YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Polresta Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Sleman.
Sebanyak 64 orang ditangkap, enam orang di antaranya ditetapkan tersangka.
Praktik penipuan ini terbongkar setelah aparat Reserse dan Kriminal Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Sleman.
Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming.
Dalam penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya CCTV, perangkat jaringan internet, ratusan laptop dan telepon genggam.
Polisi juga menangkap 64 karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Enam orang yang ditetapkan tersangka merupakan pemilik perusahaan beserta karyawan yang bertugas di HRD.
Hasil penyelidikan polisi, para tersangka memanfaatkan karyawan yang direkrut sebagai admin aplikasi kencan daring untuk memikat pelanggan agar membeli konten pornografi yang telah dibeli dari perusahaan rekanan asal Tiongkok.
Para tersangka dijerat pasal pidana Undang-Undang Pornografi, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.
Informasi selengkapnya terkait pengungkapan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional di Sleman, Yogyakarta.
Kita tanyakan langsung dengan Jurnalis KompasTV, Michael Aryawan.
Baca Juga [FULL] Kronologi Pemulangan 9 WNI Korban TPPO Kamboja, Dipaksa Jadi Scammer dan Admin Judol di https://www.kompas.tv/nasional/640117/full-kronologi-pemulangan-9-wni-korban-tppo-kamboja-dipaksa-jadi-scammer-dan-admin-judol
#lovescamming #yogyakarta #tersangka
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/642407/polisi-bongkar-praktik-love-scamming-internasional-di-sleman-6-orang-jadi-tersangka
00:00Kelotan berikutnya, Saudara Polresta Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan bergedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Sleman.
00:0964 orang ditangkap, 6 diantaranya ditetapkan tersangka.
00:18Praktik penipuan ini terbongkar setelah aparat reserse dan kriminal Polresta Yogyakarta mengerebek sebuah kantor di jalan Gito Gati, Sleman.
00:27Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming.
00:32Dalam pengerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya CCTV, perangkat jaringan internet, ratusan laptop, dan telepon genggam.
00:41Polisi juga menangkap 64 karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
00:466 orang yang ditetapkan tersangka merupakan pemilik perusahaan beserta karyawan yang bertugas di bidang HRD, hasil penyelidikan polisi.
01:03Para tersangka memanfaatkan karyawan yang direkrut sebagai admin aplikasi kencandaring untuk memikat pelanggan agar membeli konten pornografi yang telah dibeli dari perusahaan rekanan asal Tiongkok.
01:16Para tersangka dijerat pasal pidana undang-undang pornografi dengan ancaman hukuman paling lama, 12 tahun penjara.
01:23Dalam perusahaan tersebut memperkerjakan pegawainya untuk menjalankan aktivitas sebagai admin percakapan
01:37pada sebuah aplikasi kencandaring dari China yang sudah di-install di device dan sudah disiapkan pihak perusahaan
01:47baik itu di laptop maupun handphone beserta foto dan video yang membuat unsur pornografi di dalamnya.
02:00Dan saudara informasi selengkapnya terkait pengungkapan sindikat love scamming
02:05atau penipuan bergedok asmara jaringan internasional di Sleman, Yogyakarta.
02:10Kita akan tanyakan langsung dengan jurnalis Kompas TV, ada Michael Aryawan di sana.
02:14Selamat malam Ika.
02:15Dari 6 tersangka, apa saja perannya dan bagaimana pengembangan kasusnya sejauh ini?
02:22Selamat malam Jihan dan saudara.
02:246 tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Yogyakarta.
02:29Salah seorang diantaranya berinisial R, pria berusia 35 tahun yang diketahui adalah pemilik perusahaan.
02:38Nah perusahaan ini bernama PT Altair Trans Service yang izin usahanya adalah sebagai perusahaan penyedia jasa tenaga kerja.
02:48Namun polisi menduga perusahaan itu adalah kedok semata karena bisnis utamanya adalah love scamming seperti yang diungkap oleh pihak polisian.
02:59Nah dari pengembangan yang dilakukan oleh polisi diketahui ada cabang lain dari cabang yang di Yogyakarta atau kantor di Yogyakarta ini memiliki cabang lain.
03:13Salah satunya yang diketahui dipastikan adalah di daerah Lampung.
03:16Nah namun untuk yang kantor berada di daerah Lampung ini memang masih dalam taraf pengembangan di mana Polresta Yogyakarta akan bekerja sama dengan Polda DI dan juga tentu saja Polda Lampung
03:31untuk mengungkap kasus ini apakah memang di Lampung juga berlaku hal yang sama dengan seperti yang terjadi di Yogyakarta.
03:41Nah kemudian Ajihan untuk yang di Yogyakarta mereka yang ditangkap atau yang ditahan pada penggerbekan kemarin adalah karyawan yang masuk pada shift siang
03:51di mana ada sekitar 64 orang.
03:55Namun perusahaan ini atau kantor ini menjalankan aksinya selama 24 jam dengan menggunakan 3 shift
04:00di mana total dari karyawan mereka ada sekitar 100 hingga 200 orang.
04:08Namun memang mereka yang berstatus karyawan ini masih ditetapkan sebagai saksi dan belum dikembangkan lagi menjadi tersangka.
04:18Karena memang tersangka utama dari kasus love scamming ini adalah 6 orang tadi yang sudah diungkapkan di awal.
04:26Nah kemudian konten-konten pornografi yang mereka perdagangkan dalam bisnis mereka adalah didapat dari perusahaan rekanan yang berada di Tiongkok.
04:39Nah dalam menjalankan aksinya mereka menggunakan aplikasi yang juga ternyata adalah hasil kloningan dari perusahaan tersebut di Tiongkok.
04:48Nah kasus ini tentu saja masih akan dikembangkan bersama pihak Interpol.
04:53Demikian pengakuan dari pihak Polresta Yogyakarta ketika menggelar konvers pada Rabu siang tadi.
05:00Jihan.
05:02Ya lalu dari operandi yang telah dilakukan oleh perusahaan ini kira-kira berapa uang yang dihasilkan dari hasil kejahatan ini?
05:14Mika.
05:15Ya perputaran uang dalam bisnis ini ternyata cukup besar Jihan.
05:19Dari perhitungan yang dilakukan oleh pihak Polresta Yogyakarta diketahui setiap bulannya dalam satu shift bisa menghasilkan 10 miliar rupiah.
05:31Sementara dari tiga shift yang ada tentu saja hitungan yang ditetapkan oleh pihak Polresta Yogyakarta adalah omset perusahaan berkisar 30 miliar rupiah.
05:42Nah dari mana mereka mendapatkan keuntungan itu tentu saja dari hasil penjualan koin atau top up aplikasi yang mereka jalankan.
05:53Di mana ketika karyawan-karyawan yang bekerja tadi sebagai pihak yang merayu para pelanggan kemudian para pelanggan yang akan membeli koin dan kemudian koin-koin tersebut atau hasil top up tersebut mereka akan mendapatkan konten pornografi.
06:14Nah dari sinilah bisnis itu berjalan kemudian setiap 16 koinnya dihargai dengan 5 dolar dan kemudian hal tadi diperhitungkan oleh pihak Polresta Yogyakarta sehingga ketemulah angka omset yang mereka dapatkan sekitar 30 miliar per bulan.
06:31Dan perusahaan ini telah beroperasi selama satu tahun.
Jadilah yang pertama berkomentar