Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI telah mengumumkan putusan kasus pelanggaran kode etik lima anggota DPR nonaktif. Tiga di antaranya diberi sanksi etik dengan dinonaktifkan selama beberapa bulan. Sementara dua lainnya dianggap bersalah dan bisa kembali aktif sebagai anggota DPR.

Program ROSI mengundang Wakil Ketua Komisi XII DPR Fraksi Partai Nasdem, Sugeng Suparwoto. Juga Founder LawanButaPolitik, Virdian Aurellio.

Saksikan dalam ROSI episode Sidang Etik DPR, Antara Harapan dan Kenyataan. Tayang Kamis, 6 November 2025 pukul 20.30 WIB di KompasTV!

#dpr #mkd #sahroni



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/628556/full-sidang-etik-dpr-putuskan-nasib-sahroni-cs-bagaimana-harapan-publik-rosi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saya dengar permintaan maaf yang benar-benar mengetahui
00:04orang-orang bukti sekolah
00:06Menyakakan teradu satu
00:14Dr. Insinyur Haji Adhiskadir SH M. Kuh
00:20tidak terbukti melanggar ODS
00:24Menyakakan teradu dua
00:28Nafak Indriya Kurba
00:32terbukti melanggar ODS
00:35Menyakakan teradu tiga
00:40Surya Utama tidak terbukti melanggar ODS
00:45Menyakakan teradu empat
00:50Eko Hendro Purnomo Esos
00:53terbukti melanggar ODS
00:56DPR RI
00:57Menyakakan teradu lima
01:02Dr. Ahmad Sakroni S.E. Etikong
01:06terbukti
01:07telah melanggar Kode Etik DPR RI
01:10Mahkamah Kehormatan Dewan
01:21MKD DPR RI telah mengumumkan putusan
01:24kasus pelanggaran Kode Etik
01:25lima anggota DPR nonaktif
01:27Tiga diantaranya diberi sanksi
01:29dengan dinonaktifkan selama beberapa bulan
01:31Sementara dua lainnya dianggap tidak bersalah
01:34dan bisa kembali aktif sebagai anggota DPR
01:36Malam ini saya mengundang Ketua Dewan Pimpinan Partai Nasdem
01:40yang juga anggota DPR RI fraksi Nasdem
01:43Sugeng Superwoto dan kreator konten
01:45lawan buta politik
01:47Firdian Aurelio
01:48Selamat malam Pak Sugeng
01:49Firdian
01:50Terima kasih sudah hadir
01:53Saya ke Mas Firdian dulu
01:54Menurut Anda apakah sudah tepat
01:56mewakili perasaan publik
01:58mewakili harapan publik putusan dari MKD?
02:00Saya tidak mengerti lagi sebenarnya
02:04apa yang dipikirkan dari MKD atau DPR RI
02:09Kenapa itu?
02:10Mengenai hasil keputusan ini
02:11Karena harusnya kita mengembalikan logika parlemen
02:15kepada apa yang publik bicarakan
02:17apa yang publik minta
02:19apa yang publik tuntut
02:21bahwa kemudian MKD punya rata cara
02:25kalau saya tidak salah baca
02:28peraturan DPR RI nomor 1 tahun 2015
02:31tentang kode etik
02:32disitu begitu jelas mengatur
02:35soal bahwa
02:37setiap anggota Dewan RI
02:39harus melaksanakan tugasnya
02:41kepentingan umum
02:43bukan kepentingan pribadi golongan dan sebagainya
02:46maka kepentingan umum ini adalah kepentingan publik
02:47dan publik sudah jelas
02:49punya tuntutan yang clear
02:51mengenai
02:53perahara Agustus-September kemarin
02:56diantaranya adalah
02:58pemecatan anggota DPR RI
03:00Kenapa pemecatan?
03:02Karena yang kami inginkan adalah
03:04jera
03:04efek jera untuk seluruh wakil rakyat
03:07yang hari ini terpilih
03:09tidak lagi
03:10petantang-petenteng
03:12ngomongin
03:13rakyat
03:14tidak lagi menyepelekan
03:16apa yang jadi tuntutan rakyat
03:18terlebih
03:20saya perlu bilang
03:22enak banget itu
03:24tiga orang yang disidang
03:26tiga orang yang dapat hukuman itu enak banget
03:29cuma disangsi berbulan-bulan
03:30dikala hari ini
03:32tiga bulan pas ke Agustus kemarin
03:34sepuluh kawan kami meninggal
03:37sembilan ratus lebih tersangka
03:39puluhan teman kami masih ada di Polda Metro Jaya
03:43Del Pedro, Syahdan, Laras, Faizati dan teman-temannya
03:45penabrak afan cuma diminta minta maaf
03:48disuruh minta maaf
03:49dan sampai sekarang
03:52kita belum melihat ada perubahan yang
03:54sistematis
03:55tiga bulan
03:55DPR belum pernah mengawal secara jelas
03:59reformasi Polri
04:01Kak Polri masih sama
04:02Polri masih sama
04:03DPR tidak pernah mengawal dengan jelas
04:06reformasi internal Parlemennya sendiri
04:08yang kita minta bukan cuma
04:1017.8 kan jadi rujukan DPR tuh
04:13di 17.8
04:14kita jelaskan
04:16yang kita minta bukan cuma
04:17pemecatan anggota yang bermasalah
04:19yang publik karena memang pengen nih
04:21tapi adanya reformasi kelembagaan
04:23oke
04:24di dalamnya ngomongin soal
04:25peningkatan KPI
04:26termasuk memecat anggota-anggota yang terbukti
04:29melakukan korupsi makanya
04:30kita minta ada badan kehormatan DPR RI
04:32Pak Sugeng melihat tuntutan tadi
04:34Mas Ferdian dan kawan-kawan masih belum puas
04:37dengan apa yang diputuskan oleh MKD
04:39ya luar biasa
04:41ketajaman
04:42pikir dan sikap
04:45kita mengapresiasi
04:46bahkan sekali lagi
04:48kita menghormati apa yang menjadi
04:51tuntutan yang setidaknya diwakili oleh
04:53Saudara Ferdian
04:54tetapi di satu sisi juga prosesnya
04:57telah berlangsung secara fair
04:58sebelum MKD memutuskan
05:01contoh juga melalui
05:02ada namanya
05:03saksi ahli
05:05bahkan disitu terlibat
05:07ada ahli hukumnya
05:08ada ahli seorang kriminolog
05:12ahli medsos
05:13ahli perilaku yang
05:15membahas tentang apa yang diekspresikan
05:19oleh anggota DPR
05:19setidaknya yang 6 tadi
05:21yang itu adalah
05:23tanda kutip
05:24yang dinilai
05:26telah meng-encourage
05:29telah melecut
05:30sebuah tindakan publik
05:32membuat marah
05:33dan sebagainya
05:34ternyata juga ditemukan
05:35fakta-fakta
05:36ada juga
05:38istilahnya
05:39ada yang framing
05:40ada yang sehingga
05:43MKD itu
05:45dalam bersidang
05:46setelah
05:47melihat
05:49pertimbangan-pertimbangan
05:50yang sedemikian matang
05:51toh dilakukan secara terbuka
05:53kalau ditakatakan tadi
05:56apa
05:56agar ada efek jerah
05:59bukankah dengan demikian
06:01juga akan menimbulkan efek jerah
06:03karena
06:03tingkatan jerah terhadap orang per orang
06:06tentu tidak bisa
06:07digebiah
06:08ya
06:08sodara Roni misalnya
06:10sudah mendapat juga
06:11katakanlah
06:12sangsi sosial sedemikian rupa
06:14demikian juga yang lain
06:15rumahnya dijarah
06:17dan sebagainya
06:17sebagainya
06:18jadi menurut hemat kami
06:20kami yang kebetulan ini
06:21Nasdem ya
06:22sodara
06:23Sahroni dan Nafa Urbah
06:25itu
06:25fair menurut hemat kita
06:27dan kami secara partai
06:28menerima dan menghormati
06:30keputusan
06:31MKD itu
06:32melalui
06:33sidang terbuka
06:35disaksikan secara live
06:36bahkan
06:37nah silahkan
06:38kalau ada
06:39katakanlah
06:40pendapat masyarakat
06:41yang menilai
06:42keputusan-keputusan itu
06:43masih belum memenuhi
06:44memenuhi
06:45rasa keadilan
06:46rasa keadilan mungkin bisa menempuh
06:48cara lain
06:49dan toh juga
06:50sebagaimana dikemukakan
06:51ketua MKD
06:52pengadu langsung itu
06:54justru mencabut juga
06:55pengaduannya
06:55jadi
06:56proses itu telah dilalui
06:58ini adalah menjadi
06:59pembelajaran bagi kita semuanya
07:01nobody perfect
07:02termasuk anggota DPR
07:04dengan peristiwa yang
07:06berakumulasi tanggal 25 Agustus
07:09dengan
07:09sebagaimana
07:10disampaikan tadi
07:12ini menjadi pelajaran yang
07:13sangat-sangat berharga
07:15bagi kita semua
07:16termasuk kami yang di DPR
07:18bahwa ternyata
07:19perilaku DPR itu
07:21dapat memancing
07:22sedemikian rupa
07:22di tengah-tengah
07:23situasi sosial ekonomi
07:25yang sedang tidak baik-baik saja
07:27sanksi dari MKD
07:28apakah sudah dianggap
07:29bisa membuat
07:30anggota DPR
07:31lebih berhati-hati
07:31ke depannya
07:32mas Fertian
07:33sanksi ini
07:34sama sekali
07:34tidak memberikan efek jerah
07:35bagi pandangan saya
07:37itu sudah ada
07:37sanksi sosial yang diberikan
07:38sama sekali
07:39sanksi ini
07:40tidak memberikan efek jerah
07:41satu saya misalnya
07:42sampaikan
07:43yang kami dorong
07:45misalnya adalah
07:46transparansi
07:47DPR RI
07:48sepenuhnya
07:48baik itu undang-undang
07:50yang akan dibicarakan
07:51forum-forum yang akan dilaksanakan
07:52maupun anggaran
07:53yang akan diketok
07:54kita saksikan
07:56di bulan lalu
07:57bagaimana publik
07:58kembali dikagetkan
07:59dengan dana reses
08:00ada lainnya
08:01708 juta
08:02750 juta
08:03ada yang salah transfer
08:05ntar
08:06Sufi Dasko mengatakan
08:08ABCD
08:08DPR lain mengatakan
08:09ABCD
08:10transparansi lagi-lagi
08:11tidak pernah kami dapatkan
08:12ini persis seperti
08:13tunjangan kemarin
08:14kita minta
08:14semua DPR muter-muter
08:16ini kan tapi ini
08:17kan tapi ini
08:18transparansi
08:19jelas tuh
08:19gak ada efek jerah
08:20yang kedua
08:20saya pengen
08:22saya menyampaikan
08:23barengkali ke
08:23Ahmad Syiharoni
08:24efek jerah
08:26salah satunya adalah
08:27public statement
08:28saya begitu kecewa
08:31dengan Syiharoni
08:31ketika dia mengadakan
08:32syukuran
08:33dan dia masih
08:33bisa-bisa mengatakan
08:34bahwa
08:36ya itu paling
08:36yang ngerakin rumah saya
08:37kuota-nguota
08:38gak bayar pajak
08:39menerima bansos
08:40ini kalau bahasa Genzi
08:42yuk Allah
08:43gak kapok-kapok
08:44tenggil bet gitu
08:44kasar ya mbak
08:45gak kapok-kapok
08:47dan bukan hanya
08:48gak kapok-kapok
08:49tenggilnya sebagai
08:50anggota dewan
08:51sebagai wakil rakyat
08:52tapi ada
08:53doktrin yang salah
08:54dalam logika politik
08:56demokrasi
08:56substansial
08:57misalnya
08:58dianggap
09:01ini Pak El
09:01gak bayar pajak
09:02hari ini
09:03dimana bumi dipijak
09:04disana
09:04kita dipajak
09:05kita beli ke
09:07minimarket dipajak
09:08beli rokok dipajak
09:09beli bensin dipajak
09:10apa yang gak dipajak
09:11sekarang
09:12kedua
09:13nerima bansos
09:14seakan-akan
09:14nerima bansos
09:15itu adalah pemberian
09:16hadiah dari negara
09:16no no
09:17bansos adalah
09:18yang kita titipkan
09:19kepada penyelenggara negara
09:20negara balikin ke kita
09:21gak pernah
09:22menerima bansos
09:23sama dengan sepaket
09:24gak boleh teriak-teriak
09:25kuot-an kuot
09:26jadi kita masih melihat
09:27DPR
09:28satu masih petetang-petenteng
09:29kedua
09:30masih gak transparan
09:32ketiga
09:33kita mendengar
09:34ada berbagai undang-undang
09:35yang akan ongoing
09:36Polri misalnya
09:37juga belum pernah kami lihat
09:38transparansinya
09:39pertama kalau untuk
09:40fraksi Nasdem
09:41yang juga diapresiasi
09:42sebelum yang lain
09:44memberikan respons
09:45Nasdem pertama kali
09:46memberikan sanksi
09:48waktu itu non-aktif
09:49meskipun yang jadi pertanyaan publik juga
09:50kok ada bahasa non-aktif
09:51tapi tadi menjawab dulu
09:53yang kata
09:53Mas Firdian
09:54belum ada efek jeraknya
09:56dianggapnya masih petantang-petenteng
09:58belum ada transparansi
09:59itu gimana?
09:59akan saya sampaikan
10:01kepada subyek yang dimaksud
10:02Bung Fris tadi
10:04terima kasih sekali lagi
10:05masukannya
10:06saya kira itu
10:08kalau memang masih
10:09mengeluarkan statement
10:10seperti tadi
10:10ya memang
10:11nanti kita sampaikan lah
10:13tapi pada intinya adalah
10:15tadi soal transparansi
10:17penyusunan undang-undang
10:19kebetulan ini
10:20kebetulan ya
10:20saya kebetulan di Komisi NRG
10:22setiap kali
10:23menyusun undang-undang itu
10:25memang
10:25tidak sesegegap
10:27gempita
10:27kekurangan-kekurangan DPR
10:29contohnya apa?
10:31kami setiap
10:32mau menyusun undang-undang
10:33selalu melibatkan
10:35seluruh pemangku kepentingan
10:36kalau tadi disebut
10:37misalnya memang di Komisi 3
10:39tentang polisi
10:40saya tahu persis juga
10:41mereka juga mengundang
10:43seluruh
10:43dari pakar
10:45dari masyarakat umum
10:47bahkan LSM
10:49diundang untuk memberi masukan
10:50tentang undang-undang
10:51sebagaimana yang terjadi
10:53di Komisi saya misalnya
10:54Komisi NRG
10:55kita membahas dengan
10:56undang-undang Minerba misalnya
10:58kita undang seluruh
10:59kelompok apa?
11:00pemangku kepentingan
11:01termasuk dari kampus
11:02saya bahkan
11:03road show ke kampus per kampus
11:05tapi memang
11:06lagi-lagi
11:07stigma terhadap DPR
11:09masih terasa berat memang
11:10jadi segala sesuatu
11:11aktivitas itu
11:12masih tertutupi
11:14dengan stigma-stigma
11:15yang dianggap
11:16DPR itu malas lah
11:18orang maras
11:19sebagaimana tadi
11:20semua menjadi otokritik
11:22bagi kami
11:23tetapi bahwa
11:24orang per orang
11:25setidaknya juga
11:26tidak melakukan
11:27apa yang dituduhkan
11:28yang distikmakan oleh
11:29masyarakat
11:30saya mungkin secara
11:31apa ya
11:32analogik
11:33mungkin
11:34ada yang mau
11:36dampingin saya
11:36jadi anggota DPR
11:37misalnya bagaimana
11:38besok pagi
11:39misalnya kita kunjungan kerja
11:40kita mengecek sesuatu
11:42lantas kita ke DAPIL
11:43di DAPIL itu
11:44kita melakukan apa
11:45di samping
11:46kita itu
11:46karena normatifnya
11:48tiga
11:48satu menyusun undang-undang
11:50fungsi legislasi
11:53menyusun anggaran
11:54APBN
11:54ketiga mengawasi
11:56jalannya pemerintah
11:57bahkan
11:58betapapun
11:59namanya
12:00DPR itu adalah
12:01wakil dari rakyat
12:02dimana DAPIL itu
12:04DAPIL itu ada
12:05kayak sahabat
12:06kebetulan dari DAPIL
12:07Banyuma, Silacap
12:08segala persoalan
12:10kemasyarakatan
12:10masuk juga di kami
12:12dan itu wajib
12:13hukumnya kita
12:14mencari jalan keluar
12:15apa yang disebut dengan
12:16fungsi keempat
12:17adalah fungsi
12:18problem solving
12:19bahwa DPR
12:21sebagaimana juga
12:22institusional yang
12:23kadang disorot
12:25secara stigmatik
12:26masih dengan
12:27stigma-stigma tertentu
12:28itu kita terima
12:29sebagai sebuah koreksi
12:30nah koreksi ini
12:31seperti apa yang ingin
12:32dilihat oleh
12:34Firdian dan kawan-kawan
12:35agar
12:35apa yang dilakukan
12:37DPR
12:38problem solvingnya
12:39itu betul-betul terlihat
12:40saya pengen bilang
12:42harusnya
12:43penyelenggaran negara Indonesia
12:44mau itu pemerintah
12:46DPR
12:46aparat penegak hukum
12:48bersyukur
12:49saya pengen bilang
12:51tuntutan yang kemudian
12:52dianggap dikabulkan ini
12:54bukan hadih dari
12:55penyelenggaran negara
12:55ini adalah perjuangan kami
12:57dan harusnya bersyukur
12:58kenapa bersyukur
12:59kita tidak seperti Nepal
13:01kita memilih
13:02tidak seperti Nepal
13:03kalau publik
13:04pengen kita panas-panasin
13:05bakar seluruh anggota Dewan
13:06itu salah
13:08tapi itu salah
13:08kita tidak lakukan kan
13:09kita tidak lakukan
13:11kita memilih jalur
13:13untuk punya tuntutan yang jelas
13:14ada deadline-nya tuh
13:16Mbak
13:1717.8 itu kan
13:18dan kita memilih untuk
13:20berdiplomasi
13:22bahkan ada yang masuk
13:22ke audiensi dengan DPR
13:23makanya
13:25ketika hari ini
13:27kami melihat
13:28stigma terhadap DPR
13:30ini bukan tentang stigma
13:30ini tentang harapan
13:31makanya kami berharap
13:33DPR itu
13:34bukan hanya fokus
13:37pada anggota-anggota Dewan
13:38yang bermasalah ini
13:38tapi juga fokus pada
13:41tuntutan reformatif
13:43yang kami inginkan
13:44salah satunya adalah
13:45kemana anggota DPR
13:47ketika ada kawan kami
13:49Laras Faizati
13:50yang cuma bikin instastory
13:51sekarang dia dijerujikan
13:53kemana anggota DPR
13:54ketika ada kawan kami
13:55Del Pedro
13:56yang advokasi pelajar
13:57yang ketangkep
13:58dijerujikan
13:59begitu pun ada ratusan
14:00teman-teman yang tersangka
14:01kemana anggota DPR
14:02ketika ada dua kawan kami
14:05Rano Farhan
14:05yang sampai sekarang
14:06belum kembali
14:07hilang
14:07dan katanya ditemukan
14:09kerangkanya di Kuitang
14:10kemana anggota DPR
14:11ketika melihat penabrak
14:13Afan
14:13cuma disuruh minta maaf
14:15ketika melihat
14:16Polri belum direformasi
14:17ada pun lembaga
14:18reformasinya
14:19yang ngisi polisi-polisi lagi
14:20kemana anggota DPR
14:22ketika hari ini
14:23tuntutan kita
14:25di 178
14:26juga menyangkut
14:27lembaga lain
14:28eksekutif salah satunya
14:29yang jadi pengawasan DPR
14:30salah satunya
14:31misalnya soal bagaimana
14:32eksekutif ini
14:33tidak buang-buang anggaran
14:35misalnya dengan menjadikan
14:36wamen rangkap komisaris
14:37jelas-jelas itu
14:37melanggar putusan MK
14:38jadi ketika kita mengkritik
14:40anggota DPR
14:41karena mahal
14:42pengeluarannya
14:44reses lah
14:44tunjangan
14:45sepaket
14:46sebenarnya kita mengkritik
14:47komisaris rangkap wamen
14:48MBG 1 triun per hari
14:50sebagai satu sistem
14:51yang dikritik
14:52sebenarnya kan
14:52kalau bicara soal publik
14:54kenapa menggantungkan
14:55harapan ke DPR
14:56ke anggota Dewan
14:57karena memang wakil rakyat
14:58lalu ada juga
15:00ada spektrum
15:01yang namanya
15:01dasolan dan dasit
15:02antara harapan
15:04dan kenyataan
15:05bagaimana mendudukan ini
15:06tujuan daripada video tersebut
15:10itu adalah
15:10menciptakan
15:11sense of injustice
15:12perasaan tidak adil
15:13bagi masyarakat
15:15nah jidinya nih
15:16begitu setelah
15:17setelah ada perasaan tidak adil
15:18ada yang kemudian
15:19hanya berhenti di perasaan saja
15:21ada yang kemudian
15:22lari ke makanan
15:23dan makan yang lebih banyak
15:24misalnya
15:24ada yang lalu
15:25kemudian ketika
15:26main bola lalu lebih
15:26tapi ada juga yang kemudian
15:28lanjut kepada
15:30pelaku
15:31atau bertindakan ke kerusuan
15:32siapa dia
15:33apa kondisinya
15:34saya gak tahu
15:34tapi yang jelas bahwa
15:36apa dalam ini
15:36ada saja di antara kita
15:37yang kemudian
15:38lalu setelah kita merasakan
15:39tidak adil
15:39lalu tidak berhenti
15:40tapi kemudian
15:41melanjutkan kepada
15:42tindakan kerusuan
15:43tadi
15:45kalau kita lihat
15:47salah satu ahli
15:48yang memberikan
15:48keterangan di depan MKD
15:49Adrianus Meliala
15:51kriminolog Universitas Indonesia
15:52bahwa
15:53di hal yang juga
15:54harus dipotret adalah
15:54ada sense of injustice
15:56yang coba diamplify
15:57yang coba diamplifikasi
15:58di media sosial
15:59baik itu ada
16:00yang dikatakan
16:02hoax di sana
16:03atau fitnah
16:04dan juga ingin menggerakkan
16:06untuk terciptai kerusuan
16:07itu yang sama-sama
16:08kita tidak sepakati
16:09karena apapun kekecewaan
16:11tidak boleh
16:11ada tindakan penjarahan
16:14yang dilakukan
16:15tentunya itu
16:15tidak sesuai dengan
16:16hukum yang berlaku
16:17nah tapi
16:18untuk menjawab tadi
16:19harapan publik kan
16:20besar sekali
16:21Pak Suga
16:21apa yang harus dilakukan
16:23bagaimana mendudukan perkara ini
16:24ya
16:25saya kira tadi
16:26sudah digarisbawahi
16:27bahwa kita perlu transparan
16:28termasuk kegiatan-kegiatan
16:30DPR
16:31yang itu
16:31semua masyarakat
16:32harus bisa lihat
16:33secara langsung
16:35atau dengan metode tertentu
16:37bahwa tidak semua
16:38anggota DPR
16:39yang sebagaimana tadi
16:40dikeluhkan
16:40katakanlah yang
16:41istilahnya
16:423D
16:43atau datang
16:44duduk
16:44diam
16:44dan duitkan gitu
16:47yang jadi stigma
16:47selalu begitu
16:48ini tidak semuanya begitu
16:50kami-kami yang melakukan
16:52kerja keras
16:53dan sebagaimana
16:54dalam rangka
16:55memenuhi tugas-tugas tadi
16:56ada fungsi legislasi
16:58ada fungsi budgeting
16:59ada fungsi juga pengawasan
17:01dan juga ada fungsi
17:02seperti tadi
17:03karena kita juga
17:04menjadi wakil dari
17:06apa
17:07di mana DAPIL itu dipilih
17:08dengan berbagai problem
17:10yang ada di DAPIL tersebut
17:11maka terkadang juga
17:13sebagai fungsi problem solving
17:15kita
17:15mendamakan konflik-konflik
17:17misalnya di kasus
17:18di kami ya
17:18di Komisi 12
17:19karena menyangkut tentang
17:20pertambangan
17:21ada pertambangan
17:22ilegal
17:23ada pertambangan
17:24tumpang tindih
17:25dan sebagainya
17:26ada bahkan misalnya
17:28dalam konsep tertentu
17:29misalnya di Migas
17:30suatu daerah
17:31menginginkan hak lebih
17:33sedangkan aturannya demikian
17:35inilah kami hadir
17:37menyelesaikan persoalan-persoalan ini
17:39win-win solution
17:40bagaimana undang-undang
17:42tetap berlaku
17:42tetapi daerah juga mendapat keadilan
17:44tapi kalau misalnya dalam kasus ini
17:46bicara soal keadilan
17:47kan yang dituntut
17:48itu adalah pemecatan
17:49mungkin atau tidak
17:50secara aturan
17:51saya kira secara aturan
17:52tidak mudah
17:53untuk memecat seseorang
17:55ada contohnya kok
17:55kasus yang lalu
17:56misalnya ya
17:57bagaimana seseorang
17:59waktu itu
17:59wakil ketua DPR
18:00bahkan ya
18:01oleh salah satu
18:02parti sebut saja
18:03dari PKS waktu itu
18:04yang di ujungnya
18:05tidak bisa dipecat
18:06kami bukan berarti
18:08juga tidak
18:08dengan demikian
18:10lantas menghalalkan
18:11seluruh tindakan
18:12tindakan anggota DPR
18:14yang apalagi melanggar
18:15jelas
18:15DPR
18:17bisa
18:17keluar dari
18:19sebagai keanggotanya
18:20kalau satu
18:21mengundurkan diri
18:22kan begitu
18:22atau meninggal dunia
18:23mengundurkan diri
18:25atau dipecat
18:26karena
18:26nah
18:27karenanya itu kan
18:28banyak
18:28satu
18:29jelas
18:29ada sebuah
18:30keputusan hukum
18:31yang menyatakan
18:31dia adalah
18:32melakukan tindakan kriminal
18:33dan dengan
18:34hukum yang
18:35inkrah
18:35kedua adalah
18:37melanggar kode etik
18:38yang
18:39dalam kategori
18:40berat
18:41nah maka
18:42kode etik
18:42berat tidak berat
18:43siapa yang mengadili itu
18:44adalah
18:45mahkamah
18:46kehormatan dewan
18:47itulah
18:48maka kami
18:49dengan senang hati
18:51keputusan pimpinan DPR
18:52yang membawa
18:53masalah-masalah
18:54ini ke
18:55MKD
18:56karena disitulah
18:58etik memang
18:58yang berhak
19:00dan kita
19:00menghormati
19:01keputusan MKD
19:02toh sebelum
19:03bersidang MKD
19:04mendengar
19:06pendapat
19:06para ahli
19:07dan itu
19:08dengan terbuka juga
19:09semuanya
19:09transparan
19:10saya kira ini
19:11sebuah proses
19:12yang sudah
19:13dilalui secara
19:14baik
19:14dengan hasil
19:15apapun
19:15bahwa dalam
19:16keputusan hukum
19:18keputusan MKD
19:19ada yang tidak puas
19:21ada yang menuntut
19:22lebih dari sekedar
19:23apa yang dijatuhkan oleh
19:24MKD
19:24itu sah-sah saja juga
19:25dalam kehidupan demokrasi
19:27yang seperti hari ini
19:28mungkin ada jalannya
19:29yang lain
19:30silahkan saja
19:31dicari
19:31karena ini ranahnya etik
19:33tapi itu yang
19:33harus diambil
19:34tetap dengan ranah
19:35sesuai dengan
19:36ketentuan hukum
19:37sudah barang tentu
19:38tidak dengan jalan lain
19:39sanksinya
19:40lewat jelur MKD
19:41dan sudah diputuskan
19:42di MKD
19:43gimana?
19:43ketika bicara jalan lain
19:44apa gitu
19:45maksudnya
19:46seringkali publik itu
19:47dibebanin
19:47cara jalan lah
19:48undang-undang
19:49eroteknya gak puas
19:50undang-undang teknik gak puas
19:52cipta kerja gak puas
19:53KPK gak puas
19:53cara jalan lah
19:54ke MK ditolak
19:55cara jalan lah
19:56iya apa jalan ya
19:57apa jalan ya?
19:58singkat dulu sebelum
19:58ya memang
19:59kalau soal etik kan di MKD
20:01gitu loh
20:02itulah
20:03dan yang kita nilai adalah
20:04MKD apakah menjalankan
20:06fungsinya secara baik
20:07dalam istilah agama
20:08apakah menjalankan
20:09fungsinya secara kafah
20:11gitu loh
20:11prosesnya dilalui
20:12secara baik gitu
20:13saya kira salah satu
20:14penilaiannya itu kan
20:16itulah kenapa
20:16tuntutan 78
20:17juga tidak hanya
20:19membicarakan DPRT
20:20partai politik
20:21partai politik juga punya
20:23keundangan untuk
20:24mem-PAWkan anggota
20:25dengan
20:26instrumen dan juga
20:28dengan alasan yang
20:29bisa dipilih gitu
20:30dan anggota Dewan ini kan
20:32perwakilan rakyat
20:33yang kemudian
20:34dikendarai oleh partai
20:36ya partai politik
20:37seluruh partai politik
20:38harusnya punya evaluasi penuh
20:40terhadap Dewannya
20:41terutama orang-orang yang
20:42ada dalam
20:42sidang etik ini
20:43dan tadi ketika
20:45misalnya saksi Ali
20:45bicara soal
20:46sense of injustice
20:47atau ketidakadilan
20:48masalahnya Mbak
20:51hari ini memang kita
20:52ngerasa ada ketidakadilan
20:53ada
20:55jutaan pengangguran
20:57tertinggi se-Asia Tenggara
20:58tapi satu sisi kita
21:01melihat ada seorang
21:01anak
21:02yang dengan gampang
21:03ngebahaturan
21:04jadi pemimpin
21:05jadi
21:06kita melihat
21:07memang ada ketidakadilan
21:08makanya ketika
21:10dikatakan bahwa
21:12gagal video ini
21:12jadi ngerasa gak adil
21:13enggak emang udah tadinya
21:14kita ngerasa gak adil
21:15dipancing
21:16dipantik dengan itu
21:18plus
21:18rasa-rasanya
21:21agak terlalu
21:22tidak
21:23mendasar dan mengakar
21:25ketika yang dibicarakan
21:26adalah soal video itu
21:27ini bukan soal video
21:29joget-jogetnya
21:31saya juga sebenarnya
21:31video joget-jogetnya
21:32kayak yaudah
21:32tapi
21:33ingat video joget
21:35sambil bayangin
21:36gilat
21:36tiap tahun
21:37gue turun demo
21:38nolak undang-undang KPK
21:39cipta kerja
21:39enak-enak joget
21:40nama tunjangan lagi
21:41ada situasi
21:43di sekitar
21:44yang membuat itu
21:45dirasa
21:46tidak adil
21:47negara selalu mudah
21:48penyelanggaran negara
21:49selalu mudah
21:50untuk
21:51melakukan
21:52atau
21:52point on something
21:54we don't know
21:54antek asing
21:56ada yang framing
21:57siapa
21:58maksudnya
21:59tolong kasih tau publik
22:00karena publik betulnya
22:01jadi berkorban juga dong
22:02kayak punya tuntutan
22:03terus kami ditunggangi oleh
22:05orang-orang yang
22:06membakar gitu ya
22:07siapa orangnya
22:08kan penyelanggaran negara
22:09yang punya instrumen
22:10intelijen lakuin itu
22:11kita gak punya
22:11tugas kita bersuara
22:12dan menagih hak kita
22:13jadi negara yang punya
22:15tanggung jawab
22:15kasih hak itu
22:16makanya
22:16ketika akhirnya
22:17perdebatan di dalam
22:18sidang etik DPR
22:20adalah soal videonya
22:22atau soal
22:22bagian mana
22:23video ini yang pantas
22:24tidak pantas
22:24bukan itu
22:25akan masalah adalah
22:27bagaimana parlemen
22:28ini tidak berfungsi
22:29gak transparan
22:30dan dikekang
22:31bagi kami oleh eksekutif
22:32seluruh
22:33nondang pesanan eksekutif
22:34jawaban itu
22:35harusnya adalah
22:35menjawab
22:36menjawab
22:37ada injustice
22:38ada ketidakadilan
22:40salurannya apa
22:41bukan semata-mata
22:41soal videonya
22:42tapi memang ada
22:43ketidakadilan yang dirasam
22:44bagaimana itu jawaban
22:45jadi
22:45boleh dikata
22:47ekspresi
22:49yang menyatakan
22:50ketidakadilan terhadap kami
22:52itu adalah
22:52merupakan bentuk
22:53akumulatif
22:54dari berbagai faktor
22:55dan itu
22:57itu adalah
22:57itu adalah
22:59sebuah fakta
22:59sosiologis juga
23:00tentang
23:02betul tadi
23:02adanya pengangguran
23:03yang betul
23:04tadi kita adalah
23:05pengangguran kedua
23:06setelah India ini
23:07terbesar di Asia
23:08kalau di Asia Tenggara
23:09luar biasa
23:10betul sekali
23:11bahwa
23:11ada
23:12situasi-situasi
23:14ekonomi yang
23:15sehari ini
23:15tidak baik-baik
23:16itulah
23:16akumulatif
23:17dipanceng
23:18atau ditrigger
23:19jadi trigger lah
23:21maka
23:22statement-statement
23:23siapapun
23:24termasuk
23:25anggota DPR
23:25statement pejabat publik
23:27yang tidak empatik
23:29dengan keadaan
23:30itu kan
23:30yang men-trigger
23:31semuanya ini
23:31sehingga
23:32meluaplah
23:34apa
23:34apalah
23:35apa
23:36kesadaran publik
23:38secara bersama
23:38itu
23:39lantas
23:40kesadaran dalam
23:41ya
23:41riot ya
23:42menjadi riot
23:43menjadi apa
23:44kalau sudah menjadi
23:44crowd
23:45sudah kumpulan
23:46maka menjadi
23:46psikologi
23:47kumpulan itu
23:48yang
23:48kadang-kadang
23:49maka ada
23:51istilahnya
23:52melanggar hukum
23:53dan sebagainya
23:53tapi ada
23:54sebab-musabab
23:56yang jauh lebih dalam
23:57kalau itu adanya
23:58itu adalah
23:59masalah kita bersama
24:00saya sebagai anggota DPR
24:02akan ikut bersama
24:03sama memikul
24:04tanggung jawab itu
24:06bagaimana
24:06memecahkan persoalan-persoalan
24:08ketanaga kerjaan
24:09bagaimana
24:10masalah pengangguran
24:11bagaimana
24:12biaya hidup
24:14yang semakin mahal
24:15meskipun
24:16inflasi kita
24:17dikatakan
24:17di bawah 3%
24:18kan begitu
24:19ini adalah fakta-fakta
24:20yang kadang-kadang
24:21tidak jumbo
24:21antara apa yang
24:22menjadi statement
24:24negara tadi
24:26di antara kutip
24:27tetapi dengan
24:28apa yang terjadi
24:28di
24:29kenyataan
24:31kehidupan sehari-hari
24:32nah
24:32dalam keadaan
24:33kayak gini
24:34memang
24:34kita harus dialog
24:35dialog dan terus
24:36seluruh
24:38pemangku kepentingan
24:39kampus
24:40LSM
24:41kami yang di DPR
24:43kami juga
24:44jangan menjadi
24:44semacam berada di
24:46apa
24:46naragading
24:47selalui kita
24:49anggota DPR
24:49maka menjaga jarak
24:50justru anggota DPR
24:52itu yang berpihak bumi
24:53saya bukan apa-apa
24:54saya melakukan itu
24:55saya kalau
24:56kungker bukan di
24:57restoran atau apa
24:59di desa-desa
25:00saya masuk desa
25:00dengan problemnya
25:01problem stunting
25:03problem pengangguran
25:04problem
25:05apa
25:06ya itulah terbesar
25:08disitulah
25:08pengangguran
25:09stunting dan sebagainya
25:10itulah yang harus
25:11kita hadapi
25:12sehingga nih
25:13mohon maaf
25:13kayak saya di komisi 12
25:15misalnya
25:15anggota DPR
25:16yang membidang
25:17tengah energi
25:18sumber daya mineral
25:19investasi
25:20dan juga lingkungan hidup
25:21tapi di DPR kita berpikir
25:23bagaimana ternak belut
25:24untuk mengatasi
25:26stunting
25:26bagi masyarakat
25:28yang ada
25:28untuk penengkitan
25:30Gisibalita
25:31dan juga Manula
25:32karena faktanya
25:33pasca covid ini
25:34di desa-desa
25:35masih berat
25:36itu misalnya itu
25:37kalau
25:38Pak Sugeng udah dapet nih
25:39poinnya
25:40bahwa ada tuntutan
25:41yang jauh lebih besar
25:42dibandingkan video itu
25:43udah dibuka
25:44belum ruang dialognya
25:45yang selama ini
25:45Firdian rasakan
25:47menyambung yang tadi
25:50Firdian
25:51kalau yang diharapkan
25:52adalah banyaknya
25:53ruang dialog
25:54udah ada belum
25:54untuk menjawab
25:55ketidakadilan itu
25:56kan dialog
25:57udah pernah kita lakukan tuh
25:58Mbak
25:59ketika kemarin
26:00misalnya dipanggil
26:01beberapa elemen
26:02soal 17 plus 8
26:04sekarang kan
26:05kalau mau minta dialog lagi
26:06juga ayo-ayo aja
26:07tapi posisinya kan
26:08kita lagi minta
26:09karyawan-karyawan kita nih
26:10kerjaan deadline
26:11kan kita bos
26:11udah kita bayar
26:12kita minta
26:13karyawan-karyawan kita
26:14ini ada PR-PR buat elu
26:15tuntasin dong
26:17ada yang detain setahun
26:19ada yang sampai kemarin
26:20nggak puas nih kita
26:22sebagai bosnya
26:22ngeliat karyawan yang kerja
26:23kenapa?
26:25karena lagi-lagi Mbak
26:26DPR
26:28tidak tegas
26:30memecat
26:31anggota-anggota dewan
26:32yang bagi kami
26:32bermasalah
26:33kedua
26:34kita punya tutupan
26:36buat DPR itu
26:36tiga tuh
26:37satu
26:37bekukan berbagai
26:38fasilitas yang memberatkan
26:40termasuk apa?
26:40uang pensiun DPR
26:41masih ada
26:42dana reses
26:43nggak transparan
26:43kedua kita minta
26:45ada
26:45KPI untuk DPR RI
26:47bahkan anggota dewannya
26:48syaratnya harus naik
26:49ketiga
26:50kita minta ada
26:51badan kehormatan
26:51biar bisa memecat
26:53orang-orang yang
26:53terindikasi korupsi
26:54atau konflik kepentingan
26:55nggak ada
26:55progres ya
26:56DPR sebagai pengawas
26:58eksekutif
26:59kita minta
27:00salah satunya adalah
27:01eksekutif
27:02harus bentuk
27:03tim investigasi independen
27:05nggak ada
27:06DPR yang nggak neken
27:06kita minta
27:08bebaskan seluruh demonstran
27:09kepada kepolisian
27:10nggak ada
27:11DPR RI nggak neken
27:12kita minta reformasi
27:13Polri
27:14libatkan elemen-elemen
27:15sipil yang objektif
27:16dalamnya
27:16nggak ada
27:17DPR RI nggak neken
27:18cabut dari ruang-ruang
27:20sipil
27:21nggak ada
27:21kemarin juga baru
27:22dilantik jadi
27:23BUMN
27:24begitu pun partai politik
27:26yang DPR itu punya kuasa
27:27untuk merevisi
27:28undang-undang pemilu
27:29dan donong partai politik
27:29nggak ada
27:30jadi kita hari ini
27:32tidak melihat
27:33karyawan-karyawan kita
27:34bekerja dengan baik
27:34maka
27:36apalagi
27:37instrumen yang perlu kita
27:38berikan
27:39sebagai bentuk
27:40hukuman politik
27:41kalau di Amerika Serikat
27:42pemilu sela
27:42apa yang bisa kita berikan sekarang
27:45nunggu
27:45ya jangan pilih lagi
27:475 tahun lagi
27:48itu anggota DPR
27:49ngomong gitu juga tahu
27:50alah lu
27:51gue kasih bansos ke orang
27:52juga selesai
27:53dia milih gue
27:53jadi itu nggak menjawab masalah
27:55kita berharap
27:56DPR RI hari ini
27:57lagi-lagi harus bersyukur
27:59masyarakat ini bisa
28:00ngerem kemarahannya
28:01tidak dinepalkan bahasanya
28:03tapi
28:03kita minta dong
28:04akhirnya dialog ini
28:05jangan cuman jadi
28:06tidak meaningful participation
28:08jangan sampai nanti aja
28:09memicu ketidakpuasan lain
28:10we should have right
28:11meaningful participation
28:12right to be heard
28:13right to be explained
28:14right to be considered
28:15nggak cuman butuh didengar kita
28:17didengar mah gampang
28:18abis dilakuin mau nggak
28:19penting kita cari mbak
28:21kalau ngomong-ngomong soal hukuman politik
28:22saya tanya lu ke Nasdem
28:23merasa paling dizalimi nggak sih
28:25dengan hasilnya
28:26sanksi sidang etik itu
28:27karena
28:28diantara tiga yang dapat
28:30dikatakan
28:30melanggar etik
28:32itu duanya dari Nasdem
28:33ya
28:34ya sekali lagi
28:35kita menghormati
28:36keputusan MKD
28:37dan MKD
28:39memutuskan itu
28:40apapun yang diputuskan
28:41toh juga melalui proses
28:43yang menurut kami
28:44Nasdem
28:44transparan kok
28:45sebelum diputuskan
28:47juga dia mendengarkan kok
28:48para ahli
28:49baik ahli hukum
28:51bahkan seorang kriminolog
28:53ahli hukum
28:54tata negara
28:55ahli medsos
28:56ahli perilaku bahkan
28:57didengarkan secara baik
29:00kami tidak merasa
29:01seolah-olah
29:02hanya kami
29:02atau hanya Nasdem
29:03atau hanya Sahroni
29:04dan Nafa Urbah
29:06yang mendapat
29:06tanda kutip
29:07semacam punishment ya
29:10karena dianggap
29:11melanggar etik
29:11sehingga
29:12Sahroni
29:13dinonaktifkan
29:14selama enam bulan
29:16sementara Nafa Urbah
29:17selama tiga bulan
29:19yaudah
29:19itu keputusan yang kita terima
29:20secara partai
29:22kami tidak akan melakukan
29:23apapun
29:23misalnya
29:24apa banding
29:25atau apa tidak
29:26itu kita terima secara
29:27legowo
29:29dan semua ini
29:30sekali lagi mbak
29:31kita bukan karena
29:31di depan TV
29:32kita adalah
29:33merumpahkan koreksi
29:34kita semuanya kok
29:35bahwa
29:36apa yang terjadi
29:37beberapa waktu lalu
29:38yang mutabene
29:39konon kabarnya
29:40itu sudah dilecut oleh
29:42ekspresi sebagian
29:43anggota DPR
29:44yang tidak empatik tadi
29:45ya sudah
29:46itu sudah menjadi
29:47pelajaran kita
29:48ke depan mudah-mudahan
29:49tidak ada lagi
29:49yang melakukan itu
29:50di tengah-tengah
29:52psikologi masyarakat
29:53yang sedang tidak baik-baik
29:54sikap tegas untuk kader
29:56kalau dari partai apa?
29:57ya jelas
29:57kita akan melakukan hal-hal
29:59peringatan
30:00kalau ada
30:00kalau kita nilai
30:01telah masih ada
30:02satu dua
30:03yang melakukan hal tertentu
30:04dan so far
30:05sejauh ini
30:06tidak ada
30:07apa yang melakukan
30:08apa ekspresi-ekspresi
30:10yang tidak empati
30:11kepada keadaan masyarakat
30:12empati ini
30:13menjadi penting
30:14di tengah-tengah
30:15kehidupan sosial ekonomi
30:17hari ini
30:17yang mudah-mudahan
30:18pemerintahan
30:19Pak Prabowo ini
30:20akan membawa
30:21ke kemajuan-kemajuan
30:23sebagaimana yang juga
30:24dilakukan hari-hari ini
30:25dan menuju tadi
30:26apa yang disebut dengan
30:27social justice
30:28keadilan sosial yang paling hakiki
30:30menyangkut tentang berbagai aspek
30:32karena kalau bicara soal empati
30:33kan bukan hanya
30:34oprihatin dengan keadaan rakyat
30:36tapi betul-betul melakukan
30:37apa yang dituntut
30:38melakukan apa yang dianggap
30:39tidak adil
30:40ini
30:40ketika tadi
30:42sedang etik
30:43dilegitimasi
30:43dengan
30:44ahli medsos
30:45ahli perilaku
30:47ahli tata bahasa
30:48dan seterusnya
30:48ini
30:50MKD ini
30:51ngundang korban gak?
30:52ngundang gak teman-teman
30:53yang memang hari ini
30:54punya kemarahan
30:55dan
30:55involve dalam bersuara
30:57MKD ngundang gak
30:59teman-teman kita
31:00yang sekarang lagi
31:00ditersangkakan
31:01MKD ngundang gak
31:03ojol yang nganterin
31:04Afan Kurniawan
31:05ke makamnya
31:06MKD ngundang gak
31:07teman-teman pelajar
31:09yang barangkali
31:09ikut turun ke jalan
31:10MKD ngundang gak
31:11ibu-ibu jilba ping
31:12yang bersuara
31:13soal kemarahan harga
31:14misalnya
31:15MKD ngundang gak
31:16teman-teman mahasiswa
31:18yang hari ini
31:19ikut turun
31:19di berbagai daerah
31:20yang ikut menjadi medis
31:22yang ikut
31:23ada di ambulans
31:25sembuhin orang-orang
31:27yang dipukul polisi
31:28artinya
31:29DPR lagi-lagi
31:32balik kepada
31:33mekanisme
31:33formal
31:35tidak yang substansial
31:36tidak yang material
31:38bahwa sidang etik
31:40ntar ujung-ujungnya pasti
31:41tapi kan kita udah ngaksanin
31:42sidang etik
31:42ya minta apa lagi sih
31:43enak banget
31:44kalau kayak gitu mbak
31:45kalau cuma ngelaksanain
31:47sidangnya semua juga bisa
31:48gantian aja
31:48mending parlamen remaja
31:49yang bikin sidangnya
31:50gimana kira-kira
31:51kalau bikin sidang semua juga bisa
31:52di kampus juga
31:53semua orang bikin sidang
31:55sidang akhir tahun
31:55sidang awal tahun
31:56tapi bisa gak sidang tersebut
31:58jadi meaningful participation
31:59pro terhadap korban
32:01pro terhadap kemarahan publik
32:03mengerti apa yang publik inginkan
32:05apa yang publik marah
32:06dan kembalikan logika parlamen
32:07adalah representation of the public
32:10oke
32:10tadi
32:11sidang MKD nya
32:12tidak mengundang perwakilan dari
32:14masyarakat
32:15dari orang yang dikecewakan
32:16ya jadi justru
32:18kan ada pengadu ya
32:20ada sekian lembaga
32:22kalau gak salah ada 6 lembaga
32:24si pengadu itu justru yang mencabut pengaduannya
32:26kan kita ya anggap sekali lagi
32:28soal representasi memang sangat relatif ya
32:31bahwa apa ini adalah mewakili
32:34atau tidak mewakili
32:35tapi sekali lagi
32:36fakta-fakta normatif itulah adanya
32:38ya kita
32:39kalau tadi kritiknya itu adalah
32:41sesuatu yang sifatnya normatif
32:43ya bisa saja itu sebuah kritik
32:45tetapi kalau normatif saja tidak dilakukan
32:47apalagi kan begitu
32:48tetapi bahwa prosedur
32:50seluruh proses
32:51saya kira dilalui secara baik
32:52termasuk tadi
32:54bahwa apakah korban
32:55karena apa yang
32:56kan ada pengadu itu
32:58ada sekian apa
32:59lembaga atau kelompok masyarakat
33:01yang mengadu
33:02bahkan itulah yang
33:03sudah mencabut
33:05karena menilai
33:05bahwa apa yang diadukan
33:07dan pihak-pihak tertentu itu
33:09sudah juga mendapatkan
33:10hukuman sosial waktu itu
33:12bayangkan
33:13rumah diserbu sedemikian rupa
33:15mungkin bagi
33:16bagi kelompok tertentu
33:18belum juga puas itu
33:19bisa saja
33:20tetapi bagi seorang
33:21sahroni
33:22bagi seorang
33:23nafaurbah
33:23seorang ekopatrio
33:25seorang yang diserbu sedemikian rupa
33:27ya apalagi kan begitu
33:28kalau menurut hemat kita ya
33:30bahwa itu tidak menghilangkan
33:31kekecewaan secara akumulatif
33:33toh tadi
33:34kekecewaan itu ternyata
33:36trigger saja
33:37apa yang diekspresikan oleh DPR
33:39sehingga menjadi meledak
33:40menjadi kemarahan publik
33:42karena ada akumulasi
33:43ada sebab usaha yang lain
33:45yang itu sampai sekarang
33:46belum terpecah
33:47bentuk perusahaan kita tidak
33:48pernah menyetujui soal itu
33:49karena itu melanggar hukum
33:51tapi sebenarnya untuk
33:52untuk meredam trigger
33:53artinya kan ada kekecewaan
33:55yang harus diobati
33:55justru karena kita tidak
33:58sepakat pada penjarahan
33:59kita tidak pernah menganggap
34:01bahwa itu hukuman yang kita kasih
34:02karena emang kita
34:03gak pernah kita beri
34:04bukan kami itu
34:05karena bukan itu tuntutannya
34:07bukan itu yang diinginkan
34:08makanya kami melewat hukuman yang
34:09kelembagaan
34:11yaitu pemecatan
34:13kalau sekarang siahroni
34:146 bulan
34:14ngajak DPR
34:15itu meliburan
34:16buat dia
34:16udah banyak duitnya
34:17kalau dibilang kurang jera apa
34:19kami ini gak cuman
34:21lagi ngomongin siahroni
34:22siahroni 1 dari 500
34:23sekian anggota DPR
34:24880 ya
34:25kami lagi ngomongin soal
34:26kalau ada
34:27kejadian-kejadian seperti ini berikutnya
34:30ya semua akan dapat
34:31unsur pemecatan yang sama
34:33maka jadi anggota DPR
34:34harus seperti Mas Sugur
34:35mungkin kalau Mas Sugur
34:36benar klaim yang tadi
34:37amin
34:37tapi kalau Mas Sugur
34:39seorang yang lakukan sama
34:39kesahroni
34:40pecat juga
34:41kasar gitu
34:41itu kan namanya
34:42keadilan kelembagaan
34:43bahwa kita tidak tebang pilih
34:46komando dan panglima
34:47adalah hukum
34:48nah hari ini kita melihat
34:49DPR RI
34:51tidak menjadikan
34:53keresahan dan juga
34:56keinginan publik
34:57sebagai motor utama
34:59dari keputusan hukum internal
35:00misalnya adalah
35:00sidang etik gitu
35:01masalahnya Mbak
35:03gimana kita mau percaya
35:05tadi
35:06DPR bisa mengawal
35:07hal-hal yang besar
35:08seperti
35:09reformasi internal DPR RI
35:11bentuk badan kehormatan DPR RI
35:14batalkan uang pensiun
35:15dorong tim investigasi
35:17pecat Kapolri
35:18militer tarik kembali ke Barak
35:20gimana kita percaya itu bisa dilakuin
35:21kalau hal paling kecil yaitu
35:23ngurus anggota sendiri aja
35:25gak sesuai keinginan publik
35:26jadi skeptisme itu jadi tumbuh
35:28jadi stigma
35:28yang anggota DPR sering bilang
35:30kita di stigmain mulu
35:31paling victim sih Mbak
35:32karena seakan-akan
35:34DPR tuh buruk
35:35jadi kita mau ngapain-ngapain
35:36juga buruk
35:37gak gitu ya
35:38buruk juga karena kalian
35:38melakuin hal-hal yang kita
35:39gak inginkan gitu
35:40nah ujung-ujungnya
35:41tadi seperti yang Bapak bilang
35:43ketika ada crowd
35:44yang akhirnya berubah jadi
35:45The Riot
35:46yang karena juga publik-publik lagi kan
35:48termasuk tidak bersalah
35:49900 orang yang sekarang ditangkap
35:51Mbak Tersangka
35:52berapa banyak yang akhirnya
35:53gak ngapa-ngapain
35:53emang lagi di stasiun
35:54dan seterusnya
35:55DPR ini harusnya gak usah
35:57syarannya harusnya gak usah
35:58ntar ngerasa paling tersakitin
35:59teman-teman kita
36:00ada yang sekarang ibunya menangis Mbak
36:02gak bisa ketemu sama anaknya
36:03ya jalan sampai ya
36:05kalah jadi abu
36:05menang jadi arang
36:06itu yang tidak kita inginkan kan
36:08so reformasinya seperti apa
36:10yang harus dilakukan
36:11secara kelembagaan
36:13keadilan kelembagaan
36:14yang dituntut juga oleh
36:15Firdian dan kawan-kawan
36:16saya masih bersama dengan ketua
36:20Dewan Pimpinan Partai Nasdem
36:21yang juga anggota DPR RI
36:23fraksi Nasdem
36:24Sugeng Superwoto
36:25dan kreator konten
36:26lawan buta politik
36:26Firdian Aurelio
36:27tadi kan ada banyak
36:29ketidakadilan yang
36:30keadilan kelembagaan
36:32yang dikejar
36:33oleh Firdian dan kawan-kawan
36:34yang merasa sampai sekarang
36:36tidak didapatkan itu
36:37apa-apa kalau gitu
36:38realnya yang bisa dilakukan
36:39iya
36:40jadi
36:40sekali lagi
36:42bahwa proses-proses yang ada di DPR
36:44itu pada dasarnya juga dengan penuh
36:46dengan dinamika yang luar biasa
36:48hanya saja tidak terpotret secara baik
36:51bahkan yang lebih menonjol
36:53seperti tadi kita garisbawai berkali-kali
36:55adalah yang muncul adalah
36:56sifatnya stigmatik
36:58meskipun tadi Firdian menyampaikan
37:00ya habis tuntutan yang sifatnya real
37:02tidak bisa dilakukan
37:04ingat
37:05reformasi kelembagaan apapun
37:07tidak bisa berdiri DPR itu
37:09selalu bersama pemerintah
37:10termasuk dalam membuat undang-undang
37:12konstitusi memerintahkan
37:14bahwa DPR bersama pemerintah
37:16membuat undang
37:17undang itu misalnya begitu
37:18banyak sekali contoh
37:19bagaimana misalnya nih
37:21undang-undang tertentu
37:22kami sudah tuntas
37:23baik naskah akademiknya
37:25tetapi dari pemerintah
37:27tidak juga kunjung
37:28hadir gitu loh
37:30apa yang sebetulnya
37:31dim daftar inventarisasi
37:33masalah
37:33itu berkali-kali
37:35saya mengalami berkali-kali
37:37untuk sesuatu yang strategis
37:39yang bahkan itu merupakan
37:41komitmen pemerintah
37:42misalnya apa
37:42energi transisi misalnya
37:44kan perlu namanya undang-undang
37:45energi baru
37:46energi terbarukan
37:47agar menjadi payung
37:48agar
37:49tetapi faktanya apa
37:51lambat bahkan
37:52dimentahkan sendiri oleh
37:53mohon maaf ya
37:54oleh pemerintah
37:55bayangkan tuh
37:55sebagai contoh itu ya
37:57betapa
37:58kalau salah satu
37:59fungsi legislasi itu juga
38:01tidak berdiri sendiri DPR
38:03tapi bersama dengan pemerintah
38:04hal-hal lain
38:05hal lain juga
38:06menyangkut tentang
38:08mengatur tata kelembagaan
38:10hal yang dituntut
38:11istilahnya 17-8 itu
38:13tidak bisa-bisa berdiri sendiri
38:15DPR
38:15tapi betul ada
38:17otoritas DPR
38:18yang mestinya bisa
38:19berbuat
38:20lebih dari sekedar
38:21apa yang terjadi hari ini
38:23sehingga
38:23memunculkan
38:24apa yang disebutkan
38:25ke
38:25apa
38:26keadilan
38:27kelembagaan
38:28yang lebih
38:29substantifkan
38:30itu yang dikatakan
38:30nah
38:31kalau tadi
38:32bicara soal
38:33transparansi salah satunya
38:35kanal apa sebenarnya
38:36yang dituntut oleh
38:37kawan-kawan
38:38secara real
38:39agar tuntutan tadi
38:40bisa ada salurannya
38:42dan bisa didengarkan
38:43tidak cuma didengarkan
38:43tapi dilakukan
38:44ya kalau ngomongin soal
38:46teknis
38:46kita bahkan sempat ngomongin
38:47ke dashboard digital
38:48website real time
38:50seperti negara-negara
38:51parlemen yang lain
38:51itu sudah disampaikan
38:52secara langsung
38:53ya maksudnya kita
38:53udah pernah menyampaikan
38:54ke beberapa anggota dewan
38:55termasuk ke orang-orang
38:56yang menjadi perwakilan
38:57gitu
38:57tapi kan itu
38:58jadi anggota DPR
38:59silahkan beresplorasi
39:00ya kita punya tuntutan
39:01strategis
39:02silahkan transparansi total
39:03sekarang gini
39:05ketika tadi bicara soal
39:08ya DPR gak sendiri
39:09dia ada presiden
39:11betul
39:12makanya
39:13kami gak hanya marah
39:15ketika melihat DPR
39:16tunjangan dan reses
39:17atau fasilitasnya besar
39:19kami juga marah kok
39:21ke pemerintah
39:22karena
39:23fasilitasnya begitu besar
39:25di tengah efisiensi
39:26tetap bisa rapat di hotel
39:27gak dimarahin sendirian
39:28tetap bisa tangkap jabatan
39:29iya
39:30jadi jangan paling bikin
39:31ketika kita marah
39:32karena DPR misalnya
39:33tidak melibatkan kami
39:35secara undang-undang
39:36kami juga marah kok
39:37ke pemerintah
39:37ketika memangkas
39:39anggaran pendidikan
39:40untuk satu program
39:41dan kita yang tidak
39:43dilibatkan setuju
39:43apa enggak
39:44kita marah kok
39:45jadi ini sepaket
39:46tapi kan perbedaannya
39:47kita tahu pemerintahnya bebal
39:49nah DPR kan yang punya
39:51kekuatan
39:51untuk mengawasi
39:53dan memberikan punishment
39:54atau sanksi
39:54kepada eksekutif
39:55inilah yang terjadi
39:57ketika DPR
39:57jadi
39:57kalau kata Iwan Fals
39:59nyanyian lagu setuju
40:00karena dalam sistem politik kita
40:02hari ini menjadi
40:04koalisi gemuk
40:05yang hilanglah
40:06kemudian check and balance
40:07gitu
40:07makanya dalam
40:0817-18
40:09yang kita inginkan juga
40:10adalah reformasi sistem pemilu
40:11dan partai politik
40:12karena hari ini
40:13kartelisasi partai politik
40:14siapa yang menang presiden
40:15ikut semua
40:16makanya hilang oposisi
40:17ujung-ujungnya oposisinya
40:19masyarakat
40:19ojek online
40:20pelajar
40:21mahasiswa
40:21kelas menengah
40:22pekerja kantoran
40:23yang harusnya kita fokus
40:24bekerja nyari uang
40:25mendapatkan
40:26fasilitas hasil pajak
40:27karena menjalankan fungsi itu
40:28kita jadi double
40:29double job
40:30jadi double job
40:31bukan cuma
40:31women sama
40:32komisaris
40:32kita juga double job nih
40:33pekerja dan juga
40:35menjadi seorang aktivis
40:36gitu
40:36karena ada fungsi
40:38dari DPR
40:38yang kemudian
40:39hilang bagi kami
40:40ya
40:41apa yang jadi kritik
40:42Ferdian tadi
40:43sekarang juga telah
40:45diterima banyak hal
40:46misalnya soal tunjangan
40:48dan sebagainya
40:48jauh sekali sekarang
40:49mungkin bisa diumumkan
40:51di publik
40:51kita tinggal kurang lebih
40:52500 juta saja
40:53untuk sekian waktu ya
40:55yang semula dikatakan
40:56700 dan sebagainya
40:58sebagainya
40:58itu dipotong habis
41:00termasuk
41:01kita akan ada
41:02platform resmi
41:03tentang aktivitas DPR
41:05yang dimaksud reses
41:06harus betul-betul
41:07bisa diunggah
41:08bisa diunduh
41:09apa sih yang dilakukan reses
41:10apakah sekedar ketemu
41:12bertamu lantas
41:13dianggap sebagai
41:14kunjungan dapil
41:15dan sebagainya
41:15ini semuanya
41:16sudah disiapkan
41:17ini keputusan
41:18pimpinan DPR
41:19dalam sebulan terakhir
41:21setidaknya
41:22bukan sekedar
41:23mengakomodasi
41:24memang itulah
41:25yang namanya kita ya
41:27saling koreksi
41:28diantara kita
41:28masyarakat mengkoreksi kita
41:30kita terima
41:30bahwa dianggap
41:32berlebihan misalnya
41:33kemarin secara keuangan
41:34maka kita koreksi
41:36meskipun
41:37kalau kita lihat
41:38seperti tadi
41:38bagaimana merasa
41:39kita jadi anggota DPR
41:41banyak kurang
41:43sedikit tidak cukup
41:44itulah hari ini
41:45terjadi
41:45itulah faktanya
41:47memang
41:47dunia sudah
41:49mengalami apa yang sebenarnya
41:50zaman ekonomisme
41:51semua jalan dengan ekonomi
41:53misalnya kita kumpul warga
41:54kalau tidak ada
41:55one transfer
41:56ya tidak mungkin
41:56padahal kita
41:57misalnya
41:58mensosialisasi
41:59sesuatu
41:59atau ada semacam
42:01ya pemahaman
42:03bukan semata transaksional
42:04ada berapa
42:05fee dan sebagainya
42:06itulah fakta hari ini
42:08tetapi inilah yang akan kita
42:09perbaiki bersama
42:10sehingga
42:11apa yang
42:12dimaksud dengan
42:13partisipasi
42:14dalam konteks politik itu
42:16betul-betul
42:16purely
42:17menyangkut tentang
42:18peran serta
42:19secara substantif
42:20tidak karena
42:21aspek yang sifatnya
42:22transaksional
42:23atau apapun
42:24saya kira ini
42:25kepedulian kita bersama
42:26saya sangat concern
42:28dengan kayak begitu
42:28setidaknya
42:29kami di Nasdem
42:30bagaimana
42:31politik gagasan
42:32misalnya
42:32politik tanpa mahar
42:34misalnya
42:34itu adalah bentuk-bentuk
42:36bagaimana kita akan
42:37membangun
42:37bagaimana politisi
42:39atau yang mewakili
42:40politisi yang ada
42:41duduk di DPR
42:41betul-betul dapat
42:43menjalankan
42:43perannya secara
42:45secara politik
42:46dan secara
42:47teknokratis sekaligus
42:48karena
42:48tidak bisa tidak
42:50hari ini
42:50kita harus mampu juga
42:51bicara tentang
42:52aspek-aspek
42:53yang sifatnya teknis
42:54dan strategis
42:55dan ada aspek
42:57yang sifatnya politis
42:58karena politis
42:58itu kan menyangkup
42:59tentang kebijakan
43:00yang menyangkup
43:01tidak saja ansih
43:03sebuah keputusan
43:04yang secara matematis
43:05secara linier
43:06secara teknokratis
43:07tetapi kita bisa
43:08baca dalam perspektif
43:09yang lebih luas
43:10itulah politisi hari ini
43:12dituntut itu
43:12kedua-duanya
43:13tentu itu tuntutannya
43:14dan meaningful participation
43:16apa yang saat ini
43:17masih jauh panggang dari api?
43:22saya sekali lagi
43:22ingin bilang
43:23negara
43:23harusnya bersyukur
43:25kemarin ada yang bilang
43:27bubarin DPR
43:27publik debat
43:28akhirnya kita gak jadi
43:29bubarin DPR
43:30kita rasa DPR perlu ada
43:31tapi di reformasi
43:32negara harus bersyukur
43:34kita tidak menepalkan
43:35negara ini
43:36kita cinta bangsa ini
43:37kita mau
43:38ada keadilan
43:39bukan kerusuhan
43:41tapi ketika ada
43:43sense of injustice
43:44itu tidak berlebihan
43:46balik lagi
43:47kita minta
43:49partisipasi bermakna
43:50bukan tanpa sebab
43:52gimana kita gak marah
43:54ketika melihat
43:55sekali lagi
43:56ada 10 kawan kita meninggal
43:58900 tersangka
43:59puluhan di penjara
44:01penabrak avan
44:03cuma minta maaf
44:04juga misalnya itu
44:05tidak terjawab
44:06Polri semakin naik
44:07anggarannya
44:08bukan di reformasi
44:09Kapolri masih sama
44:10TNI masih ngisi pos-pos sipil
44:12kabinet masih gemuk
44:14DPR masih tidak partisipatif
44:17dan tidak transparan
44:18eksekutifnya juga masih
44:19tuduh antek asing
44:22anggarannya boros
44:24tidak sesuai yang kami inginkan
44:26misalnya pendidikan
44:26tapi diboros ini dimana
44:27gimana kami tidak merasa
44:29ada sense of injustice
44:30di tengah pengangguran jutaan
44:32kemiskinan 190 juta
44:33versi BPS
44:34jadi
44:34partisipasi bermakna itu
44:36tidak
44:37ingin kita dorong menjadi
44:39instrumental doang
44:41tapi dia harus jadi
44:43gaya hidup
44:43dia harus jadi gaya hidup
44:44berpolitik kita
44:45bahwa ketika ada
44:47tuntutan
44:48dia gak harus
44:50jadi hal yang besar dulu
44:51kayak kemarin
44:52Agus September
44:53baru
44:53Ketua Umum DPR
44:57ngundang audiensi
44:59ada sensitivitas
45:00sebelum ada teriakan
45:01dari masyarakat itu
45:02yang diinginkan
45:03saya pengen bilang
45:0410 orang meninggal itu
45:05mengerikan mbak
45:06kebanyakan mbak
45:07satunya udah banyak banget
45:08makanya
45:09ini jangan sampai terulang lagi
45:12kemarahan yang kemudian dirawat
45:13kemudian meledak
45:14itulah
45:15kenapa kita masih ada
45:16kita masih menginginkan
45:19penyelangan negara itu
45:19tetap ada
45:20tapi di reform dong
45:22ini harus bersyukur nih
45:24orang-orang muda
45:25Gen Z ini masih bisa
45:26masih peduli
45:27iya kita masih peduli
45:29oke
45:29sikapnya terakhir
45:30apa jawaban
45:32untuk gelisahan
45:33publik
45:33agar tidak terjadi hal
45:35demikian lagi
45:35tentu ini semuanya
45:37dari bahan koreksi
45:38terdalam ya
45:39ini bukan berarti
45:39lip service ya
45:40wah itu
45:41sekedar itu
45:42lantas dengan
45:42enggak
45:42bagi kami
45:44DPR
45:44saya kira sepakat bahwa
45:46ini pelajaran yang sangat
45:48pahit bagi kami
45:49artinya apa
45:50ekspresi kami yang
45:51kadang-kadang tidak
45:52empati itu
45:53bisa melecut sesuatu
45:55di tengah-tengah
45:56ketidakadilan yang
45:57sedang dirasakan oleh
45:58masyarakat
45:59dan kami sangat
46:00ini menjadi bahan
46:02koreksi kami
46:03tentunya
46:04ke depan kita
46:05kami dipastikan
46:06harus lebih baik
46:08itu harus
46:08tidak ada lagi
46:09tawar-menawar
46:10dalam hal
46:10kinerja
46:11dan ada
46:12parameter-parameter
46:13tingkat produktivitasnya
46:15bagaimana misalnya
46:16undang-undang secara
46:16kuantitatif
46:18dan sekaligus
46:19kualitatif
46:20karena apa
46:21ya
46:21percuma juga
46:22undang-undang sebanyak-banyaknya
46:24kalau tidak bisa
46:24diimplementasikan secara
46:25baik
46:26atau justru
46:27tidak menjamin
46:28bagaimana tujuan
46:29bernegara ini tercapai
46:30dengan baik
46:30dengan undang-undang
46:31itu salah juga
46:32DPR
46:32kalau hanya menghasilkan
46:33produktivitas undang-undang
46:35tetapi tidak
46:36kualitatif
46:37hal dalam
46:38menjalankan
46:38tugas
46:39mengawasi
46:40jalannya pemerintah
46:41saya kira
46:41masing-masing kami
46:43karena dibagi
46:43masing-masing komisi
46:44kayak kami misalnya
46:45mengawasi betul
46:47bagaimana jalannya
46:48proses dunia pertambangan
46:50misalnya
46:50bagaimana
46:51hari ini terlalu
46:53luar biasa
46:54eksplorasi kita
46:55dan eksploitasi kita
46:56di sumber daya alam
46:57sehingga
46:58kerusakan lingkungan
46:59sedemikian
46:59dan seterusnya
47:01kita akan jalankan
47:02secara baik
47:02yang kita harapkan
47:03semoga
47:04dialog ini bisa
47:05mendudukan soal
47:06kita harus terus
47:08mengoreksi
47:09dan semoga
47:10apa yang terjadi
47:11bisa jadi koreksinya
47:12atau untuk DPR RI
47:13kita boleh kesal
47:14juga meluapkannya
47:14tapi tidak
47:15dengan meluapkan
47:16secara berlebihan
47:16harus sesuai dengan
47:17koridor hukum
47:18itu kita setuju
47:18dan tentunya kita harus
47:20tetap punya harapan
47:21dan menagih
47:22janji anggota DPR RI
47:23yang menjadi wakil kita
47:24di Senayan
47:25terima kasih telah menyaksikan
47:26Rosy
47:26saya Friska Klarissa
47:27terima kasih Pak Sugeng
47:28terima kasih juga
47:29Mas Firdian sudah hadir
47:31kita jumpa lagi
47:31Kamis depan
47:32tetaplah di Kompas TV
47:33independen terpercaya
47:34selamat malam
47:35sampai jumpa
47:36selamat menikmati
47:38selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan