00:00Lalu bagaimana perkembangan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42500 yang kecelakaan dipangkep Sulawesi Selatan?
00:09Kita dengarkan laporan jurnalis Kompas TV Gufran Lamataha.
00:13Gufran, bagaimana saat ini proses pencarian berlangsung?
00:18Apa saja temuan terbarunya, apakah ada korban baru yang kembali dievakuasi?
00:22Ya, betul sekali kalau berbicara soal apakah ada korban baru yang kembali ditemukan pada hari ini.
00:31Namun hingga saat ini belum ada informasi terkait dengan bertambahnya korban baru yang ditemukan di sekitar Gunung Bulusaraung.
00:40Hingga saat ini memang masih terdapat dua korban yang terakhir diketemukan pada kemarin pukul kurang lebih 2 siang waktu Indonesia Tengah
00:52dan juga pada hari kedua atau dua hari yang lalu.
00:57Dapat kami informasikan juga terkait dengan proses evakuasi.
01:01Cuaca ini masih menjadi salah satu kendala karena berdurut pantauan kami yang juga berada di kaki Gunung Bulusaraung ini.
01:10Sejak malam tadi hujan masih saja mengguyur sekitar kawasan Gunung Bulusaraung hingga saat ini.
01:16Selain hujan di samping itu juga diselimuti dengan kabut dan juga angin yang cukup kencang.
01:23Kami tadi sempat berbincang dengan pemimpin Dalton mengatakan bahwa kecepatan angin ini bervariasi
01:28namun cukup berisiko untuk tim evakuasi yang berada di puncak Gunung Bulusaraung dengan kecepatan berkisar 30 hingga 35 knot.
01:38Namun kabar baiknya ialah sore tadi kita sudah dapat informasi bahwa korban pertama yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki ini
01:48sudah dievakuasi ke Maros tepatnya di Kampung Baru ataupun juga di Desa Lampeso.
01:57Walaupun sudah berada di lereng bawah di Kabupaten Maros seperti itu ya namun ini masih jauh lagi untuk menuju ke perkampungan warga
02:07ataupun juga jalan setapak karena memang proses evakuasi cuaca ini cukup menghambat pergerakan tim yang berada di puncak Bulusaraung.
02:17Tadi juga mereka juga menetapkan proses ataupun juga progres evakuasi untuk melakukan tim ataupun juga jenazah yang pertama ini.
02:29Setelah turun dari lereng itu langsung kemudian disambut dengan tim kedua yang melanjutkan estafet jenazah
02:36menuju area persawan Kampung Lampeso dengan waktu tempu ini kurang lebih 20 jam perjalanan sejak kemarin.
02:44Terus kemudian juga dari situ nanti akan bertukar lagi dengan tim yang ketiga untuk melanjutkan estafet seperti itu ya
02:52di Desa Lampeso ini menuju ke Kampung Baru melalui jalan setapak dengan jalur yang bervariasi dengan berkisar 15 km
03:03dengan melewati medan bervariasi diantaranya itu adalah punggungan atau bukit dan juga sungai-sungai kecil.
03:10Kemudian nanti rencananya sore ataupun juga malam hari ini akan dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki
03:15kurang lebih 5 km untuk mencapai jalan poros kecamatan Cendrana
03:21dan kemudian akan dilakukan evakuasi ke Bayangkaramakasar untuk diserahkan ke pihak DVI.
03:28Untuk proses saat ini dapat diprediksi bahwa tim ini sudah memasuki di tim ketiga yang sedang menuju ke jalan utama di jalan poros kecamatan Cendrana.
03:41Tapi kita juga masih akan menunggu bagaimana perkembangan karena memang berasarkan informasi dari pemimpin Dalton ini juga masih bergantung kepada cuaca.
03:52Untuk selengkapnya mari kita sama-sama simak video ataupun juga kutipan wawancara kami bersama dengan
03:58Kas Ops 14 Sasanudin, Kolonel Infantri Dodi Trio Hadi berikut ini.
04:04Posisi saat ini sudah di kampung Lampose yaitu kampung yang terdekat dari kaki gunung
04:14namun untuk menuju ke dari pinggir jalan raya itu masih harus ditempuh kurang lebih 8 jam jalan kaki
04:24Sehingga ini pas tim sedang berupaya ada tim dukungan untuk membantu mendekat ke lokasi
04:36Ya berdasarkan jarak memang ini dilihat tidak terlalu jauh ya 15 km
04:49tetapi memang medan yang sangat bervariasi ini cukup menyulitkan tim evakuasi.
04:55Kembalikan Anda.
04:56Govran, perkembangan yang juga dinanti informasi yang menurut keluarga
05:01Smartwatch atau jam pintar milik kopilot ini masih aktif untuk merekam data aktivitas jalan kaki
05:06setelah pesawat mengalami kecelakaan.
05:09Apa yang dilakukan Basarnas terkait ini?
05:13Baik kami juga memang sempat mengkonfirmasi terkait dengan smartwatch
05:17yang terpantau masih melakukan pergerakan hingga ribuan jalan kaki seperti itu
05:25tetapi dari tim Basarnas ataupun juga tim gabungan yang berada di Posko di Kecamatan Balocik
05:31Kabupaten Pangkep ini tidak memberikan komentar apapun
05:34karena memang mereka berharap bahwa informasi-informasi di luar sana itu tidak terlalu bias
05:40agar kita sama-sama fokus pada informasi evakuasi dan juga pencarian korban
05:47yang beberapa ini memang belum sempat ditemukan ada 8 korban yang memang hingga saat ini belum ditemukan
05:54dan juga beliau sempat menitup pesan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa
05:59agar bisa memperhatikan media ataupun juga sumber informasi
06:03menghindari sumber informasi dari media-media sosial media
06:07yang tidak bisa dicek faktanya seperti itu
06:10dan juga berharap bisa mendapatkan informasi dari media-media mainstream
06:15ataupun juga bisa mendapatkan informasi dari kutipan wawancara
06:20dari orang-orang ataupun juga orang yang berwenang
06:23untuk bisa menyampaikan informasi tersebut
06:26terkait smartwatch mereka memang tidak bisa memberikan komentar apa-apa
06:31untuk menghindari informasi yang lebih bias dan juga meluas
06:35Terima kasih Gufran Lamataha langsung dari Pangkep, Sulawesi Selatan
06:40masih dicari terus korban dari kecelakaan pesawat ATR-42500
06:45dan juga segala informasi yang ada yang beredar
06:48kita tunggu perkembangan terbarunya dari tim besar gabungan
06:51Terima kasih Gufran
06:52Terima kasih
Komentar