresiasi.
12:05Tetapi jika tidak, kami memberikan kritik...
12:08Sebagai suatu bentuk bahan evaluasi.
12:11Kan begitu.
12:11Itu pilihan-pilihan ini...
12:13Yang hari ini tetap menjadi pilihan yang terus dilakukan di...
12:18Dijalani oleh PDI Perjuangan.
12:19Kalau PDI Perjuangan menegaskan...
12:21Ya tetap di luar sirkel.
12:23Tapi apakah dinamikanya bisa muncul?
12:26Jikalau misalnya partai di koalisi...
12:28Yang namanya minta kursi lebih banyak...
12:31Itu kan bisa jadi kejadian.
12:33Dan dimintakan ke presiden.
12:35Apa Anda melihat dinamik yang sama juga?
12:36Iya, itu alami.
12:38Tapi saya kira dengan posisi mereka sekarang pun...
12:42Mereka sudah merasa...
12:43Inilah happy gitu.
12:45Nah persoalannya memang akan muncul...
12:47Kalau ada partai politik.
12:48Baru, kan setilanya masih ada dua partai di luar nih.
12:51Satu PDI, satu Nasdem.
12:53PDI kan 70 persen, 80 persen mereka sudah menyatakan mereka mau di luar.
12:57Ya.
12:58Kan kelihatan masih 50-50 kan.
13:00Nah boleh jadi Nasdem masuk ke dalam.
13:03Kedalam.
13:03Apa namanya, ke dalam struktur ini.
13:05Sebab sejauh ini saya lihat sih...
13:08Posisi Nasdem yang gak jelas ini juga gak nguntungin mereka juga.
13:11Gak nguntungin secara politik juga.
13:13Mungkin gak nguntungin secara material gitu loh.
13:16Jadi memang...
13:18Jauh lebih baik untuk memilih ikut atau tidak gitu.
13:21Ketimbang mau di tengah-tengah karena...
13:23Di tengah-tengah itu gak kelihatan gitu.
13:25Jadi boleh jadi mungkin sekarang yang mau diajak itu Nasdem.
13:28Karena tidak tegas untuk menyatakan di luar.
13:31Bukan.
13:32Karena bagi Nasdem.
13:33Nasdem sendiri kelihatan gak terlalu menguntungkan posisi yang 50-50 ini.
13:37Apa yang membedakan...
13:38Posisi Nasdem dengan PDI Perjuangan?
13:40PDI udah jelas mengatakan kan.
13:41Kami berada di luar gitu.
13:43Kalau Nasdem kan gak jelas mau mereka di luar atau tidak gitu.
13:47Kalau misalnya kita ujar...
13:48Dari soal sikap kata kalah.
13:50Soal pilkada langsung dan tidak langsung.
13:52PDI jelas menolak.
13:53Nasdem masih ambigu kan.
13:56Antara menolak dan tidak.
13:57Dan sebagainya.
13:58Jadi kalau dilihat dari alur itu kelihatan notasi mereka sekarang...
14:03Lebih banyak ke arah istana gitu loh.
14:05Oke.
14:06Dan oleh karena itu jika mungkin mereka masuk...
14:08Nah mungkin akan ada 1-2 kursi.
14:11Atau...
14:12Saya kira cuma...
14:13Dapat 1 mereka.
14:14Boleh jadi nanti ada 1 kursi dari partai politik yang dikeluarkan.
14:18Dan boleh jadi itu mungkin keluarnya dari Golkar.
14:23Itulah yang mungkin sedang terjadi nih gitu ya.
14:26Dan boleh jadi orang Nasdemnya yang masuk.
14:28Kekom Digi mengingat background dari Pak Surya Faloh kan adalah orang yang bergerak di dunia.
14:33Media kan.
14:35Digital atau apapun macam-macam dan sebagainya gitu.
14:38Gimana?
14:38Golkar tanggapi itu.
14:39Ada kemungkinan misalnya bisa jadi.
14:41Misalnya kursi Golkar yang diambil.
14:43So far gimana?
14:44Apakah jumlah kursi akan mempengaruhi soliditas Golkar?
14:48Kekar dalam mendukung Pak Presiden.
14:50Semenarik-menariknya penjelasannya Bang Rai.
14:53Lebih valid kalau itu keluar dari mulut Presiden.
14:58Ya karena sekali lagi bahwa itu adalah hak prerogatif Presiden.
15:01Tetapi beginilah bahwa.
15:03Partai Golkar itu begini.
15:04Fraksi itu memandang kaitannya dengan isu resafel kabinet dan kemudian.
15:08posisi Partai Golkar di dalam pemerintahan ini.
15:12Bahwa.
15:13ada di dalam atau di luar pemerintahan.
15:16Partai Golkar tetap bisa menjadi.
15:18kanal masyarakat sipil seperti tadi yang disampaikan oleh teman-teman dari PDI tersebut.
15:23Bahkan misalnya saya sebelum ke Kompas ini ketemu dulu dengan masyarakat sipil.
15:28yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil untuk pembaharuan reformasi undang-undang.
15:33di dalam pemilu jadi itu sebenarnya tidak mempengaruhi posisi atau di dalam.
15:38atau di luar pemerintahan kaitannya dengan komunikasi dengan masyarakat sipil.
15:43kedua kembali lagi bahwa selain itu persoalan tadi kami.
15:48disampaikan bahwa itu prerogatif tetapi kalau kita lihat dari apa yang dilakukan oleh.
15:53presiden empiriknya memang saya melihatnya dua hal.
15:58presiden itu dalam melakukan reshavel kabinet satu itu kaitannya dengan.
16:03dengan kebutuhan itu sendiri yang kedua adalah kaitannya dengan jika.
16:08terjadi kekosongan jabatan tersebut dan itu dilakukan.
16:13beberapa kali oleh presiden atau dalam konteks dalam lima kali.
16:18proses reshavel tadi itu kebutuhan misalnya.
16:21misalnya misalnya kayak.
16:23dianggap dianggap dibutuhkan nambah lagi satu amen terus ada yang dianggap sakit.
16:28ada juga tuh yang pernah diganti karena alasan sakit terus kemudian.
16:33ada yang kosong ada yang reposisi jadi biasa saja dalam lima kali.
16:38proses reshavel kabinet ini dan bagi kami di Partai Golka tetap bahwa.
16:43proses reshavel kabinet ini kita kembalikan kepada presiden karena presiden paling tahu siap pembantu.
16:48tetapi yang lebih penting dari itu bahwa ketika reshavel ini itu dilaksanakan.
16:53kualitas dan kinerja pemerintahan bisa
16:58lebih baik dari sebelum dilakukannya reshavel.
17:00nah kalau bicara soal peningkatan kualitas.
17:03kinerja dari kabinet ini maka reshavel ini basisnya adalah
17:08kita harus evaluasi atas dasar prinsip ya.
17:13meritokrasi dan prinsip teknokrasi.
17:18karena apa? karena hanya second kabinet atau kabinet yang memang punya keahlian.
17:23punya fokus dalam bekerja yang bisa membuat transformasi.
17:28berupa perubahan yang memang menunjukkan ada kualitas gitu loh.
17:33jadi evaluasinya basisnya harusnya pada kinerja.
17:36kinerja.
17:37ya bukan lagi kepada
17:38soal kalkulasi untung rugi secara politik.
17:42kalau itu mau yang
17:43yang mau kita bicarakan.
17:44ya.
17:45tetapi kan memang kalau kita bicara soal kabinet itu kan ada
17:48setidaknya ada lima tas yang harus bisa dijawab kan begitu.
17:52Presiden Prabowo ini
17:53menginginkan stabilitas di kabinet ini ini baik.
17:57oke.
17:58lalu.
17:58selain stabilitas soliditas.
18:00hmm.
18:01jadi jangan hanya berkumpul bersama tapi soliditas.
18:03soliditas.
18:04soliditas saja tidak cukup tapi harus ada sinergitas.
18:07sehingga tidak ego.
18:08masing-masing untuk berjalan sendiri-sendiri.
18:10ya.
18:11kalau sudah ada sinergitas ini.
18:13ya.
18:13ada efektivitas dalam bekerja.
18:14hmm.
18:15dan ujung dari ini semua adalah tetap loyalitas pada
18:18misi presiden.
18:19apa maksudnya?
18:20loyalitas pada visi misi presiden.
18:22jangan masing-masing.
18:23karena disitu berasal dari partai A, B, C, D, E, kemudian menjalankan
18:28agenda politik masing-masing.
18:29hmm.
18:30nah kan ini berbahaya.
18:31ya.
18:32ingat bahwa.
18:33menjadi menteri itu privilege loh.
18:35ya.
18:36itu suatu keistimewaan yang dimiliki.
18:38oleh sangat sedikit orang.
18:40dan mendapatkan mandat dari presiden.
18:43maka kesempatan itu harus digunakan sebaik mungkin
18:46oleh para pembantu presiden.
18:48para menteri kita ini begitu.
18:49oke.
18:50lima tas dalam lima reshuffle kabinet jelas.
18:53kalau jadi apakah memang sudah sesuai dengan tadi
18:58memperhatikan kinerja?
18:59atau masih dominan kalkulasi politik Bung Rai?
19:02tapi nanti jawabannya.
19:03ya.
19:04sampai Indonesia malam.
19:05kami segera kembali.
19:06itu udah jangan.
19:07ya.
19:08ya.
19:09ya.
19:13kan sampai Indonesia malam.
19:17jadi gimana?
19:18oke.
19:19udah kalau mau masuk jilir kelimanya sudah
19:21kentaranya lebih ke soal
19:23kinerja atau masih kalkulasi politik?
19:25pasti nggak ada satu faktor ya.
19:27setidaknya mulai.
19:28saya ada tiga faktor.
19:29apa itu?
19:30ada unsur kinerja di dalam.
19:31ada unsur pertimbangan politik.
19:33tapi juga ada unsur alami kan.
19:35tapi juga ada unsur ketidakjelasan gitu.
19:38nah kalau yang berhubungan.
19:39kalau kita merujuk ke nama-nama yang
19:41cukup beredar di tengah masyarakat.
19:43saat ini gitu.
19:44saya kira untuk orang seperti Pak Pratikno.
19:47lalu.
19:48Menpar.
19:49lalu.
19:50apa namanya itu ya.
19:51Pak Sakti.
19:53lalu mungkin juga.
19:55apa.
19:56Menlu.
19:57Pak Sugiono gitu.
19:58itu mungkin soal kinerja.
20:00nah saya melihat itu ada aspek kinerja.
20:02khususnya menlu kita lah.
20:03mungkin melalui kita ini salah satu menteri yang jumlah.
20:08kehadirannya di negara lain itu sedikit.
20:10dibandingkan malah oleh presidennya.
20:12presidennya udah.
20:13keliling sampai 36 kali kan.
20:15dalam setahun ini.
20:16saya nggak tahu melalui kita.
20:17sudah keliling.
20:18ke beberapa tempat atau tidak gitu ya.
20:21nah yang kedua juga.
20:22karena dia rangkap jabatan.
20:23dia segaligus jadi sekjen partai yang menghajatkan.
20:26memang beliau harus ada di dalam negeri.
20:28sebab ketua umumnya sedang menjabat sebagai presiden.
20:31sementara ketua harian tidak ada.
20:33gitu.
20:34jadi mungkin ini akan disiasati.
20:36jadi oleh karena itulah.
20:38kerjanya kelihatan sangat lambat.
20:39sangat tidak apa namanya itu.
20:41mengejar ya banyak.
20:43isu di luar negeri gitu.
20:45itu faktor yang saya sebut kinerja.
20:47men parsi saya kira.
20:49cocok juga diganti.
20:50karena banyak event yang sebestinya bisa dijadikan sebagai hal.
20:53kita untuk mempromosikan wisata.
20:55itu seperti terlihat saja.
20:56kan setidaknya ada tiga aspek.
20:58ada pariwisata yang berhubungan dengan.
21:01dengan apa namanya itu ya.
21:02dengan musik.
21:03ada yang berhubungan dengan budaya.
21:05dan ini yang paling penting juga.
21:06soal makanan.
21:07makanan kita.
21:08dikenal di luar negeri itu.
21:09sebetulnya kan bukan karena promosi.
21:11hebat dari pemerintah.
21:13tapi karena agen-agen dari ekspatriat kita di luar negeri.
21:18yang begitu aktif memperkinalkan makanan-makanan di Indonesia.
21:21ya mestipun tentu ada kerja-kerja yang.
21:23dilakukan oleh pemerintah.
21:24ya kita tahu juga ada.
21:26lubes-lubes kita buka ini macam-macam.
21:28itu faktor kinerja tadi.
21:30kinerja.
21:31tapi khusus kepada Pak Natalius.
21:33saya justru bingung nih melihatnya.
21:35apa ya?
21:36jadi kalau saya sebut kinerja ya.
21:38kinerja tidak terlihat kinerjanya.
21:41karena memang posisi dari Kementerian.
21:43Kementerian sendiri membingungkan gitu loh.
21:45sebagai Menteri Hukum.
21:47eh Menteri HAM.
21:48kan objeknya itu kan sebetulnya adalah pemerintah gitu.
21:51oke.
21:52dan dia berada di dalam.
21:53dalam pemerintah itu sendiri.
21:54bagaimana ia melakukan penilihan terhadap kinerja pemerintah sendiri.
21:58jadi akan membingungkan.
21:59oke.
22:00yang saya sebut kalau dia dimasukkan ke Menteri pendekatannya hukum.
22:03ada Menteri Hukum.
22:04kalau dia pendekatannya kepada penegakan hukum.
22:06ada aparat keamanan.
22:08dia nggak punya polisi, jaksa, macam-macam gitu.
22:10oke.
22:11oleh karena itu bagi saya ya.
22:12eh
22:13ini posisi yang membingungkan.
22:15dan oleh karena itu menurut saya ini lebih bagus diadakan aja.
22:18jadi Menteri HAM itu dicadakan atau digabung lagi seperti dahulu ke Menteri Hukum.
22:23jadi bukan soal Nathaniel Yusnya menurut saya itu.
22:26ini soal.
22:27posisinya.
22:28ini mau dia pahin gitu.
22:29berarti dia kinerja.
22:30job desknya itu kita nggak tahu ini apa dan sebagainya.
22:33sebagainya gitu.
22:34tapi juga ada soal politik.
22:36ya.
22:37politik itu ya ada dua di sini.
22:38satu.
22:38itu adalah minimalisasi pengaruh Pak Jokowi di dalam kabinetnya Pak Jokowi.
22:42eh Pak Prabowo.
22:43maka anak lama-lama yang kita sebutkan tadi kan.
22:45Pak Sakti juga akan alasan kehamilan lainnya.
22:47yang identik dengan Pak Jokowi sebelumnya.
22:48ya kemudian.
22:48juga apa namanya.
22:49apa namanya.
22:50apa lah.
22:51pratikno gitu.
22:52dan sebagainya gitu.
22:53tapi jangan lupa.
22:54kalau yang terkait dengan gold card yang saya sebutkan tadi tuh.
22:56iya.
22:57bisa saja diri satu.
22:58dengan memasukkan Nasdem.
22:59pertanyaannya.
23:00apakah gold card yang terima?
23:01jelas nggak akan terima.
23:02ya.
23:03iya.
23:04dan mungkin karena itulah alot dan boleh jadi karena itu hari ini belum terjadi gitu ya.
23:08mungkin karena alot.
23:09tapi ini semua sangat tergantung pada Pak Presiden.
23:13iya.
23:14kalau Pak Prabowo sedikit agak meninggikan dirinya ya.
23:18iya.
23:19iya.
23:20saya kira pada ujungnya gold card akan terima juga.
23:22oke.
23:23seperti kita tahu gold card ini yang penting di dalam gitu.
23:26gitu lah ya kan.
23:27apa bener bacaannya.
23:28yang punya Bung Rai tadi.
23:29nanti.
23:30nanti dulu.
23:31yang penting ada di dalam gitu ya.
23:33ya.
23:34jadi bukan soal banyak atau tidaknya.
23:36tapi yang penting ada di dalamnya gitu.
23:37jadi kalau.
23:38oke.
23:38kalau sekiranya ada sedikit.
23:40Pak Balil kau ikut akulah kali ini misalnya.
23:42iya.
23:43iya.
23:43Pak Prabowo.
23:44iya.
23:45iya.
23:46iya lah.
23:47kalau kali ini boleh lah gitu ya.
23:48satu lagi apa?
23:48satu lagi.
23:49satu lagi tentu soal kesehatannya.
23:50alam ini Pak Sakti itu.
23:52nah oleh karena itu.
23:53saya kira nggak tunggal.
23:55dan ada unsur soal kinerja di dalamnya.
23:58ada unsur soal apa namanya.
24:00politik gitu ya.
24:01tapi juga ada unsur soal.
24:03alami yang saya sebutkan.
24:04oke.
24:05kalau dari Golkar.
24:06gimana bacaannya Bung Rai tadi?
24:08iya.
24:09mendekati iya kah gitu.
24:11iya tentu kan.
24:12bagi kami.
24:13presiden itu punya kuyubawaan.
24:15harus kami jaga.
24:18nah.
24:19dan.
24:20bagi kami di Partai Golkar.
24:21ya.
24:22ketua umum berdiskusi.
24:23dengan presiden.
24:24sesuatu yang sehari-harilah dilakukan oleh.
24:28Pak Bahlil selaku ketua Umpartai Golkar.
24:30ataupun selaku Menteri SDM.
24:32jadi.
24:33ini.
24:34bukan dalam konteks.
24:35bahwa.
24:36ketua Umum Partai Golkar.
24:38mendiktak presiden.
24:39atau sebaliknya.
24:40enggak.
24:41relasi ini adalah relasi yang.
24:43sangat baik.
24:44dan Partai Golkar sangat menghormati.
24:45dan menjunjung tinggi.
24:46yang disebut dengan hak prerogasi.
24:48negatif itu.
24:49itu tidak ada seperti yang disampaikan oleh Bang Rai.
24:51kami serahkan sepenuhnya kepada.
24:53presiden terkait dengan hal tersebut.
24:55iya.
24:56dan.
24:57dan yang kedua.
24:58bahwa.
24:59fokus Partai Golkar.
25:00adalah.
25:01karena.
25:02eh.
25:03presiden kami terikat untuk.
25:04mensukseskan.
25:05eh.
25:06presiden program-programnya.
25:07maka fokus.
25:08kami saat ini tadi.
25:09karena pemerintahan ini.
25:10tidak ada dalam ruang yang hampa.
25:12tentu.
25:13tugas.
25:13utama Partai Golkar.
25:14adalah.
25:15bagaimana.
25:16menjaga stabilitas pemerintahan.
25:17yang kedua.
25:18adalah.
25:18khusus kami adalah.
25:19bagaimana.
25:20mewujudkan.
25:21visi misi.
25:22dan program-program presiden.
25:23yang memang telah disampaikan.
25:23pada saat pemilu.
25:24disampaikan kepada.
25:25rakyat.
25:26itulah yang sebenarnya.
25:27menjadi tugas.
25:28eh.
25:28dan fokus Partai Golkar.
25:29pada saat ini.
25:30urusan reshuffle.
25:31itu adalah.
25:32menjadi urusan.
25:33presiden.
25:34dan hak prorogatif presiden.
25:35kalau dari.
25:36itu yang bisa kami sampaikan.
25:37itu sikapnya.
25:38di Belkar.
25:39kalau PDI perjuangan.
25:40kan masih jadi pertanyaan.
25:41karena.
25:42untuk yang ada di luar pemerintahan.
25:43PDI perjuangan ini.
25:44posisinya.
25:45paling kuat sekarang.
25:46Apakah.
25:47godaan.
25:48pulah kursi.
25:49ini akan mempengaruhi.
25:50sikap.
25:51PDI perjuangan kedepan.
25:52katakanlah.
25:53satu.
25:53dua.
25:54tiga kursi ditawarkan.
25:55atau.
25:56harus lebih dari.
25:57sekian misalnya.
25:58ada.
25:59ada.
26:00demikian.
25:58atau enggak.
25:59saya kira jelas ya.
26:00politik.
26:01PDI perjuangan itu.
26:02pada.
26:03kedukannya pada.
26:04values.
26:05pada nilai.
26:06kami sampaikan betul.
26:07bahwa.
26:08demokrasi yang sehat itu.
26:10perlu ada checks and balances.
26:12dan checks and balances.
26:13itu menurut kami.
26:14memainkan peran penyeimbang.
26:16sebagai mitra strategis.
26:17dan mitra kritik.
26:18itulah yang paling ideal.
26:20kan begitu.
26:21jadi.
26:22politik itu bukan.
26:23sekedar.
26:24harus ada dalam.
26:25kekuasaan.
26:26tapi juga di luar kekuasaan.
26:28menjadi sparring partner.
26:29memainkan peran.
26:30sebagai sparring partner.
26:31itu juga sehat bagi.
26:33pengembangan kualitas demokrasi.
26:35yang kedua.
26:36kaitan seperti yang tadi.
26:37dikatakan oleh teman.
26:38teman.
26:39betul.
26:40bahwa kabinet itu juga merepresentasikan.
26:42politik.
26:43tetapi.
26:44representasi politik itu.
26:46tidak bisa kemudian.
26:48menegasikan.
26:49atau meremehkan.
26:51menyepelekan.
26:52yang namanya.
26:53meritokrasi.
26:54dan kemampuan teknokrasi itu.
26:56kenapa?
26:57apalagi.
26:58kementerian-kementerian teknis.
27:00ya anda diharapkan.
27:01bisa memiliki.
27:03ekspertis.
27:04ya.
27:05memiliki isi kepala.
27:06pengetahuan.
27:07dan kemampuan.
27:08untuk melakukan aksi implementasi.
27:10atas visi dan misi presiden.
27:12harus punya kemampuan.
27:13teknokratis seperti itu.
27:15maka para politisi hari ini.
27:17itu.
27:18ada tantangan.
27:19untuk bisa mentransformasi dirinya.
27:21menjadi juga seorang.
27:23teknokrat.
27:24begitu.
27:25ya.
27:26yang juga memiliki kemampuan.
27:27untuk.
27:28mengekseksualasi.
27:28diskusi di lapangan.
27:29betul.
27:30representasi politik penting.
27:31yes.
27:32untuk menjaga stabilitas.
27:33kohesi.
27:34soliditas.
27:35dari kabinet ini.
27:37tetapi tidak.
27:38boleh hanya berhenti di situ.
27:39oke.
27:40meritokrasi.
27:41teknokrasi.
27:42teknokrasi.
27:43basisnya pada kompetensi.
27:45itu tetap harus yang utama.
27:47kalau.
27:48kalau tidak.
27:49negara kita ini tidak akan kemana-mana.
27:51hanya akan bagi-bagi kekuasaan.
27:53ganti posisi.
27:54politik kita hanya sekedar apa?
27:56politik angkarai.
27:58dari 2.
27:59naik jadi 3.
28:00dari 4.
28:01turun jadi 3.
28:02posisi itu saja.
28:03padahal politik sejatinya itu adalah.
28:06values.
28:07politik itu.
28:08soal nilai.
28:09bukan soal angka begitu.
28:11oke.
28:12jadi kalau ditanya PDI.
28:13masa 5 tahun biasa.
28:14di luar kekuasaan 10 tahun.
28:16pernah terjadi.
28:17pada era.
28:18pemerintahan presiden Susilo Bambang Idayono.
28:21dan itu hal yang biasa saja.
28:23karena memang apa?
28:24karena kami memang.
28:25diajarkan.
28:26untuk.
28:27betul.
28:28betul-betul.
28:29berpolitik dengan nilai.
28:30berpolitik dengan value.
28:32dengan dasar.
28:33ideologi.
28:34PDI ini partai yang punya roh.
28:36begitu.
28:37jadi.
28:38di luar pun bagi kami.
28:38tidak punya.
28:39punya.
28:40posisi yang lebih subordinat.
28:42atau lebih inferior.
28:43tidak.
28:44justru kami.
28:45merasa bahwa.
28:46kami bisa akan.
28:47memainkan perang.
28:48sebagai kanal demokrasi.
28:50lebih bisa nyambung.
28:51dengan kekuatan masyarakat sipil.
28:53ketimbang teman-teman.
28:54yang ada di dalam.
28:55iya.
28:56di dalam pasti.
28:57ya komprominya udah tinggal.
28:58tinggi.
28:59kan.
29:00mungkin.
29:01lebih rentan.
29:02pada pragmatisme politik.
29:03seterusnya.
29:04boleh singkat.
29:05jadi.
29:06pertama adalah soal.
29:07PDI gitu.
29:08saya hak kuliah.
29:09mereka gak terima.
29:10mau dua.
29:11tiga.
29:12gitu.
29:13kalau lima.
29:13mungkin lah ya.
29:14tapi kan.
29:15gak mungkin.
29:16kalau dua.
29:17tiga.
29:18jelas mereka rugi.
29:18dan kalau ibu mega masih tetap mimpin.
29:21PDI.
29:22kita tahulah.
29:23sikap ibu mega seperti apa.
29:24ya.
29:25bahkan dulu ditawarin jokowi tiga priode.
29:27dia menolak gitu.
29:28iya kan.
29:29nah itu satu.
29:30nah yang kedua adalah soal.
29:31tadi.
29:32apa apa.
29:33nilai.
29:33berpolitik.
29:34nah salah satu yang menguat.
29:36kita dengar isunya ini adalah.
29:38pergantian Melu dalam ini Pak Sugiono.
29:40yang kemungkinan seperti disebutkan tadi.
29:43meskipun diakui sebagai bercanda.
29:45oleh ketua.
29:46Pak Budi.
29:47apa apa.
29:48ketua.
29:48Budi Jiwandono.
29:49Pak Utut.
29:50Pak Utut ya.
29:51dari praksi PDI Perjuangan itu.
29:53bahwa akan.
29:54Pak.
29:55Pak Budi akan pindah ke sana.
29:57saya.
29:58berharap.
29:59Pak Jokowi harus hati-hati.
30:01respon publik terhadap pengangkatan.
30:03Mas Juwandono sebagai deputi gubernur BI.
30:06cukup sensitif.
30:07Pak Prabowo ya.
30:08saya hati-hati.
30:09ya Pak Prabowo.
30:10cukup sensitif di tengah masyarakat.
30:11ya.
30:12banyak orang yang mengulang.
30:13kembali pidato Pak Prabowo.
30:15yang berkaitan dengan.
30:16kamu anak siapa.
30:18kamu punakan siapa.
30:19gitu.
30:20tiba-tiba punakanya hari ini jadi.
30:23deputi gubernur BI.
30:24kalau saat yang tidak terlalu jauh.
30:27lalu tiba-tiba.
30:28budi yang juga merupakan ponakan Pak Prabowo.
30:31didapuk menjadi menteri luar negeri.
30:33maka saya kira ya.
30:35akan banyak sekali.
30:36pandangan negatif yang bertumpah.
30:38sampai ini jadi malah backfire.
30:39berisiko untuk Pak Prabowo.
30:40itu.
30:41baik kita akan tunggu reshevelnya.
30:42jadi atau.
30:43kalau nggaknya dulu satu.
30:44yang kedua.
30:45kalaupun iya.
30:46siapa-siapa saja yang akan kursi.
30:47tapi yang jelas jangan sampai.
30:48hanya sekadar bagi-bagi kursi.
30:49tidak berimpak untuk kinerja.
30:51kinerja kabinet merah putih.
30:53terima kasih.
30:54Bung Rai terima kasih.
30:55terima kasih.
30:56selamat menikmati.
30:57terima kasih.
30:58malam.
Komentar

Dianjurkan