00:00Jadi Mas Noval, bagaimana netizen itu terseret pro dan kontra terkait dengan Menstrea Panci?
00:08Tadi kan Anda mengatakan ada perubahan dari positif yang dominan, terus kemudian yang negatif berkembang.
00:14Silahkan bacakan data Anda, akan ditampilkan oleh rakan saya.
00:18Ya, kalau kita lihat di media sosial saja ya, ini kami mengumpulkan data di hampir semua kanal media sosial.
00:25Instagram, Youtube, TikTok, Twitter juga, nanti ya saya agak lupa.
00:32Tapi gini, ini data yang diambil dari 26 Desember sampai 6 Januari.
00:40Dan kalau kita lihat itu sentimen negatif tertinggi terhadap Panci sebenarnya hanya di beberapa kanal saja.
00:47Media online termasuk sangat tinggi sentimen negatifnya.
00:50Sebabnya, karena pada media online itu cenderung mengamplifikasi banyak mereka menampilkan pernyataan-pernyataan dari Dr. Tompi yang mengkritik Panci itu ya.
01:02Lalu juga pernyataan-pernyataan dari beberapa tokoh yang juga, tokoh publik yang juga mengkritik Panci.
01:09Jadi sentimen negatifnya ini kalau kita lihat dari sisi Panci sangat tinggi di media online.
01:14Mas Nova tadi kita sempat ngobrol sebelum on air, kita bicara soal cyber war.
01:19So, di positif atau yang negatifnya, paling banyak yang enggak organik?
01:24Menarik ini.
01:26Jadi kalau kita lihat data ini sampai tanggal 6 Januari ya,
01:30kami melihat data sebagian besar atau katakanlah lebih dari 90% datanya itu sebenarnya disampaikan oleh akun-akun organik.
01:40Apa indikasinya?
01:40Ini kita verifikasi orang-orangnya benar.
01:43Enggak semuanya, tentu saja kita ambil sampel beberapa.
01:46Ini semua orang-orangnya benar, postingan-postingannya juga menarik setiap hari dan seterusnya kayak gitu.
01:51Tetapi kalau kita lihat datanya sampai sekarang gitu,
01:54ada, kami lihat ada indikasi kenaikan akun-akun tidak organik.
02:01Terutama pada tanggal belasan tuh.
02:03Pada tanggal 12, 13 sampai puncaknya menjelang tretan muslim dan setelah tretan muslim.
02:09Panji hadir di sana ya.
02:11Dan sebenarnya, sentimen negatif pada Panji itu juga disumbang oleh ini nih,
02:17oleh akun-akun yang anorganik ini.
02:20Tidak tinggi tentu saja, tidak banyak kami lihat,
02:23tetapi narasi yang mereka kembangkan itu kan banyak yang masuk.
02:27Kalau singkat saja, bagaimana Anda mengataui bahwa ada yang non-organik dalam penilaian negatif terhadap Panji?
02:33Beberapa ya. Pertama, narasinya mirip-mirip.
02:36Yang kedua, waktu postingnya yang juga tidak jauh berbeda.
02:40Lalu yang ketika kami kunjungi profilnya,
02:43mencurigakan gitu ya,
02:46ada yang tidak ada postingannya,
02:48atau postingannya yang tidak nyambung,
02:49tidak relevan dengan apa yang disampaikan.
02:52Kritik terhadap Panji.
02:53Jadi, out of nowhere gitu,
02:55tiba-tiba ngomongin tentang Panji.
02:56Kayak gitu.
02:57Oke, baik. Terima kasih, Mas Nova.
02:58Silahkan kembali duduk.
02:59Mas Rade, ini adalah data dari Drone Empirid.
03:04Meski tadi juga disinggung,
03:05perubahan data, ada yang positif ke negatif,
03:08meluas ternyata ada akun non-organik juga,
03:11yang non-organik itu di negatif.
03:13Jadi, apakah Anda memang melihat ada indikasi kemarahan pendukung Gibran?
03:18Anda sendiri marah atau enggak?
03:20Kalau terkait Mas Gibran,
03:23Mas Gibran kan sudah menyampaikan secara langsung bahwa
03:28enggak usah pakai lapor-lapor lah.
03:30Tapi kalau pendukungnya,
03:31Mas Gibran kan enggak marah.
03:33Sekarang saya tanya pendukungnya,
03:34Mas Ade marah enggak?
03:35Pendukungnya ada yang marah,
03:37ada juga yang memang mendengarkan Mas Gibran gitu loh.
03:39Mas Ade mendengarkan atau ikut marah?
