00:00Gunung Semeru meletus pada Rabu 19 November 2025 sekitar pukul 16 waktu Indonesia Barat.
00:15Pada momen yang terekam tersebut, status Gunung Semeru naik dari level 2 atau waspada jadi level 4 atau awas pada pukul 17 waktu Indonesia Barat.
00:26Adapun awan panas telah meluncur sejauh 5,5 km.
00:31Awan panas juga telah menyapu kawasan Geladak Perak yakni jembatan yang menghubungkan Malang dan Lumajang, Jawa Timur.
00:38Sebagai informasi, kolom letusan Semeru mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.767 meter di atas permukaan laut.
00:49Pada Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengimbau warga tidak beraktifitas sejauh di 8 km.
00:58Warga juga diimbau menjauhi sungai Besukobokan hingga 500 meter karena bahaya awan panas dan aliran lahar.
01:05Jembatan aktivitas erupsi dan luncuran awan panas yang persore tadi dilaporkan secara visual sudah melewati batas jembatan Geladak Perak.
01:18Sehingga ada beberapa hal yang perlu kita patuhi bersama untuk menjamin keselamatan masyarakat dan kita harapkan tidak ada korban jiwa akibat dari peristiwa ini.
01:32Siapapun diharapkan tidak beraktifitas dalam radius 8 km dari puncak gunung.
01:40Kami mengharapkan tentu saja pemerintah daerah segera memberikan batas-batas visual yang jelas di mana 8 km ini.
01:50Kemudian secara sektoral, masyarakat dan siapapun diharapkan tidak beraktifitas dalam radius 20 km sepanjang Besukobokan.
02:07Dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi atau Pusdal Ops,
02:17Pada Rabu tanggal 19 November 2025, tiga desa di dua kecamatan telah terdampak.
02:24Wilayah tersebut berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yaitu desa Supiturang dan desa Oro-Oroombo di kecamatan Pronojiwo,
02:34kemudian desa Penanggal di kecamatan Candipuro.
02:37Petugas dan warga bekerjasama melakukan evakuasi, kepengungsian yang terdapat di dua tempat,
02:44yakni di antaranya Balai Desa Oro-Oroombo sekitar 200 jiwa dan SD2 Supiturang sekitar 100 jiwa.
02:52Apa statusnya awas ya untuk Smeru saat ini, makanya masyarakat sekarang ada beberapa yang sudah mengurus.
03:01Tapi harapan kami semoga semuanya aman berkenaan.
03:04Akibat bencana tersebut, sebagian warga yang terdampak mengalami luka-luka akibat awan panas.
03:10Ada warga yang terdampak dari awan panas, dua orang dari gediri, karena dia melintasi jembatan geladang perak.
03:22Pada saat awan panas melintas, motor, kabar, bakar di lengan sama di panjang.
03:31Pada saat Gunung Smeru meletus, tersiar kabar bahwa ada pendaki terjebak di Gunung Smeru.
03:36Ada pun pihak terkait telah menjelaskan keadaan yang terjadi.
03:41Hubungan dengan informasi yang disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
03:49bahwa aktivitas Gunung Smeru dinyatakan pada status 4 sejak pukul 5 kemarin.
03:58Kami, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tegersmeru, menutup kegiatan pendakian hingga Ranukumbolo sampai kondisi dinyatakan aman.
04:11Saat ini, para pendaki yang telah berada di Ranukumbolo sejak sore kemarin,
04:18sejumlah 129 pendaki,
04:22beserta dengan pemandu, petugas, dan porter hingga total berjumlah 187 orang dalam kondisi aman.
04:31Material erupsi bergerak ke arah selatan hingga tenggara,
04:38sedangkan posisi Ranukumbolo berada di sebelah utara,
04:43sehingga tidak terdampak secara langsung erupsi.
04:46Mempertimbangkan cuaca sore kemarin yang hujan dan kondisi yang hampir mulai gelap,
04:57diputuskan para pendaki baru akan turun hari ini,
05:02didampingi dengan petugas dan para pemandu dari PPGST
05:06yang akan mengawal dan memastikan semua pendaki sampai kembali ke Ranupane hingga sore nanti.
05:14Setelah menutusnya Genung Semeru,
05:16radius 20 km harus dikosongkan dari aktivitas warga.
05:21Pagi ini pastinya di lokasi terdapat,
05:25semua masyarakat akan banyak karena melihat kondisi kemarin,
05:32tapi tetap kehatian-kehati-hatian perlu dijaga
05:36karena tanah yang ditijak mungkin masih bagian panas,
05:39yang menilai yang menyebabkan kenapa semalam
05:42keharusan warga menyebabkan kemarin.
05:46Sementara itu, Bupati Lumajang menegaskan pihaknya
05:50tengah mengawasi pergerakan warga di sekitar bencana
05:53demi keamanan masyarakat di kawasan Gunung Semeru.
05:57Khususnya adalah memantau pergerakan masyarakat,
06:00yang paling penting masyarakat.
06:02Dan Alhamdulillah masyarakat kita sekarang,
06:06terutama di daerah sekitar bencana,
06:09di zona-zona merah sudah mulai peduli, sadar,
06:15dan mereka sudah paham apa yang dilakukan.
06:19Jadi begitu sudah dihimbau untuk mengungsi,
06:24mereka segera mengungsi sebagian besar ke rumah keluarganya
06:29dan untuk di sumber wulu kita siapkan di balai desa.
06:35Pada saat berita ini dibuat,
06:36dampak dari Gedung Semeru Meletus membuat warga terkena luka bakar
06:39akibat insiden di Jembatan Curakobokan dan Prono Jiwo.
06:44Sementara sisanya harus mengungsi.
06:46Sehari setelah kejadian melutusnya Semeru,
07:10warga sekitar juga ada yang melakukan evakuasi mandiri
07:14demi keamanan mereka.
07:16Gubernur Jawa Timur juga meninjau lokasi pengungsian,
07:46untuk melihat kondisi para warga yang terdampak.
07:49Ini sebetulnya secara pembagian sih sudah bagus,
07:53ya ada anak-anak, ada lansia, ada keluarga.
07:57Cuma karena on-off itu jadi kelihatan agak padat.
08:02Nanti sambil berjalan dilakukan bagaimana penanganan
08:06dari sisi spesial yang ada supaya semua bisa melakukan mobilitas dengan lebih longgar.
08:15Kalau makanan sudah disiapkan dapur umum,
08:19jadi kalau kesehatan,
08:21saya rasa kita pemcropnya akan menguatkan dari puskesmas yang sudah memberikan penanganan.
Komentar