Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Setelah tiga pekan bertahan dengan bantuan seadanya, warga Aceh, khususnya di Aceh Timur, mengibarkan bendera putih sebagai tanda para korban banjir dan longsor menyerah pada keadaan sekaligus sebagai bentuk protes terhadap lambatnya penyaluran bantuan pemerintah. Aksi serupa juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Bireun, bahkan terekam dalam video di media sosial yang memperlihatkan warga mengendarai sepeda motor sambil membawa bendera putih. Peneliti Social Research Center (SOREC) Universitas Gadjah Mada, AB Widyanta, menilai pengibaran bendera putih tersebut merupakan ekspresi sosial dari situasi ekstrem yang mencerminkan rasa putus asa, hilangnya harapan, dan kondisi warga yang benar-benar telah menyerah.





#BenderaPutihAceh #AcehTimur #Bireuen #BanjirAceh



Vo/Video Editor:Nova/Matthew
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kibarkan bendera putih, warga Aceh menyerah karena bantuan tak kunjung tiba.
00:05Setelah tiga pekan bertahan dengan bantuan seadanya,
00:09warga Aceh khususnya di Aceh Timur akhirnya menyebarkan bendera putih
00:13sebagai tanda menyerah terhadap kondisi pasca banjir dan longsor.
00:17Aksi tersebut juga dinilai sebagai bentuk protes warga
00:21terhadap pemerintah yang dianggap lambat menyalurkan bantuan kepada para korban bencana.
00:26Selain di Aceh Timur, pengibaran bendera putih juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Birun.
00:32Dalam beberapa video yang beredar di media sosial,
00:35tampak warga mengendarai sepeda motor sambil membawa bendera putih
00:38yang semakin memperlihatkan keputusasaan masyarakat di tengah keterbatasan bantuan.
00:44Peneliti Social Research Center atau Sorek Universitas Gajah Mada,
00:49Abe Witianta, menilai bendera putih bukan sekadar simbol biasa.
00:53Ia menjelaskan bahwa bendera putih merupakan ekspresi sosial
00:58yang lahir dari situasi ekstrim,
01:01yang mencerminkan rasa putus asa, hilangnya harapan,
01:05serta kondisi warga yang benar-benar merasa telah menyerah terhadap keadaan.
01:09Terima kasih.
01:10Terima kasih.
01:11Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan