- 4 months ago
Gebyar Nusantara 2025 kembali ke Raintree Plaza, The Exchange TRX Kuala Lumpur pada 6–7 Disember 2025, menonjolkan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia daripada kuliner, fesyen, animasi, komik hingga permainan digital. Edisi 2.0 ini menghubungkan jenama kreatif dan SME Indonesia dengan rakan Malaysia serta pelabur antarabangsa, membuka ruang kerjasama, francais dan peluasan pasaran serantau.
Category
🗞
NewsTranscript
00:00KBI Nusantara 2025 kembali ke TRX KL awal Disember ini.
00:05Bukan sekadar pesta makanan dan hiburan, tetapi pentas ekonomi kreatif Indonesia dan juga Malaysia.
00:11Dari Baksa, Batik, Sampai Animasi dan Permainan Digital, festival ini dipasarkan sebagai Flavors of Harmony.
00:17Tapi skuad mana sebenarnya impak ekonomi di sebalik jenama itu?
00:21Untuk faham apa makna edisi 2.0 kepada pelabur, SME dan bakat kreatif serantau,
00:26bersama saya di studio adalah Minister Kounsel Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Hendra P. Skandar.
00:33Saya nak ucapkan terima kasih Pak Hendra. Apa khabar?
00:35Habar baik, terima kasih. Sudah bisa berada di sini juga.
00:38Kita tinggal beberapa hari saja sebelum kita lihat acara ini akan, kita akan melihat kemerahan acara ini.
00:45Mungkin ramai yang melihat Gebiya Nusantara ini sebagai festival fun, sebagai untuk hujung minggu.
00:52Tapi pada pandangan Pak Hendra, apakah antara naratif sebenar ekonomi di sebalik edisi kedua ini?
00:59Ya, sebenarnya Gebiya Nusantara ini merupakan ajang promosi.
01:03Ajang promosi untuk ekonomi kreatif.
01:06Kalau kita berbicara ekonomi kreatif, terdapat 17 subsektor dari ekonomi kreatif.
01:11termasuk ada kuliner, ada lagu, ada music, ada movies, ada fashion, architecture, dan lainnya.
01:22Ini kita ingin menunjukkan bahwa inilah kekuatan Indonesia sebagai showcasing produk-produk Indonesia untuk bisa masuk pasar Malaysia.
01:33Tapi above all this, yang paling utama adalah ini untuk menunjukkan kedekatan kedua negara.
01:38Kita seringkali berkata, saudara serumpun, kedekatan ini, apa yang mau diwujudkan?
01:44Jadi ini lebih kepada kerjasama di bidang ekonomi kreatif.
01:48By having this, kita juga berharap teman-teman dari Malaysia, saudara-saudara kita yang melihat yang datang,
01:53para pebisnis lihat, oh Indonesia sudah punya ini, Indonesia tidak punya ini, bagaimana kita bisa saling mengisi?
01:59Ini sebenarnya yang utamanya yang ingin kita lakukan pada Gebiya Nusantara yang kedua kalinya.
02:05Dan satu-satunya, kita lihat kemeriahan ini, ramai yang tidak sabar dan juga excited.
02:12Mungkin Pak Hendra kongsikan, kalau kita lihat ini adalah antara tujuan ataupun engineer adalah untuk mempukuhkan kerjasama antara kedua negara Indonesia dan Indonesia
02:21dalam konteks industri kreatif.
02:23Dan kita lihat bukan ada fashion, ada saloon, ada pelbagai lagi, ada muzik.
02:27Tetapi kalau kita lihat, mungkin Pak Hendra boleh kongsikan, apakah antara hasil dan impak dari sesi penganjuran edisi pertama
02:36dan apa antara yang menarik daripada edisi pertama itu, boleh diteruskan untuk edisi kedua?
02:41Ya, kalau kita melihat pada penyelenggaraan yang pertama, itu sekitar 14 ribu yang hadir.
02:4614 ribu yang hadir.
02:48Dari 14 ribu itu juga ada pebisnis, baik Indonesia ataupun Malaysia.
02:51Ada beberapa MOU yang ditandatangani.
02:53Ada bisnis matching, ada sekitar 38% produk dari apa yang dipamerkan masuk ke pasar Malaysia
02:59dan selebihnya juga ada dari Malaysia yang masuk ke Indonesia.
03:05Jadi mereka, inilah awal dari para pebisnis melakukan bisnis matching.
03:08Namanya bisnis matching, apa yang mereka punya akan disampaikan, apa yang tidak punya mereka akan datangkan.
03:14Jadi ini lebih kepada saling melengkapi antara kedua negara.
03:19Inilah yang mendorong kita untuk melihat perlunya menyelenggarkan kembali di penghujung tahun ini
03:25tentunya dengan sedikit konsep yang lebih meriah dan berbeda.
03:28Dan untuk saling melengkapi itu tidak mudah kerana kita tahu setiap individu dan setiap negara juga mempunyai pendekatannya tersendiri.
03:36Dan Malaysia dan Indonesia kita dapat lihat ia berkongsi antara bahasa, budaya, selera.
03:41Tetapi kerjasama kreatif dan ekonomi ini kadang-kadang ia seperti terperangkat dalam zon selesa.
03:47Jadi apa yang boleh dilakukan oleh kedua-dua negara ini, kedutaan besar Indonesia dan juga Malaysia
03:54untuk mengukuhkan lagi hubungan kreatif dan ekonomi kedua-dua negara ini bergerak ke hadapan.
03:59Apa antara strategi yang boleh kita tingkatkan lagi saling melengkapi itu?
04:03Ya, sebenarnya kalau kita melihat justru dari window ekonomi kreatif disinilah banyak hal yang kecil-kecil yang mungkin selama ini tidak terlihat.
04:13Mungkin kalau orang langsung melihat apa yang bisa diperdagangan antara kedua negara, masih berpikir.
04:18Tapi kalau melihat ekonomi kreatif, orang tiap hari ini orang melakukan ekonomi kreatif.
04:24Ya kan dari mulai termasuk membuat sablon untuk kaos, untuk tangki bensin dan lain-lain, ini bisa dilakukan.
04:30Nah, ini yang kita inginkan jadikan contoh.
04:33Congratulation kepada Malaysia yang kemarin selama setahun sudah berhasil menjadi keketuan ASEAN.
04:39Di dalam ASEAN juga kita ada satu amanah yang perlu datang adalah bagaimana meningkatkan integrasi perdagangan antar negara-negara ASEAN.
04:50Nah, ini yang perlu kita dorong.
04:51Kita ingin Indonesia dan Malaysia ini dapat dijadikan sebagai contoh.
04:54Perdagangannya meliputi yang lebih luas lagi termasuk dari hal-hal yang sangat luas yang 17 subsektor tadi dalam ekonomi kreatif.
05:04Inilah yang menjadi, apa ya, this is the essence of what we are doing between the two countries.
05:11Dan saya suka apa Pak Handra kongsikan bahawa kita bukan sahaja untuk tingkatkan integrasi kerjasama antara kedua-dua negara.
05:17Tetapi kita boleh menjadi contoh untuk negara-negara ASEAN dan ASEAN yang lain dalam mengintegrasikan sektor perdagangan.
05:25Dan kalau kita lihat edisi kali ini, seperti yang boleh saya kongsikan, melihatkan perlibatan beberapa sektor strategi ekonomi seperti industri kesihatan, perbankan dan pelancongan.
05:34Mungkin Pak Handra boleh kongsikan apakah antara strategi berkenaan antara kedua-dua sektor ini.
05:38Ya, kalau kita melihatkan pariwisata sekarang ini yang paling sangat-sangat erat ya, sangat-sangat penting untuk dilakukan.
05:46Sebagai contoh, sejak tahun 2023 itu pelancong atau wisatawan Malaysia menduduki ranking pertama untuk datang ke Indonesia.
05:55Ya kan, untuk datang sampai dengan tahun ini.
05:58Untuk terus datang di Indonesia, kita juga perlu melihat apa yang diperlukan.
06:03Apa yang sih sebenarnya yang diinginkan oleh turis Malaysia.
06:05Kenapa sih turis Malaysia senang ke Indonesia? Jakarta, Bandung.
06:09Kemarin saya baru kembali dari Jakarta, itu satu flight itu mungkin 80% isinya orang Malaysia.
06:15Dan yang dibicarakan adalah ke Jakarta, habis itu ke Bandung naik wuss, habis itu belanja kain.
06:22Nah, ini harus kita tangkap. Sebaliknya nanti juga demikian.
06:25Kalau kita over the weekend, over the long weekend, jalanlah kita ke Bukit Bintang.
06:30Itu saya hanya mendengar orang bercakap bahasa Indonesia.
06:32Jadi, ini suatu kekuatan utama.
06:35Nah, pariwisata atau pelancongan akan menciptakan daya tumbuh untuk ekonomi, ekonomi kerayatan.
06:43Ini kalau ini sudah jalan, ekonomi kita, apalagi di Malaysia yang gencar disampaikan ekonomi madani, ini bisa jalan.
06:50Kembali lagi, ini akan menjadi contoh yang baik.
06:53Ya kan, Indonesia ini saudara serumpun sama Malaysia, bicaranya sama, adat istrihat sama.
06:58Kalau ini saja tidak bisa dilakukan secara maksimum, bagaimana dengan yang lain yang berbeda?
07:04Jadi, makanya saya tidak capai-capainya dengan teman-teman dari Malaysia, ayo kita lakukan apa sih yang dari sekecil apapun.
07:11Dari sekecil apapun, kita bisa lakukan ini perkongsiannya antara Indonesia dan Malaysia.
07:15Yang penting itu adalah usaha itu ya.
07:18Dan mungkin boleh kongsikan, tadi ada kongsi berkena pelibatan antara sektor-sektor baharu seperti industri kesehatan, perbankan dan pelancongan ini.
07:26Mungkin Pak Hendra boleh kongsikan, bagaimana adakah kita akan menjangkakan lebih banyak memorandum ataupun kerjasama akan ditanda tangan ini selepas ini untuk edisi kedua?
07:37Ya, betul. Jadi, untuk sektor kesehatan, memang kita hadirkan.
07:43Selama ini kan sudah, it is no doubt, bahawa untuk kesehatan ini sekarang orang-orang Indonesia perginya ke mana?
07:49Ke Malaysia, ke Penang, ke Malacah, even ke Kuala Lumpur dengan medical tourism.
07:54Tapi, ternyata teman-teman dari Malaysia juga ingin, Pak, bagaimana dengan wellness center?
08:00Pak, traditional tourism, traditional medical tourism, ini yang mau kita kerjasamakan.
08:06Beberapa rumah sakit di, rumah sakit Malaysia sudah mulai investasi di Indonesia.
08:11Ingin juga mereka membangun suatu jaringan rumah sakit tanpa harus datang.
08:16Mungkin tidak semua orang di Indonesia dia, apa ya, mampu untuk datang ke Malaysia,
08:22tapi juga menginginkan standar dari kerjasama, apa namanya, kerjasama di bidang kesehatan dengan rumah sakit Malaysia.
08:30Makanya, ini juga kita dorong investasi Malaysia di bidang kesehatan dan rumah sakit.
08:35Ini memang hal yang baru, tapi percaya, ini bisa akan kita dorong dalam konteks yang lebih unik.
08:41Tidak terlalu kaku, sehingga ini bisa terjadi.
08:43Dan, Pak, apa lagi quick wins ataupun low hanging fruits yang boleh dilakukan dalam memperkasakan lagi hubungan antara Malaysia dan juga Indonesia,
08:52terutamanya dalam konteks ataupun industri kreatif?
08:55Musik, film. Kita lagi sudah berbicara dengan teman-teman mengenai berbicara untuk membuat suatu film yang di luar dari konteks film-film biasa,
09:05seperti biasa mengangkat tema percintaan itu sudah pasti, tapi dalam film itu akan mengambil spot-spot wisata yang ada di Malaysia maupun di Indonesia,
09:14makanannya. Ini kalau sudah terbentuk ekonomi kreatif, kita ini jujur saja,
09:20at the end of this, promotion semuanya baik Malaysia dan Indonesia adalah bagaimana mendorong perekonomian bangsa dan negara,
09:28kemasyarakat untuk naik.
09:29Dan, apa Pak Henda boleh katakan untuk tetamu yang akan hadir hujung minggu ini?
09:34Mungkin tidak pernah datang, tapi ini pertama kali untuk datang.
09:37Bagaimana untuk kita mengajak mereka untuk hadir bersama-sama?
09:41Ya, saya berharap teman-teman Malaysia bisa datang bukan saja untuk melihat dan merasakan the taste of Indonesia,
09:50the taste of Indonesian products, tapi juga melihat the taste of how warm the relations between Indonesia and Malaysia.
09:58Ini terkadang kita sudah tidak tahu lagi, ini mana Malaysia, ini mana orang Indonesia,
10:01orang Malaysia lebih menyukai dan lebih tahu mengenai makanan Indonesia dibanding saya.
10:06Jadi, saya lebih tahu mengenai satai Malaysia.
10:09Inilah, this is what we call like the team, the harmony that we are going to build.
10:15Harmony of the flavors.
10:16Jadi, jom datang sama-sama, ramai-ramai.
10:18Kita datang, kita menikmati bersama kedekatan Indonesia-Malaysia.
10:21Ok. Akhir sekali, Pak Hendra, mungkin boleh kongsikan, kita sudah melihat apa yang kita boleh jangkakan untuk acara pada hujung minggu ini,
10:27GBA Nusantara, edisi kedua, pelbagai memorandum, pelbagai perniagaan yang akan ada sana, music, festival.
10:33Kita boleh katakan ini adalah festival fun.
10:36Mungkin boleh kongsikan, bagaimanakah antara unjuran ataupun trajetiri ekonomi industri untuk tempoh jangka panjang?
10:43Lebih daripada lima tahun ini, ataupun dalam sepuluh tahun, bagaimana Pak Hendra melihat gambaran industri kreatif antara Malaysia dan juga Indonesia berkembang?
10:51Ya, ini memang yang akan kita dorong.
10:54Potensi dari industri kreatif kedua negara sangat-sangat besar dan ini perlu terus didorong untuk meningkatkan pertemuan ekonomi yang positif
11:02untuk lima tahun ke depan dengan kita proyeksikan di atas lima persen.
11:08Jadi, justru industri kreatif inilah yang sebenarnya wajib untuk masuk mendorong perekonomian Indonesia maupun Malaysia.
11:17Kalau kita lihat sekarang masih less than 30 persen, ini at least sebenarnya apalagi di Indonesia paling tidak 30 persen sudah bisa harus menguasai perekonomian nasional.
11:26Jadi, ini akan kita dorong terus dan kita tidak akan henti-hentinya kedua negara untuk mencari lagi apalagi dari ke-17 sektor ini yang bisa kita kembangkan.
11:36Tapi, Pak Hendra kongsikan ini saya baru teringat antara satu jenama yang sangat popular di Malaysia iaitu kenangan kopi.
11:43Dan kalau kita lihat gastronomi, kopi kenangan, antara contoh yang menarik daripada jualan kopi kepada sebuah unicorn.
11:50Jadi, bagaimana perkongsian daripada segi kemahiran, perniagaan dapat diperluaskan sambil belajar?
11:56Ya, ini kan kalau kita punya kenangan kopi ya. Jadi, biasa dalam dunia itu apa yang kita punya, kita melihat yang lain lebih bagus.
12:03Apa yang kita punya, demikian. Sekarang kenangan kopi sudah masuk lama dan sebentar lagi kita juga akan, saya bisa menikmati Zuz Kopi mungkin di Jalan Jenderal Sudiman di Jakarta.
12:12Ya, itu kan. Jadi, inilah saling melengkapi tadi yang saya sampaikan.
12:16Karena kalau kita bicara FNB, kita bicara mengenai taste. Kita tidak bisa paksakan taste dari masing-masing individu.
12:22Jadi, sebentar lagi kita akan lihat animasinya si Juki ada di sini. Lalu kehadiran video.
12:29Ya, video itu sebagai apa? Untuk live streaming. Untuk sinetron Indonesia yang di sini banyak penggambarnya, kita kongsikan dengan Unify.
12:37Jadi, di sini kita benar-benar apa yang kita sungguhkan adalah suatu kerjasama.
12:42Dan saya juga percaya, nanti tadi saya sudah bicara juga, kita bikin juga acara, kita juga bikin, kita lihat apa yang bisa kita angkat.
12:53Why not? Astro Awan ini kita bisa tampilkan, ya kan? Kita bisa sama-sama kerjasama untuk pangkat suatu keunikan dari Indonesia Malaysia yang bisa didorong ke dalam suatu usaha yang saya menguntungkan.
13:04Jadi, kita boleh mengangkat perbincangan yang begitu penting antara kedua-dua negara. Perbincangan ini adalah untuk memahami dan mengenali apa lagi yang boleh kita lakukan.
13:14Apa yang boleh dipertingkatkan antara kedua-dua negara. Dan saya nak ucapkan terima kasih kepada Pak Hendra, Minister Kaunsel Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
13:23Dan kita lihat Gabia Nusantara 2025 kembali ke Rintri Plaza di Eksin TRX Kuala Lumpur pada 6 hingga 7 Disember 2025 menonjolkan kekuatan ekonomi Indonesia daripada pelbagai aspek seperti kulinira, fesyen, animasi, komik hinggalah permainan digital.
13:41Dan sekian saja perkongsian pada kali ini dan kita akan teruskan perkembangan seluruhnya selepas kita berhenti lihat.
Comments