03:41Kalau saya sih melihat,
03:43bahwa ada kekecewaan saya terhadap hal-hal yang dianggap body shaming.
03:48Kenapa saya bilang begitu?
03:50Itu enggak,
03:50itu etika dan menabrak norma sebenarnya.
03:53Janganlah.
03:54Kalau mau ngejek yang lain aja,
03:56sama dengan gini, kerja pemerintah gitu loh.
03:58Faktanya pemerintah bekerja,
04:00kemudian kita menyampaikan dengan guyoran tidak bekerja.
04:03Kan ini publik kan enggak?
04:04Enggak semua senang politik.
04:06Yang tidak senang politik mengatakan,
04:07wah berarti pemerintah enggak kerja dong.
04:09Nah ini padahal adalah sebuah candaan.
04:11Nah inilah tadi keluar dari empirik tadi,
04:14kemarahan publik,
04:15bahwa kemudian yang digumbar-gemburkan bahwa
04:19pemerintahan kita juga tidak kerja.
04:21Utamanya Bapak Prabowo Subianto.
04:22Bapak Prabowo itu,
04:24pasca banjir di sumbar,
04:26itu mendampingi masyarakat, Bos.
04:29Mana ada presiden dulu-dulu begitu, Bos.
04:31Sampai tidur di sana,
04:33bahkan malam tahun baru enggak bersama keluarganya gitu loh.
04:36Jadi, keluarga bagi Bapak Prabowo itu adalah korban ini.
04:42Oke.
04:43Pada saat dia datang ke situ.
04:44Nah ini hoaksu oksu.
04:45Mas Adi, Anda kan punya background hukum begitu.
04:48Anda juga pendukung Gibran.
04:50Jadi menurut Anda,
04:52materi yang disampaikan oleh Panji,
04:54setuju enggak kalau dilaporkan saja?
04:56Ya, kalau kami sih tidak akan mungkin melaporkan.
04:59Tetapi saya cuma...
05:00Tapi kalau dengan laporan yang ada?
05:02Laporan yang ada, paling tidak.
05:04Laporan yang ada ini,
05:05tentunya kan ini harus berproses.
05:06Apakah itu memenuhi unsur atau tidak,
05:08itu nanti kita lihat.
05:10Apakah dia memenuhi unsur atau tidak.
05:11Kalau dari analis Anda memenuhi unsur atau tidak?
05:16Kalau kategori yang masuk tadi,
05:19bahwa itu body shaming, itu masuk.
05:22Masuk katanya?
05:22Untuk body shaming ya?
05:24Body shaming ya?
05:25Yang body shaming itu...
05:26Tapi yang body shaming kan enggak dilaporkan.
05:29Jadi case cross juga.
05:30Jadi ngapain juga didebatkan.
05:32Katanya Gibran yang enggak tersinggung kan?
05:33Enggak.
05:34Tapi kalau melihat sentimen tadi, Mas Sem,
05:36ternyata ada juga yang marah dengan materi.
05:40Enggak, tapi kan kalau saya juga akan main medsos.
05:43Saya lihat tagarnya lah.
05:45Kalau besoknya dia bilang,
05:47panji darurat ide,
05:49itu langsung trending topic.
05:51Ya udah pasti bayaran lah.
05:52Enggak mungkin orang baru bangun tidur,
05:54panji darurat ide, enggak mungkin kan.
05:56Jadi yang negatif menurut Anda?
05:56Berarti itu sebenarnya udah ada semacam apa,
06:02ya saya bukan menuduh lah ya,
06:05tapi saya mendeteksi lah ya.
06:10Ini pasti ada yang bayar gitu loh.
06:13Ada yang bayar?
06:14Iya, karena buzzer lah.
06:15Bazzer ada yang bayar.
06:17Ini, ini.
06:17Enggak buzzer.
06:18Enggak, gini, gini.
06:19Gini, Mas ya.
06:21Kita ini didengarkan seluruh Indonesia.
06:24Ini adalah pembelajaran.
06:25Kita jangan mengandai-andai.
06:28Pembayaran dan lain sebagainya itu adalah fitnah.
06:30Nah sekali lagi,
06:31banyak sekali menjadi korban terhadap fitnah-fitnah ini, Mas.
06:35Nah kita harus memberikan pembelajaran kepada publik.
06:38Kalau itu belum pasti,
06:39kita enggak boleh umbar.
06:41Bahwa kemudian ada pembayaran,
06:42ini kan Anda harus duktikan.
06:44Ini kita bicara hukum.
06:44Ya ada mobilisasi lah.
06:46Artinya begitu.
06:47Jadi jangan-jangan kita...
06:49Oke, saya tarik.
06:50Ada mobilisasi.
06:51Nah kalau mobilisasi itu kan kemudian,
06:54kalau mobilisasi tepatnya,
06:56kalau saya bilang ya,
06:57tepatnya bahwa ini antar pendukung.
06:59Ya, MPRI tahu.
07:01Di mana sih sebenarnya
07:03kantong-kantong netizen-nya,
07:06pendukungnya,
07:07itu kan ada.
07:09Dan nyata.
07:10Gitu loh.
07:11Nah itu bukan mobilisasi.
07:13Tetapi memang program kontra itu selalu begitu.
07:16Kita buktikan gini,
07:16kalau kita berpedia sosial.
07:17Kalau kita mengklik sesuatu,
07:19yang memang itu berita yang kita sukai,
07:21maka yang nongol dia terus tuh.
07:23Nah seperti itu.
07:24Terus malah sebaliknya,
07:25lawannya misalkan kita klik,
07:27maka dia akan ke sana terus tuh.
07:28Algoritma.
07:29Algoritmenya itu ada.
07:29Ya tapi kalau dari satu...
07:30Tapi kalau Anda mengatakan bahwa ini ada...
07:34Aduh...
07:34Hati-hati benarasi ya.
07:35Hati-hati benarasi ya.
07:36Hati-hati benarasi.
07:37Kalau ada satu posting,
07:39ya ada ribuan posting yang mirip-mirip,
07:41kalimatnya,
07:42ya itu dimobilisasi lah.
07:44Secara sengaja gitu.
07:46Saya menyarankan sama Mas juga,
07:48bahwa begini Mas ya,
07:49Anda kan pegiat komedi ya.
07:52Artinya memang disitulah Anda hidup.
07:57Saya cuma menyarankan satu hal.
07:59Masa sih tidak ada komedi yang lebih lucu,
08:03selain bodyshaming sih?
08:04Kan bodyshaming tadi udah case close.
08:06Bukan, bukan, bukan.
08:07Selain bodyshaming.
08:08Ini nih,
08:08ini untuk menjaga Mas.
08:09Kalau Mas,
08:10sebenarnya saya jadi ragu Masnya,
08:12langganan Netflix gak sih sebenarnya?
08:14Enggak.
08:15Kalau dilihat,
08:16itu komedi.
08:17Kebetulan saya kan agak,
08:18tidak langganan Netflix.
08:20Nah, itu kan bisa menilai.
08:22Saya berita-berita nasional aja Mas.
08:23Dari satu setengah jam,
08:25ya Panji itu ada ngomongin
08:27soal polisi salah tangkap.
08:28Dan judulnya pun sudah diatur itu,
08:30mensreya itu.
08:31Iya.
08:31Terus Panji ada ngomongin soal
08:33fakta persidangan Teddy Minahasa.
08:35Ya, artinya kalau cuman hanya bodyshaming,
08:38itu sebenarnya pengarahan,
08:39semacam pengarahan.
08:41Kan, gini,
08:41bodyshaming.
08:43Saya tadi menyinggung dari awal,
08:45ada bodyshaming,
08:47kemudian ada tentang multikultur,
08:50suk-sukur,
08:50itu masuk gitu loh.
08:52Yang Mas tahu Panji bodyshaming
08:53di materi mensre,
08:54ini kita lagi ngomongin mensre ya nih.
08:56Iya.
08:57Itu yang Gibran ngantuk kan,
08:59itu sebenarnya itu kan metafor.
09:00Gibran ngantuk ya,
09:02oh sorry,
09:03Gibran ngantuk ya.
09:04Itu kan menurut Anda.
09:07Tapi menurut hukum,
09:08apakah itu memenuhi unsur atau tidak?
09:10Itu kan perlu penyelidikan, Mas.
09:12Kalau dilaporkan loh.
09:13Kembali ke persoalan Anda.
09:15Sama dengan kerjanya atau pemerintah.
09:18Iya kan?
09:19Kerjanya atau pemerintah
09:21melakukan pekerjaan,
09:23terus kita umbar kepada masyarakat
09:25dengan candaan bahwa
09:26pemerintah nggak kerja.
09:27Ini yang soe,
09:28kalau gue bilang gitu.
09:29Ini kan soal bodyshaming dulu.
09:31Ini kalau jadi soal kaca pemerintah.
09:32Begini, begini, Mas.
09:33Menstria ini kalau kita tonton,
09:35Anda bilang tadi,
09:36kalau kita tonton,
09:37itu kan harus butuh.
