00:00Dan saudara seperti yang tadi disampaikan bahwa hari ini kasus sidang kasus kematian Prada Luki menghadirkan sejumlah saksi
00:07ada 8 saksi yang dihadirkan untuk 17 terdakwa dimana dari 8 saksi yang dihadirkan ada 2 dokter yang dihadirkan
00:17dan juga ada ibu angkat dari almarhum Prada Luki Namo.
00:23Lalu apa saja fakta-fakta di persidangan kasus kematian Prada Luki dalam mengungkap kekerasan yang berulang yang dilakukan para terdakwa terhadap korban
00:34ulasannya lebih dalam saudara kita bahas bersama dengan perwakilan dari keluarga almarhum Prada Luki
00:41ada ibu Debbie Fatih Mahlim dan juga Direktur Eksekutif Amnesty International Mas Usman Hamid yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang
00:49Selamat petang semuanya
00:50Selamat petang
00:52Selamat petang Bu Debbie
00:55Selamat petang
00:59Baik, saya ke Mas Usman Hamidul
01:02Mas Usman, kalau kita lihat ini ada 22 tersangka yang menjalani persidangan
01:08sejumlah saksi juga dihadirkan
01:10menurut Anda dari 22 tersangka yang terdakwa yang sudah dihadirkan ini
01:15apakah hakim juga akan menelusuri siapa sebenarnya otak pelaku
01:19ataupun yang betul-betul bertanggung jawab atas kematian Prada Luki Namo?
01:24Ya, itu akan sangat bergantung dari independensi dan keberanian hakim
01:30tentu kita semua berharap hakim yang mengadili perkara ini benar-benar berani, benar-benar objektif dan bebas dari segala intervensi
01:41untuk menelusuri siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Prada Luki
01:48Saya kira dari sanalah kita akan mengetahui apa sebenarnya problem utama di sana
01:54Saya menduganya ini memang problem sistemik di dalam lingkungan militer
01:59di dalam memahami secara keliru apa yang disebut sebagai disiplin militer
02:04Disiplin militer itu ada disiplin yang menghormati hak asasi manusia, ada yang tidak
02:09Bahkan yang tidak menghormati hak asasi manusia tidak pantas disebut sebagai disiplin militer
02:16Nah, biasanya disiplin militer yang seringkali menyalahi hak asasi manusia adalah
02:23disiplin yang didasarkan pada kepatuhan terhadap perintah
02:27baik atasan, senior, atau orang yang berpangkat lebih tinggi secara buta
02:32Padahal disiplin di dalam kemiliteran, dan memang disiplin dibutuhkan
02:37tapi disiplin di dalam kemiliteran itu juga harus menghormati hak asasi manusia
02:42Hukuman-hukuman yang sifatnya fisik minimal harus dalam bentuk pengolahan fisik
02:49seperti olahraga, dalam pengertian push up, sit up, dan seterusnya
02:52Tapi yang terjadi pada Prada Luki, ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang
02:57yang sangat serius dan sangat berat, karena itu harus ada yang paling bertanggung jawab dan diadili di dalam perkara ini
03:03Oke, berarti ada disiplin yang melanggar hak asasi manusia sehingga mengakibatkan kematian dari Prada Luki Namo
03:09Kita masih akan membahas terkait hal ini, dan juga kita akan menyapa bagaimana tadi jalannya sidang
03:14bersama dengan keluarga dari Almarhum Prada Luki Namo
03:17Masih bergabung bersama kami, Perwakilan Keluarga Almarhum Prada Luki Namo
03:34Kak Debi Fatimah Lim dan juga Direktur Eksekutif Amnesty International Mas Usman Hamid Sekel
03:39Kak Debi tadi mengikuti jalannya persidangan, ada 8 saksi yang dihadirkan
03:44diantaranya adalah 2 dokter dan juga ibu angkat dari Almarhum
03:48Apa yang ibu pantau dari kesaksian tadi?
03:55Terima kasih mas
03:57Jadi, dari keterangan dokter, khususnya yang perempuan itu saya agak kecewa
04:05Karena keterangannya hampir tidak sesuai dengan yang mama Iren atau ibu angkat Almarhum sampaikan
04:17Ibu dokter itu mengatakan lukanya hanya di punggung
04:26Terus di telinga tidak ada, di kepala tidak ada
04:31Sementara yang Ibu Iren sampaikan
04:35Ada luka memar, lebam kebiruan pada dada bagian kiri dan bagian kanan
04:47Terus luka yang bengkak
04:51Pada paha kiri dan kanan
04:54Pada punggung
04:57Nah, keadaan Almarhum anak kami Luki itu
05:04Pada saat tanggal 28
05:07Dia lari ke rumah mama angkatnya itu
05:10Keadaan lukanya
05:13Belum separah tanggal 2
05:17Oke, berarti
05:18Kak Debbie, yang ibu maksud
05:21Bahwa ada perbedaan kesaksian ya
05:24Menurut Anda, apa yang disampaikan oleh dokter yang memeriksa Almarhum Prada Luki Namo saat itu berbeda
05:31Lukanya dengan apa yang disampaikan oleh ibu angkat ya
05:34Iya, benar sekali mas
05:39Lalu
05:42Jadi, mama angkatnya itu
05:44Mama angkatnya itu terkejut
05:48Ketika dia ke rumah sakit
05:51Melihat keadaan Almarhum anak kami Luki
05:56Jauh berbeda pada saat tanggal 28
06:00Ke rumah mama angkat itu
06:02Itu sudah ada banyak luka yang
06:08Sangat tidak manusiawi
06:12Kalau mau dibilang
06:14Lebam memarnya itu
06:17Aduh, kami lihat pada foto-foto Almarhum itu sangat
06:24Sangat sakit mas
06:27Baik
06:31Baik, Kak Debbie
06:33Tentu kita tidak ingin membuka luka yang terjadi pada Almarhum Prada Luki
06:39Namun dalam persidangan tadi ada keterangan juga dari ibu angkat Prada Luki begitu yang menjelaskan kekagetannya ketika melihat kondisi dari Prada Luki Namo
06:50Menurut Anda dari kesaksian ini apakah sudah cukup membantu untuk menguak fakta kekerasan yang terjadi pada Prada Luki hingga mengakibatkan ia meninggal dunia?
07:02Baik mas, dari kacamata awam ya
07:09Bisa kami lihat kesaksian yang mana yang jujur
07:16Yang mana yang berkelit-kelit
07:19Atau mencoba menutupi kebenaran
07:25Itu sangat bisa terlihat
07:28Bagian mana Ibu, Kak Debbie? Maaf saya potong
07:31Jujur
07:32Bagian mana yang menurut Kak Debbie yang betul-betul mengikuti persidangan ini yang berkelit-kelit seolah-olah menutup fakta?
07:40Dari dokter wanita tadi
07:47Berbicara tentang lukanya yang tidak seperti tidak terlalu parah
07:57Baik
07:58Tetapi
07:59Dari auditor dan Bapak Hakim
08:03Membuka, membaca kembali isi BAP
08:08Dari dokter umum yang memberikan keterangan
08:12Tentang keadaan anak luki
08:15Nah disitu
08:17Kami melihat bagaimana tim auditor dan hakim
08:23Cukup
08:26Jujur ya
08:29Baik
08:32Baik Ibu, saya ke Mas Usman dulu
08:35Mas Usman
08:35Kalau kita lihat dalam pemeriksaan saksi ini
08:38Dibagi menjadi tiga kelompok
08:4017 terdakwa
08:42Kemudian ada empat terdakwa
08:43Dan juga satu terdakwa
08:44Yang merupakan atasan dari perada lukinamu
08:47Anda melihat
08:47Kenapa akhirnya skema ini yang digunakan oleh Majelis Hakim?
08:53Ya saya tidak
08:53Persis mengetahuinya apa yang
08:56Menjadi sebab ya
08:57Tetapi umumnya
08:58Pemecahan-pemecahan perkara semacam itu
09:01Malah merugikan
09:02Keluarga korban
09:04Dia akan memutus
09:06Kronologi peristiwa yang selengkapnya
09:09Bahkan dia bisa juga
09:11Digunakan untuk memutus pertanggung jawaban
09:14Dari orang yang paling
09:15Misalnya bertanggung jawab
09:18Di dalam peristiwa itu
09:19Nah ini yang saya kira
09:20Sangat kami khawatirkan
09:22Dan kerap kali
09:23Di dalam lingkungan kemiliteran
09:25Yang disalahkan
09:26Hanyalah prajurit-prajurit
09:28Di tingkat bawah
09:28Di tingkat bintara
09:30Misalnya gitu
09:30Entah itu berpangkat
09:31Prajurit dua
09:33Prajurit satu
09:33Kopral
09:34Sersan
09:34Dan seterusnya
09:35Sementara
09:35Mereka yang berpangkat perwira
09:37Atau perwira menengah
09:38Apalagi perwira tinggi
09:39Kerap kali mendapatkan
09:42Semacam
09:42Kekebalan hukum
09:44Atau semacam
09:45Ketiadaan
09:46Penghukuman
09:47Atau impunitas
09:48Nah ini yang kami
09:49Harapkan tidak terjadi
09:50Pada perkara
09:51Prada Luki
09:52Karena
09:52Ia merupakan korban
09:54Dari kekejaman luar biasa
09:56Di dalam lingkungan militer
09:57Yang harus
09:58Dikoreksi secara total
10:00Oke
10:01Dan
10:01Prada Luki ini
10:03Harus jadi korban yang terakhir
10:05Tidak boleh ada lagi
10:06Prada Luki
10:06Prada Luki berikutnya
10:08Di dalam lingkungan militer
10:10Kita harus mulai
10:11Satu budaya militer
10:12Yang secara internal
10:14Menghormati
10:15Harkat dan martabat manusia
10:17Kalau di dalam lingkungan internal militer
10:20Tidak ada penghormatan
10:21Hakkasasi manusia
10:22Jangan berharap
10:23Bahwa tugas-tugas kemiliteran
10:25Apalagi di dalam masyarakat
10:27Bisa menghormati
10:28Hakkasasi manusia
10:29Jadi harus ada
10:30Koreksi total
10:31Terhadap
10:31Nilai-ilai
10:32Kedisiplinan di dalam militer
10:33Dan saya
10:34Mendesak
10:35Majelis Hakim
10:36Untuk menegakkan keadilan
10:38Dan mengungkapkan kebenaran
10:39Yang selengkap-lengkapnya
10:40Untuk keluarga Prada Luki
10:42Mendesak
10:43Menegakkan keadilan
10:44Untuk keluarga Prada Luki
10:46Menurut Anda
10:47Adanya indikasi
10:48Kekerasan yang berulang
10:49Apakah ini
10:50Dapat memperberat
10:51Hukuman
10:52Dari dakwan auditor?
10:54Harus
10:54Harus digunakan
10:56Untuk memperberat
10:57Hukuman
10:57Dan orang yang
10:58Paling berat hukumannya
10:59Justru
11:00Bukan orang yang
11:01Merupakan bawahan
11:03Atau berpangkat rendah
11:04Melainkan orang yang
11:06Berpangkat lebih tinggi
11:07Karena ia ditugaskan
11:10Dan diamanatkan
11:11Dengan lebih besar
11:12Baik itu
11:13Secara kepangkatan
11:14Secara penugasan
11:16Secara kedinasan
11:17Maupun juga
11:18Secara moral
11:19Yang memiliki
11:20Pengetahuan
11:21Memiliki
11:22Tanggung jawab
11:23Yang lebih besar
11:24Jadi menurut Anda
11:25Secara tidak langsung
11:26Yang paling bertanggung jawab
11:27Dari kematian Prada Luki
11:29Ini adalah
11:29Atasan dari Prada Luki
11:31Satu terdakwa yang
11:32Saat ini juga
11:33Tengah diperiksa
11:33Ya
11:35Terutama apabila
11:37Ia memerintahkan
11:38Setidak-tidaknya
11:38Ia mengetahui
11:39Kebuatan
11:40Bawahannya
11:42Dan tidak melakukan
11:43Tindakan apapun
11:44Tidak melakukan
11:45Pencegahan
11:46Maupun tidak
11:47Melakukan
11:47Penghukuman
11:49Itulah yang disebut sebagai
11:50Command responsibility
11:52Tanggung jawab komando
11:53Tidak ada
11:53Bawahan yang salah
11:54Yang salah
11:55Selalu atasan
11:56Disitulah
11:57Budaya militer
11:58Tanggung jawab militer
11:59Seharusnya diterapkan
12:00Dan ke depan
12:01Tidak boleh ada lagi
12:02Disiplin-disiplin
12:03Atau apapun
12:04Atas nama korsa
12:05Atas nama kesatuan
12:06Atas nama
12:07Nilai-nilai kedisiplinan
12:08Yang
12:09Mendahkan
12:10Harkat dan martabat manusia
12:12Baik
12:12Saya ke
12:13Kak Debi
12:14Sedikit saja
12:14Tentu harapan itu
12:16Harus selalu ada
12:17Untuk keadilan
12:18Bagi Al-Mahrum Prada Luki
12:20Dengan jalannya sidang ini
12:21Masih adakah harapan itu?
12:23Selalu ada mas
12:28Kami keluarga percaya bahwa
12:33Indonesia adalah negara yang adil dan beradab
12:38Kami hanya mau menggugah hati nurani para pemimpin-pemimpin
12:49Agar kiranya bisa memberi keadilan bagi Al-Mahrum anak kami
12:56Kalau didengar dari penyiksaan-penyiksaan yang
13:02Dilakukan terhadap anak kami
13:06Sangat tidak manusiawi
13:08Bahkan ada pembiaran-pembiaran dari komandan
13:13Pada batalion atau kompi
13:16Anak kami bertugas
13:18Dan kesaksian bahwa
13:23Sebelum adanya interogasi hasil
13:28Bahwa anak kami bersalah
13:32Anak kami malah sudah disiksa duluan
13:35Entah hukum apa yang dipakai untuk
13:41Untuk anak kami sehingga
13:48Disiksa dulu
13:50Baru ditanya
13:53Sekali lagi kami hanya minta
13:58Supaya petinggi-petinggi TNI yang tidak bisa saya sebut satu persatu
14:02Setidaknya
14:05Rasa kemanusiaan
14:09Hati nurani dipakai
14:11Dalam melihat kasus anak kami
14:14Kekerasan-kekerasan yang diterima sudah melebihi daripada disiplin
14:22Seorang
14:24Taruna baru
14:26Kami hanya minta
14:32Jauh kami dari
14:37Tempat di NTT
14:40Setidaknya bapak-bapak
14:43Di pusat
14:47Bisa memberi kami keadilan
14:49Supaya tidak ada lagi
14:52Kasus-kasus
14:54Seperti yang dialami
14:55Anak kami
14:56Almarhum perada luki
14:59Tidak ada lagi luki-luki yang lain
15:02Supaya tidak ada ketakutan terhadap TNI
15:07Kami mohon agar oknum-oknum ini
15:11Bisa
15:13Diberikan hukuman yang seberat-beratnya
15:17Baik Ibu
15:17Terima kasih Mas
15:22Terima kasih Kak Dewi
15:24Kita tentu saja berharap
15:25Keadilan akan terus ada untuk
15:28Almarhum perada luki
15:30Dan jangan putus harapan begitu
15:33Keluarga dalam memperjuangkan keadilan untuk perada luki
15:36Terima kasih
15:37Kak Dewi Fatimah
15:39Dan juga Mas Usman Hamid
15:40Telah bergabung bersama kami di Kompas Tetang
15:42Salam sehat semuanya
Komentar