Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Komika, Sammy Notaslimboy menyoroti pernyataan Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, yang mengaku menonton materi stand up comedy special Pandji Pragiwaksono yang menyinggung Wapres RI, Gibran Rakabuming hanya dari potongan-potongan video di media sosial.

"Beliau sendiri sudah mengakui bahwa dia nontonnya dari potongan-potongan," ujar komika Sammy Notaslimboy.

"Berarti ya coba habis ini mungkin nanti saya pinjamkan akun Netflix saya, nanti ditonton saja, dilihatlah sebenarnya," lanjutnya.

Sementara itu, Ade Darmawan mengaku telah menganalisis potongan-potongan video stand up show Mens Rea Pandji yang beredar di media sosial.

#pandjipragiwaksono #bodyshaming #komedi #mensrea

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Tak hanya jadi komedi tunggal paling disorot di awal tahun, stand-up comedy "Mens Rea" Pandji Pragiwaksono, berbuntut laporan dan aduan ke polisi. Menyebut telah memeriksa saksi dan ahli, Polda Metro Jaya berencana memanggil Pandji.

Publik terhuyung dalam pro dan kontra. Soal materi komedi, ada yang menuding Pandji body shaming dan menista agama. Sebagian lain, menilai komedi Pandji sarat kritik nan bernas.

Muncul pertanyaan publik, apakah komedi tunggal Mens Rea yang dibawakan Pandji, layak dipidanakan? Apa sebaiknya sikap polisi, memproses laporan atau sebaliknya menghentikan prosesnya?

Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "POLISI BAKAL PERIKSA PANDJI, KOMEDI BISA DIPIDANA?" Jumat, 23 Januari 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645890/panas-komika-sammy-vs-peradi-bersatu-debat-soal-materi-stand-up-pandji-unsur-pidana-bola-liar
Transkrip
00:00Jadi Mas Noval, bagaimana netizen itu terseret pro dan kontra terkait dengan Menstrea Panci?
00:08Tadi kan Anda mengatakan ada perubahan dari positif yang dominan, terus kemudian yang negatif berkembang.
00:14Silahkan bacakan data Anda, akan ditampilkan oleh rakan saya.
00:18Ya, kalau kita lihat di media sosial saja ya, ini kami mengumpulkan data di hampir semua kanal media sosial.
00:25Instagram, Youtube, TikTok, Twitter juga, nanti ya saya agak lupa.
00:32Tapi gini, ini data yang diambil dari 26 Desember sampai 6 Januari.
00:40Dan kalau kita lihat itu sentimen negatif tertinggi terhadap Panci sebenarnya hanya di beberapa kanal saja.
00:47Media online termasuk sangat tinggi sentimen negatifnya.
00:50Sebabnya, karena pada media online itu cenderung mengamplifikasi banyak mereka menampilkan pernyataan-pernyataan dari Dr. Tompi yang mengkritik Panci itu ya.
01:02Lalu juga pernyataan-pernyataan dari beberapa tokoh yang juga, tokoh publik yang juga mengkritik Panci.
01:09Jadi sentimen negatifnya ini kalau kita lihat dari sisi Panci sangat tinggi di media online.
01:14Mas Nova tadi kita sempat ngobrol sebelum on air, kita bicara soal cyber war.
01:19So, di positif atau yang negatifnya, paling banyak yang enggak organik?
01:24Menarik ini.
01:26Jadi kalau kita lihat data ini sampai tanggal 6 Januari ya,
01:30kami melihat data sebagian besar atau katakanlah lebih dari 90% datanya itu sebenarnya disampaikan oleh akun-akun organik.
01:40Apa indikasinya?
01:40Ini kita verifikasi orang-orangnya benar.
01:43Enggak semuanya, tentu saja kita ambil sampel beberapa.
01:46Ini semua orang-orangnya benar, postingan-postingannya juga menarik setiap hari dan seterusnya kayak gitu.
01:51Tetapi kalau kita lihat datanya sampai sekarang gitu,
01:54ada, kami lihat ada indikasi kenaikan akun-akun tidak organik.
02:01Terutama pada tanggal belasan tuh.
02:03Pada tanggal 12, 13 sampai puncaknya menjelang tretan muslim dan setelah tretan muslim.
02:09Panji hadir di sana ya.
02:11Dan sebenarnya, sentimen negatif pada Panji itu juga disumbang oleh ini nih,
02:17oleh akun-akun yang anorganik ini.
02:20Tidak tinggi tentu saja, tidak banyak kami lihat,
02:23tetapi narasi yang mereka kembangkan itu kan banyak yang masuk.
02:27Kalau singkat saja, bagaimana Anda mengataui bahwa ada yang non-organik dalam penilaian negatif terhadap Panji?
02:33Beberapa ya. Pertama, narasinya mirip-mirip.
02:36Yang kedua, waktu postingnya yang juga tidak jauh berbeda.
02:40Lalu yang ketika kami kunjungi profilnya,
02:43mencurigakan gitu ya,
02:46ada yang tidak ada postingannya,
02:48atau postingannya yang tidak nyambung,
02:49tidak relevan dengan apa yang disampaikan.
02:52Kritik terhadap Panji.
02:53Jadi, out of nowhere gitu,
02:55tiba-tiba ngomongin tentang Panji.
02:56Kayak gitu.
02:57Oke, baik. Terima kasih, Mas Nova.
02:58Silahkan kembali duduk.
02:59Mas Rade, ini adalah data dari Drone Empirid.
03:04Meski tadi juga disinggung,
03:05perubahan data, ada yang positif ke negatif,
03:08meluas ternyata ada akun non-organik juga,
03:11yang non-organik itu di negatif.
03:13Jadi, apakah Anda memang melihat ada indikasi kemarahan pendukung Gibran?
03:18Anda sendiri marah atau enggak?
03:20Kalau terkait Mas Gibran,
03:23Mas Gibran kan sudah menyampaikan secara langsung bahwa
03:28enggak usah pakai lapor-lapor lah.
03:30Tapi kalau pendukungnya,
03:31Mas Gibran kan enggak marah.
03:33Sekarang saya tanya pendukungnya,
03:34Mas Ade marah enggak?
03:35Pendukungnya ada yang marah,
03:37ada juga yang memang mendengarkan Mas Gibran gitu loh.
03:39Mas Ade mendengarkan atau ikut marah?
03:41Kalau saya sih melihat,
03:43bahwa ada kekecewaan saya terhadap hal-hal yang dianggap body shaming.
03:48Kenapa saya bilang begitu?
03:50Itu enggak,
03:50itu etika dan menabrak norma sebenarnya.
03:53Janganlah.
03:54Kalau mau ngejek yang lain aja,
03:56sama dengan gini, kerja pemerintah gitu loh.
03:58Faktanya pemerintah bekerja,
04:00kemudian kita menyampaikan dengan guyoran tidak bekerja.
04:03Kan ini publik kan enggak?
04:04Enggak semua senang politik.
04:06Yang tidak senang politik mengatakan,
04:07wah berarti pemerintah enggak kerja dong.
04:09Nah ini padahal adalah sebuah candaan.
04:11Nah inilah tadi keluar dari empirik tadi,
04:14kemarahan publik,
04:15bahwa kemudian yang digumbar-gemburkan bahwa
04:19pemerintahan kita juga tidak kerja.
04:21Utamanya Bapak Prabowo Subianto.
04:22Bapak Prabowo itu,
04:24pasca banjir di sumbar,
04:26itu mendampingi masyarakat, Bos.
04:29Mana ada presiden dulu-dulu begitu, Bos.
04:31Sampai tidur di sana,
04:33bahkan malam tahun baru enggak bersama keluarganya gitu loh.
04:36Jadi, keluarga bagi Bapak Prabowo itu adalah korban ini.
04:42Oke.
04:43Pada saat dia datang ke situ.
04:44Nah ini hoaksu oksu.
04:45Mas Adi, Anda kan punya background hukum begitu.
04:48Anda juga pendukung Gibran.
04:50Jadi menurut Anda,
04:52materi yang disampaikan oleh Panji,
04:54setuju enggak kalau dilaporkan saja?
04:56Ya, kalau kami sih tidak akan mungkin melaporkan.
04:59Tetapi saya cuma...
05:00Tapi kalau dengan laporan yang ada?
05:02Laporan yang ada, paling tidak.
05:04Laporan yang ada ini,
05:05tentunya kan ini harus berproses.
05:06Apakah itu memenuhi unsur atau tidak,
05:08itu nanti kita lihat.
05:10Apakah dia memenuhi unsur atau tidak.
05:11Kalau dari analis Anda memenuhi unsur atau tidak?
05:16Kalau kategori yang masuk tadi,
05:19bahwa itu body shaming, itu masuk.
05:22Masuk katanya?
05:22Untuk body shaming ya?
05:24Body shaming ya?
05:25Yang body shaming itu...
05:26Tapi yang body shaming kan enggak dilaporkan.
05:29Jadi case cross juga.
05:30Jadi ngapain juga didebatkan.
05:32Katanya Gibran yang enggak tersinggung kan?
05:33Enggak.
05:34Tapi kalau melihat sentimen tadi, Mas Sem,
05:36ternyata ada juga yang marah dengan materi.
05:40Enggak, tapi kan kalau saya juga akan main medsos.
05:43Saya lihat tagarnya lah.
05:45Kalau besoknya dia bilang,
05:47panji darurat ide,
05:49itu langsung trending topic.
05:51Ya udah pasti bayaran lah.
05:52Enggak mungkin orang baru bangun tidur,
05:54panji darurat ide, enggak mungkin kan.
05:56Jadi yang negatif menurut Anda?
05:56Berarti itu sebenarnya udah ada semacam apa,
06:02ya saya bukan menuduh lah ya,
06:05tapi saya mendeteksi lah ya.
06:10Ini pasti ada yang bayar gitu loh.
06:13Ada yang bayar?
06:14Iya, karena buzzer lah.
06:15Bazzer ada yang bayar.
06:17Ini, ini.
06:17Enggak buzzer.
06:18Enggak, gini, gini.
06:19Gini, Mas ya.
06:21Kita ini didengarkan seluruh Indonesia.
06:24Ini adalah pembelajaran.
06:25Kita jangan mengandai-andai.
06:28Pembayaran dan lain sebagainya itu adalah fitnah.
06:30Nah sekali lagi,
06:31banyak sekali menjadi korban terhadap fitnah-fitnah ini, Mas.
06:35Nah kita harus memberikan pembelajaran kepada publik.
06:38Kalau itu belum pasti,
06:39kita enggak boleh umbar.
06:41Bahwa kemudian ada pembayaran,
06:42ini kan Anda harus duktikan.
06:44Ini kita bicara hukum.
06:44Ya ada mobilisasi lah.
06:46Artinya begitu.
06:47Jadi jangan-jangan kita...
06:49Oke, saya tarik.
06:50Ada mobilisasi.
06:51Nah kalau mobilisasi itu kan kemudian,
06:54kalau mobilisasi tepatnya,
06:56kalau saya bilang ya,
06:57tepatnya bahwa ini antar pendukung.
06:59Ya, MPRI tahu.
07:01Di mana sih sebenarnya
07:03kantong-kantong netizen-nya,
07:06pendukungnya,
07:07itu kan ada.
07:09Dan nyata.
07:10Gitu loh.
07:11Nah itu bukan mobilisasi.
07:13Tetapi memang program kontra itu selalu begitu.
07:16Kita buktikan gini,
07:16kalau kita berpedia sosial.
07:17Kalau kita mengklik sesuatu,
07:19yang memang itu berita yang kita sukai,
07:21maka yang nongol dia terus tuh.
07:23Nah seperti itu.
07:24Terus malah sebaliknya,
07:25lawannya misalkan kita klik,
07:27maka dia akan ke sana terus tuh.
07:28Algoritma.
07:29Algoritmenya itu ada.
07:29Ya tapi kalau dari satu...
07:30Tapi kalau Anda mengatakan bahwa ini ada...
07:34Aduh...
07:34Hati-hati benarasi ya.
07:35Hati-hati benarasi ya.
07:36Hati-hati benarasi.
07:37Kalau ada satu posting,
07:39ya ada ribuan posting yang mirip-mirip,
07:41kalimatnya,
07:42ya itu dimobilisasi lah.
07:44Secara sengaja gitu.
07:46Saya menyarankan sama Mas juga,
07:48bahwa begini Mas ya,
07:49Anda kan pegiat komedi ya.
07:52Artinya memang disitulah Anda hidup.
07:57Saya cuma menyarankan satu hal.
07:59Masa sih tidak ada komedi yang lebih lucu,
08:03selain bodyshaming sih?
08:04Kan bodyshaming tadi udah case close.
08:06Bukan, bukan, bukan.
08:07Selain bodyshaming.
08:08Ini nih,
08:08ini untuk menjaga Mas.
08:09Kalau Mas,
08:10sebenarnya saya jadi ragu Masnya,
08:12langganan Netflix gak sih sebenarnya?
08:14Enggak.
08:15Kalau dilihat,
08:16itu komedi.
08:17Kebetulan saya kan agak,
08:18tidak langganan Netflix.
08:20Nah, itu kan bisa menilai.
08:22Saya berita-berita nasional aja Mas.
08:23Dari satu setengah jam,
08:25ya Panji itu ada ngomongin
08:27soal polisi salah tangkap.
08:28Dan judulnya pun sudah diatur itu,
08:30mensreya itu.
08:31Iya.
08:31Terus Panji ada ngomongin soal
08:33fakta persidangan Teddy Minahasa.
08:35Ya, artinya kalau cuman hanya bodyshaming,
08:38itu sebenarnya pengarahan,
08:39semacam pengarahan.
08:41Kan, gini,
08:41bodyshaming.
08:43Saya tadi menyinggung dari awal,
08:45ada bodyshaming,
08:47kemudian ada tentang multikultur,
08:50suk-sukur,
08:50itu masuk gitu loh.
08:52Yang Mas tahu Panji bodyshaming
08:53di materi mensre,
08:54ini kita lagi ngomongin mensre ya nih.
08:56Iya.
08:57Itu yang Gibran ngantuk kan,
08:59itu sebenarnya itu kan metafor.
09:00Gibran ngantuk ya,
09:02oh sorry,
09:03Gibran ngantuk ya.
09:04Itu kan menurut Anda.
09:07Tapi menurut hukum,
09:08apakah itu memenuhi unsur atau tidak?
09:10Itu kan perlu penyelidikan, Mas.
09:12Kalau dilaporkan loh.
09:13Kembali ke persoalan Anda.
09:15Sama dengan kerjanya atau pemerintah.
09:18Iya kan?
09:19Kerjanya atau pemerintah
09:21melakukan pekerjaan,
09:23terus kita umbar kepada masyarakat
09:25dengan candaan bahwa
09:26pemerintah nggak kerja.
09:27Ini yang soe,
09:28kalau gue bilang gitu.
09:29Ini kan soal bodyshaming dulu.
09:31Ini kalau jadi soal kaca pemerintah.
09:32Begini, begini, Mas.
09:33Menstria ini kalau kita tonton,
09:35Anda bilang tadi,
09:36kalau kita tonton,
09:37itu kan harus butuh.
09:39Di dalam ini, Mas,
09:41selain bodyshaming,
09:43ada yang tersinggung terkait agama,
09:48ini ada sarannya, Mas.
09:50Kalau kita lihat,
09:50saya juga nonton.
09:53Walaupun saya nontonnya di handphone,
09:55karena saya nggak punya Netflix, kan?
09:56Berarti nonton bajakan, dong?
09:58Iya.
09:58Berarti itu melanggar hukum juga.
10:01Potongan, kan?
10:02Potongan-potongan.
10:03Di mana potongan-potongan ini,
10:05kita satukan.
10:06Kita lihat.
10:06Oh, iya ya.
10:07Oh, kita analisa.
10:08Oh, iya ya.
10:09Beliau sendiri udah mengakui bahwa
10:10mereka,
10:11dia nontonnya dari potongan-potongan.
10:13Berarti ya,
10:13coba habis ini,
10:14mungkin nanti saya pinjamkan
10:16akun Netflix saya.
10:16Nanti ditonton aja.
10:19Dilihatlah ya,
10:20sebenarnya yang
10:21porsi bodyshamingnya itu
10:23berapa detik di situ
10:24dari satu setengah jamnya.
10:25Jadi jangan sampai
10:27konteksnya berubah,
10:28karena sebenarnya
10:29dari keseluruhan show itu
10:30banyak yang dibahas.
10:32Mas Nova,
10:32apakah yang ribut di panggung ini
10:34merepresentasikan
10:35keributan netizen,
10:37lalu kemudian tadi
10:38ada menyinggung soal
10:39buzzer?
10:41Kan tadi Anda mengatakan bahwa
10:43di negatif,
10:44itu banyak akun-akun
10:46yang tidak
10:47organik.
10:49Tidak organik,
10:50maksud Anda
10:50to the point-nya apa Mas?
10:52Tidak organik itu ya,
10:53tentu saja
10:54dalam definisi sekarang
10:56buzzer.
10:57Katakan seperti itu,
10:58orang yang dikoordinasikan
10:59ada koordinasi,
11:01ada narasi yang terstruktur,
11:04narasi yang terrencana,
11:06kayak gitu.
11:07Ya seperti itu.
11:08Jadi memang
11:09ada indikasi seperti itu,
11:12ada indikasi pengerahan
11:14buzzer,
11:15meskipun saya lihat memang
11:16tidak terlalu banyak,
11:17tidak terlalu tinggi.
11:18Tetapi meskipun tidak
11:19terlalu tinggi,
11:20ketika dia
11:21berulang narasinya,
11:23disampaikan di media sosial,
11:25biasanya itu kena tuh
11:26sama yang lain.
11:27Dan apalagi ketika
11:28narasi itu kemudian
11:29loncat dari satu
11:30kanal media sosial
11:31ke kanal media sosial lainnya.
11:33Itu menjadi kemudian
11:34publik akan
11:36menghubungkan,
11:38jadi kalau dari awalnya,
11:39misalkan dari awalnya
11:40kita katakan,
11:41Panji Darurat Ide,
11:43ketika itu sudah
11:44menjadi trending,
11:45kita kira itu
11:46sudah dikonsumsi
11:47oleh banyak orang,
11:48orang kemudian akan
11:48menghubungkan dengan
11:49yang lainnya.
11:50Misalkan Toraja,
11:52misalkan Panji dengan Anis,
11:54dan seterusnya,
11:54dan seterusnya,
11:55itu jadinya kemana-mana.
11:56Oke, baik.
11:57Masa?
11:58Ya, kayak gitu.
11:59Lalu satu lagi,
12:00tadi apakah ini
12:02merepresentasikan
12:03apa yang terjadi
12:04di media sosial?
12:05Perdebatan seperti ini?
12:06Oh iya,
12:07ada yang positif
12:08pada Panji,
12:09ada yang positif
12:09pada Mas Gibran,
12:10ada juga yang negatif
12:12pada dua-duanya.
12:13Ngapain sih hal seperti ini
12:14diributkan,
12:15kayak gitu.
12:15Apalagi sampai masuk
12:16ke keralarana hukum.
12:18Kasian dong,
12:20komika-komika.
12:21Oke,
12:22Mas Satrio,
12:23bagaimana membedakan
12:25materi komedi
12:26yang mengkritik
12:27dengan menghina?
12:28Apakah komedi
12:29memang harus santun?
12:31Nanti dijawab
12:32Bola Liar.
12:32Mas Akan Sekolah Kembali.
12:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan