Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bertahan hidup di tengah bencana. Ini yang ada di benak warga korban banjir bencana saat ini. 3 pekan pascabanjir dan longsor, mereka masih harus berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan bantuan. Seperti yang dialami oleh warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang harus berjalan melintasi bukit terjal dan lereng yang curam demi mendapat bantuan.

Ya, korban banjir di pedalaman hingga kini masih minim bantuan. Penyaluran bantuan pun menjadi perjuangan yang tak mudah bagi para relawan. Ini yang dialami oleh Rahmad Maulizar, relawan asal Aceh Barat, saat menyalurkan bantuan menuju Desa Sikumur, Aceh Tamiang. Ia harus menaiki perahu, melintasi jalan berlumpur dan terjal demi bantuan bisa sampai ke korban banjir.

Di tengah keputusasaan, warga Aceh Tamiang pun mengibarkan bendera putih sebagai simbol tanda menyerah dengan kondisi ini. Warga mengaku kondisi di kabupaten ini masih lumpuh. Tempat tinggal, mata pencaharian, hingga infrastruktur hancur.

Senator DPD asal Aceh, Sudirman Haji Uma, pun menilai penanganan banjir di Aceh masih belum dilakukan secara menyeluruh.

Hampir 3 pekan bencana banjir dan longsor berlalu, akses jalur darat di sebagian Sumatera masih lumpuh. Beberapa alat berat telah dikerahkan untuk membuka jalan yang terisolasi. Warga berharap perbaikan jalan ini dapat segera rampung sehingga distribusi logistik dapat diterima oleh warga.

#banjir #benermeriah #sumatera

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/637849/aceh-3-pekan-usai-banjir-korban-berjuang-bertahan-hidup-masih-terisolir-bendera-putih-berkibar
Transkrip
00:00Terlalu lelah bu, kadang-kadang hampir-hampir gak sanggup lah gitu.
00:08Tapi kita harus bangkit, harus kuat menghadapi coba ini.
00:18Bertahan hidup di tengah bencana.
00:21Ini yang ada di benak warga korban banjir bencana saat ini.
00:24Tiga pekan pasca banjir dan longsor, mereka masih harus berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan bantuan.
00:35Seperti yang dialami oleh warga di Kabupaten Bener Meriah Aceh,
00:39yang harus berjalan melintasi bukit terjal dan lereng yang curam demi mendapatkan bantuan.
00:49Korban banjir di pedalaman hingga kini masih minim bantuan.
00:52Penyaluran bantuan pun menjadi perjuangan yang tak mudah bagi para relawan.
01:01Ini yang dialami oleh Rahmat Maulizar, relawan asal Aceh Barat,
01:06saat menyalurkan bantuan menuju desa Sikumur Aceh Tamiang.
01:12Ia harus menaiki perahu, melintasi jalan berlumpur,
01:15dan terjal demi bantuan bisa sampai ke korban banjir.
01:22Paket bantuan yang sudah kita pakaikan dalam plastik.
01:34Di sana ada kelambu dalamnya,
01:37ada pelengkapan bandi, dan snek roti dan minyak.
01:41Di tengah keputus asaan, warga Aceh Tamiang pun mengibarkan bendera putih
01:48sebagai simbol tanda menyerah dengan kondisi ini.
01:52Warga mengaku kondisi di Kabupaten ini masih lumpuh,
01:56tempat tinggal, mata pencaharian, hingga infrastruktur hancur.
02:01Saat ini seperti apa kondisinya, Pak?
02:07Ya, memperhatinkanlah, kalau begini ini kan.
02:11Cuma yang kami butuhkan tengah ini, sekarang ini air bersih,
02:16kemadapan lampu kan, sehingga tidak ada sinyal,
02:19mau komunikasi kemanapun.
02:22Nah, itulah keluhan kami.
02:24Lelah nggak sih, Pak, dengan kondisi seperti ini?
02:26Terlalu lelah, Bu.
02:28Kadang-kadang hampir-hampir nggak sanggup lah, gitu.
02:31Tapi kita harus bangkit, harus kuat menghadapi coba ini.
02:36Senator Dewan Perwakilan Daerah Asal Aceh, Sudirman Haji Uma pun
02:40menilai penanganan banjir di Aceh
02:42masih belum dilakukan secara menyeluruh.
02:49Memang belum maksimal ya.
02:52Belum maksimal penanganan bencana yang ada di Aceh,
02:55mengingat saat ini penanganan yang dilakukan oleh pemerintah itu
03:00tidak dalam hal yang secara komprehensif.
03:05Ya, tidak menyeluruh.
03:06Jadi, kita menginginkan penanganan bencana ini
03:10dilakukan oleh pemerintah secara holistik.
03:14Ada keterpaduan.
03:17Karena kebutuhan masyarakat Aceh hari ini
03:19bukan hanya kebutuhan makan, pangan.
03:22Tapi di luar daripada itu,
03:25masyarakat Aceh hari ini kan membutuhkan tempat tinggal.
03:29Kemudian, membutuhkan infrastruktur.
03:32Dan itu semua lumpuh hari ini.
03:35Jadi, pemerintah tidak hanya mengejar
03:38itu dalam bentuk bantuan-bantuan.
03:42Yang bantuan itu pun tidak bisa terrealisasi secara menyeluruh.
03:47Hampir tiga pekan bencana banjir dan longsor berlalu,
03:56akses jalur darat di sebagian Sumatera masih lumpuh.
04:00Beberapa alat berat telah dikerahkan
04:02untuk membuka jalan yang terisolasi.
04:05Warga berharap perbaikan jalan ini
04:07dapat segera rampung
04:09sehingga distribusi logistik dapat diterima oleh warga.
04:13Tim Liputan, Kompas TV
04:16Sementara itu, Saudara, Presiden Prabowo Subianto
04:29menegaskan pemerintah masih mampu
04:32mengatasi bencana Sumatera
04:33sehingga belum perlu bantuan dari negara lain.
04:37Prabowo bilang, sejumlah pimpinan dan kepala negara
04:40telah menghubunginya untuk menawarkan
04:42bantuan internasional.
04:44Namun, Prabowo menegaskan
04:46Indonesia memiliki kapasitas
04:48untuk mengatasi bencana secara mandiri.
04:51Hal ini, Saudara, disampaikan Presiden Prabowo
04:53saat membuka sidang Kabinet Paripurna
04:55bersama dengan Menteri Kabinet Merah Putih
04:58di Istana Negara.
04:59Semua yang hadir dan mengambil tindakan
05:07atas inisiatif sendiri.
05:12Sehingga
05:13saya ditelpon banyak pimpinan kepala negara
05:17ingin kirim bantuan,
05:18saya bilang terima kasih.
05:20Konsern Anda, kami mampu.
05:23Indonesia mampu mengatasi ini.
05:24ada yang teriak-teriak ingin
05:31ini dinyatakan bencana nasional.
05:34Kita sudah kerahkan,
05:37ini tiga provinsi dari 38 provinsi.
05:40Jadi, situasi terkendali.
Komentar

Dianjurkan