00:00Masing-masing instasi bekerja untuk membawa mereka sendiri.
00:05Polisi kita akui telah membuat banyak.
00:08Tidak ada dalam satu komando.
00:10Ingat saya 2004, waktu saya masih di DPD.
00:14Itu langsung kita turun.
00:16Bahkan Presiden menetapkan Menko Kesra waktu itu Pak Louis Sihab ditunjuk.
00:21Setelah itu bikin badan rehabilitasi, rekonstruksi BNPR.
00:25Jadi kita itu jangan melihat hanya yang dalam kondisi yang darurat ini.
00:30Nanti rehabilitasinya bagaimana?
00:32Rekonstruksi bagaimana?
00:33Ini harus panjang melihatnya Pak Louis.
00:35Ini tidak bisa hanya sekedar...
00:37Stasiun ini sangat-sangat penting.
00:41Kalau kita masih menganggap kita NKRI.
00:45Kalau tidak kami di Sumatera ini merasa ketika sumber daya alam kami milik nasional.
00:51Ketika bencana daerah.
00:52Ini kuat sekali.
00:54Ketika izin usaha pusat.
00:57Ya lihat apa yang terjadi tadi pagi kan.
01:00Ya begitu wakil ayat Bu Titi dengan menteri kehutanan.
01:05Karena merasa otoritasnya kehutanan ada aja lulalang itu orang jual kayu dan sebagainya.
01:13Nggak bisa apa-apa juga daerah.
01:15Jadi jangan dikatakan rezim otonomi ini.
01:18Rezim otonomi itu nggak ada lagi sekarang.
01:20Itu hanya code and code merek udah residentalisasi Omnibus Law udah semuanya ke pusat.
01:26Pak Puji saya rasa ini adalah poin yang sangat menarik.
01:30Ketika izin ditarik semua ke pusat tapi ketika bencana silahkan kepala daerah urus kemalangannya masing-masing.
01:37Ini tiga hal.
01:38Yang pertama tentang komando.
01:42Jadi undang-undang menggariskan BNPB punya fungsi komando.
01:47Dan itu yang dilaksanakan sekarang.
01:48Pasarnas, kepolisian, TNI, semuanya ini berada di bawah komando BNPB.
01:55Tetapi kepala daerah tetap memegang keputusan terakhir.
02:01Yang kedua, kenapa ini penting?
02:04Karena dalam situasi yang sekarang, apalagi Pak Irwan ketika masuk ke dalam rehabilitasi nanti.
02:10Pemerintah daerah mempunyai fungsi yang sangat kuat.
02:12Dan mereka ada di sana.
02:14Tidak bisa di overrule oleh pemerintah pusat.
02:16Anda bayangkan ya, seandainya senario semuanya di overrule, diambil oleh pemerintah pusat.
02:24Seperti di Aceh dulu.
02:25Apa yang terjadi?
02:27Tatanan yang ada.
02:28Dan pemerintahnya ada di tempat ini.
02:31Semuanya harus dimulai dari awal.
02:32Menggerakkan relawan, semuanya dikeren dari pusat.
02:35Ada yang dikorbankan.
02:38Tatanan itu akan terkorbankan.
02:41Ingat, saya kira romantik.
02:42Saya gak ngerti Pak Puji.
02:44Itu agak terlalu jauh konsepnya.
02:46Intinya sebenarnya yang diinginkan oleh masyarakat yang terkena dampaknya di Sumatera.
02:52Dan ini tidak meluluh hanya dari kepala daerah yang angkat tangan.
02:55Tapi paling yang terakhir, hari Kamis ini tanggal 4 Desember, gerakan hati nurani bangsa.
03:02Mereka ada Businta Nuria Wahid, Quraishihab, dan tokoh-tokoh lintas agama.
03:08Bahkan MUI pun, gabungan dari Oman Islam, sudah menyatakan.
03:12Mereka bisa dibilang tidak terkena dampak.
03:15Tetapi ini tentang kemanusiaan.
03:17Bahwa angka itu, jangan hanya sekedar angka, tapi soal kemanusiaan.
03:23Intinya adalah soal penanganan yang cepat.
03:25Kenapa, kenapa, tadi dibilang soal darurat bencana nasional itu dianggap penting.
03:33Soal cuman status, tapi soal koordinasi dan penanganan yang cepat.
03:37Nah sekarang kalau itu memang tidak dianggap belum perlu, di mana cepatnya Pak?
03:42Itu aja sih sebenarnya.
03:43Sekarang kalau kita lihat kecepatannya ya, misalnya sekarang ini, 20 heli sudah dideploy.
03:50Kemudian pesawat terbang, pemerintah pusat mengatakan tidak ada batasnya.
03:54Apa yang Anda minta? Begini, dalam penetapan keadaan bencana itu, ada yang disebut kemudahan akses.
04:01Pemerintah dari yang terkena bencana itu mempunyai kemudahan untuk meminta akses, aset, proses, dan sebagainya.
04:08Ini diberikan, disediakan tentang pendanaan, Menteri Keuangan, Presiden menyatakan,
04:15dana nggak masalah, Anda yang Anda butuhkan sudah disediakan.
04:17Ini sebenarnya yang dibilang tidak perlu tanpa status, tapi secara penanganan ada nasional.
04:22Secara pragmatik.
04:24Ya menurut saya nggak semudah itu juga Pak ya.
04:26Sebab yang namanya birokrasi itu kan tidak mudah.
04:29Kalau ini sudah ditangani secara nasional, tentu ada rekening khusus lah katakan.
04:34Yang bisa di deploy untuk menangani.
04:38DSP ya, dana siap pakai itu, dan Presiden menekankan kemarin.
04:44Pangkas semua prosedur.
04:44Yang pertanyaan saya, oke kalau memang hampir sama dan tak serupa, udahlah.
04:48Tetapkan saja penjalan nasional, itu aspirasi masyarakat.
04:51Saya memahami.
04:52Itu aja.
04:53Saya memahami.
04:54Apa sih susahnya gitu?
04:56Atau kadangkali kita ini kena di Sumatera, kita nggak didukung.
05:00Saya kira pernyataan ini menjadi...
05:02Saya mengatakan ini karena itu yang aspirasi yang ada.
05:05Tentu saja.
05:06Ini kita keadaan bukan baik-baik saja Pak.
05:09Tentu saja.
05:10Ya saya mohon Pak Presiden Prabowo dengar ini.
05:12Kami hanya meminta supaya ini status nasional.
05:16Kalau kami di DPD, dipilih langsung rakyat, nggak dipercaya.
05:20Ormas-ormas yang sudah ini, apalagi.
05:23Dengan adanya status nasional ini, itu koordinasi mudah, dukungan dari berbagai tempat ada.
05:28Sekarang yang terjadi di lapangan nggak begitu Pak.
05:30Contoh di kampung saya di Agam.
05:33Di Pelambayan itu nggak bisa sampai hari ini sebelum kita turun ini.
05:37Kalau PNPB saja, saya yakin anggaran Anda aja cuma 2,5 triliun.
05:43What can you do untuk tiga ini?
05:44Ini bukan soalannya anggaran, tapi koordinasi, manajemen.
05:51Jadi kalau ini nggak dilakukan segera, Pak.
05:55Apakah menurut Pak Irman, soal status, meskipun pemerintah sudah konferensi pers mengatakan ini bukan tentang status,
06:04yang penting prioritas penanganan secara nasional.
06:06Apakah hanya karena status itu akan membalikkan?
06:09Saya kenapa soal bencana nasional nggak mau, kalau cuma itu saja.
06:13Kenapa kok harus, apa?
06:15Apa karena kita gengsi, mengakui ada bencana nasional.
06:18Justru ini masalah kemanusiaan.
06:20Banyak negara-negara lain yang ingin membantu dalam rangka kemanusiaan, Pak.
06:24Kalau soal kemanusiaan, nggak lagi batas-batas negara.
06:28Tapi karena mereka mau masuk, tapi kan terbatas.
06:31Coba kita dengar Pak Puji.
06:32Coba silahkan Pak Puji.
06:33Kami tidak anti, tidak mengatakan jangan ditetapkan atau ditetapkan.
06:40Kami ini instrumen dari Presiden, dari pemerintah.
06:44Kami menyediakan semua data, semua aspek yang diperlukan.
06:48Pengambilan keputusan ada di Presiden.
06:51Jadi argumen ini dengan Presiden.
06:53Kami ini, seperti Pak Rasi bilang, apapun statusnya, we do the best that we can.
06:58Dan kebetulan, pemerintah pusat, Presiden menyediakan at our disposal.
07:04Apa yang Anda inginkan, bilang, langsung diberikan.
07:06Sekarang saya mau tanya Pak Puji, sebagai instrumen, sebagai PNPB.
07:11Secara nurani ini.
07:12Melihat aspirasi masyarakat seperti ini.
07:15Kalau hanya soal nama status.
07:18Beran nggak sih Bapak memberikan nama status bencana nasional?
07:22Itu harapan kami.
07:23Kalau nggak, nanti kita coba aja survei di Kompas TV.
07:29Langsung aja, coba tanya.
07:30Coba tanya aja kayak si Biti yang Jim ini.
07:34Yang dengan pakai logika aja, dibilang pantas bencana yang terjadi di tiga provinsi ini nasional.
07:42Apalagi kita human ini Pak.
07:44Saya sepakat.
07:45Jadi saya khawatirnya Pak Prabowo ini tidak terinformasi lengkap.
07:50Seperti apa yang terjadi di bulan Agustus.
07:55Saya tidak dalam posisi senang.
07:57Saya dalam posisi mengatakan itu.
07:59Silahkan.
07:59Sebagai wakil rakyat.
08:01Saya nggak mau nanti Pak Presiden kita.
08:03Asal Bapak senang, kurang terkonfirmasi.
08:06Oh nggak apa-apa, nggak bisa Pak.
08:09Lihat itu semua.
08:10Oh jangan dikatakan di sosmed.
08:12Sosmed itu cerminan gitu loh.
08:14Ya, sebenarnya suara.
08:16Memang.
08:18Saya khawatirnya Pak Prabowo ini tertutup informasinya.
08:22Ya nggak ada yang berani menyampaikan.
08:23Saya yang menyampaikan langsung.
08:25Silahkan.
08:25Pak Prabowo, saya sebagai warga, sebagai senator Republik Indonesia.
08:30Saya mohon, saya minta segera tetapkan status bencana Sumatera di bencana nasional.
08:36Ya, silahkan.
08:38Tentu saja sebagai senator, Bapak punya ruang untuk menyatakannya.
08:42Sebagai bagian dari birokrasi, kami juga punya ruang, punya koridor.
08:47Ini saya kira indahnya pernegara seperti ini.
08:49Kami dengan aturan, Bapak menggunakan nurani.
08:52Ya, tapi kan waktu Pak.
08:53Pertemu di tengahnya itu.
08:53Ya, baik.
08:54Ya.
08:54Ya.
08:54selamat menikmati
Komentar