00:00Kursi pelatih Kepala Timnas Indonesia hingga kini masih belum terisi setelah mengakhiri kerjasama dengan Patrick Leifert.
00:07Kini PSSI mengaku tengah menyeleksi lima nama sebagai pelatih baru Timnas.
00:13Siapa saja kandidatnya akan kita bahas bersama pengamal sepak bola Muhammad Kusnaini atau yang sering disapa Bungkus.
00:19Bungkus selamat pagi.
00:21Selamat pagi Mario.
00:22Terima kasih Bungkus sudah bergabung di dialog Sapa Indonesia pagi hari ini.
00:25Bungkus kemarin konversi pers lima nama masih dirahasiakan karena untuk menjaga privasi.
00:32Kalau dari Bungkus sebagai pengamal senior pasti sudah ada bocoran nih.
00:35Siapa saja Bungkus kalau yang bisa dibagi ke kita.
00:38Yang pertama kehatian PSSI dalam menentukan pelatih Timnas ini sebetulnya ada hubungannya dengan kegagalan pelatih sebelumnya.
00:47Tentu kalau kita mengalami kegagalan kita berusaha tidak sampai terulang kegagalan itu.
00:52Dan ini sebetulnya hal yang ada baiknya.
00:54Kita sekarang lebih berhati-hati dalam memilih pelatih baru.
00:57Supaya proyek untuk lolos ke Piala Dunia 2030 ini kali ini tidak lagi gagal benar-benar berhasil dicapai.
01:05Nah kehatian-hatian itu tentu juga berkaitan dengan banyak aspek ya.
01:08Pertama karena ini proyeknya kan jangka panjang.
01:11Jadi kita butuh pelatih yang tidak sekedar punya nama besar gitu ya.
01:14Tapi juga punya program yang bagus.
01:16Punya program yang terukur, terstruktur.
01:18Sehingga akhirnya nanti kita betul-betul punya Timnas yang kuat.
01:22Yang mampu bersaing di Piala Dunia.
01:24Kualifikasi Piala Dunia 2030.
01:26Di samping tentu ada aspek lain ya.
01:28Aspek kesiapan pendanaan dari PSSI sendiri.
01:31Serta tentu kesediaan dari pelatih yang bersangkutan.
01:35Nah dari lima nama itu sebetulnya sudah mengerucut menuju ke dua nama sebetulnya.
01:41Yang satu pelatih berasal dari luar dari Eropa sana.
01:45Yang kebetulan sekarang masih pegang tim.
01:47Yang satu sebetulnya dua-duanya dari Eropa pada dasarnya ya.
01:51Yang satu sudah ada di Indonesia tapi masih pegang tim di kompetisi domestik.
01:55Makanya tadi dalam conference PES kan disebutkan pelatih yang diincar itu salah satunya masih menangani tim.
02:02Jadi dua nama itu yang sebetulnya paling kuat mengerucut menjadi kandidat.
02:06Ya tapi kan mungkus kan belum ada nama yang disampaikan kemarin.
02:10Berarti sudah ada bocoran-bocoran ini ya.
02:13Karena pada dasarnya seperti yang saya sampaikan tadi pelatih tersebut masih menangani tim ya.
02:18Yang satu masih menangani tim di Eropa sana.
02:21Satu masih menangani tim di kompetisi domestik kita.
02:24Nah tentu tidak elok kalau kontraknya masih berjalan.
02:27Pelatih yang bersangkutan kemudian sudah disebut-sebut sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia.
02:33Kalau sampai terjadi seperti itu biasanya dampaknya menjadi kurang positif ya.
02:37Bagi pelatih yang bersangkutan tentu menjadi tekanan tersendiri.
02:41Kemudian kalau sampai terjadi kegagalan di klubnya.
02:44Lalu dihubung-hubungkan dengan rencana menangani timnas.
02:48Itu saya pikir hal yang menjadi dasar kehatian-hatian dalam membuka nama pelatih yang bersangkutan.
02:54Oke. Kalau yang di Indonesia ini pelatih dari Indonesia atau luar bungkus?
03:01Di Indonesia ini kan sebagian besar pelatih berasal dari luar ya.
03:04Hanya satu pelatih domestik yaitu pelatih Malut United.
03:07Selebihnya pelatih dari luar ya.
03:08Oke saya ganti pertanyaan saya.
03:11Asalnya dari Belanda atau dari mana Eropan?
03:15Ya yang saya tahu ini pelatih ini bukan dari Belanda yang di Liga 1.
03:19Di Liga Domestik ini ya di Super League ini pelatihnya bukan dari Belanda.
03:22Dan kabarnya pelatih yang bersangkutan juga tertarik.
03:25Tapi memang sejauh ini belum ada kesepakatan yang formal.
03:30Dan ini menurut saya hal yang normal gitu ya.
03:32Karena pembicaraan mengenai kontrak dengan pelatih yang bersangkutan tentu harus mendapatkan izin juga dari klub yang bersangkutan.
03:40Cuma memang kalau untuk kompetisi domestik biasanya sih lebih mudah ya.
03:43Karena klub itu biasanya kalau untuk timnas itu dengan mudah memberikan dukungan ya.
03:49Bagi klub domestik mungkin masalahnya untuk kandidat yang berasal dari Eropa.
03:54Itu tentu akan lebih rumit prosesnya.
03:56Oke kalau yang satu lagi yang berasal dari Eropa.
04:00Pelatih yang sedang melatih klub di Eropa.
04:02Apakah memang Liga besar atau bagaimana?
04:05Bungkus.
04:06Ternyata memang bukan Liga besar ya.
04:09Tapi menurut saya bukan masalah Liga besar atau Liga kecil.
04:12Liganya mungkin tidak terlalu besar untuk ukuran Indonesia ya.
04:14Kalau orang Indonesia kan bilang Liga besar itu kan Inggris, Itali, Jerman, Spanyol.
04:18Ini bukan dari sana.
04:20Tapi menurut saya meskipun bukan menangani tim yang bisa dibilang Liga besar itu ya.
04:25Atau tim nasional besar itu ya.
04:26Yang di Eropa sana kan ada juga yang menangani timnas ya.
04:29Bukan timnas besar.
04:30Tapi sebetulnya paling penting untuk Indonesia itu pelatih yang punya kemampuan membangun timnas secara terstruktur ya.
04:39Secara terkonsep.
04:40Karena kita ini kan sekarang kalau kita mau pelatih yang betul-betul grade-nya A super, itu kan juga tidak mudah.
04:47Di samping salary-nya tinggi, itu juga peringkat Indonesia ini kan menjadi problem juga.
04:51Karena kita masih di level yang cukup jauh ya.
04:54Di atas 110.
04:55Pelatih-pelatih top itu biasanya maunya klub yang ada di level 20 atau 30 besar.
05:00Kita ini masih jauh sekali.
05:01110 ke atas.
05:03Karena itu kita juga harus paham bahwa kita tidak mudah mendapatkan pelatih yang levelnya seperti itu.
05:07Yang penting itu pelatih itu orang yang teruji kemampuannya.
05:11Orang yang punya konsep, orang yang punya kemampuan membangun timnas.
05:15Naik secara perlahan.
05:16Ya itu sudah pernah kita alami dari ketika jamannya Sintayong ya.
05:20Peningkatan prestasi itu secara bertahap terjadi.
05:23Meskipun memang kemudian terjadi perbedaan kesepakatan sehingga akhirnya berhenti di tengah jalan.
05:30Oke. Apakah juga yang pelatih Eropa ini mantan pemain terkenal seperti Patrick Leifert?
05:35Atau kita memang mengenal pelatih ini secara umum atau bagaimana?
05:40Kali ini kebetulan bukan mantan pelatih terkenal ya.
05:43Yang saya tahu ini bukan mantan pelatih atau pemain terkenal.
05:46Dan ini menurut saya lagi-lagi bukan masalah.
05:49Tidak semua pemain terkenal itu bisa menjadi pelatih hebat juga.
05:52Seperti halnya sama.
05:54Pelatih hebat itu tidak semuanya sebelumnya berasal dari latar belakang pemain yang hebat.
05:59Atau sebaliknya pelatih yang tidak hebat itu belum tentu juga sebelumnya pemain yang tidak hebat.
06:04Jadi bukan seolah latar belakang tapi bagaimana dia membangun karir kepelatihannya dengan sebaik sehingga akhirnya mampu berprestasi.
06:11Oke. Mengerucut kedua nama.
06:12Kalau dua nama ini menurut Bungkus satu sudah punya pengalaman di Indonesia.
06:17Satu masih di Eropa.
06:18Menurut Bungkus lebih cocok mana sebenarnya?
06:22Untuk di Timnas?
06:22Iya sebetulnya idealnya pelatih Timnas itu juga orang yang punya pemahaman tentang sepak bola Asia keseluruhannya.
06:31Karena kita nanti akan bersaing di Asia ya.
06:32Tidak hanya harus paham tentang Indonesia.
06:35Tapi Asia secara keseluruhan.
06:37Jadi pelatih ini nanti tahu kita akan bertemu lawan Thailand.
06:40Thailand itu seperti apa.
06:41Bertemu dengan Korea Selatan.
06:43Korea Selatan seperti apa mainnya.
06:45Bertemu dengan Uzbek.
06:46Uzbek seperti apa mainnya.
06:47Jadi dengan demikian dia tahu bagaimana cara mempersiapkan tim, membangun tim.
06:52Itu membantu ya.
06:53Dan itu menurut saya keuntungan pelatih yang sudah menjadi pelatih yang sekarang berada di Liga Domestik.
07:00Karena dia sudah tahu sepak bola Indonesia dan sudah tahu lawan-lawan yang biasa dihadapi oleh tim-tim kita di kompetisi Asia.
07:07Entah itu di level klub maupun di level tim nasional.
07:10Itu kelebihan dia ya.
07:11Dan kalau itu bisa kita dapatkan tentu merupakan keuntungan tersendiri.
07:15Tapi itu bukan faktor yang paling utama.
07:18Yang paling utama itu pelatih ini punya rekam jejak yang bagus.
07:22Dan punya konsep yang bagus untuk membuat tim nasi ini lebih berprestasi.
07:26Itu yang paling utama.
07:27Oke.
07:27Berarti ini karena rame di Metos Bungkus.
07:31Ada tiga nama.
07:31Timur Kapatse, Heimir Halgrimson, dan Jesus Kasas.
07:36Berarti tidak tiga-tiganya nih ya.
07:40Pelatih yang berasal dari Eropa itu bukan di antara nama-nama tadi ya.
07:45Tapi pelatih yang juga cukup dikenal sebetulnya di kalangan sepak bola Eropa.
07:49Oke.
07:50Bungkus, kita lebih ke evaluasi secara besar ya.
07:54Karena kemarin beberapa hari yang lalu itu,
07:58Erik Thohir, Ketua PSSI,
08:00mengatakan bahwa pencarian pengganti Clyford ini
08:03harus dilakukan secara hati-hati.
08:05Apakah ini mau belajar dari pengalaman sebelumnya
08:08ketika menggantikan HTA dengan Clyford?
08:15Ya, itu yang saya bilang tadi di awal bahwa
08:16kita belajar dari kekeliruan ketika memilih pelatih pengganti Sintayong.
08:23Dasarnya itu terutama karena soal komunikasi,
08:27dasarnya itu soal kemampuan mendatangkan pemain diaspora,
08:30karena latar belakang kebintangannya dihormati pemain,
08:34itu ternyata tidak efektif juga untuk membuat tim Nas lebih berprestasi ya.
08:37Pada akhirnya tetap soal kualitas kepelatihan juga yang menjadi penentu ya.
08:41Dan itu yang membuat kita sekarang lebih hati-hati.
08:44Nah, satu-satu yang juga harus dipahami oleh publik bahwa
08:47tidak hanya Indonesia yang mengalami persoalan belum punya pelatih ya.
08:51Negara lain sebesar Tiongkok pun saat ini nggak punya pelatih juga.
08:54Sesudah mereka tidak lolos ke piala dunia,
08:56Tiongkok juga sampai sekarang masih cari pelatih.
08:58Dan agak-agak mirip juga sekarang pemikiran yang terjadi di Tiongkok itu.
09:02Federasi Sepak Bola Tiongkok itu berpikir
09:04sepertinya mereka akan menggunakan pelatih domestik
09:07yang punya pemahaman tentang sepak bola domestik dan sepak bola Asia.
09:11Makanya sekarang mereka mengincar pelatih yang berhasil dari kompetisi domestik.
09:15Nah, karena masih menangani tim domestik,
09:17maka akhirnya Federasi Sepak Bola Tiongkok masih menunggu nih
09:21sampai kompetisi selesai sebelum memutuskan
09:23menunjuk pelatih yang baru.
09:25Makanya kemarin di Match Day Viva bulan November,
09:28Tiongkok kan juga tidak menggelar pertandingan internasional friendly.
09:31Itu karena problem yang sama dengan Indonesia.
09:33Belum punya pelatih definitif.
09:35Oke, terima kasih Bungkus atas apa yang disampaikan.
09:38Semoga memang memberikan masukan ya.
09:40Seperti yang dibilang tadi bahwa
09:42ya harus lebih hati-hati dalam mencari pengganti pelatih Klaifer
09:45terutama pelatih Timnas Senior ini
09:47untuk perkembangan Timnas kita ke depan.
09:50Terima kasih sekali lagi Pengamat Sepak Bola Muhammad Kusneni
09:52atas apa yang disampaikan.
09:54Terima kasih Bungkus, sehat-sehat selalu.
09:57Amin, amin.
09:59Saudara jangan kemana-mana.
Komentar