09:39Di dalam ini, Mas,
09:41selain bodyshaming,
09:43ada yang tersinggung terkait agama,
09:48ini ada sarannya, Mas.
09:50Kalau kita lihat,
09:50saya juga nonton.
09:53Walaupun saya nontonnya di handphone,
09:55karena saya nggak punya Netflix, kan?
09:56Berarti nonton bajakan, dong?
09:58Iya.
09:58Berarti itu melanggar hukum juga.
10:01Potongan, kan?
10:02Potongan-potongan.
10:03Di mana potongan-potongan ini,
10:05kita satukan.
10:06Kita lihat.
10:06Oh, iya ya.
10:07Oh, kita analisa.
10:08Oh, iya ya.
10:09Beliau sendiri udah mengakui bahwa
10:10mereka,
10:11dia nontonnya dari potongan-potongan.
10:13Berarti ya,
10:13coba habis ini,
10:14mungkin nanti saya pinjamkan
10:16akun Netflix saya.
10:16Nanti ditonton aja.
10:19Dilihatlah ya,
10:20sebenarnya yang
10:21porsi bodyshamingnya itu
10:23berapa detik di situ
10:24dari satu setengah jamnya.
10:25Jadi jangan sampai
10:27konteksnya berubah,
10:28karena sebenarnya
10:29dari keseluruhan show itu
10:30banyak yang dibahas.
10:32Mas Nova,
10:32apakah yang ribut di panggung ini
10:34merepresentasikan
10:35keributan netizen,
10:37lalu kemudian tadi
10:38ada menyinggung soal
10:39buzzer?
10:41Kan tadi Anda mengatakan bahwa
10:43di negatif,
10:44itu banyak akun-akun
10:46yang tidak
10:47organik.
10:49Tidak organik,
10:50maksud Anda
10:50to the point-nya apa Mas?
10:52Tidak organik itu ya,
10:53tentu saja
10:54dalam definisi sekarang
10:56buzzer.
10:57Katakan seperti itu,
10:58orang yang dikoordinasikan
10:59ada koordinasi,
11:01ada narasi yang terstruktur,
11:04narasi yang terrencana,
11:06kayak gitu.
11:07Ya seperti itu.
11:08Jadi memang
11:09ada indikasi seperti itu,
11:12ada indikasi pengerahan
11:14buzzer,
11:15meskipun saya lihat memang
11:16tidak terlalu banyak,
11:17tidak terlalu tinggi.
11:18Tetapi meskipun tidak
11:19terlalu tinggi,
11:20ketika dia
11:21berulang narasinya,
11:23disampaikan di media sosial,
11:25biasanya itu kena tuh
11:26sama yang lain.
11:27Dan apalagi ketika
11:28narasi itu kemudian
11:29loncat dari satu
11:30kanal media sosial
11:31ke kanal media sosial lainnya.
11:33Itu menjadi kemudian
11:34publik akan
11:36menghubungkan,
11:38jadi kalau dari awalnya,
11:39misalkan dari awalnya
11:40kita katakan,
11:41Panji Darurat Ide,
11:43ketika itu sudah
11:44menjadi trending,
11:45kita kira itu
11:46sudah dikonsumsi
11:47oleh banyak orang,
11:48orang kemudian akan
11:48menghubungkan dengan
11:49yang lainnya.
11:50Misalkan Toraja,
11:52misalkan Panji dengan Anis,
11:54dan seterusnya,
11:54dan seterusnya,
11:55itu jadinya kemana-mana.
11:56Oke, baik.
11:57Masa?
11:58Ya, kayak gitu.
11:59Lalu satu lagi,
12:00tadi apakah ini
12:02merepresentasikan
12:03apa yang terjadi
12:04di media sosial?
12:05Perdebatan seperti ini?
12:06Oh iya,
12:07ada yang positif
12:08pada Panji,
12:09ada yang positif
12:09pada Mas Gibran,
12:10ada juga yang negatif
12:12pada dua-duanya.
12:13Ngapain sih hal seperti ini
12:14diributkan,
12:15kayak gitu.
12:15Apalagi sampai masuk
12:16ke keralarana hukum.
12:18Kasian dong,
12:20komika-komika.
12:21Oke,
12:22Mas Satrio,
12:23bagaimana membedakan
12:25materi komedi
12:26yang mengkritik
12:27dengan menghina?
12:28Apakah komedi
12:29memang harus santun?
12:31Nanti dijawab
12:32Bola Liar.
12:32Mas Akan Sekolah Kembali.
12:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar