00:00Bu Syari, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang karena banyak dari masyarakat yang merasa lelah melihat pengusaha menjadi pejabat dan kemudian semakin kaya untuk kepentingannya sendiri.
00:16Betul bahwa kita tidak bisa merasa iri karena dia menjadi pejabat dan sebelumnya sudah kaya.
00:21Yes, kita juga tidak ingin seperti itu. Tapi saat ini faktanya adalah begitu banyak pengusaha menjadi pejabat yang terjadi adalah ia memperkaya diri sendiri,
00:32konflik kepentingan antara dia membuat kebijakan dan kemudian ia memanfaatkan kekuasaan itu untuk kekayaan kroni-kroninya.
00:40Jadi apa yang dikatakan oleh Bu Sherly ini sesuatu yang rasanya terlalu ideal dan masih harus dibuktikan.
00:49Jata misalnya, kembali saya ingin mengutip NGO ini atau LSM ini, temuan jata menunjukkan pola dukungan pemerintahan Bu Sherly terhadap korporasi tambang
00:58meskipun warga harus menghadapi dengan kekerasan, kriminalisasi, intimidasi serta kehilangan ruang hidup akibat serbuan ekstraktif
01:07seperti di Mabah Sangaji, Halmahera Timur, atau di Pulau Obi dan Halmahera.
01:13Tidakkah Ibu melihat bahwa seruan ekologis ini sudah sesuatu yang mendesak?
01:24Ini dari perspektif saya ya, semua yang dikatakan itu perizinannya itu semua sudah dikeluarkan sebelum saya.
01:31Sorry, tetapi Jatam juga mengatakan bahwa ada perusahaan Ibu yang diberikan izin setelah Ibu jadi gubernur
01:39meskipun izin itu dari SDM, dan ini ada relasi kuasa di antaranya.
01:43Faktanya tidak ada, itu tinggal dibuka aja di kementerian, bisa dilihat.
01:46Kalau di OSOS itu jelas, kapan izin itu diberikan.
01:49Semua izin pertambangan saya itu 2020 ke bawah.
01:52Mungkin 2018, 2020, mungkin ada 2022, saya dah hafal.
01:58Tapi intinya tidak ada perizinan yang baru keluar.
02:02Karena Anda sedang menduduki, karena Anda sebagai gubernur?
02:05Ya, semua perizinan yang sudah saya miliki itu sudah ada sebelum saya menjadi gubernur.
02:10Dan tahun itu bisa dibuka di OSS, bisa lihat di kementerian, itu transparan.
02:14Bisa dibuka, itu informasi publik.
02:17Jadi bisa dikecek saya berbohong atau tidak.
02:19Tidak apa-apa, saya ulangi lagi.
02:25Bagaimana Ibu, karena Ibu memiliki perusahaan tambang,
02:30Ibu sudah menjelaskan bahwa Ibu tidak aktif lagi, hanya saham pasif.
02:35Tapi bagaimanapun juga perusahaan tambang itu milik Ibu Geburnur, milik Ibu Shirley.
02:40Bagaimana Ibu bisa memastikan bahwa semua aparat yang ada di Maluku Utara itu
02:46tidak menjadi bagian dari yang melindungi Ibu?
02:48Karena semuanya itu milik Ibu, kan?
02:52Kalau yang saya pahami sih, sebagai gubernur, sekalipun saya mau melindungi perusahaan saya,
02:59saya juga tidak punya otoritas untuk itu.
03:02Kita gubernur itu tidak memiliki otoritas yang absolut.
03:05Kembali lagi, sudah izin bukan kita yang keluarkan.
03:07Kerusakan lingkungan pun, penutupan dan tidak tutup, itu pun bukan kita.
03:12Contoh sederhana, kemarin ada sawah yang tergenang dari limbah nikel di Halmahera Timur.
03:21Saya hanya bisa bersurat kepada Kementerian SDM.
03:24Saya pun tidak bisa menutup izin itu.
03:26Kemudian dari Kementerian SDM mengirimkan inspektorat,
03:29turun bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup saya dan SDM,
03:31kita melihat inventaris di lapangan, ternyata ada dinding damnya dia itu yang jebol.
03:36Jadi kalau di nikel itu, limbah nikel itu biasanya ditampung dulu di bendungan
03:40untuk kemudian dia turun dengan gravitasi,
03:43jadi harus yang keluar itu air yang sudah bersih.
03:46Nah, temboknya itu either kurang tinggi atau dia pecah,
03:48intinya dia turun ada di saluran irrigasi warga.
03:51Saluran itu sebenarnya sudah saya persiapkan 2 bulan sebelumnya,
03:54sebelum musim tanam,
03:54untuk memastikan, saya kirim tim TU untuk memastikan bahwa
03:59pintu airnya itu tertutup dengan benar,
04:01sehingga saluran irrigasinya itu tidak boleh limbahnya turun ke sawah.
04:04Cuman yang menutup pintu air itu,
04:07dia malam itu, dia ketiduran, entah lah bagaimana dia luar tutup.
04:10Akhirnya dia menenggelamkan sawah itu.
04:15Masyarakat WhatsApp ke saya,
04:16masyarakat bisa WhatsApp saya apa saja dan saya merespon.
04:19Dari WhatsApp itu turunlah surat, inspektoran turun,
04:22akhirnya kita sepakat tutup sementara,
04:23sampai mereka perbaiki dulu damnya,
04:26dan mereka temboknya, embungnya,
04:28dan mereka harus ganti rugi sawah.
04:30Dan akhirnya itu lakukan.
04:32Sebenarnya karena gubernur sekarang tidak bisa mengeluarkan izin lagi
04:35untuk usaha pertambangan,
04:36maka gubernur itu hanya sebagai pengawas.
04:39Dan kemudian kalau ada terjadi sesuatu pada perusahaan tambang di sana,
04:43gubernur harus menyurat kepada kementerian SDM
04:46untuk menurjunkan inspektorat.
04:49Pertanyaannya sekali lagi, Bu Sherly,
04:51apakah ketika sesuatu kelalaian yang terjadi pada perusahaan
04:56yang sahamnya Anda miliki secara pasif,
04:58Anda akan melakukan hal yang sama?
05:00Saya akan melakukan hal yang sama.
05:02Karena tidak diperlukan hanya gubernur yang bisa lapor kementerian.
05:07Hari ini warga siapapun bisa lapor kementerian.
05:09Kementerian bisa kirim siapapun untuk turun.
05:12Dan kementerian bisa menyegal dan menyetop siapapun,
05:15tanpa pertujuan gubernur pun.
05:16Jadi saya tidak punya memenang bahkan untuk melindungi perusahaan saya sendiri.
05:21Logiknya demikian.
05:23Dan kemudian saya ini pejabat publik.
05:26Saya tidak bikin saja satu Indonesia tahu.
05:28Apalagi kalau saya bikin dan saya salah.
05:30Dan saya tidak bisa berdiri di sini,
05:32di depan Mbak Rosi dan di depan seluruh Indonesia
05:34untuk declare dan apa yang saya lakukan.
05:38Bagi saya, saya ini juga ada di sini nih
05:41sebagai gubernur tujuannya untuk
05:44membenahi, bukan untuk merusak.
05:51Saya di sini bukan karena cita-cita saya yang mau menjadi gubernur.
05:54Saya sedang sekali waktu itu Bu Shirley
05:58rasanya video itu diambil candid
06:00atau mungkin siapapun yang mengambil itu
06:02dan mengatakan bahwa jangan pakai nama saya
06:05dan jangan kemudian menggunakan nama saya
06:09untuk keperluan apapun.
06:10Dan dalam peristiwa yang berbeda,
06:13Anda mengatakan bahwa saya tidak suka penjilat,
06:16something like that.
06:18Dipuji-puji.
06:19Dipuji-puji.
06:19Ini hal yang juga Anda katakan pada perusahaan
06:25yang sahamnya Anda miliki secara pasif
06:28supaya mereka tidak menggunakan nama Anda
06:32untuk kepentingan mereka.
06:34Saya mengatakan kepada semua,
06:36kepada saudara saya, saudara alamurum saya,
06:39mereka yang menjalankan bisnis yang saya juga memegang saham,
06:44mereka tahu saya ada di posisi yang sensitif
06:48bahwa semua mata melihat saya.
06:51Saya tidak punya ruang untuk melakukan kesalahan dan kompromi.
06:54Di zaman JTTL saat ini,
06:56saya ngomong pun dinding berteringa, udara berteringa,
06:59ada rekaman di mana-mana.
07:00Saya hanya seorang ibu rumah tangga,
07:02tidak punya dukungan politik,
07:04tidak mengerti hal-hal eks-eks lainnya.
07:10Yang saya lakukan,
07:11apa yang saya katakan, itu yang saya lakukan.
07:13aturan yang ada, saya turuti sesimpel itu.
07:19Ketak saya tidak nyampe untuk sesuatu yang terlalu ribet.
07:23Karena sebuah kompromi akan menghasilkan kompromi yang lain.
07:26Saya tidak berencana untuk kehilangan kebebasan saya.
07:29Saya bersyukur yang saya miliki ini lebih dari cukup.
07:32Saya, hidup saya sederhana.
07:34Yang saya miliki, saya merasa sudah lebih dari cukup.
07:40Saya hanya butuh waktu untuk menikmatinya.
07:42Dan waktu itu saat ini,
07:43saya konversikan untuk membangun Maluku Utara.
07:45Terima kasih telah menonton!
Komentar