- 3 bulan yang lalu
Kang Mak (2024) adalah film komedi horor Indonesia adaptasi dari film Thailand Pee Mak, mengisahkan Makmur (Vino G. Bastian), seorang tentara yang kembali dari perang dan disambut hangat oleh istrinya, Sari (Marsha Timothy), dan anak mereka, padahal Sari sebenarnya sudah meninggal dan menjadi arwah gentayangan, sementara teman-teman Makmur (diperankan oleh Indro Warkop, Tora Sudiro, Indra Jegel, Rigen) berusaha keras menyadarkannya sambil menghadapi situasi lucu dan menegangkan.
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00:00Terima kasih.
00:00:30Terima kasih.
00:01:00Terima kasih.
00:01:30Terima kasih.
00:01:59Terima kasih.
00:02:29Terima kasih.
00:03:00Dia nyanyi makin keras biar kau denger.
00:03:04Eh, gua budek.
00:03:06Tapi gak budek-budek banget ya.
00:03:08Kau budek, sholah.
00:03:10Gua gak budek.
00:03:12Gua masih bisa denger.
00:03:13Apaan?
00:03:19Kan, kau budek, sholah.
00:03:23Kayaknya lu gak ngomong dah.
00:03:25Udah, kau aja yang nyanyi.
00:03:27Bisa gak?
00:03:27Udah, biar gue nyanyi.
00:03:28Iya.
00:03:29Biar kita bersemangat.
00:03:31Betul.
00:03:32Ayo semua teman-teman.
00:03:33Ayo.
00:03:33Kalau kau suka hati tepuk tangan.
00:03:37Kalau kau senang hati tepuk tangan.
00:03:39Ganti lagu, ganti lagu, ganti lagu.
00:03:49Risik tau gak?
00:03:50Kalian bikin kita lagi piknik di sini.
00:03:52Sandang, dikirim kebanyakan perang dari pagi api malam kayak gini.
00:03:55Terus, ngapain bersemangat?
00:03:56Saya rasa sekarang bukan saatnya untuk nyanyi-nyanyi.
00:04:11Sudah saatnya kita bangkit dan melawan.
00:04:14Kita tunjukkan bahwa kita bukan bangsa yang mudah diinjak-injak seenak.
00:04:20Luka apapun yang kita alami sekarang, ini tidak akan menghentikan kita untuk terus berjuang.
00:04:29Mengatukan Indonesia.
00:04:31Majulah kalian.
00:04:32Keluar kalian dari sini.
00:04:34Angkat senjata kalian.
00:04:36Abang gak ikut?
00:04:39Ya kalian kan masih muda.
00:04:42Kalian maju di depan.
00:04:44Yang tua mah bisa dukung dari belakang.
00:04:48Sambil doa.
00:04:49Lah, gimana sih Mas Supra?
00:04:51Gak ada tua muda kalau menik perang.
00:04:53Kalau mau maju-maju, kita sama-sama.
00:04:58Kok sama-sama?
00:05:00Apa sih?
00:05:01Apa sih?
00:05:02Sudah, cukup.
00:05:03Cukup.
00:05:04Kalau kalian pada gak mau maju, biar saya maju sendirian.
00:05:07Gak apa-apa.
00:05:08Saya memang penakut.
00:05:09Tapi perang ini sudah kelamaan kan?
00:05:12Saya itu harus pulang ketemu istri saya, sisari.
00:05:15Dia pasti sudah memahirkan anak kami.
00:05:18Kan emang tidak kangen sama keluarga.
00:05:21Kangen kan?
00:05:24Makanya kita harus maju, Pak Gentar.
00:05:26Makanya kita harus maju, Pak Gentar.
00:05:34Hak kita ini diserang.
00:05:37Tentu kita menang.
00:05:50Keren.
00:05:52Keren, Mak Murni.
00:05:54Enggak, enggak, enggak, enggak.
00:05:56Keren dari mana?
00:05:58Itu kayaknya lirik lagu deh.
00:06:00Lirik apaan, Kang?
00:06:01Coba ulang dari awal.
00:06:04Kalau kalian tidak ada yang mau maju,
00:06:06biar saya yang maju sendirian gak apa-apa.
00:06:08Yang maju taknya aja.
00:06:12Yang maju taknya aja langsung.
00:06:14Gak usah yang itu, awalan gak usah.
00:06:15Gak mau.
00:06:16Pak, ulangin sekali lagi yang maju taknya doang.
00:06:18Maju tak.
00:06:20Saya gak suka dipaksa, Kang.
00:06:22Udah stop, stop, stop.
00:06:23Semua.
00:06:24Bukan waktunya kita main-main, Pak.
00:06:27Sudah saatnya kita tunjukkan.
00:06:29Siapa kita?
00:06:30Tentara sejati.
00:06:42Siap dong.
00:06:44Selamat pagi, siang malam.
00:06:46Kami tentara sejati.
00:06:48Pasukan bumi partiwi.
00:06:50Berjuang demi negari.
00:06:52Ini aksi kami.
00:06:54Huha, huha.
00:06:56Ini jiwa kami.
00:06:57Huha, huha.
00:06:59Samanya, saudara, sehidup, semati.
00:07:07Indonesia!
00:07:11Indonesia!
00:07:12Indonesia!
00:07:29Kangmak!
00:07:38Kangmak!
00:07:42Ayu masuk, nak.
00:07:43Siapa banyak banyak.
00:07:44Masuk.
00:07:44Ayu nak.
00:07:45Nak kita masuk, nak?
00:07:46Kangmak!
00:07:46Tutup, tutup, tutup.
00:07:49Anak kita udah wakturkan.
00:07:51Kalau begini, kita bisa mati.
00:08:09Ya Tuhan, jangan ambil nyawa saya, ya Tuhan.
00:08:13Pokoknya, mak saya harus hidup.
00:08:19Apapun yang terjadi, saya harus ketemu sama istrinya anak saya, ya Tuhan.
00:08:24Tolong, ya Tuhan.
00:08:30Eh.
00:08:32Jangan ngomongin mati.
00:08:34Pantal.
00:08:34Kita masih hidup.
00:08:37Kalau makmur aja kamu mati, kita juga gak boleh mati.
00:08:40Kalau begitu, kita gak boleh ada yang mati.
00:08:43Kita semua harus hidup.
00:08:45Tentara tujati!
00:08:46Tertanku!
00:08:55Tertanku!
00:08:55Zara!
00:09:04Zara!
00:09:06Terima kasih.
00:09:36Terima kasih.
00:10:06Terima kasih.
00:10:36Terima kasih.
00:11:06Terima kasih.
00:11:36Terima kasih.
00:12:06Terima kasih.
00:12:36Terima kasih.
00:13:06Terima kasih.
00:13:08Terima kasih.
00:13:10Terima kasih.
00:14:10Terima kasih.
00:14:12Terima kasih.
00:14:14Terima kasih.
00:14:46Terima kasih.
00:15:16Terima kasih.
00:15:18Terima kasih.
00:15:20Terima kasih.
00:15:22Terima kasih.
00:15:24Terima kasih.
00:15:26Agang pulang.
00:15:28Agang pulang, Ning.
00:15:30Agang pulang, Ning.
00:15:32Agang pulang.
00:15:34Ning.
00:15:36Ning.
00:15:38Ning.
00:15:40Ning.
00:15:42Ning.
00:15:44Ning.
00:15:46Ning.
00:15:48Bang.
00:15:50Bang.
00:15:52Bang.
00:15:54Bang.
00:15:55Rahul.
00:15:56Eh.
00:15:58Apa sih?
00:16:00Yang tengah?
00:16:02Tidak.
00:16:04Nanti.
00:16:08Tidak.
00:16:10Tidak.
00:16:12Tidak.
00:16:14Tidak.
00:16:16Kita kejebak di sini.
00:16:18Maaf.
00:16:20Maaf.
00:16:22Maaf.
00:16:28Reng?
00:16:34Reng?
00:16:46Sari.
00:16:48Kang, Maaf.
00:16:53Akang, kangen banget sama Neng.
00:16:56Neng pikir Akang nggak akan pulang ke sini lagi, Kang.
00:17:04Nggak mungkin, Neng.
00:17:07Akang kan udah janji.
00:17:09Akang pasti pulang.
00:17:11Kang, Maaf.
00:17:17Ah.
00:17:18Aduh, Bu.
00:17:19Kenapa, Kang?
00:17:22Ini luka bekas ketembak.
00:17:24Tuh.
00:17:25Tapi nggak apa-apa.
00:17:27Udah diobatin.
00:17:28Ini tangannya juga.
00:17:30Kalau ini, Ma, cuma keserempek peluru.
00:17:35Di belakang juga masih ada, Neng.
00:17:37Ada luka bekas kenagrana,
00:17:39dibacok.
00:17:41Luka ketusung.
00:17:42Maaf.
00:17:43Nggak apa-apa, Neng.
00:17:45Nggak apa-apa, bener.
00:17:46Nggak apa-apa.
00:17:47Demi bangsa dan negara.
00:17:49Semua luka itu tidak masalah.
00:17:53Enak juga ya kalau punya istri.
00:17:55Iya, iya.
00:17:56Gue juga kalau punya istri.
00:17:57Kayaknya gue pulang bakal...
00:17:59Gue cium-cumin, gue blok-blokin.
00:18:01Biasa kalau gitu tuh, Bang Supra tuh.
00:18:04Lalu kita kan emang udah...
00:18:06Pengalamannya bagus.
00:18:07Romantik.
00:18:08Baru datang pulang bini kita tegrep kepala.
00:18:12Celepot.
00:18:13Celepot.
00:18:16Semua muka beradu muka.
00:18:18Udah semua jilatin.
00:18:19Gue remes-remes.
00:18:23Itu harus gue jilatin dari atas kepala.
00:18:29Jempol kaki kita cucuk.
00:18:30Celepot.
00:18:31Aduh, Bang Ma.
00:18:36Neng, perutnya.
00:18:40Kok kempes?
00:18:46Neng, kekuguran.
00:18:47Neng.
00:18:56Neng.
00:18:59Bang, itu anak kita.
00:19:02Anakku sayang.
00:19:05Aku sayang.
00:19:15Caca cantik seperti wajahmu, Sari.
00:19:19Matanya indah bagi mata beda dari yang turun dari Kayang.
00:19:24Banyak kita laki-laki, Pak.
00:19:29Pantes gagah dan maco ini makanya akan.
00:19:33This is my boy.
00:19:36Ini papi saya.
00:19:38Papi makmur.
00:19:41Kamu bisa panggil.
00:19:44Pih Mak.
00:19:48Siapa nama jagoan kita?
00:19:51Mama yang akan selalu inti-intikan.
00:19:56Cipluk.
00:19:59Namanya Cipluk.
00:20:02Yang lain namanya itu Maxim, Monadio, Pino.
00:20:07Ini Cipluk ya.
00:20:09Kayak bunyi-bunyian.
00:20:11Karena lu punya ade lebih kayak bunyian lagi.
00:20:12Apa itu?
00:20:14Ua, Ua, Ua.
00:20:16Kalau punya ade lagi namanya ini, Pak Grompian.
00:20:21Kampung.
00:20:23Caca, namamu Sola.
00:20:25Sola kan nama depan doang.
00:20:26Nama belakang gue dong.
00:20:27Sola Vicencio.
00:20:30Eh, nama kampung itu Supra.
00:20:33Jangan lihat depannya.
00:20:34Lihat belakangnya.
00:20:36Family name.
00:20:37Supra Widodo Cokro Aminoto Supratman Hatta.
00:20:43Itu nama.
00:20:45Bentar, Bang.
00:20:46Nama-nama itu kayaknya kita tahu, Bang.
00:20:49Coba ulang sekali lagi deh, Bang.
00:20:51Supra Widodo Cokro Aminoto Gatot Subroto Hatta.
00:20:55Nah, sekarang jadi ade Gatot Subrotonya.
00:20:58Dari tadi.
00:20:59Enggak ada, Bang. Tadi ade Supratman.
00:21:01Nah, teman-teman.
00:21:03Kenal ini istri saya yang suka saya ceritain.
00:21:06Sari.
00:21:07Saya Supra Widodo Cokro Aminoto Gatot Subroto Sudirman Hatta.
00:21:12Supratman-nya hilang tuh.
00:21:13Ganti Sudirman.
00:21:14Ya kenal sih emang nama panjangan begitu.
00:21:16Tapi ganti-ganti mulu.
00:21:18Ya udah.
00:21:19Saya jaka.
00:21:20Saya yang nolongin makmur waktu ketembak.
00:21:23Saya pajrel.
00:21:24Saya yang selalu ngingetin makmur untuk tetap setia.
00:21:27Walaupun di medan perang banyak kodaan.
00:21:30Kodaan apaan di medan perang?
00:21:32Kecium bom.
00:21:36Hai Sari.
00:21:38Saya Sola Vicentio.
00:21:42Apakah kamu memiliki saudara perempuan?
00:21:46Enggak, Tang. Saya anak tunggal.
00:21:49Sahabat?
00:21:50Atau siapapun yang cantiknya kayak kamu gitu ada nggak?
00:21:54Enggak ada, Kang Sola.
00:21:55Hah?
00:21:56Sari ini wanita paling cantik di kampung sini.
00:21:59Oh.
00:22:00Makanya kalau ada perlombaan selalu juara.
00:22:03Sari itu pernah juara pesona wajah kampung.
00:22:07Pernah juara favorit tumbang kampung.
00:22:10Pernah juga juara putri pasang idaman.
00:22:14Pokoknya mah, juara umum dari semua perlombaan dan kecantikan yang ada di kampung sini.
00:22:18Malah yang terakhir ini best of the best.
00:22:20Pernah juara tiga tahun berturut-turut.
00:22:22Putri Sola.
00:22:32Luar biasa.
00:22:35Pencapaian yang luar biasa.
00:22:37Terima kasih, Kang Sola.
00:22:39Nah, sekalian nih saya mengumumin.
00:22:42Kalau sekarang saya sudah resmi menjadi papi.
00:22:44Karena anak kami sudah lahir.
00:22:47Namanya luar biasa.
00:22:49Cipluk.
00:22:51Nama panjangnya Cipluk Makmur Sari.
00:22:57Iya, iya.
00:22:58Itu kebangunan.
00:23:01Nggak boleh begitu.
00:23:05Cipluk adalah nama yang sangat indah.
00:23:08Cipluk harus selalu mengingat namanya sampai dia tua nanti.
00:23:11Jangan sampai begitu dia tua dia lupa sama nama panjangnya.
00:23:16Hah? Apa?
00:23:18Makmur, tukang perahunya tadi kabur.
00:23:21Ketakutan.
00:23:22Kita jadi nggak bisa pulang.
00:23:24Oh, sekalian aja nginep di sini.
00:23:27Ya, kan katanya mau nyobain makanan sari.
00:23:30Nah, kebetulan di seberang sungai sana ada rumah uak saya.
00:23:33Udah lama kosong.
00:23:34Nah, jadi teman-teman semua bisa nginep di situ, ya.
00:23:36Oke, setuju.
00:23:37Kita nginep dulu di situ.
00:23:39Katanya nggak mau nginep di sini.
00:23:40Kan ditawarin.
00:23:41Masa mau ditolak.
00:23:42Lagi juga mau pulang naik apaan.
00:23:44Perahunya udah pergi.
00:23:45Mau berenang.
00:23:47Eh, Sari.
00:23:49Saya dan teman-teman mengucapkan terima kasih.
00:23:54Dan I love you, Sari.
00:23:57Apa? Apa tadi?
00:23:58I love you, Makmur.
00:24:00Sari tadi, Sari.
00:24:01I love you, Sari.
00:24:02I love you, Sari.
00:24:03I love you, Makmur.
00:24:04Oh, mau ngerebut, mau ngerebut.
00:24:05I love you, Sari.
00:24:06I love you, Makmur.
00:24:07I love you, Cipluk.
00:24:08I love you, Makmur.
00:24:09Ketauan, ya.
00:24:10Mau ngerebut istri, teman.
00:24:11Siapa yang ngerebutin?
00:24:12Cukup.
00:24:15Bukan saatnya kita untuk berdebat.
00:24:17Besok kita ke pasar, ya.
00:24:23Sari mau masak enak buat kita semua.
00:24:25Siap.
00:24:26Siap.
00:24:27Siap.
00:24:45Eneng selalu doain Akang supaya Akang selamat.
00:24:49Itu artinya doa eneng.
00:24:51Yang selalu bikin Akang kuat selama berjuang di medan perang.
00:24:59Aku memang gak bisa bayangi.
00:25:02Kalau Akang mati di medan perang.
00:25:05Kalau Akang sampai mati duluan.
00:25:10Akang pasti akan kembali sebagai setan.
00:25:12Tentang.
00:25:15Untuk nunggu eneng sama Cipluk.
00:25:21Akang, ah.
00:25:22Serem.
00:25:23Takut ya, Neng?
00:25:29Tapi, Kang.
00:25:31Kalau eneng.
00:25:33Yang mati saat nunggu Akang di sini.
00:25:37Gimana?
00:25:40Kamu api syukur itu gak pernah terjadi.
00:25:46Lihat sekarang.
00:25:49Kita udah sama-sama lagi kayak dulu.
00:25:52Bedanya sekarang kita udah bertiga.
00:25:55Kecipluk.
00:25:58Bahkan besok berempat, berlima, berdua belas, seratus, seribu...
00:26:03Seratus, seribu...
00:26:04Nah, masa banyak banget.
00:26:06Akan, Kang.
00:26:07Biar rumahnya rame, Neng.
00:26:09Biar gak sepi.
00:26:14Kenapa lagi, Neng?
00:26:17Neng, Kak.
00:26:19Takut apa?
00:26:21Takut kalau kita berpisah lagi.
00:26:25Neng.
00:26:27Neng harus percaya sama Akang.
00:26:30Akangnya akan pernah ninggalin Neng lagi.
00:26:34Dan mulai sekarang.
00:26:37Kita akan sama-sama terus selama-lama, Kang.
00:26:42Akan menjanji.
00:26:44Karena gak boleh takut, ya.
00:26:48Ada akan.
00:27:03Bang.
00:27:05Bang.
00:27:06Bang.
00:27:08Bang, bang.
00:27:10Bang.
00:27:12Bang.
00:27:13Itu bayangan apa, Bang?
00:27:14Mana?
00:27:15Mana?
00:27:18Itu.
00:27:19Burung, Pak.
00:27:20Burung dari mana sih?
00:27:21Perempuan, Bang?
00:27:23Jirol.
00:27:24Tau, Jirol.
00:27:26Apa?
00:27:28Itu bayangan burung apa perempuan.
00:27:30perempuan anjing aduh anjing perempuan burung itu anjing jelas kali itu anjing tapi ada burungnya
00:27:44kan berisik banget sih enggak ada capek apa itu bayangan burung anjing apa perempuannya
00:27:55bukan burung bukan anjing bukan perempuan itu setan setan
00:28:10asli
00:28:40Ngapain sudah pada?
00:28:41Oh, ini mau beres.
00:28:43Mau bersih-bersih.
00:28:45Tinggal di rumah orang gak enak kalau gak dibersih-bersihin kan?
00:28:49Iya kan?
00:28:50Kenapa badannya kok sakit semua ya?
00:28:54Oh, ini pemandangannya tadi bagus ya.
00:28:56Iya bener-bener, kalau pagi ya.
00:28:58Gak liat dia.
00:29:00Ini istilahnya tuh, hidden camp.
00:29:02Hidden camp, hidden camp.
00:29:03Sunainya bagus, airnya tenang, dingin juga ya.
00:29:07Helat bangun sih.
00:29:09Kang Supra, Kang Solah, Kang Jaka, Kang Pajrol, ayo bangun yuk.
00:29:14Eh, iya Mor-Mor.
00:29:16Eh, Jari gak ke pasar?
00:29:17Siap, ikut.
00:29:18Eh, ayo yuk, siap-siap.
00:29:20Gak sabar, pengen ketemu Sari lagi gue.
00:29:23Ayo kita berangkat sekarang, kalau kesiangan bahan-bahannya pasar cepat habis.
00:29:27Kita ingin main masakannya Sari.
00:29:29Ayo, Sari mana?
00:29:30Sari kan jagain cipu, gak ikut.
00:29:32Oh, iya.
00:29:33Tapi capek banget kalau ngadayung sampai pasar.
00:29:35Ini tuh ada tukang dayung tuh.
00:29:38Kita minta anterin aja ke pasar.
00:29:39Ini Kang Cecep.
00:29:41Kang Cecep!
00:29:43Kang Cecep, masih inget saya?
00:29:44Minta tolong anterin ke pasar.
00:29:47Ini pada kecapean, ngedayung gak biasa.
00:29:49Kang Cecep!
00:29:51Ini gimana sih ini Kang Cecep?
00:29:53Kok kayak ketakutan gitu dia?
00:29:55Iya, Mor.
00:29:57Emang kalau di sini sih ya, dari dulu terkenal angker.
00:30:00Banyak cerita cerah serem.
00:30:03Tapi itu cuma mitos.
00:30:05Ayo.
00:30:06Ayo.
00:30:21Mas Wiwit!
00:30:28Mas Wiwit!
00:30:30Mas Wiwit!
00:30:31Wah!
00:30:32Pak Mung, jangan ke atas!
00:30:33Mung, jangan ke atas!
00:30:35Mas Wiwit, apa kabar?
00:30:37Tidak, betul.
00:30:37Tidak.
00:30:38Top juga tadi kampung ini ya?
00:30:39Bahan gak gue tepannya sama lu.
00:30:40Mas Wiwit, ini kan si Sari lagi mau masak yang spesial buat kita.
00:30:45Karena baru peluang remedi dan perang.
00:30:46Sayur-sayuran, ada ya?
00:30:48Ada!
00:30:49Ada!
00:30:50Tatang!
00:30:51Ambil ini tang ini.
00:30:52Sini, sini, sini.
00:30:53Kasih Mas Makmul.
00:30:54Terima kasih.
00:30:55Ini berapa harganya?
00:30:56Oh, gratis Mas Makmul.
00:30:58Yang penting itu saringan bahagia gitu loh.
00:31:01Hahaha!
00:31:02Terima kasih.
00:31:03Saya juga butuh ini bumbu-bumbu buat makanannya ini.
00:31:07Ada!
00:31:08Kasihkan, ngasihkan.
00:31:09Dan ini saya ngai nomor satu ini.
00:31:11Kalau kopi sama gula, ada?
00:31:13Oh, ada!
00:31:14Nah, kalau pepaya ada gak, Pak Wiwit?
00:31:16Gak.
00:31:17Gak.
00:31:18Oh, ini ayat.
00:31:19Gak.
00:31:20Gak.
00:31:21Yang nomor tiga.
00:31:22Kalau semangka, ada.
00:31:24Yati.
00:31:25Mana yati ini?
00:31:26Gak.
00:31:27Ini isi saya yang nomor empat.
00:31:32Kalau kambing?
00:31:34Oh, ada.
00:31:35Ada.
00:31:36Ini bang.
00:31:37Ini bang.
00:31:38Ini bang.
00:31:39Ini bang.
00:31:40Ini bang.
00:31:41Ini bang.
00:31:42Ini bang.
00:31:43Kalau penari terlanjang?
00:31:46Sebentar.
00:31:47Sebentar.
00:31:48Cukup, cukup.
00:31:50Nanti saya sampaikan terima kasih banyak dari Sari ya.
00:32:05Buat semua warga kampung.
00:32:07Kita pamit dulu.
00:32:08Ayo.
00:32:09Ayo.
00:32:10Ayo.
00:32:15Eh.
00:32:16Kita berhenti dulu.
00:32:17Minum dulu istirahat ya.
00:32:18Ayo.
00:32:19Trauma banget ngeliat yang tadi.
00:32:20Kaos jaring-jaring.
00:32:22Hehehe.
00:32:23Saya pesuruh, minta.
00:32:27Eh.
00:32:28Bayu supi.
00:32:30Ayo.
00:32:31Ayo.
00:32:32Ayo.
00:32:33Ayo.
00:32:34Ayo.
00:32:35Ayo.
00:32:36Ayo.
00:32:37Tinggal kalian tenang.
00:32:39Jangan-jangan sampai gairan.
00:32:43Ayo.
00:32:44Ayo.
00:32:45Ayo.
00:32:46Ayo.
00:32:47Ayo.
00:32:48Ayo.
00:32:49Ayo.
00:32:50Ayo.
00:32:51Wah.
00:32:52Kita disumpahin ini mah.
00:32:54Jauh-jauh.
00:32:56Kalian dari sini.
00:32:58Jangan gentayangan.
00:33:00Jangan gentayangan.
00:33:01Jangan gentayangan.
00:33:07Hehehe.
00:33:09Gentayangan.
00:33:10Emangnya kita setan.
00:33:11Wah setan.
00:33:12Yang bisa tinggal sama setan.
00:33:15Hehehe.
00:33:16Setan.
00:33:19Iya tapi siapa yang setan?
00:33:23Istrimu.
00:33:24Makmu.
00:33:25Si Sari itu sudah mati.
00:33:29Dia itu setan.
00:33:34Kalau kamu gak percaya.
00:33:36Intik.
00:33:37Lewat serangkangan.
00:33:39Sari itu setan.
00:33:43Tuduh.
00:33:44Kenapa kata-kata?
00:33:45Bayu supi itu orang paling witu.
00:33:47Di kampung sini.
00:33:48Kalau ngomong suka ngelantur.
00:33:50Karena mabuk.
00:33:52Uma.
00:33:53Wah.
00:33:54Tapi dukun juga sih.
00:33:59Neng.
00:34:00Akan pulang Neng.
00:34:02Banyak oleh-oleh ini dari warga kampung.
00:34:05Jadi Neng bisa langsung masak.
00:34:08Neng.
00:34:09Orang-orang kampung pada baik semua.
00:34:13Ini semua dikasih gratis.
00:34:15Mereka ngomongin tentang ini gak kak?
00:34:20Enggak.
00:34:21Ngomongin apa ya?
00:34:23Paling cuman ngomong.
00:34:24Semoga Neng bahagia di sana.
00:34:25Dapat oleh-oleh.
00:34:27Oh.
00:34:29Ah cipluk.
00:34:30Neng Neng udah Neng.
00:34:31Berapa yang gurus.
00:34:32Neng masak aja yang enak.
00:34:33Buat teman-teman mereka.
00:34:34Ya.
00:34:36Menurut kalian.
00:34:37Ngomongan Mbak Yusufi gimana?
00:34:39Soal Sari.
00:34:40Tinggal sama setan.
00:34:43Ya kalau dipikir-pikir.
00:34:44Bisa aja warga kampung takut sama kita.
00:34:46Karena tinggal sama setan.
00:34:48Apaan sih lo ngomong diputer-puter?
00:34:51Menurut lo Sari tuh setan.
00:34:52Eh.
00:34:53Setan gue gak ada yang secantik itu.
00:34:55Setan tuh biasanya jelek.
00:34:59Ngomong jelek.
00:35:00Kenapa ngeliat kak gua?
00:35:01Kagang ngeliat sana noh.
00:35:03Masa ribut-ribut.
00:35:04Sekarang pastiin aja.
00:35:05Sari itu beneran setan apa bukan.
00:35:07Caranya gampang.
00:35:08Liat lewat selangkangan.
00:35:10Udah.
00:35:11Masa ribut juga.
00:35:13Bawa kami ke dalem.
00:35:15Lah.
00:35:16Kok saya bang?
00:35:17Ya bang aja nih.
00:35:18Eh.
00:35:19Ini pinggang.
00:35:20Gak ketahan.
00:35:21Berhentek.
00:35:23Junol.
00:35:24Nih.
00:35:25Nih.
00:35:29Aku mau merah pesona.
00:35:30Angguk.
00:35:31Angguk.
00:35:32Angguk.
00:35:33Angguk.
00:35:34Berak mulu badan udah segede gitu.
00:35:39Ca.
00:35:40Ah.
00:35:41Gue gak ada. Gue cape banget.
00:35:42Tadi kan gue abis dayung kapal.
00:35:44Kan gue juga ngedayung.
00:35:45Lah.
00:35:46Tapi kan gue di belakang kayak dorong.
00:35:47Cukup.
00:35:49Bukan saatnya berdebat.
00:35:52Sekarang pilih.
00:35:54Siapa yang mau mijit gua.
00:35:56Siapa yang mau bawa kambing.
00:35:58Ya kak mijit gua.
00:35:59Ngapain nyuruh milih kalau kayak begitu.
00:36:03Ya kan lu udah milih bawa kambing.
00:36:05Udah megang.
00:36:06Masa mijit gua bawa kambing.
00:36:08Wah.
00:36:09Sholah.
00:36:10Udah.
00:36:11Pokoknya lo pasin aja.
00:36:12Sari itu setan apa bukan.
00:36:14Cek lewat selangkangan.
00:36:16Tunggu.
00:36:17Tunggu.
00:36:18Tunggu.
00:36:19Tunggu.
00:36:20Tunggu.
00:36:21Tunggu.
00:36:22Tunggu.
00:36:23Tunggu.
00:36:24Tunggu.
00:36:25Tunggu.
00:36:26Tunggu.
00:36:27Tunggu.
00:36:28Tunggu.
00:36:29Tunggu.
00:36:30Tunggu.
00:36:31Tunggu.
00:36:32Tunggu.
00:36:33Tunggu.
00:36:34Tunggu.
00:36:35Tunggu.
00:36:36Kang Salah ngapain?
00:36:50Ini mau makan kambing, eh mau ngasih makan kambing, eh mau ngasih kambing sari makan, eh maksudnya mau ngasih kambing buat sari masak buat kita makan.
00:37:06Sari, Sari, maaf Sari, enggak ada maksud apa-apa. Tolong dong, ambilin daun pisang.
00:37:18Oh, daun pisang, jangankan daun pisang. Daun jambu, daun pintu, sampai daun telinga juga.
00:37:25Kang Salah Vicencio ambilin, tapi buat apaan daun telinga ya?
00:37:29Kalau misalnya si Sari itu setan, anaknya juga setan dong?
00:37:45Ya enggak lah. Oleh emang begitu kan si makmur udah sadar duluan.
00:37:52Ya tapi ekspresi orang-orang emang.
00:37:54Ah, gitu. Pusin.
00:37:58Siapa yang setan?
00:37:59Ah, enggak. Di pasar orang pada ngomong.
00:38:04Terus kalian percaya?
00:38:05Ya enggak lah, bagaimana bisa percaya.
00:38:08Masa anak selucu ini bilang anak setan?
00:38:10Ya, anak selucu banget.
00:38:13Dipluk, kai.
00:38:15Dipluk.
00:38:18Ini anak yang bakal cakep banget.
00:38:21Anak tuh, lihat tuh.
00:38:23Bang jatuh, kak.
00:38:25Cipluk. Cipluk. Cipluk. Cipluk. Cipluk.
00:38:27Abang emang cocok banget main sama...
00:38:29Dawa-dawa.
00:38:34Makbul, bang.
00:38:36Lagipada ngapain?
00:38:39Tidak suka lagi belajar gendong cipluk.
00:38:41Ini tuh gendong yang aslinya.
00:38:43Bewa. Bewa.
00:38:48Baga, kakak.
00:38:49Turunin gua, kak.
00:38:50Hehehe, ducu ya?
00:38:54Si waksong.
00:38:55hai hai hai ha monyet lo Yang monyet Apartwhite berat ah berat ini titulah ganggu aja
00:39:21hehehe ya nggak geser gitu doang berak di sungai sono jauhan ketau lagi badan segede gitu
00:39:31pakai berak lagi lu nggak apa-apa badan segede gini berak daripada kau badan segitu nggak berak
00:39:36bukan urusan lu ya gue berak kapan juga kapan kau terdiri berak kemarin hari ini belum kan
00:39:40ya belum ayo ayo balap kita nggak mau gue ngapain gue berak-berakan sama lu eh botai
00:39:47berak ya belum mulutmu tuh botai tuh nih botai nih eh tuh ah
00:39:54ada yakin bener si cipluk yang gua gendong eh saya sampai goda-godain yang
00:40:06saya inget banget itu mukanya si cipluk maka hanya tiba-tiba jadi gendepompi
00:40:11samsung gini Hai Hai cariin ngotep ada di sini lo dicek sari belum udah aman
00:40:21emang bukan setan yakin elulah yakin man kenapa sih
00:40:25gari-gari akhir-gari akhir dia дополнiti terlihat yang mau
00:40:38orangnya harus berbaca
00:40:40satu-satua
00:40:44yang
00:40:49Oh
00:40:52Terima kasih.
00:41:22Terima kasih.
00:41:52Terima kasih.
00:42:22Terima kasih.
00:42:52Terima kasih.
00:43:22Terima kasih.
00:43:52Terima kasih.
00:44:22Kasian istri saya sudah masak.
00:44:24Kita mau yoga.
00:44:27Kita mau yoga.
00:44:29Kita mau mencari ketenangan batin dan juga pikiran.
00:44:31Supaya si Jaka gak marah-marah mulu.
00:44:32Yaudah ya, kur kita pulang duluan ya.
00:44:36Nanti saya nantarin obatnya.
00:44:42Sari S.
00:44:43S apa ini Kang?
00:44:44Sari S.
00:44:55Sari S.A.R.I.
00:44:56Sari S.A.R.I.
00:44:56Oh iya Sari S.A.R.I.
00:44:58Ya betul-betul S.A.R.I.
00:44:59Ya betul-betul S.A.R.I.
00:44:59Ya betul-betul Sari S.A.R.I.
00:45:01Bentar deh.
00:45:07Kalau bener, kata si Fadirul kalau Sari itu setan,
00:45:11saja mending kita pergi dari kampung ini deh.
00:45:14Itu dia.
00:45:15Dari kemarin tuh perasaan gue tuh udah gak enak.
00:45:17Tapi ya masa kita ninggalin makmur sendirian?
00:45:19Tunggu udah tau kalau si Sari istrinya si makmur.
00:45:27Harus ada yang ngasih tau makmur.
00:45:29Kalau Sari itu setan.
00:45:32Emangnya kita tega mau ninggalin si makmur?
00:45:35Makmur itu pernah nolong kita loh.
00:45:37Dan kita pernah satu pasukan bareng dia.
00:45:40Kita udah kayak saudara sama si makmur.
00:45:44Saudara sih saudara bang.
00:45:45Tapi kita ini kan tentara.
00:45:47Dilatihnya lawan manusia.
00:45:48Bukan lawan setan.
00:45:50Tunggu, tunggu.
00:45:53Untung belum pada pergi.
00:45:55Saya mau.
00:45:56Makmur, kita mau kasih tau sesuatu.
00:45:58Tapi jangan kaget ya.
00:45:59Jangan marah juga ya mur.
00:46:01Jangan dendam juga ya.
00:46:03Ini sebenarnya ada apa sih?
00:46:05Sebenarnya...
00:46:06Sebenarnya seolah sih yang mau ngomong.
00:46:09Loh, kok jadi gue?
00:46:17Mur.
00:46:18Ceritakan temenan udah lama ya.
00:46:20Gue udah kumpulin semua bukti-bukti.
00:46:21Dan gue mendapatkan fakta-fakta.
00:46:23Yang ternyata...
00:46:24Sebenarnya...
00:46:26Bang Supra yang mau ngomong.
00:46:28Apa ya?
00:46:33Iya, susah kan ngomongnya kan?
00:46:34Bang.
00:46:35Udah makai abang aja.
00:46:38Mur.
00:46:39iya iya iya susah kan ngomongnya kan bangga udah makanya abang aja mur ah unten ya sari itu
00:46:59cantik nur iya cantik cantik itu udah dari dulu makanya dari awal saya bilang sari itu selalu menang kalau
00:47:09lomba kecantikan antar kampung saya jadi kaget saya kira apa ada-ada aja ini saya mau kasih ini minyak aren
00:47:18biar cepat sembuh luka diantep tawannya ya ayo makan masakannya udah jadi katanya mau cobain masakan saya
00:47:27tuh udah pada dimasakin kan kasihan kalau gak dimakan nanti sari bisa dendam
00:47:36ah tuh kan bener mupanya udah mendingel sekarang
00:47:50banggur kayaknya sari tuh eh tapi ngomongnya masih belum jelas sih pelan-pelan
00:47:59sari sari sudah sari sudah sari sudah sari sudah mau masak
00:48:09ya memang tadi sudah saya jelaskan kan sari akan masak hari ini
00:48:18ini kelihatannya mengandung kolesterol ya saya kebetulan jantung kan nggak bisa melayan kolesterol eh
00:48:40saya juga diabetes jadi nggak bisa makan makanan yang gula gini saya kolesterol juga diabetes juga darat tinggi
00:48:47kalau makan gitu jadi gak pakai emosi udah nggak usah malu-malu saya tahu kalian semua pada lapar dicobain aja dulu
00:48:56gua sekali nyoba pasti langsung ketajar
00:49:02enak banget rugi kalau gak nyobain sesuap aja
00:49:07haa sesuap aja saya udah senang artinya kalian menghargai apa yang saya sediakan untuk teman-teman baik yang makmur
00:49:16enak enak-enak lejak makasih kau
00:49:45kang jaka ayo kang jaka silahkan reviewnya
00:49:53enak
00:49:55mantep
00:49:56dan siap
00:49:57meng
00:49:58kang jaka ini orangnya unik
00:50:00kalau dia suka sama sesuatu emosinya meledak-ledak
00:50:03itu tandanya dia jujur
00:50:05sekarang kang solapin chen chio nih
00:50:08boleh kang testimoni agak panjangan sedikit
00:50:11agak lebih detail
00:50:12eh
00:50:15long
00:50:20yang
00:50:22ya
00:50:23Teksturnya lembut
00:50:42Ini pas masuk di mulut rasa asin, pedas, manisnya
00:50:45Semua luber dalam lidah
00:50:47Oh
00:50:48Kamu Pak Jerul
00:50:51Ini maaf
00:50:53Walaupun Pak Jerul masih susah ngomong
00:50:56Tapi sebagai penutup
00:50:57Silahkan kasih kesimpulannya
00:51:00Ini orang yang susah
00:51:19Kata dia doyan banget
00:51:27Dia pergi nambah
00:51:29Kasih-kasih
00:51:35Tuh kan
00:51:48Tuh kan
00:52:02Saking sukanya dia sampai
00:52:05Sampai nangis terharu
00:52:06Sebagai ungkapan terima kasih dari kami
00:52:13Masih ada cemilan penutup
00:52:15Sekalian saya bikinin kopi ya
00:52:17Sebentar-sebentar saya ambilin dulu di belakang
00:52:20Gak apa-apa
00:52:22Gak apa-apa
00:52:22Pak Mun
00:52:24Saya ambil dulu ya
00:52:39Belum ngakak cemuran
00:52:41Habis cemuran
00:52:55Habis cemuran di akad kan harus di setrika
00:52:56Nah saya mau nyetrika
00:52:57Habis di setrika mesti dilipat
00:52:59Disusun di lemari
00:53:00Saya mau nyetrika
00:53:17Tidak
00:53:23Tidak
00:53:24Terima kasih.
00:53:54Terima kasih.
00:53:57Kalian harus berhenti mengganggu kebahagiaan siren Kang Makmur.
00:54:02Janji.
00:54:03Janji.
00:54:05Apa?
00:54:09Apa?
00:54:15Bo bilang juga, Pak.
00:54:24Cemilan datang.
00:54:27Loh, ada kemana?
00:54:30Ini dokang bawain duret.
00:54:32Tadi katanya juga pada mau ngopi.
00:54:35Pada pulang, Kang.
00:54:41Ketakutan.
00:54:43Ketakutan kenapa?
00:54:44Mereka percaya omongan orang-orang kampung kalau neng itu setan.
00:54:57Gara-gara Fadrul nih, kita ngomong harus ikutan cadel.
00:55:01Aku juga gak mau ngomong kayak gini.
00:55:02Kau kira enak ngomong kayak gini.
00:55:03Sembuh.
00:55:16Sembuh.
00:55:18Tanda.
00:55:20Ayo, pulang, pulang, pulang, pulang, pulang, pulang.
00:55:32Eh.
00:55:33Tapi si Makmur gimana ya?
00:55:35Gimana apaan lagi?
00:55:38Rasuin dia.
00:55:39Dia gak tau istrinya setan.
00:55:40Aduh.
00:55:41Ayo, kita pulang aja yuk.
00:55:46Siapa itu?
00:55:46Jangan-jangan sehari.
00:55:51Hah?
00:55:52Si.
00:55:55Jangan lho.
00:56:04Gak ada.
00:56:04Hah?
00:56:05Gak ada.
00:56:06Gak ada.
00:56:07Tentu.
00:56:07Tentu.
00:56:09Udah.
00:56:12Ah!
00:56:13Kalian semua pengkhianat.
00:56:15Saya pikir kalian semua teman saya.
00:56:18Ternyata kalian gak ada bedanya sama orang kampungnya.
00:56:19Nuduh istri saya setan.
00:56:21Sehari itu udah mati, Mur.
00:56:23Makanya orang kamu curiga sama kita.
00:56:24Jadi kalian lebih percaya sama mereka dibanding sama saya, teman kalian sendiri?
00:56:27Ini bukan perkara percaya, Mur.
00:56:29Tapi kita...
00:56:30Kalian udah ditipu sama mereka.
00:56:31Lo yang ditipu, Makmur.
00:56:33Lo tuh udah diputahin sama cinta.
00:56:34Anak istri lo tuh setan.
00:56:36Makanya yang setan.
00:56:37Makmur, Makmur.
00:56:38Makmur.
00:56:40Kita begini ini justru karena peduli sama kamu, Makmur.
00:56:44Makmur.
00:56:44Kita ini saudara.
00:56:47Selamanya saudara.
00:56:49Sehidup, semati.
00:56:51Gitu?
00:56:53Saudara.
00:56:55Jadi teman aja kalian gak bisa.
00:56:59Kalian sengaja datang kesini untuk hancurin kebagian keluarga saya, kan?
00:57:05Saya gak butuh teman kayak kalian.
00:57:08Pergi kalian sekarang dari sini.
00:57:10Makmur, Makmur.
00:57:13Makmur, Makmur.
00:57:15Makmur.
00:57:16Sudah biarin aja.
00:57:18Butahin cinta dia.
00:57:22Jadi kita biarin aja dia.
00:57:25Enggak.
00:57:28Enggak.
00:57:30Bener.
00:57:32Kita ini saudara.
00:57:37Aku punya rencana lain.
00:57:39Apa bang rencananya?
00:57:49Belum ketemu sih.
00:57:51Kamu aja jak rencananya apa.
00:57:53Ya udah gini aja, ya?
00:57:58Ya.
00:58:06Ketemu dia dong.
00:58:07Mereka semua kelewatan kalau masih nyakain Neng itu setan.
00:58:16Kalau kamu udah baik sama mereka udah bikinin makanan, dikasih tempat hinep.
00:58:22Kamu gak akan mereka semua berubah.
00:58:26Mereka pergipun, orang-orang kampung akan tetep kembangin kita, kan?
00:58:31Enggak usah dipikirin, Neng.
00:58:32Enggak usah dipikirin.
00:58:34Masih ada Heng yang selalu dipercaya sama Neng.
00:58:36Masa bodoh orang kampung mau ngomong apa?
00:58:40Yang mungkin kita.
00:58:45Kalau perlu sekarang kita ke pasar malam, Neng.
00:58:48Kita kasih lihat orang-orang kampung.
00:58:51Kalau gak ada yang berubah.
00:58:53Maklur dan Sari adalah pasangan suami istri yang masih sama seperti dulu.
00:58:57Gimana?
00:59:00Cipruk gimana, Kak?
00:59:01Nah, udah aman.
00:59:03Nanti kita pulang sebelum dia bangun.
00:59:05Ya.
00:59:06Ayo.
00:59:07Ganti majlir lu.
00:59:08Tapi ngapain.
00:59:08Aduh, mas.
00:59:10Aduh, mas.
00:59:12Mas!
00:59:14Ya, ya!
00:59:16Oh, ya.
00:59:18Alangku.
00:59:20Udah.
00:59:22Gak apa-apa ya.
00:59:24Nanti kita beliin lagi yang baru.
00:59:26Udah gak usah sedih.
00:59:28Ini balonnya.
00:59:30Oh, ya.
00:59:32Udah. Gak apa-apa ya.
00:59:34Nanti kita beliin lagi yang baru.
00:59:36Udah gak usah sedih.
00:59:37Ini balonnya.
00:59:39Oh, kerasnya.
00:59:41Wah.
00:59:43Ini syaga sekali, Saru.
00:59:45Aduh, rasanya ngebadal dibilangi jangan lari-larian.
00:59:47Nanti kamu diculik.
00:59:49Dicung sama setan. Ayo, ayo.
00:59:51Eh.
00:59:53Si ibu mana ada di pasar malam setan.
00:59:59Neng, itu topengnya masih mau dipakai terus.
01:00:01Emang kenapa?
01:00:03Ya, gak apa-apa.
01:00:05Tetap cantik.
01:00:07Ya, ayo.
01:00:09Terasa indah.
01:00:11Eh.
01:00:13Bila kita terbuat.
01:00:15Dalam melunan cinta.
01:00:19Sedapat mungkin terciptakan rasa.
01:00:23Ya, gak apa-apa.
01:00:25Enggak apa-apa.
01:00:26Enggak apa-apa.
01:00:27Enggak apa-apa, Kang.
01:00:29Tepat.
01:00:31Enggak apa-apa.
01:00:33Tepatlah menjadi bintang di langit.
01:00:37Agar cinta kita akan abadi.
01:00:43Biarlah silamu.
01:00:45Enggak apa-apa.
01:00:47Enggak apa-apa.
01:00:49Enggak apa-apa.
01:00:51Enggak apa-apa.
01:00:53Enggak apa-apa.
01:00:55Enggak apa-apa.
01:00:57Enggak apa-apa.
01:00:58Enggak apa-apa.
01:00:59Eh, eh, Kang, Kang.
01:01:01Biar mene.
01:01:02Jatoh semua sama Kang.
01:01:03Enggak apa-apa, Kang.
Komentar