Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu reshuflle bergulir, setelah kursi Wakil Menteri Keuangan kosong, karena Thomas Djiwandono resmi disahkan oleh DPR sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut Juda Agung menjadi salah satu calon kuat pengganti Thomas Djiwandono yang sudah disahkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sebelumnya, Juda Agung mengundurkan diri dari posisi Deputi Gubernur BI pada 13 Januari. Posisi ini kemudian digantikan oleh Thomas Djiwandono.

Tak hanya posisi Wakil Menteri Keuangan, posisi Menteri Luar Negeri Sugiono juga dikabarkan akan diganti oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPR, Budi Djiwandono.

Sugiono mengaku belum mendengar informasi tentang reshuffle kabinet, termasuk isu soal pergantian dirinya sebagai Menlu oleh Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono.

Sementaara, Budi Djiwandono menegaskan sampai saat ini masih bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR.

Direktur Eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya, mengkritisi rencaha reshuffle kabinet Prabowo. Yunarto bilang, Prabowo harus mengutamakan kapabiltas dibanding konsolidasi kepentingan politik dalam rencana reshuffle.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah melakukan 4 kali perombakan kabinet sejak ia dilantik pada 20 Oktober 2024. Pada reshuffle kabinet jilid ke empat, Presiden Prabowo menambah dua Wakil Menteri, yakni Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan, sehingga jumlah Wakil Menteri mencapai 58 orang.

Untuk mengulas kabar perombakan kabinet usai Wamenkeu Thomas Djiwandono masuk ke jajaran Deputi Bank Indonesia, kita bahas bersama analis politik Adi Prayitno.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Depan Kapolri, Komisi III DPR Fraksi PDIP Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden di https://www.kompas.tv/nasional/646968/depan-kapolri-komisi-iii-dpr-fraksi-pdip-dukung-polri-tetap-di-bawah-presiden

#wamenkeu #reshufflekabinet #kabinetmerahputih #menteri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646969/full-analisis-adi-prayitno-soal-reshuffle-ada-kemungkinan-bongkar-kabinet-selain-ganti-wamenkeu
Transkrip
00:00Ure Saffol bergulir setelah kursi wakil menteri
00:05keuangan kosong karena Thomas Jivandono resmi disahkan oleh DPR sebagai depan
00:10putih Gubernur Bank Indonesia Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadia
00:15menyebut Yuda Agung menjadi salah satu calon kuat mengganti Thomas Jivandono yang
00:20sudah disahkan sebagai deputih Gubernur Bank Indonesia
00:25Yuda Agung mengundurkan diri dari posisi deputih Gubernur BI pada 13 Januari
00:30ini kemudian digantikan oleh Thomas Jivandono
00:35tidak tahu saya katanya tidak boleh ngomong duluan harus dengerin
00:38tapi sudah ada nama Pak?
00:40bocuran itu kan yang kita tahu kelihatannya
00:43kelihatannya
00:44sekarang saya sudah ketemu dengan beliau
00:45dan kelihatannya sih
00:47itu salah satu calon yang kuat ya
00:50iya Pak Bradi
00:51iya Pak Bradi
00:52kelihatannya dia calon yang kuat
00:54memang ada beberapa calon
00:55saya nggak tahu
00:57tentu di Presiden tahu
00:59tidak hanya
01:00hanya soal Wakil Menteri Keuangan
01:02posisi Menteri Luar Negeri Sugiono
01:03juga dikabarkan akan
01:05diganti oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPR
01:08Budi Jiwandono
01:10Sugiono mengaku belum mendengar informasi tentang resa pol kabinet
01:13termasuk isu soal
01:15pergantian dirinya sebagai menu oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPR
01:19dari
01:20fraksi Gerindra Budi Jiwandono
01:23sementara itu Budi Jiwandono menegak
01:25menegaskan sampai saat ini masih bertugas
01:27sebagai Wakil Ketua Komisi 1 DPR
01:30tapi kalau benar itu terjadi
01:32akan ada pertindahan posisi
01:34mesti tugaskan di kementerian lain
01:35itu gimana mas
01:39bikin kemaskan
01:40makanya
01:43makanya
01:44makanya
01:45terima kasih
01:47terima kasih
01:48terima kasih
01:49terima kasih
01:50sampai hari ini masih dikongsi
01:52sampai hari ini masih dikongsi
01:54sampai hari ini masih dikongsi
01:55terima kasih
01:57terima kasih
01:58terima kasih
01:59terima kasih
02:00benar akan gabung ke kabinet
02:05Direktur Eksekutif Carta Politika Yunarto Wijaya
02:08mengkritisi rencana resafel kabinet
02:10Prabowo Subianto
02:12Yunarto bilang
02:13Prabowo
02:14harus mengutamai
02:15maka kapabilitas dibandingkan konsolidasi kepentingan politik
02:19dalam rencana
02:20resafel
02:23ketika kita berbicara mengenai resafel
02:24saya berhenti
02:25kita harap juga
02:26Pak Prabowo ada perbaikan besar
02:28dalam konteks menempatkan kapabilitas
02:30jauh lebih besar
02:31dibandingkan pertimbangan koalisi
02:33kenapa ada kekhawatiran itu Mas Toto
02:35apa yang menjadi latar belakangnya
02:37pembentukan kabinet
02:39ini
02:40kabinet terbesar sepanjang sejarah
02:42setelah Orde Lama
02:43Mas Yasir
02:44kenapa
02:45karena yang namanya jumlah parpol yang ditampung banyak sekali
02:48jumlah huamen terbesar juga
02:50sepanjang sejarah
02:51karena koalisinya besar sekali
02:53kalau logika itu yang
02:55digunakan dalam konsolidasi kekuasaan
02:57menurut saya itu malah menambah beban buat Pak Prabowo
03:00bukan kemudian malah menambah kekuatan dan energi
03:04untuk kemudian
03:05menghadapi situasi global yang memang sudah pelik
03:07itu poin paling baik
03:08saya
03:10sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah melakukan 4 kali perombakan kabinet
03:14sejak ia dilantik
03:15pada 20 Oktober 2024
03:18pada reshuffle kabinet jilid keempat
03:20Presiden Prabowo menambahkan 2 wakil menteri
03:23yakni wakil menteri dalam negeri
03:25dan wakil menteri kesehatan
03:27sehingga
03:28jumlah wakil menteri
03:30mencapai 58 orang
03:33Tim Liputan
03:34Kompas
03:35TV
03:38untuk mengulas kabar
03:40perombakan kabinet usai
03:41WOMENQ Thomas Jiwandono
03:42masuk ke Kejajaran Diputi Bank Indonesia
03:44kita
03:45membahas bersama analis politik Adi Prayitno
03:47Selamat petang Mas Ade
03:50Selamat petang
03:51Ya sudah ramai diperbincangkan
03:52soal perombakan kabinet
03:53kalau pandangan anda sendiri apakah
03:55ada kemungkinan besar Presiden kembali bongkar kabinet
03:58kalau jadikan berarti sudah 5 kali
04:00Ya saya sebenarnya termasuk yang relatif cukup meyakini
04:05bahwa
04:06soal kemungkinan resapel itu
04:08pastilah terjadi
04:09ini kan soal
04:10waktu
04:11apakah akan terjadi dalam waktu dekat
04:13dalam waktu sedang
04:14ataukah dalam
04:15waktu lama
04:16tapi bagi saya
04:17isu resapel ini kan
04:18dalam seminggu ini
04:19cukup santer di
04:20perbincangkan oleh publik
04:22salah satunya oleh
04:23kawan-kawan media ya
04:24tentu
04:25pembicaraan ini kan tidak lahir dalam ruang hampa
04:27pertama selalu dikaitkan dengan
04:29adanya
04:30kursi kosong yang kemarin
04:32Wamin Q misalnya
04:33kemudian jadi gubernur BI
04:35kemudian
04:36yang paling penting adalah
04:38soal
04:39ada juga Menteri beberapa
04:40waktu yang lalu
04:41misalnya bolak-balik
04:42datang ke Solo
04:43dan ada juga yang datang ke Tertanegara
04:45itu dibaca oleh publik
04:47soal
04:48kemungkinan tanda-tanda
04:49soal
04:50dan bahkan kalau kita ingin melihat
04:53tanda-tandanya secara umum
04:55adalah soal
04:56bencana alam yang terjadi di Sumatera
04:57beberapa waktu yang lalu
04:58itu kan
04:59ada
05:00jumlah Menteri yang menjadi sorotan
05:02dikritik
05:03dinilai
05:04tidak memiliki antara
05:05antisipasi yang cukup cepat ya
05:06terkait dengan
05:07kasus-kasus penanggulangan
05:09terkait dengan isu
05:10deforestasi
05:11termasuk juga soal
05:12kayu
05:13gelondongan goib
05:14yang mungkin
05:15mungkin hingga saat ini
05:16itu tidak bisa diungkap
05:17secara signifikan
05:18tiga anasir inilah
05:19yang kemudian
05:20dijadikan sebagai instrumen oleh publik
05:22untuk melihat tanda-tanda
05:25bahwa sebenarnya
05:26terkait dengan reshapul itu
05:27ya hanyalah
05:28tinggal menghitung hari
05:30entah itu kapan
05:31tentu hanya presiden lah
05:32yang punya otoritas
05:33segala-galanya
05:34bahkan
05:35kan kalau kita maju-jur
05:36sebenarnya
05:37ada sejumlah media
05:38yang secara agresif
05:40menafiskan
05:40sejumlah menteri yang mungkin
05:42posisinya akan digeser
05:43seperti yang
05:45yang tadi disampaikan oleh
05:46Kompas TV
05:47misalnya dalam prolognya
05:48soal kemungkinan menlu
05:50diganti posisinya
05:52jadi menko misalnya
05:54itu kan juga menjadi
05:55pembicaraan dan menlu
05:56akan diganti oleh
05:57wakil ketua
05:59pembicaraan
06:00itu tentu bukan sesuatu
06:02yang lahir dalam ruang hampa
06:03tapi pastinya sudah mulai beri
06:05edar soal informasi adanya
06:07terkait dengan kemungkinan
06:08soal resawal ini
06:09dan bahkan
06:10informasi dari kawan-kawan media
06:12yang sering ditanyakan ke saya
06:14mungkin juga ada menteri
06:15yang nanti posisinya itu direposisi
06:17misalnya menjadi
06:19wamen dan seterusnya
06:20sejumlah nama memang beredar
06:22termasuk nama Sugiyono Mas Adi
06:24tapi kira-kira
06:25yang resawal jadi dilakukan
06:26apa menurut anda
06:27urgency dari presiden
06:28kembali melakukan resawal
06:29seperti tadi
06:30yang kita ingatkan sebelumnya
06:31di satu tahun yang lalu
06:32sudah 4 kali resawal
06:33kalau ini jadi
06:34berarti sudah 5 kali
06:35presiden promosi Bianto
06:36melakukan resawal
06:38ya saya kira yang ramai
06:39soal resawal
06:40sekol itu adalah soal ganti orang
06:42kalau cuma ganti posisi
06:44geser posisi sebenarnya
06:45dianggap tidak lampau signifikan
06:47tapi kalau orangnya digantri
06:49diganti dengan menteri
06:50baru ini tentu menjadi
06:51berita politik yang cukup menarik
06:53karena mengganti seseorang
06:54dengan orang lain
06:55kalau misalnya soal menlu yang
06:58dispekulasikan akan digeser
07:00misalnya terkait dengan BMK
07:02mungkin publik mendengarai
07:04ini adalah untuk mengakses
07:05akselerasi bagaimana tugas
07:07Menteri Luar Negeri itu
07:08memang harus lebih perform
07:10dibandingkan dengan sebelumnya
07:11mengingat misalnya Pak Sugiono
07:13hari ini adalah sekian partai
07:15besar dan tentu saja
07:16perlu butuh keseriusan
07:18untuk memaksimalkan
07:20kedua tugas ini
07:21satu sisi sebagai melu
07:22dan satu sisi sebagai sekian partai
07:24jadi peran ini
07:25nilai yang mungkin
07:26supaya akan semakin maksimal
07:28akan diganti oleh posisi
07:29anak muda
07:30pengalaman luar negerinya bagus
07:31sehingga isu ini
07:32yang kemudian berkembang
07:33belakangan ini
07:34Oke baik
07:35Masa di satu sisi juga
07:36hari ini kita lihat
07:37bahwa Presiden kembali
07:38memberi tugas baru
07:39ke sejumlah menteri
07:40begitu ada tujuh menteri
07:43yang tergabung
07:44struktur Dewan Energi
07:45Terima kasih
07:46Terima kasih
07:47Terima kasih
07:48Terima kasih
07:49Terima kasih
07:51Terima kasih
07:52Terima kasih
07:54Bagi saya dua hal
07:55Pertama ini adalah
07:56sebagai bentuk
07:57kepercayaan Presiden
07:59terhadap sejumlah menteri
08:00terutama untuk
08:01melakukan inovasi
08:02manuver-manuver
08:04terukur
08:04bagaimana misalnya
08:05Indonesia itu
08:06segera melakukan
08:07langkah-langkah
08:08preventif
08:09menuju ketahanan energi
08:10karena suka tidak suka
08:12salah satu persoalan yang
08:13cukup serius ke depan
08:14adalah soal
08:15ketahanan energi
08:17yang saya kira
08:17memang sudah terjadi
08:18di berbagai negara
08:19bukan hanya di Indonesia
08:20yang kedua memang
08:21harus diakui
08:22ini kan
08:23menteri yang kemudian
08:24menjadi Dewan Energi
08:25itu kan dikritik oleh publik
08:27ini semacam
08:28ada
08:28ada tambahan tanggung jawab
08:30yang mesti difikirkan
08:31oleh menteri-menteri
08:32karena banyak
08:33sekali pihak yang mengatakan
08:35bahwa sebaiknya
08:36menteri fokus
08:37dengan kementerian
08:38yang saat ini
08:38dilakukan
08:39sementara misalnya
08:40Dewan Energi
08:41ataupun Dewan yang lain
08:42terkait dengan
08:43akselerasi untuk
08:45menyongsong ketahanan energi
08:46saya kira memang
08:47sebaiknya diberikan
08:48kepada
08:48pihak-pihak yang lain
08:49yang dipercaya oleh
08:51Presiden
08:51dipercaya oleh
08:52pemerintah
08:52tujuannya adalah
08:53supaya kinerja ini
08:55menteri semakin fokus
08:56dan kemudian
08:57terkait dengan
08:58ketahanan energi
08:58juga ada
08:59orang-orang lain
09:00yang juga memang
09:01sudah total
09:02memikirkan
09:03daya
09:03dan informasi
09:04terkait dengan
09:05apapun yang akan
09:06dilakukan untuk
09:07ketahanan energi
09:08itu
09:08dan itu yang diperdebatkan
09:10oleh publik sebenarnya
09:10kita tunggulah nanti
09:11bagaimana realisasi
09:13kalau sudah ada
09:13tujuh menit
09:13terima kasih
09:15Mas Sadi telah bergabung
09:16di Kompas Petang
09:17terima kasih Lona
09:18Saudara
Komentar

Dianjurkan