00:00Masih bersama di Kompas Siang, saudara, kepedulian terhadap banjir yang melanda Sumatra bisa dilakukan dengan berbagai cara.
00:07Seperti salah satu warung makan di Ciputa, Tangerang Selatan yang menggratiskan makanan bagi mahasiswa yang berasal dari Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
00:14Untuk informasi selengkapnya, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Etin Chan, dan juru kamera Iyan Faris.
00:20Etuin, selamat siang. Apa sebetulnya alasan warung tersebut itu menggratiskan makanan?
00:25Selamat siang, Oktah, dan juga saudara.
00:29Alasan dari para inisiator, disini ada mas.arkan yang memang Instagramnya cukup kita bisa bilang viral seperti tersebar di media sosial,
00:38bahwa memang menginformasikan ada makan gratis bagi mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari Sumatra Barat, Sumatra Utara, maupun Aceh,
00:45dari Uwin Syarif Hidayatullah, Ciputat, yang ada di Tangerang Selatan, Banten.
00:49Dan tadi kami sudah lihat bersama beberapa mahasiswa sudah mulai datang karena baru dibuka tadi malam.
00:55Untuk pengumumannya dan motivasinya adalah untuk memberikan makanan gratis bagi mereka yang memang mungkin terhambat dari segi pendanaan kiriman dari orang tuanya.
01:03Karena memang kita tahu bersama komunikasi di sana juga masih terputus.
01:07Nah, untuk berbincang lebih jauh, sekarang sudah bersama dengan saya mahasiswa yang memang juga menjadi penerima manfaat dari gerakan makan gratis
01:13oleh inisiator yang tadi saya jelaskan disini sudah ada bersama dengan Xiaomi, Muhammad Asyomi.
01:21Halo, selamat siang.
01:23Halo, selamat siang.
01:24Oke, Xiaomi kalau kita boleh tahu tadi bagaimana untuk akhirnya Xiaomi bisa makan gratis disini dan bagaimana kondisi keluarga disana?
01:33Mungkin boleh jelaskan sedikit.
01:34Jadi, waktu pertama kali itu saya kan melihat IG, IG-nya mas Arkan yang seperti ini.
01:42Nah, kemudian saya langsung datang disini karena soalnya kondisi keluarga disana di daerah saya agak masih belum memungkinkan lah gitu.
01:53Oke, keluarga bagaimana kondisinya?
01:56Kalau kondisi keluarga, Alhamdulillah aman.
02:00Kalau bagi orang tua saya, Alhamdulillah aman, rumah saya tidak terjadi apa-apa.
02:05Dan yang paling parah itu di jembatan di daerah saya sampai hancur yang menghubungkan dari kecamatan satu sama kecamatan yang lain itu tidak bisa akses jalannya gitu.
02:19Untuk dari segi hari ini diberikan bantuan untuk makan gratis mungkin sampai ke depannya juga Xiaomi yang pastinya juga membantu teman-teman dari Sumatera.
02:28Kira-kira Xiaomi merasa terbantu dan harapannya seperti apa sih ke depannya untuk teman-teman yang membuka inisiasi seperti ini pun untuk sesama mahasiswa dari Sumatera?
02:37Ya harapan saya untuk ke depannya semoga mahasiswa yang terdampak dari banjir tersebut mendapatkan makan yang gratis ini supaya biar mereka itu senang dan lain-lain dan tidak tertekan dengan masalah kondisi yang terjadi di Aceh sekarang.
03:00Kalau begitu terima kasih banyak Xiaomi atas waktunya. Semoga keluarga di sana juga dapat kian pulih.
03:08Tadi disebutkan keluarga jauhnya juga mungkin ada yang tersebar di beberapa kecamatan dan aksesnya terputus.
03:13Terima kasih Xiaomi turut berduka dan pastinya kita sama-sama doakan yang terbaik.
03:17Terima kasih dan itu loh saudara tadi memang menjadi harapan dari mahasiswa Winsyarif Hidayatullah.
03:21Salah satunya ada di sini yang terdampak ada di seluruh universitas, banyak universitas di seluruh Indonesia dan pastinya harapannya gerakan seperti ini dapat memotivasi
03:29perseorangan maupun kelompok untuk dapat semakin terus menyebarkan kebaikan di tengah kondisi yang memang kita tahu bersama bencana di Sumatera ini
03:39sudah dalam proses penanggulangan dan harapan penanggulangan penanganan dapat berjalan dengan baik.
03:45Kembali ke studio Okta.
03:46Baik terima kasih atas laporan Anda, Jurnal S. Kompas TV, Edwin Chan dan Juru Kamera Yan Faris dari Ciputatang Rang Selatan.
Komentar