Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo mengundang sejumlah menteri dan wakil menteri ke kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk menggelar retret kedua.

Apa urgensi dari retret kabinet yang dilaksanakan Presiden Prabowo di Hambalang tepat satu tahun program Makan Bergizi Gratis hari ini?

Kita bahas bersama Sekjen Golkar, Sarmuji, dan Direktur Eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya.

Baca Juga Retret Kabinet di Hambalang, Prabowo Kutip Soekarno dan Bela Program Makan Bergizi Gratis di https://www.kompas.tv/nasional/642168/retret-kabinet-di-hambalang-prabowo-kutip-soekarno-dan-bela-program-makan-bergizi-gratis

#prabowo #retretkabinet #mbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645134/yunarto-wijaya-beri-saran-menohok-soal-retret-kabinet-prabowo-di-hambalang-begini-respons-golkar
Transkrip
00:00Saudara lalu apa urgensi dari retret kabinet yang dilaksanakan Presiden Prabowo Subianto ini di Hambalang?
00:06Tepat dengan satu tahun program makan bergizi gratis?
00:10Kita bahas bersama dengan Sekjen Golkar, Sarmuji dan juga Direktur Eksekutif Syarita Politika Yunarto Wijaya yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:18Selamat petang semuanya.
00:20Selamat petang.
00:22Saya ke Bang Sarmuji dulu.
00:24Bang Sarmuji, menurut Anda nih, apa sebenarnya beda retret kali ini dengan rapat kabinet biasanya?
00:29Kenapa saya bertanya ini?
00:30Karena yang disampaikan oleh Presiden Prabowo sebenarnya sudah juga disampaikan pada rapat kabinet sebelumnya.
00:36Spesialnya apa kalau dari bahasa politik Anda?
00:40Ya, pertama seperti yang dikatakan Presiden, tentu ini waktu yang tepat untuk menakar keberhasilan atau capaian-capaian yang sudah dilakukan oleh kabinet dipimpin oleh Pak Presiden Prabowo.
00:55Kedua, tentu saja setiap tahun semua program prioritas Presiden, apa yang dilakukan oleh kabinet pemerintahan Pak Prabowo,
01:08mesti diletakkan dalam konteks hari ini.
01:12Hari ini tentu berbeda dengan setahun kemarin.
01:15Dan konteks setahun ke depan harus mulai dibicarakan.
01:20Apalagi dunia berubah dan dinamikanya juga kadang-kadang sangat tinggi ya.
01:28Barusan dunia dikejutkan oleh serangan Amerika ke Venezuela, menangkap Presiden Venezuela.
01:35Dan akan banyak sekali peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada tahun 2026.
01:42Maka program prioritas pemerintah mesti diletakkan dalam konteks setahun ke depan.
01:49Ketiga tentu saja, Presiden memberikan koridor supaya semua menteri mengarah pada satu titik yang sama.
02:01Ada konvergensi langkah di antara menteri-menteri yang biasanya sangat sektoral.
02:08Semua menteri pada dasarnya akan berpikir secara sektoral tentang kerjanya masing-masing dalam departemen masing-masing.
02:18Tetapi Presiden akan mengarahkan supaya yang sektoral itu menunjuk dalam satu titik yang sama,
02:25yaitu tercapainya visi-misi Presiden yang itu kemudian perlu ditegaskan dalam retret tahun seperti ini.
02:34Saya ke Mas Toto. Mas Toto, kalau tadi kita jelas selain membahas program,
02:38kalau dari komunikasi politik begitu mengumpulkan menteri dan jajarannya di retret di Hambalang,
02:44hanya satu hari, apa yang ingin disampaikan ataupun ditekankan Presiden Prabowo Subianto menurut Anda?
02:49Ya, saya pikir ini kan kalau kita analogikan perusahaan-perusahaan ya,
02:55memang normal bahwa dalam setiap awal tahun atau setelah akhir tahun,
03:01itu dilakukan seperti rapat kerja yang sifatnya kemudian menyeluruh.
03:05Walaupun sebetulnya isinya hanya mengulang rapat-rapat yang sebelumnya pernah terjadi.
03:10Jadi ini memang bahasa politik secara simbolik bahwa pemerintah ingin mengatakan
03:16kami memulai 2026 dengan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan di 2025
03:21dan kemudian juga akan menegaskan satu visi bagaimana Presiden dengan Menteri
03:27bisa fokus pada tahun 2026. Bahasa simboliknya seperti itu.
03:31Jadi saya sih melihat ini bukan retret lah, berbeda dengan retret Magelang
03:34yang ada kegiatan macam-macam, membuat lebih solid dan lain-lain.
03:39Ini lebih kepada bahasa simbolik untuk menegaskan apa yang akan dilakukan di 2026
03:44sambil pamer lah kira-kira 2025 sudah berhasil melakukan apa.
03:49Dan itu yang terlihat dari bahasa Pak Prabowo ketika menekankan
03:52atau mengklaim keberhasilan mengenai MBK.
03:55Nah, apakah ini baik? Menurut saya baik.
03:57Ketika perusahaan-perusahaan melakukan ini, kenapa negara tidak melakukan itu?
04:00Tetapi apalagi untuk kabinet yang kita tahu ini paling besar dalam sejarah
04:05setelah order lama ya, jumlah orang parpolnya banyak, potensi visi-visinya bisa berbeda.
04:11Jadi ini baik.
04:12Tetapi catatan penting yang menurut saya adalah
04:14semoga tidak bersifat searah saja.
04:17Klaim keberhasilan atau kemudian hanya mendengarkan Presiden.
04:20Ini harus dimanfaatkan, paling penting dan kritik paling banyak itu adalah
04:24orang sering mengatakan Pak Prabowo tahu nggak sih kondisi di lapangan?
04:27Atau kemudian Pak Prabowo mau nggak sih mendengar masukan dari menteri-menteri
04:31yang lebih tahu kondisi lapangan?
04:33Contoh, Mas Yashir.
04:34Ketika bicara MBK, saya sedih malah dan berhatian.
04:37Pak Prabowo selalu mengulang-ulang variable kuantitatif.
04:41Selalu mengatakan, dan ini linear dengan apa yang dibangga-banggakan oleh BGN ya.
04:45Sudah mencapai 50 juta.
04:47Lebih tinggi dari Brazil yang dalam 11 tahun hanya 40 juta.
04:51Dalam bulan November kita sudah melampaui populasi Singapur.
04:54Lalu kemudian bulan Desember sudah melampaui populasi Korea Selatan.
04:58Tujuan MBG itu kan bukan memberikan makang sebanyak-banyaknya.
05:02Ada yang hilang di sini loh.
05:03Bergizi tidak?
05:05Target penerimanya sudah benar tidak?
05:07Anggarannya realistis atau tidak?
05:10Sehingga kemudian bisa mengambil langgaran-langgaran dari sektor lain yang juga sangat penting.
05:15Silahkan dibuka.
05:16Ternyata lebih banyak di kota-kota loh.
05:18Mas Yashir.
05:19Jadi itu yang menurut Anda harus jadi salah satu pembahasan ya.
05:22Di retret ini ya.
05:23Salah satu adalah komunikasi.
05:25Bukan MBG saja Mas Yashir.
05:28Saya berharap ada keberanian dari menteri-menteri untuk bercerita dan memberikan masukan kepada Pak Prabowo
05:34untuk lebih mengetahui kondisi lapangan.
05:36Sehingga kemudian variable kualitatif dan kualitas itu bisa betul-betul menjadi variable yang menjadi indikator.
05:44Dan catatan kritisnya jangan sampai kemudian fenomena asal Bapak Senang yang sering dikritik oleh netizen
05:50itu terus terjadi dalam setiap siap rapat termasuk dalam retret ini.
05:53Nah ini saya ke Bang Sarmuji.
05:55Bagaimana menanggapi apa yang tadi sampaikan Mas Toto?
05:58Hanya komunikasinya ditakutkan hanya satu arah begitu.
06:00Tidak ada daya kritis dari menteri-menteri di kabinet Prabowo ini.
06:04Kalau dari menteri-menteri Golkar sendiri evaluasinya seperti apa?
06:08Tentu Pak Prabowo mendengarkannya.
06:10Semua kritikan.
06:11Kalau tidak mendengarkan pasti Pak Prabowo tidak akan menyampaikan bahwa ada yang nyinyir.
06:17Itu kan sudah ditangkap bahwa ada pesan yang disampaikan.
06:23Bahkan ada yang sampai ke tahapan kepada level yang nyinyir.
06:27Saya yakin di benak Pak Prabowo juga menangkap pesan-pesan.
06:32Selain kenyinyiran itu juga ada pesan-pesan kritik, ada pesan-pesan masukan
06:37yang akan menjadi catatan tak terpisahkan dari perjalanan kabinet selama setahun ini dan setahun ke depan.
06:46Karena itu penting menurut saya retret tadi.
06:48Pak Prabowo pasti juga akan mendengarkan masukan dari menteri-menteri.
06:52Dan Pak Prabowo punya mata dan telinga yang cukup banyak.
06:57Yang itu beredar di masyarakat.
06:58Pasti beliau tahu keadaan lapangan.
07:02Karena bukan hanya mendengarkan dari menteri-menteri saja.
07:06Menteri-menteri pasti takut kalau ngomong tentang kelemahan-kelemahan.
07:11Tetapi mata dan telinganya Pak Prabowo, Pak Presiden itu sangat banyak.
07:15Dan itu bisa memberikan informasi yang valid dan objektif apa yang terjadi di lapangan.
07:22Berarti tidak hanya asal Bapak Senang ya, Pasar Muji ya?
07:25Iya, karena Pak Prabowo punya banyak mata dan telinga.
07:29Dan tentu saja komunikasi Pak Prabowo pasti tidak akan sangat detail tentang bagaimana memperbaiki kualitas makanan bergisikrat.
07:39Atau hal-hal yang lain.
07:41Tetapi pasti Pak Prabowo tahu hal yang detail seperti itu.
07:46Oke, kalau Mas Toto sendiri melihatnya seperti apa?
07:49Karena kalau kita lihat dari pidatonya Presiden Prabowo, di akhir pidatonya ia kembali menekankan,
07:54mengingatkan kepada rekan koalisinya agar tetap solid begitu.
07:58Apa yang Anda baca dari pernyataan atau pidato ini?
08:02Ya, kalau terkait dengan soliditas itu baik untuk ditekankan oleh seorang Presiden
08:06yang harus mengelola dan memanage kabinet yang isinya kebanyakan orang partai ini.
08:10Yang jumlah wamen dan menterinya banyak sekali.
08:14Sehingga bisa memastikan bahwa potensial konflik of interest tidak terjadi.
08:18Itu betul.
08:19Dan Pak Prabowo sangat menekankan ini berkali-kali.
08:21Mereka konsepnya rekonsiliasi persatuan itu betul.
08:24Tetapi hal yang lain adalah ketika bekerja, kritik terhadap Pak Prabowo ini kan bukan tentang visi-misinya bagus atau tidak.
08:31Programnya berniat baik atau tidak.
08:33Kita harus akui konsistensi kalau kita baca dari Pak Prabowo masih menjadi oposisi.
08:37Menulis buku Paradoks Indonesia dan solusinya.
08:40Sampai apa yang kemudian kita lihat dalam setahun pertama pemerintahan Pak Prabowo.
08:43Pak Prabowo ini konsisten.
08:45Yang kurang adalah ketika berbicara variable induktif.
08:49Ketika masalah eksekusi.
08:51Ketika berbicara mengenai beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berubah-berubah.
08:56Sehingga terkesan ada kekakuan.
08:58Kok ada kesan bahwa pemerintahan ini fokusnya hanya pada flagship misalnya yang sifatnya ultrapopolis.
09:05Baik misalnya MBG, kooperasi merah putih.
09:09Yang mau tidak mau akhirnya karena tujuan dari ambisi besar beberapa program itu.
09:15Lalu kemudian efisiensi terhadap sektor lain dilakukan.
09:18Jadi menurut Anda Presiden Prabowo Subianto sendiri tidak mendapatkan laporan yang betul-betul yang terjadi di lapangan.
09:27Terkait dengan semua programnya termasuk MBG.
09:30Saya berharap Pak Prabowo bisa lebih mendengar.
09:34Kita tahu loh perbincangan di antara para netizen itu kan.
09:38Bahwa seharusnya kan Pak Prabowo ini kan hanya mendengarkan informasi dari orang-orang terdekatnya.
09:44Ada istilah Ambalang Boys, ada istilah orang-orang yang dianggap dipercaya saja oleh beliau.
09:49Nah ini menurut saya yang kemudian bisa berpotensi menjadi bottlenecking.
09:54Ketika menteri-menteri kemudian tidak bisa memanfaatkan rapat-rapat seperti ini untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin dalam rapat kabinet, dalam komunikasi keseharian tidak bisa disampaikan.
10:06Mumpung ini evaluasi setahun, apa yang menjadi pergunjingan ya di warung OPI atau ketika kita bertemu dengan elit-elit partai di panggung belakang, tidak berani disampaikan di televisi.
10:17Itu harusnya benar-benar disampaikan ke Pak Prabowo.
10:20Karena ketika Pak Prabowo menurut saya ingin berhasil dalam menjalankan program-program yang ambisiusnya,
10:28kata kuncinya kekurangannya adalah permasalahan di lapangan.
10:31Kata kuncinya adalah informasi yang diterima atau apakah benar atau tidak.
10:35Nah saya kebangsaan muci, apakah betul ini kondisi yang juga dialami ataupun yang Anda lihat di kabinet ini termaksudnya di menteri Anda?
10:43Ya kalau Pak Prabowo, tadi kan sudah saya sampaikan mata dan telinganya banyak dan Pak Prabowo juga memperhatikan juga media sosial.
10:56Mungkin ada kritik seolah-olah Pak Prabowo tidak mendengar apa yang terjadi di lapangan.
11:03Tentu itu tidak sepenuhnya benar ya, karena selain juga Pak Prabowo punya aparat yang cukup banyak yang itu bisa memberikan informasi yang valid dan objektif,
11:16Pak Prabowo juga mengamati media-media sosial yang berkembang.
11:23Kalau Pak Prabowo tidak, Pak Presiden tidak mengamati media sosial yang berkembang, tentu Pak Prabowo tidak tahu persis.
11:33Misalkan ada orang yang mengkritik beliau, ada yang malam-malam Pak Prabowo sempat cerita melihat Youtube,
11:42ada yang seolah-olah tahu, lebih tahu apa yang beliau pikirkan daripada dia sendiri, daripada beliau sendiri.
11:47Tentu tidak akan tahu Pak Prabowo, tetapi Pak Presiden karena memperhatikan, mendengar, bahkan menyaksikan apa yang berkembang di media sosial,
11:58Pak Prabowo tahu bahwa ada orang yang menganalisis jauh lebih tinggi daripada yang dipikirkan beliau.
12:04Jadi Pak Insar Muji, Menteri-Menteri Golkar sendiri itu menyampaikan langsung ya,
12:09tanpa ada filter, kenyataannya seperti ini disampaikan langsung ke Prabowo, Sibianto sebagai Presiden.
12:14Yang saya tahu sekurang-kurangnya Ketua Umum kami sangat sering berjumpa dengan Pak Presiden.
12:21Dan dari cerita-cerita beliau, Pak Presiden membahas hal-hal yang sangat detail di lapangan,
12:30apa yang terjadi di lapangan sesungguhnya juga ditanyakan oleh Presiden kepada Ketua Umum kami.
12:35Dan dialog-dialog yang kecil, yang seperti itu, pasti dialog-dialog yang lebih terbuka,
12:44lebih jujur, dan lebih objektif.
12:46Karena nyaris tidak ada hambatan dan tidak ada penghalang sama sekali.
12:53Baik, ini ya, retret di hambalan ini tentu dijadikan momen untuk evaluasi kinerja Menteri di tahun 2026 ini.
13:00Terima kasih Sekjen Golkar, Bang Sarmuji, dan juga Direktur Sekutif Carta Politika Mas Yunarto Widjaya
13:05telah berbagi perspektifnya di dialog di Kompas Petang.
13:08Salam sehat semuanya.
13:10Terima kasih Mas Yasir, Pak Sarmuji.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan