Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GOWA, KOMPAS.TV - Anggota TNI berinisial Prada HMN diduga tewas dianiaya senior di barak Yon Arhanud 4 AAY, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Prada HMN diduga mendapat kekerasan dari seniornya dengan dalih memberikan pembinaan.

Keluarga Prada HMN meminta Polisi Militer terbuka terhadap hasil otopsi korban.

Otopsi jenazah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Sulawesi Selatan.

Korban sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa, namun keluarga menemukan kejanggalan atas kematian korban dan meminta otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Keluarga meminta keterbukaan dari TNI Angkatan Darat soal penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, tiga prajurit diperiksa Pomdam XIV Hasanuddin.

Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Kavaleri Budi Wirman mengatakan terkait kasus itu, Pomdam terus melakukan pengembangan penyelidikan, apakah ada unsur pidana dari perbuatan ketiga pelaku itu.

Baca Juga [FULL] Oditur Militer Cecar Saksi Nakes TNI di Sidang Kematian Prada Lucky: Mikir, Kayak Kelelep Aja di https://www.kompas.tv/nasional/628434/full-oditur-militer-cecar-saksi-nakes-tni-di-sidang-kematian-prada-lucky-mikir-kayak-kelelep-aja

#pradahmn #gowa #tni

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/628477/prada-hmn-tewas-diduga-dianiaya-senior-keluarga-desak-tni-buka-hasil-otopsi-kompas-petang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Anggota TNI berinisial perada HMN diduga tewas di Aniaya Senior di Barakion Arhanut 4AAAY, Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan.
00:09Perada HMN diduga mendapatkan kekerasan dari seniornya dengan dalih memberikan pembinaan.
00:23Keluarga perada HMN meminta polisi militer terbuka terhadap hasil otopsi korban.
00:29Otopsi jenazah dilakukan di Rumah Sakit Bayangkara, Polda, Sulawesi Selatan.
00:33Korban sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit, Syekh Yusuf Goa.
00:37Namun keluarga menemukan kejanggalan atas kematian korban dan meminta otopsi di Rumah Sakit Bayangkara.
00:44Keluarga meminta transparansi dari TNI Angkatan Darat soal penyebab pasti kematian korban.
00:51Berharap sekali agar kiranya pihak polisi militer, penyidik khususnya yang menangani kasus ini
01:02agar bisa memberikan secara kompensif tentang atau terhadap hasil otopsi adik kami.
01:09Sementara itu tiga prajurit diperiksa POMDAM 14 Hasanuddin.
01:14Kependam 14 Hasanuddin, Kolonel Cavaleri Budi Wirman mengatakan
01:18terkait kasus itu POMDAM telah melakukan pengembangan penyelidikan.
01:23Apakah ada unsur pidana dari perbuatan ketiga pelaku itu?
01:27Ini sekarang masih terus dikembangkan proses penyidikannya oleh POMDAM.
01:35Sampai sekarang masih diperiksa secara mandalam tiga orang.
01:41Tiga orang ini diduga melakukan perbuatan yang ada unsur pidana.
01:49Namun kita masih menunggu bagaimana hasil akhir dari POMDAM.
01:53Sementara baru tiga orang sudah diperiksa secara mandalam.
Komentar

Dianjurkan