- 5 bulan yang lalu
- #impor
- #bajubekas
- #thrifting
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa bakal melarang impor pakaian bekas. Tidak hanya sanksi pidana tapi juga denda bagi para pelanggarnya. Kebijakan ini menuai keresahan di antara para pedagang yang sehari-hari mengais rezeki dari bisnis ini. Sementara bagi para konsumen pakaian bekas impor, kebijakan ini mesti punya solusi lain.
Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia bersama dengan para penyidik dari Bea Cukai Tanjung Priok, Ayu Demmy Karinta dan Hendra Hafiz Kartasasmita menyaksikan langsung proses scanning beberapa barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Lalu, bagaimana impor pakaian bekas ilegal bisa lolos masuk?
Dipo menuju Cikarang, tempat penampungan barang bukti dari Pelabuhan Tanjung Priok. Penyidik Bea Cukai Tanjung Priok, Febrian Lutfi dan Baiquni Aryodamar mengawal Dipo melihat langsung isi dari ballpres ilegal yang ditempatkan di sana. Apa saja isinya?
Koordinator pedagang Pasar Senen, Rifai Silalahi bilang mereka juga siap jika harus membayar pajak. Tak hanya Rifai, Nursiti seorang pedagang Pasar Senen berharap agar pemerintah punya solusi adil bagi para pedagang.
Direktur Next Policy, Yusuf Wibisono memaparkan adanya keterlibatan mafia dalam kasus impor pakaian bekas. Secara ekonomi, jelas negara dirugikan karena ketiadaan pajak masuk. Sementara bagi masyarakat, kerugian kesehatan dipertaruhkan.
Peneliti Litbang Kompas, Yohanes Advent punya data angka impor pakaian bekas ilegal ke Indonesia yang terbilang tinggi. Salah satunya, datang dari Malaysia. Perputaran uang tumbuh subur dalam impor pakaian bekas ilegal.
Saksikan Dipo Investigasi, episode "IMPOR PAKAIAN BEKAS ILEGAL, SIAPA TERJEGAL?", Senin, 3 November 2025 pukul 20.30 WIB, hanya di KompasTV.
#impor #bajubekas #thrifting
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/627914/full-menkeu-purbaya-larang-impor-baju-bekas-siapa-terdampak-dipo-investigasi
Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia bersama dengan para penyidik dari Bea Cukai Tanjung Priok, Ayu Demmy Karinta dan Hendra Hafiz Kartasasmita menyaksikan langsung proses scanning beberapa barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Lalu, bagaimana impor pakaian bekas ilegal bisa lolos masuk?
Dipo menuju Cikarang, tempat penampungan barang bukti dari Pelabuhan Tanjung Priok. Penyidik Bea Cukai Tanjung Priok, Febrian Lutfi dan Baiquni Aryodamar mengawal Dipo melihat langsung isi dari ballpres ilegal yang ditempatkan di sana. Apa saja isinya?
Koordinator pedagang Pasar Senen, Rifai Silalahi bilang mereka juga siap jika harus membayar pajak. Tak hanya Rifai, Nursiti seorang pedagang Pasar Senen berharap agar pemerintah punya solusi adil bagi para pedagang.
Direktur Next Policy, Yusuf Wibisono memaparkan adanya keterlibatan mafia dalam kasus impor pakaian bekas. Secara ekonomi, jelas negara dirugikan karena ketiadaan pajak masuk. Sementara bagi masyarakat, kerugian kesehatan dipertaruhkan.
Peneliti Litbang Kompas, Yohanes Advent punya data angka impor pakaian bekas ilegal ke Indonesia yang terbilang tinggi. Salah satunya, datang dari Malaysia. Perputaran uang tumbuh subur dalam impor pakaian bekas ilegal.
Saksikan Dipo Investigasi, episode "IMPOR PAKAIAN BEKAS ILEGAL, SIAPA TERJEGAL?", Senin, 3 November 2025 pukul 20.30 WIB, hanya di KompasTV.
#impor #bajubekas #thrifting
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/627914/full-menkeu-purbaya-larang-impor-baju-bekas-siapa-terdampak-dipo-investigasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Gedrang perang ditabuh pemerintah kepada para importir nakal yang secara diam-diam merugikan sektor industri nasional
00:41Bahkan Menteri Keuangan Perubaya Yudi Sadewa menekankan akan menindak tegas para pelaku impor pakaian bekas
00:48Hukuman pun menanti para pelanggar mulai dari sanksi pidana hingga sanksi dena untuk memberikan efek jerak
00:54Lalu bagaimana sesungguhnya modus operan diimportir pakaian bekas ilegal hingga mampu lolos dan mengelabui pengawasan negara
01:01Dan sejauh mana praktik ilegal ini mempengaruhi bisnis industri konveksi
01:07Ini oleh episode ke-48 di Poinvestigasi
01:09Saya Diputubahagia, saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung dan membongkar balpres pakaian bekas impor ilegal
01:15Masa kita menglegalkan yang ilegal?
01:41Ini salah satu balpres ya
01:54Yang berisi baju impor bekas ilegal
01:58Kita tidak tahu asal-usul barang ini apakah dia steril atau tidak
02:10Atau membawa wabah penyakit atau tidak
02:12Baju ukuran kecil untuk anak-anak pun bahkan ada yang masih
02:15Tidak cuma pakaian jadi
02:23Ada aksesoris juga
02:25Soal impor baju bekas
02:36Apakah ini juga bisa terdeteksi?
02:37Ini kontainer impor semua
02:48Ini mereka mendapatkan jalur merah
02:52Mayoritas dari China
02:54Mayoritas dari China
02:55Apakah pernah ada temuan mungkin di jalur merah ini ada baju impor bekas yang kemudian diselundukkan?
03:06Baju bekas ini kan selalu disedutkan sebagai yang membunuh UMKM katanya kan
03:20Kita tidak akan melawan pemerintah enggak lah
03:22Kalau ditanya mau bayar pajak, seribu persen kita siap
03:25Untuk di Pasar Senen berapa, Pak Rifai?
03:34Sekitar
03:342.500 pendagang yang menggantungkan hidup di baju tripting ini
03:41Orang beralih kepada fashion yang lebih murah
03:50Yaitu barang-barang tripting ini
03:53Sehingga lonjakan dari 2020 sampai dengan 2023 kok data ini begitu ya
03:58Itu terus naik
03:59Apakah kemudian bisa dikaitkan adanya mafia impor dengan keterlibatan aparat kita?
04:12Hampir enggak mungkin dia bisa eksis
04:14Kalau kemudian tidak ada kerjasama lah ya dengan oknob
04:18Saudara undang-undang nomor 17 tahun 2006 mengatur tentang setiap barang yang masuk ke Indonesia
04:28Dikenakan bea masuk dan juga pajak impor
04:31Sementara peraturan Menteri Perdagangan nomor 40 tahun 2022
04:35Melarang barang impor pakaian bekas masuk ke Indonesia
04:40Sementara pada Agustus 2024 hingga Agustus 2025
04:44Beacukai telah melakukan 2.584 kali penindakan
04:48Terhadap pakaian bekas impor ilegal dengan total nilai 49 miliar rupiah
04:53Sementara pada Agustus 2025
04:56Kementerian Perdagangan berhasil mengagalkan 19.000 balpres pakaian bekas ilegal
05:02Yang tersebar di 11 gudang di Jawa Barat dengan total nilai 112 miliar rupiah
05:08Menteri Keuangan Perubaya Yudi Isadewa pun menggunakan alat kewenangannya
05:12Untuk memperkuat dari segi aturan maupun pengawasan di sejumlah pelabuhan
05:16Setelah saya berada di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara
05:21Saya akan melakukan investigasi dan juga akan menelusuri
05:25Apakah betul di pelabuhan Tanjung Priuk ada praktik untuk kemudian melakukan impor baju bekas
05:32Yang tentu kita tahu adalah praktik ilegal
05:34Saya akan coba melakukan investigasi tapi saya tidak akan sendiri
05:36Saya akan bersama dengan penyidik Bia Cukai dengan Mbak Demi dan Mas Hafis
05:40Mbak Demi, Mas Hafis terima kasih dulu waktunya
05:42Bahwa kita tahu belakangan yang sedang ramai diperbincangkan adalah statement dari Pak Purbaya
05:47Menteri Keuangan yang betul-betul ingin memerangi praktik impor baju bekas ataupun pakaian bekas
05:53Sebenarnya apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan hingga praktik impor baju bekas ini begitu mengepung negara kita
06:00Itu kebanyakan masuk dari laut kapal kayu
06:05Yang dari negara Malaysia, Singapura
06:09Kita tahu pelabuhan Tanjung Priuk ini menjadi salah satu pelabuhan tersibuk mungkin di Indonesia
06:14Apakah betul ada praktik impor baju bekas juga di pelabuhan Tanjung Priuk?
06:18Di 2016 kita pernah melakukan atensi kontainer impor dari Malaysia
06:25Yang melakukan anomali dari berat dan kita lakukan analisa dari pengirim dari Malaysia
06:32Kita lakukan image X-ray dan kita dapatkan citra gambar menyerupai pakaian bekas
06:40Lalu kita buka terbukti ada pakaian impor bekas
06:45Bisa mungkin dijelaskan prosesnya seperti apa karena kita saat ini sedang berada di betul-betul pesisir ya pelabuhan Tanjung Priuk
06:51Ini proses apa mas?
06:52Ini pembongkaran dari kapal impor
06:55Diturunkan di kontainer
06:58Lalu pakai truk
07:00Nanti dari truk itu akan dibawa ke pemeriksaan X-ray
07:05Citra gambarnya akan dilihat oleh analis
07:09Oke, saya akan tunjukkan saudara ini artinya kapal mungkin dari negara luar?
07:13Iya
07:13Saya dikatakan proses pertama ketika ada barang katakanlah dari luar negeri yang masuk ke Indonesia
07:19Bersandar di pelabuhan Tanjung Priuk dan ini adalah proses pengangkatan peti kemasnya
07:24Kalau untuk secara keseluruhan sampai dengan mungkin dalam satu tahun terakhir
07:29Proses dari Beacukai menemukan baju impor bekas yang masuk ke Indonesia ini sudah berapa temuan?
07:36Apakah betul masih begitu masif sampai saat ini?
07:39Iya, dari bulan Januari sampai September 2025 kita Beacukai melakukan penindakan 163 kali
07:45Itu tersebar atau di pelabuhan besar dan pelabuhan-pelabuhan pikus serta di perbatasan darat
07:55Oke, saya akan tunjukkan sekali lagi saudara ini adalah salah satu ya peti kemas yang baru saja diturunkan dari kapal yang cukup besar tentu untuk kemudian ditaruh di atas truk dan nanti akan menuju ke proses scanning ya untuk mengetahui apa sebenarnya muatan ataupun isi di dalam peti kemasnya
08:17Dan saudara saya sudah berada di salah satu titik di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara
08:22Mas Hafiz ini bisa dijelaskan, ini scan yang kemudian tadi dijelaskan sama Mas Hafiz ya?
08:28Iya, betul
08:28Prosesnya bagaimana mas ini mas?
08:30Iya, jadi dari awal tadi penurunan kontainer dari kapal impor akan dibawa ke tempat scan
08:38Oke
08:39Nanti apabila akan diperiksa jalur fisik, periksa fisik lalu akan dibawa ke disini
08:46Oke, artinya semua peti kemas yang kemudian tadi sudah kita lihat diturunkan harus melalui G-scan ini dulu?
08:53Iya
08:53Oke, saya akan tunjukkan saudara ini salah satu G-scan yang digunakan di pelabuhan Tanjung Priuk
08:57Terus saya berada di X-ray control room untuk kemudian betul-betul melihat seperti apa proses pemeriksaan dari peti kemas yang masuk ke Tanjung Priuk
09:13Mbak Demi mungkin bisa dijelaskan seperti apa alur pengecekan dengan menggunakan G-scan dan juga termonitor sampai disini Mbak?
09:20Oke, baik tadi kita sudah lihat di lapangan bahwa itu ada alat G-scan seperti itu
09:25Jadi ketika kontainer masuk, dari sini petugas bisa melihat warna barangnya
09:30Misalnya seperti ini kan orange ya, itu adalah organik ya
09:33Bisa dilihat seperti itu, lalu nanti petugas menyocokkan dengan dokumen pemberitahuan pabean yang sudah diberitahukan oleh importer
09:41Oke, artinya ini yang gambar kotak ini dan berwarna orange ini peti kemas ya kontainer ya
09:47Warna orange ini isi barangnya mas?
09:50Iya
09:50Oh oke, dan dokumennya diperiksa di sebelahnya ya, monitor sebelahnya ya
09:55Ketika misalnya ada hal yang tidak sesuai atau hal yang mencurigakan termonitor dari sini, apa yang kemudian harus dilakukan?
10:03Kami menandai gambarnya dan menyampaikan kepada pemeriksa di lapangan
10:09Jadi nanti pemeriksa yang membutuhkan terhadap barang yang diculagai, yang anomali tersebut
10:14Sejauh ini Mbak Demi mungkin pernah ada temuan dari barang impor ilegal yang kemudian terdeteksi dari G-scan ini?
10:22Bisa, misalnya contoh dia memberitahukan barangnya satu jenis, tapi setelah di G-scan
10:28Terlihat misalnya ada perbedaan warna-warnanya berarti kan itu tidak satu jenis
10:32Soal impor baju bekas, apakah ini juga bisa terdeteksi?
10:36Dia biasanya dengan mencampur barang lainnya, jadi barang yang diberitahukan itu ada, tapi di bagian lainnya dia menyembunyikan
10:47Itu berupa bal-balan dan itu bisa terlihat di image X-ray
10:52Jadi bentuk X-ray image yang bal-press itu akan terlihat seperti kain-kain nimbal yang di-press-press itu
11:00Itu kita punya database yang teman-teman dari analis ini sudah bisa mengidentifikasi
11:07Ketika ada hal mencurigakan ataupun hal yang tidak sesuai dengan aturan, kontainer ini diarahkan ke?
11:12Ke wilayah pemeriksaan fisik, nanti akan dihubungi yang pemeriksa, yang bagian kuasa, yang pengimpornya akan kita hubungi, akan dilakukan pemeriksaan fisik
11:22Dan itu yang disebut dengan jalur merah, dan akan dibuka peti kemasnya?
11:27Ya, oke
11:30Ini barang-barang dari luar negeri semua?
11:37Ya, oke
11:38Ini kontainer impor semua, ini mereka mendapatkan jalur merah, artinya jalur merah itu kontainer diperiksa
11:47Setelah digeskan tadi, bahwa akan dibagi apakah jalur hijau ataupun jalur merah
11:52Kalau jalur hijau tidak perlu diperiksa secara fisik, dan jalur merah ada di tempat kita saat ini
11:57Dan semuanya adalah barang impor dari luar negeri
12:00Saya akan tunjukkan saudara, ini beberapa barang yang kemudian tiba di Pelabuhan Tanjung Kriuk, bahkan ada mobil juga ya mas ya?
12:06Artinya mobil yang dikirim dari luar negeri itu masuk ke dalam kontainer seperti ini?
12:10Betul, mayoritas dari China
12:12Mayoritas dari China?
12:13Ya, mereka lagi dilakukan pemeriksaan, pengeluaran dari kontainer, jadi akan dihitung berapa jumlah kemasan dicocokkan dengan dokumen pemberantuan impornya
12:26Apakah pernah ada temuan mungkin di jalur merah ini ada baju impor bekas yang kemudian diselundupkan?
12:32Ya, ada temuan dari pengiriman kontainer impor yang barang pindahan, personal effect
12:38Ya, ada yang dari tenaga kerja Indonesia yang pulang, itu beberapa dikumpulkan, ada pakaian bekas
12:46Pakaian bekas?
12:47Ya
12:48Itu untuk dijual juga atau seperti apa?
12:50Itu dijual
12:50Saya akan tunjukkan seberapa besar peti kemas yang kemudian ada di salah satu ini sudah kosong ya
12:58Ini pemeriksaan mendalam, jadi semua 100% jadi semua karton barang dikeluarkan untuk dihitung jumlahnya
13:09Sesuai dengan pemberitahuan
13:11Iya
13:12Mas Hafiz dan Mbak Demi bahwa tadi kita sudah melihat alur pemeriksaan dari masuknya
13:19Barang-barang impor yang kemudian dicek di pelabuhan Tanjung Priuk
13:24Tapi ada yang menarik bahwa pada Agustus kemarin juga ditemukan balpres yang cukup banyak
13:29Dan dibawa ke Tanjung Priuk, apa yang sesungguhnya terjadi saat itu?
13:33Betul, waktu itu ada informasi dari TNI Angkatan Laut
13:37Ada indikasi kapal yang mengangkut kontainer berisi pakaian bekas balpres
13:43Lalu kita koordinasi dengan Angkatan Laut
13:47Akhirnya kita sampai di TPS di tempat Jakarta, Pelabuhan Jakarta
13:53Kita lakukan penindakan bersama
13:54Dan dibuka kontainernya disaksikan oleh kuasa
13:58Kedapatan kontainer berisi pakaian bekas balpres
14:02Atas hasil barang tersebut, kita cacah, kita hitung jumlahnya
14:08Lalu kita taruh, simpan di gudang di Bia Cukai
14:12Gudang di Bia Cukai, lokasi ini?
14:14Lokasi ada terbesar di Cikarang
14:17Tempat penimbunan pabian di Cikarang
14:19Lalu akan dilakukan pemusnahan
14:22Dari penindakan ini, tim gabungan mengamankan sebanyak 747 bal pakaian dan aksesoris pakaian dalam kondisi bekas
14:34Serta 8 bal berisi tas bekas
14:38Diperkirakan nilai barang tersebut sebesar 1 miliar 510 juta rupiah
14:46Setelah saya tiba di kawasan Cikarang
15:00Tempatnya di tempat penimbunan pabian Bia dan Cukai
15:03Saya akan melihat secara langsung seperti apa wujud dari pakaian bekas impor
15:07Yang kemudian sudah disita oleh pemerintah
15:11Tapi saya tidak akan sendiri, saya akan bersama dengan penyidik Bia Cukai
15:14Dengan Mas Baik dan Mas Lux
15:16Mas Baik dan Mas Lux, terima kasih untuk waktunya
15:19Saya izin konfirmasi Mas, sebelumnya saya sudah ke tempat penimbunan sementara
15:22Di situ adalah pengecekan pertama untuk tempat penimbunan pabian
15:27Fungsinya apa?
15:28Setelah barang tersebut ditegah, lalu dilakukan penelitian
15:31Status barang akan dinaikkan menjadi barang dikuasai negara
15:34Waktu barang sudah dinaikkan statusnya, maka barang tersebut dipindahkan
15:38Dari tempat penimbunan sementara ke tempat penimbunan pabian
15:43Ada di dalam?
15:45Ada di dalam
15:45Boleh saya izin lihat?
15:46Boleh, silakan Mas
15:48Kita akan coba masuk ke dalam ya
15:49Saya konfirmasi, ini semuanya pakaian bekas atau apa?
15:53Oh enggak Mas
15:54Tidak semuanya pakaian bekas
15:55Di sini kebetulan disimpan ada 14 kontainer yang berisi pakaian bekas
16:00Dari 14 tersebut atau totalnya itu ada 3791 bal
16:05Oke, balpres ya?
16:073 ribu lebih balpres
16:08Betul
16:09Dan itu 7 kontennya sudah kami serah terimakan ke baris krim untuk pesannya
16:14Bisa dilihat, ini ada yang di atas ini
16:17Oke, saya tunjukkan saudara ini salah satu balpres ya
16:19Ya, betul
16:20Yang berisi baju impor bekas ilegal dan sudah diamankan oleh pihak Beacukai
16:26Ini yang didapat dari mana Mas?
16:31Ini kita tegak, waktu itu dapat informasi dari Beacukai Kanwil Kalbakbar, Kalimantan bagian Barat
16:39Tanggal 16 Juli
16:40Itu adalah tanggal
16:41Itu tanggal penetapan sebagai BDN-nya
16:44Tanggal penetapan sebagai barang dikuasai negara
16:46Barang dikuasai negara jumlahnya 266 balpres ya?
16:50Betul
16:50Oke, saya ingin konfirmasi artinya 266 balpres ini diangkut menggunakan kapal lokal
16:57Mereka memesan kontainer, kontainer yang biasa memuat logistik antar pulau
17:01Oke
17:01Dengan uraian sebagai general cargo
17:04Oke
17:04Jadi mereka enggak bilang bahwa barang itu tidak di-claim sebagai pakaian bekas ataupun balpres
17:09Masuknya melalui pelabuhan tikus kah atau pelabuhan besar?
17:12Kalau untuk pemasukan yang dari luar negerinya
17:16Itu biasanya melalui pelabuhan tikus jadi di jalur laut seperti paling banyak itu di
17:20Apa namanya, pesisir timur
17:23Pesisir timur Sumatera itu banyak modusnya seperti itu
17:25Atau juga bisa melalui jalur tikus, jalur darat
17:28Oke
17:29Di mana perbatasan kita dengan Malaysia di Kalimantan itu
17:31Di mana kan perbatasannya sungguh panjang dan luas
17:34Di situ banyak sekali jalur tikus yang sering sudah kita jaga
17:38Mereka buka jalur baru
17:40Nah dari situlah rembes barang-barang tersebut diserunduk
17:43Artinya ketika pakaian bekas ini masih berada di luar negeri
17:48Ingin masuk ke Indonesia itu melalui jalur-jalur tikus
17:51Tetapi ketika sudah lolos ini berpotensi melalui pelabuhan besar
17:55Iya
17:56Oke baik
17:56Kita boleh lihat ke dalam ya
17:57Mas?
17:58Oke
17:59Baju ukuran kecil untuk anak-anak pun bahkan ada yang masuk
18:01Ukuran bayi mungkin mas ya
18:03Iya
18:03Mungkin usia di bawah satu tahun atau satu tahun
18:06Ini isinya
18:28Oh lebih banyak lagi 504 balpres ya
18:32Ini juga masih sama ya
18:34Masih
18:34Coba izin sisir satu-satu ya
18:36Ini isinya
18:38Oh ini tidak jauh berbeda ya
18:40504 balpres saya akan tunjukkan
18:42Ada sedikit yang terbuka ya
18:43Iya
18:44Itu mungkin isinya jaket ya
18:46Betul
18:46Itu jaket dan yang
18:47Ada celana jeans
18:49Celana jeans
18:49Ini
18:50Ada yang bisa kita
18:50Oke balpres yang sudah ada di bawah dan sudah dibongkar ya
18:54Untuk keamanan karena kita nggak tahu apakah ini membawa penyakit atau tidak
18:57Maka kita harus perlu sarung tangan mas
19:00Harus pakai sarung tangan ya
19:01Oke
19:01Dimana kita tidak tahu asal-usul barang ini apakah dia steril atau tidak
19:06Atau kan membawa wabah penyakit atau tidak
19:08Oke
19:09Saya tegaskan lagi artinya tidak hanya persoalan ekonomi
19:11Tetapi ketika berbicara soal pakaian bekas impor ini juga ada unsur kesehatan yang harus diperhatikan
19:17Dan saya sudah menggunakan sarung tangan saudara untuk melihat secara langsung seperti apa
19:21Baju impor bekas ya yang sudah disita oleh
19:23Ini seperti yang saya beli tadi nih
19:25Baju ukuran kecil untuk anak-anak pun bahkan ada yang mantuk
19:28Untuk ukuran bayi mungkin
19:29Iya
19:29Mungkin usia di bawah 1 tahun atau 1 tahun
19:33Saya tunjukkan lagi ya
19:36Ini tadi pakaian anak-anak mungkin pakaian bayi bahkan
19:39Dan ini ada celana juga
19:41Tulisannya saya akan tunjukkan
19:43Tadi balpresnya Korea
19:45Ini made in Korea juga ya
19:47Oke ini juga lagi-lagi celana
19:51Anak-anak yang kemudian ada
19:53Dan mungkin ini harus diperhatikan ya mas
19:56Ya betul
19:56Soal kesehatan dan digunakan oleh anak-anak
19:58Yang menjadi kekhawatiran mungkin
20:00Bahkan bukan cuma anak-anak mas
20:03Kita yang orang dewasa aja
20:04Kita kan nggak tahu nih apa virus yang dibawa atau bakteri yang ada dibawa oleh pakaian-pakaian bekas ini
20:09Ini mungkin pakaian balita kali mas
20:13Ya oke
20:14Rok kecil
20:14Nggak cuma pakaian jadi
20:16Ada aksesoris juga
20:18Ada aksesoris pakaian jadi juga berupa
20:20Aksesoris ini
20:22Jasper ya
20:23Kelihatannya ikat pinggang ya
20:25Ikat pinggang ya
20:25Oke
20:27Dan memang kondisi sebenarnya sudah
20:31Ya bisa dibilang
20:32Jadi tidak terlihat terlalu baik kondisinya
20:36Tapi yang seperti ini karena mungkin harganya murah
20:39Betul
20:40Laku di pasaran
20:41Laku di pasaran
20:42Oke
20:43Bahwa ini mayoritas berasal dari negara?
20:46Dari kalau penyelundupannya dari Malaysia dan Singapura kebanyakan
20:50Barangnya?
20:51Kalau barangnya di beberapa marking itu kedapatan dari Korea
20:54Dari Korea ya seperti yang tadi kita sudah lihat
20:56Jadi ada tanknya made in Korea
20:57Oke saya ingin tanyakan bahwa tadi kan sudah dijelaskan ada 7 kontainer berisi ribuan yang sudah dikuasai oleh Bia Cukai
21:047 lainnya di serahkan kemana barangnya skrim
21:08Nilai total barangnya berapa?
21:11Anggap aja nilainya 1 bal 2 juta
21:132 juta ya
21:13Dan bisa dilihat ya
21:14Jika memang 1 bal pres ini adalah 2 juta
21:17Dengan barang yang bisa dijual seperti ini artinya nilai keuntungannya juga potensial sangat besar
21:23Ini juga mas
21:24Saya lihat ya
21:26Ini bahkan tulisannya
21:28Ini yang menulis siapa mas?
21:30Nah ini dari marking dari sananya mas
21:32Sudah ada informasi dari sananya bahwa lejing untuk anak?
21:35Iya dari pas kami temukan sudah sepenuhnya waktu pemeriksaan
21:39Saya tunjukkan sekali lagi ini lejing anak
21:40Jumlahnya 260 piece
21:42Dan ini ada sejumlah nomor
21:44Itu beratnya
21:45Beratnya ya
21:46Oke ini selana panjang perempuan
21:49Iya
21:50Berarti betul ya
21:51Ada kemungkinan bahwa bal pres ini juga dikategorikan ya
21:54Tergantung mangsa pasarnya
21:55Ada 7 ya
21:597 kontainer berwarna hijau yang isinya mungkin kurang lebih sama
22:03Isinya bal pres juga
22:04Waktu itu kita ada melakukan koordinasi dengan teman-teman bar es krim
22:09Dan waktu itu juga ada satgas untuk barang impor ilegal
22:12Waktu itu kita sepakat
22:14Waktu 2023 kalau nggak salah ini penegahan
22:19Kita koordinasi dengan bar es krim
22:21Bar es krim
22:21Oke kita mau menelusuri lebih lanjut
22:23Makanya kita serah terimakan ke bar es krim
22:25Untuk kemudian dicari tahu mungkin siapa
22:27Betul
22:28Siapa yang pelakunya
22:29Oke
22:30Ini bisa dilihat ya
22:31Disegel ataupun dipasang garis polisi
22:34Karena sudah diserahkan seluruhnya
22:36Dan tidak boleh dibuka selain oleh polisi
22:38Betul
22:39Pakaian bekas impor
22:40Bahkan Menteri Keuangan menyebut ada mafia di dalamnya
22:43Apakah Bia Cukai sudah meneteksi siapa mafia itu?
22:46Nah di setiap ada indikasi kegiatan penyelundupan ini
22:52Kami selalu mendalami
22:53Selalu tegak
22:54Kami selalu melakukan pelitian
22:55Dan kita masih terus mengembangkan pelitian tersebut
22:58Untuk siapa-siapa saja
23:00Kasbah yang melakukan kegiatan ini
23:02Sejauh ini apa yang kemudian menjadi kendala
23:04Hingga akhirnya pakaian bekas impor ini masih mengepung
23:06Dalam tanah kutip negara kita
23:08Wilayah Indonesia itu sangat luas mas
23:09Dimana kita bisa lihat banyak sekali perbatasan kita dengan negara terpelangga
23:14Maka banyak juga titik rawan yang harus kita awasin
23:16Oke
23:17Bia Cukai selalu berusaha semaksimal mungkin
23:20Tapi tetap saja
23:21Banyak sekali yang dilakukan
23:22Contohnya seperti di jalur laut di pesisir timur
23:25Banyak menggunakan kapal kayu
23:27Ada juga dimana modusnya itu ship to ship
23:29Dimana kapal kayu
23:31Kapal dari sana kapal besar
23:33Disusul dengan kapal kayu yang ada di Indonesia
23:35Di tengah laut mereka oper
23:37Barang per bal
23:39Terus mereka angkut lagi
23:40Menuju ke pulau-pulau kecil dulu
23:42Di perbatasan Indonesia
23:44Untuk mulai diangkut lagi lebih lanjut
23:46Kondisi geografis ini juga yang kemudian menjadi tantangan
23:49Menteri Keuangan Perubaya Yudi Sadewa
23:55Akan menindak tegas pelaku impor pakaian bekas
23:58Menkyu menyebut
23:58Tidak akan merazia pasar
24:00Dan fokus pada barang masuk
24:02Di pelabuhan yang melanggar
24:03Namun pengetatan aturan ini dikhawatirkan
24:06Berdampak pada pedagang
24:08Yang terlanjur gantungkan hidup
24:10Dari penjualan pakaian bekas
24:11Atau yang kini dikenal dengan istilah thrifting
24:14Pasar Senen salah satunya adalah pusat tren thrifting di Jakarta
24:18Menkyu menyerukan agar pedagang pakaian bekas
24:21Beralih ke produk lokal
24:22Sehingga tak membunuh industri dalam negeri
24:25Pemprov DKI Jakarta pun berjanji
24:27Akan memberikan pendampingan kepada pedagang
24:30Yang terdampak pemberantasan thrifting
24:32Kalau bisa kemudian saya sudah meminta
24:35Pendampingan dari UMKM dan dinas terkait lainnya
24:38Untuk melakukan pelatihan kepada para pedagang
24:42Jangan kemudian
24:43Kalau thrifting ini gak ada yang diuntungkan
24:46Setelah saya berada di Pasar Senen Jakarta Pusat
24:52Saya akan coba menanyakan secara langsung kepada pedagang
24:54Apa tanggapan mereka terkait dengan
24:57Pernyataan dari Menteri Keuangan Pak Purba
24:59Yang menyebut akan memberangus praktik impor baju bekas ilegal
25:04Yang kita tahu Pasar Senen menjadi salah satu surga
25:07Dari baju bekas
25:10Yang tentu juga menggerakkan produk rekonomen
25:12Saya sudah bersama dengan Pak Rifai
25:14Halo
25:15Apa kabar Pak?
25:15Baik
25:16Dan juga bersama dengan Bu Siti
25:17Salah satu koordinator dari pedagang Pasar Senen ya Pak ya?
25:20Iya
25:20Pasar Senen
25:21Saya ingin langsung tanyakan ke Pak Rifai dan Bu Siti
25:24Ketika Pak Menteri Keuangan
25:26Pak Purba
25:27Yang langsung menyatakan bahwa akan menindak tegas
25:30Para pelaku importir baju bekas ilegal
25:33Tanggapan Anda seperti apa?
25:35Ya memang kita dari sisi pedagang itu kan risau gelisah lah ya
25:39Kita khawatir kelanjutan usaha ini akan seperti apa
25:44Kalau di kewenangan dia sebagai bea cukai
25:47Dia kan punya kebijakan
25:49Yang menguntungkan seluruh masyarakat
25:53Bukan masyarakat tertentu
25:54Dan dia harus pertimbangkan ini dengan
25:56Masuknya balpres baru dari Cina
25:59Jadi tidak hanya tripting yang diserang
26:01Kalau memang mau bersikap adil kepada seluruh masyarakat Indonesia
26:05Karena dia seorang menteri
26:06Karena kalau kita lihat
26:07Bahkan pada saat pertama kali saya datang ke sini
26:09Masuk ke sini Bu Siti dan juga Pak Rifai
26:12Sangat tergambar bahwa roda preekonomen berputar begitu baiknya
26:15Karena banyak yang berdagang dan juga banyak yang membeli
26:18Jadi justru itu
26:19Kita kan sayangkan pernyataan seorang menteri
26:22Yang menyorot mengenai thrifting
26:23Jadi seakan-akan thrifting
26:26Apalagi baju bekas ini kan selalu disudutkan
26:29Sebagai yang membunuh UMKM katanya
26:32Kita ini bagian dari UMKM
26:34Kita ini menciptakan lapangan pekerjaan
26:37Kita ini sebenarnya bisa dibilang
26:39Bisa membantu pemerintah
26:41Karena kita menciptakan lapangan pekerjaan
26:43Jadi harusnya kita didukung
26:45Jadi mengenai pernyataan Pak Burbaya
26:47Mengatakan akan memberantas
26:49Sebenarnya kita tidak akan melawan pemerintah
26:51Kita tidak mungkin melawan pemerintah
26:53Tapi yang pasti
26:54Cari solusi
26:56Apa sih solusinya buat kami para pedagang ini gitu
26:58Jangan seakan-akan
27:00Bikin kebijakan
27:01Terus begitu kebijakan itu disampaikan
27:04Ditinggal begitu saja
27:05Di Pasar Senen berapa?
27:07Di Pasar Senen sekitar
27:092.500 pedagang
27:13Yang menggantungkan hidup di baju tripting ini
27:16Jadi itu baru Senin
27:18Sentra-sentra di
27:19Belum karyawan ya tadi ya?
27:21Belum karyawan
27:21Belum kuli
27:22Belum apa segala macam
27:24Banyak
27:24Jadi kalau kita bicara seluruh Indonesia
27:27Ya hampir 25 juta manusia yang harus
27:30Pengangguran dengan kebijakan Pak Menteri ini
27:35Oke dan ada permendak soal
27:37Larangan untuk baju impor bekas
27:40Masuk ke Indonesia
27:41Nomor 40 tahun 2022
27:43Saya ingin tanyakan
27:44Penjualan pakaian bekas
27:46Dari luar negeri
27:48Di Pasar Senen sudah ada sejak?
27:49Jadi dari tahun kurang lebih
27:5145 tahun yang lalu
27:52Ini sudah ada
27:53Sudah ada?
27:54Sudah ada
27:55Dan sudah jadi
27:57Mata pencarian
27:58Sudah jadi apa?
27:59Usaha
28:00Sehari-hari
28:02Dan dijual di tempat yang resmi
28:04Dan tidak melanggar aturan
28:05Itu betul sekali
28:06Yang kita harapkan itu adalah
28:08Kebijakan dari pemerintah
28:10Cari solusi
28:11Kalau ditanya membayar pajak
28:121000% kita siap
28:14Pak Rifai dan Bu Siti
28:16Ada satu isu lagi
28:18Yang kemudian mungkin cukup
28:20Tersiar kencang
28:21Soal kesehatan
28:23Bagi orang-orang mungkin saja
28:24Yang menjual dan menggunakan
28:25Pakaian bekas
28:26Yang kemudian dijual
28:28Tidak hanya di Pasar Senen tentunya
28:29Tapi di beberapa tempat
28:30Apakah ada mekanisme
28:33Untuk mungkin saja sebelum dijual
28:34Dibersihkan terlebih dahulu
28:35Khusus di Senen
28:36Yang kita lakukan itu adalah
28:39Bal yang baru dibuka itu
28:41Akan dibedakan
28:42Akan dibedakan dengan
28:43Tingkatannya
28:44Yang brand
28:45Yang biasa
28:46Dan yang murah
28:47Makanya
28:48Pembeli ke Senen itu
28:49Hanya dua jenis
28:50Yang benar-benar
28:51Tidak mampu
28:52Membeli yang mahal
28:53Dan yang kedua
28:54Yang suka dengan
28:55Barang-barang brand
28:56Hanya itu
28:56Di luar itu tidak ada
28:57Pembeli ke Senen
28:58Nah
28:59Sesudah dibuka Bal ini
29:01Sesudah dibagi
29:02Sesuai porsinya
29:03Pembagiannya tadi
29:04Itu akan masuk
29:05Ke bagian laundry
29:06Untuk disetrika
29:08Secara uap
29:09Jadi
29:10Sebelum masuk ke Senen ini
29:12Barang-barang itu
29:13Sudah semua
29:13Sudah licin
29:14Untuk stoknya Pak?
29:18Stoknya makin lama
29:19Makin menipis
29:19Makin lama
29:20Makin kita
29:20Ahamnya bertahan
29:22Sampai bulan
29:2312 ini aja
29:24Habis itu udah
29:26Gak tau
29:26Mungkin saya akan ke rumah Pak Purbaya
29:28Kali mungkin kita kerjaan
29:29Kalau yang pelaku thrifting
29:44Yang nolak-nolak itu
29:45Yang saya tangkap duluan
29:45Berarti kan dia pelakunya
29:46Clear
29:47Malah maju
29:48Malah untung saya
29:49Dia kan ngaku bahwa saya
29:51Pengimpor ilegal kan
29:52Pengetatan aturan impor
30:05Pakaian bekas
30:06Menimbulkan polemik
30:07Di tengah publik
30:08Pemerintah berencana melarang
30:09Dan menutup keran
30:10Impor pakaian bekas
30:11Sebaliknya di tengah masyarakat
30:13Trend thrifting
30:14Atau membeli pakaian bekas
30:15Justru meluas
30:16Dan menjadi bagian
30:18Dari gaya hidup
30:19Trend ini terlihat
30:22Dari maraknya
30:22Pasar pakaian bekas
30:23Yang tersebar
30:24Di sejumlah daerah
30:25Sebagai contoh
30:26Pasar Melati Monza
30:27Di kota Medan
30:28Pasar Raya
30:29Di kota Padang
30:30Pasar Jodoh
30:31Di kota Batam
30:31Pasar Senen
30:32Di Jakarta Pusat
30:33Pasar Cimol Gede Bage
30:35Di kota Bandung
30:36Dan pasar Kritika
30:37Notoharjo
30:38Di kota Solo
30:39Di Bali ada
30:40Pasar Kodok
30:41Pasar Subuh
30:42Di kota Banjarmasin
30:43Pasar Todopuli
30:44Di kota Makassar
30:45Dan pasar sentral
30:47Di Timika
30:48Tak berhenti di lapak-lapak konvensional
30:52Penjualan pakaian bekas
30:53Juga merambah
30:54Dunia digital
30:55Marketplace menjadi etala
30:56Sebaru memperluas pasar
30:58Menjangkau pembeli
30:59Yang semakin akrab
31:00Dengan gawai
31:01Dan transaksi
31:02Dari
31:02Di tengah perdebatan
31:08Soal impor
31:08Pakaian bekas
31:09Sejumlah pedagang
31:10Menyampaikan keberatan
31:11Mereka menilai
31:12Industri tekstil lokal
31:13Bukanlah tertekan
31:15Karena trend thrifting
31:16Melainkan maraknya
31:17Pakaian baru impor
31:18Dengan harga murah
31:19Hingga membuat
31:20Banyak garmen
31:21Mati suri
31:21Dan gulung tiga
31:22Tak bisa dipungkiri
31:25Masifnya
31:26Industri sandang
31:27Terut meningkatkan
31:28Beban limbah
31:28Yang semakin
31:29Membebani bumi
31:30Industri tekstil
31:31Menyumbang sekitar
31:327% dari total limbah
31:33Di seluruh dunia
31:34Di Indonesia
31:37Limbah tekstil
31:37Diperkirakan akan
31:38Mencapai 3,5 juta ton
31:40Pada tahun 2030
31:42Menunjukkan persoalan sandang
31:43Tak hanya soal trend
31:44Dan harga
31:45Tetapi juga
31:46Masa depan bumi
31:47Sehingga
31:48Menggunakan pakaian bekas
31:49Menjadi salah satu jalan
31:50Memperpanjang usia pakai
31:52Mengurangi potensi limbah
31:53Dan menjaga lingkungan
31:54Dari material tekstil
31:56Yang sulit terurai
31:57Namun
31:58Di tengah isu
31:58Krisis ekonomi
31:59Dan kepedulian lingkungan
32:01Desaing produk lokal
32:02Perlu ditingkatkan
32:03Agar roda perekonomi nasional
32:05Dapat terus berjalan
32:06Pada saat kita dibanjiri oleh
32:08Impor ini
32:09Maka kita jadi
32:10Kebanyakan
32:11Kelebihan
32:12Ujungnya apa?
32:13Jadi banyak sampah mas
32:14Di TPS mas
32:15Sampahnya adalah
32:16Sampah fashion
32:16Kalau kita
32:18Perputarannya adalah
32:19Perputaran thrifting lokal
32:20Itu malah justru
32:21Sesuai dengan
32:22Prinsip sirkuler ekonomi
32:24Kawan-kawan yang thrifting ini
32:25Perlu kemudian
32:26Dipikirkan
32:27Bagaimana
32:28Transisinya
32:29Karena pasti akan
32:30Berdampak terhadap
32:31Ekonominya mereka
32:32Dan
32:33Kita coba
32:34Petakan
32:35Bagaimana
32:36Ekonomi thrifting ini
32:38Bisa kemudian
32:39Dilihat menjadi
32:39Sebagai sebuah potensi
32:41Kalaupun
32:42Mau impor
32:43Perlu
32:44Sebuah skema-skema
32:46Yang diatur
32:46Lebih ketat
32:47Pada akhirnya
32:49Masalah pakaian bekas
32:50Tak hanya perang
32:51Melawan impor
32:52Ilegal
32:52Melainkan perjuangan
32:53Menjaga nafas
32:54UMKM
32:55Dan masa depan lingkungan
32:57Lalu bagaimana
32:57Pemerintah
32:58Akan menetapkan
32:59Langkah pertamanya
33:00Ini
33:04Toko
33:05Yang menjual jaket ya
33:06Boleh saya disini
33:07Lihat bu?
33:08Boleh
33:08Saya coba lihat ya
33:09Saya akan tunjukkan
33:10Saudara ini
33:11Beberapa
33:11Jaket ya
33:12Yang dijual
33:13Jaket bekas
33:14Yang datang dari luar negeri
33:15Dan dijual di
33:15Pasar Senen
33:17Boleh saya lihat bu?
33:18Boleh
33:18Yang pink tadi
33:19Gak apa-apa
33:20Oke
33:21Ini salah satu
33:22Contohnya
33:23Ini jaket gunung mungkin ya
33:24Harga ini berapa bu?
33:25Rp35.000
33:26Rp35.000
33:27Oke
33:28Bagus kan
33:29Harga Rp35.000 loh
33:31Oke
33:32Rp3.000 loh
33:32Oke
33:33Ada brandnya loh
33:34Oke
33:34Saya coba tunjukkan
33:36Beberapa ya
33:36Oke ada beberapa
33:38Saya tunjukkan
33:40Ini salah satu jaket juga yang mungkin
33:42Secara merek kita sudah tahu bersama
33:44Salah satu brand besar dari luar
33:46Mungkin ini salah satu alasan
33:50Mengapa banyak publik yang kemudian
33:52Lebih memilih untuk
33:53Membeli thrifting
33:55Karena mereknya
33:56Sudah terkenal dan harganya murah
33:59Apakah mungkin pernah Pak
34:00Salah satu pemerintah kita datang ke sini dan menguji
34:03Mungkin saja kebersihan dari baju ini
34:05Kalau gak salah pernah muncul
34:07Apa
34:07Undang-undang
34:08Mengenai kesehatan
34:10Yang dikatakan
34:11Kalau barang baju-baju bekas ini
34:13Mengandung virus
34:14Mengandung bakteri
34:16Tapi pernah dulu kita uji
34:18Itu semua terbantahkan
34:19Semua terbantahkan?
34:20Semua terbantahkan
34:21Jadi seperti saya bilang tadi Pak
34:23Kurang lebih ini berpuluh-puluh tahun
34:25Kita geluti bisnis ini
34:27Belum pernah ada orang yang kita dengar
34:29Pakai baju bekas ini
34:30Terus dia kena kulit
34:32Penyakit kulit atau apa
34:34Virus
34:34Itu belum pernah
34:35Teganya memang sangat-sangat terjangkau ya
34:3850 ribu untuk cona jeans
34:41Ini bekas Pak?
34:43Bekas
34:43Kualitas
34:45Oke
34:47Semuanya bekas
34:49Nah itu semua dia di setrika
34:50Yang mana Bu?
34:51Ini semua dia di setrika ya?
34:53Rapi
34:53Hasil setrika
34:54Ibu salah satu pembeli
34:56Di sini ya Bu ya?
34:58Ada
34:58Oke
34:58Tapi Ibu tahu ini baju bekas?
35:00Tahu
35:00Alasannya apa Bu
35:01Membeli baju bekas di pasar senet?
35:04Bisa terjangkau
35:07Tapi Bu Ayu sendiri tahu Bu
35:08Bahwa
35:09Menteri Keuangan
35:10Menyebut
35:11Akan
35:12Mencoba untuk mengurangi
35:14Peredaran baju bekas ini
35:15Ibu tahu?
35:16Tahu
35:16Tanggapan Ibu seperti apa?
35:18Dari kesehatan ya Mas ya?
35:20Oke
35:20Dan kesehatan
35:21Jadi kalau kita ini
35:23Para konsumen
35:24Mungkin lebih kalu dari sini
35:25Kita dicuci dulu
35:27Oke
35:27Panas
35:28Ibu sudah lama membeli
35:30Pakaian driftingnya sudah lama ya?
35:31Iya
35:32Pernah mungkin sakit Bu?
35:34Alhamdulillah sih
35:35Tidak pernah sama sekali?
35:37Oke
35:37Baik
35:37Ketika Pak Menkyu itu sudah
35:42Menyebutkan
35:43Mendegaskan
35:44Bahwa akan memerangi
35:46Pakaian bekas impor
35:47Apakah saat ini
35:47Sampai dengan saat ini
35:48Sudah ada mungkin
35:49Sosialisasi
35:50Ataupun pemberitahuan
35:51Dari pemerintah?
35:52Ini sudah berjalan
35:53Kurang lebih 40 tahunan lebih lah
35:55Ya
35:55Nah tiba-tiba
35:56Tiba-tiba ada
35:57Permendak yang baru itu
35:59Tahun 2022
36:00Artinya
36:01Setelah sekian 10 tahun
36:03Kenapa tiba-tiba
36:04Baru muncul ini
36:04Permendak
36:05Apakah memang tujuannya
36:07Hanya untuk membunuh
36:08Bisnis
36:09Trifting ini
36:10Atau mungkin ada
36:12Apa
36:13Maksud-maksud lagi
36:14Kita gak ngerti
36:14Waktu terjadi
36:16Waktu ini
36:17Terjadi
36:18Trifting ini
36:19Masuk ke Indonesia
36:19Itu jaya-jayanya
36:21Tanah Bank
36:22Berarti itu membuktikan
36:24Kan bahwa
36:24Trifting ini
36:25Tidak mengganggu
36:26MKM
36:26Tidak membunuh
36:27Sekitu jaya-jayanya
36:28Tanah Bank
36:28Bahkan menjadi pasar terbesar
36:30Di Asia Tenggara
36:31Ibu Siti ingin menekankan
36:32Bahwa terlalu cepat
36:34Untuk menarik kesimpulan
36:35Menyimpulkan
36:36Disebut
36:37Mematikan
36:38UMKM
36:38Mau faktanya
36:39Serangan dari
36:42Barang-barang Cina
36:43Yang merusak
36:44UMKM Indonesia
36:44Bukan Trifting
36:45Produk Cina
36:47Yang baru
36:47Yang masuk ke Indonesia
36:48Itu berapa ribu ton
36:49Ya harusnya
36:50Pemerintah fasilitasi
36:51Ini gitu
36:52Jangan bikin
36:53Itu tadi saya bilang
36:54Jangan pemerintah
36:55Dalam hal ini ya
36:56Menteri Pak Purba
36:57Yaitu
36:57Bikin kebijakan
36:59Yang populis
37:00Sepihak gitu
37:00Kita pengen duduk
37:01Sama Menteri Perdagangan
37:03Kita mengen duduk
37:04Sama Menteri Keuangan
37:06Dan para pedagang
37:07Siap untuk
37:08Kita seribu persen siap
37:09Bahkan kami sudah
37:11Memasukkan surat ke DPR
37:12Untuk meminta
37:13Perlindungan kami
37:14Sebagai warga
37:15Di negara ini
37:16Kalau memang Pak Purbaya
37:18Mau membuat kebijakan
37:19Cari
37:20Cari solusi yang benar
37:22Tapi ketika misalnya
37:23Trifting ini diberangus
37:24Pak Purbaya
37:26Menginginkan bahwa
37:27Para pedagang
37:27Beralih menjual
37:28Barang-barang lokal
37:29Kita bisa beralih
37:32Ke produk lokal
37:33Tapi dengan syarat
37:35Perbaiki kualitas
37:38Oke
37:39Kualitas yang utama
37:40Perbaiki kualitas
37:42Harga bisa bersaing
37:43Sekarang produk Cina
37:44Sudah bisa jadi
37:46Indonesia
37:48HPP ini
37:48Belum
37:49Artinya kayak
37:49Produk baru Cina ya
37:51Bisa dia di pasar itu
37:52Sudah bisa jual
37:53Rp25.000-Rp35.000
37:54Baru
37:55Tapi kalau misalkan
37:57Dari industri garmen kita
37:58Atau kompleksi kita
38:00HPP-nya aja
38:00Belum sampai segitu
38:01Artinya
38:03Regulasi dari pemerintah
38:05Pemerintah yang harus
38:06Melindungi para UMKM ini
38:08Karena memang
38:08Kemampuan masyarakat
38:10Untuk membeli barang itu
38:11Dengan harga murah itu
38:13Itu yang melakukan
38:13Mungkin maksud dari
38:15Ibu Siti adalah
38:15Ketika justru
38:16Trifting ini diperangi
38:17Malah justru akan
38:18Melemahkan roda proekonomian
38:19Iya
38:19Itu sudah pasti
38:20Itu sudah pasti
38:21Akan banyak orang
38:23Di Jakarta ini
38:24Khusususnya
38:24Yang tidak dapat
38:25Beli baju dengan harga murah
38:27Baju yang layak
38:28Dipakai
38:29Sejauh ini
38:30Kondisinya seperti apa
38:31Setelah ada
38:32Ramai isu ini
38:33Apakah mungkin
38:34Sudah mulai ada penurunan
38:35Sebenarnya
38:36Kalau penurunan
38:37Sampai sekarang
38:38Belum kelihatan
38:39Tetapi
38:39Ketakutan dan
38:41Keresahan pedagang itu
38:42Sudah kelihatan
38:42Untuk stoknya apa?
38:43Stoknya makin lama
38:44Makin menipis
38:45Mungkin kita
38:46Ahamnya bertahan
38:47Sampai bulan
38:4812 ini aja
38:50Habis itu
38:51Sudah gak tahu
38:51Mungkin saya akan
38:52Ke rumah Pak Purbaya
38:53Kali mungkin
38:53Minta kerjaan
38:54Ya nanti dia beli
38:59Pakaian-pakaian
39:00Dari produsen
39:00Dalam negeri lah
39:01Kan masa kita
39:03Melegalkan yang ilegal
39:05Sementara
39:05Produsen
39:06Dalam negeri mati
39:07Kan sama juga
39:08Untungnya nanti
39:09Dia dapat
39:09Kan mereka yang penting
39:11Untung kan
39:11Jangan
39:18Jangan
39:19Jangan
39:20Yang ngebantu banget
39:22Harganya
39:23Modelnya juga
39:24Bagus lah
39:25Kalau memang harus digusur
39:27Itu
39:28Tapi jangan
39:29Terlalu mendatat
39:31Kan kasihan juga
39:32Mereka kan ekonomi lemah
39:33Mata pancarian
39:35Dia disini
39:35Setiap orang punya
39:37Pasar masing-masing
39:38Jadi
39:38Untuk
39:39Barang-barang thrifting
39:40Ataupun misalnya
39:41Barang-barang yang baru
39:42Menurut saya
39:43Ada pasarnya masing-masing
39:44Jadi gak perlu
39:45Takut thrifting ini
39:47Ngaruh banget ke ekonomi
39:48Nah
39:51Wagi yang besar
39:52Itu memang
39:53Dalam tanda betik
39:54Hampir gak mungkin
39:55Dia bisa eksis
39:56Kalau kemudian
39:57Tidak ada
39:58Kerjasama lah
39:59Dengan Oknum
40:00Setelah saya sudah bersama dengan
40:20Peneliti Litbang Kompas
40:22Mas Johannes Adven
40:23Mas Adven
40:23Terima kasih itu waktunya
40:24Mas kita tahu bahwa
40:25Menteri Keuangan kita
40:26Pak Purbaya
40:27Sudah menegaskan
40:28Akan memberantas
40:30Dan juga memerangi praktik
40:31Impor baju bekas
40:32Apakah kemudian
40:34Litbang Kompas
40:35Memiliki data
40:36Seberapa besar sebenarnya
40:37Impor baju bekas
40:39Yang kemudian tersebar
40:40Di Indonesia
40:41Termasuk juga
40:42Bagaimana kemudian
40:43Litbang Kompas
40:43Melakukan penelusuran
40:44Di Litbang Kompas
40:45Kami biasanya mencari data
40:47Catatan dari internasional
40:49Maupun nasional
40:50Ada dua kubu itu ya
40:51Untuk bisa
40:52Membandingkan
40:53Seberapa banyak data
40:56Yang misalnya
40:56Ada yang selisih
40:57Atau ada perbedaan
40:58Pencatatan seperti itu
40:59Pertama
41:00Kami melihat dari
41:01Nnamannya
41:02UN Comtrade Database
41:03Ini adalah pencatatan
41:05Transaksi
41:06Barang ekspor
41:07Impor
41:07Dari seluruh dunia
41:09Yang dikumpulkan
41:10Menjadi dalam satu
41:11Dashboard disini
41:12Sehingga kita bisa melacak
41:13Bagaimana
41:14Arus keluar masuknya barang
41:15Kodenya disini adalah
41:16630900
41:18Itu spesifik
41:19Bahwa
41:19Barang-barang
41:21Yang dia adalah
41:22Pakaian bal
41:22Pakaian bal
41:23Yang isinya
41:24Barang-barang bekas
41:25Pakaian-pakaian bekas
41:26Begitu ya
41:27Kemudian disini
41:28Reporters itu
41:29Yang melaporkan
41:29Jadi siapa yang ngirim
41:31Oke dan ini
41:32Dideteksi
41:32Artinya seluruh dunia ya
41:34Karena ini all ya
41:35Iya seluruh dunia
41:35Seluruh negara
41:36Yang menyetor data
41:37Ke website ini
41:38Begitu
41:38Nanti akan muncul
41:39Seperti ini
41:40Data lengkapnya
41:41Tentu pertanyaannya adalah
41:42Negara mana yang kemudian
41:44Paling banyak
41:44Mengirinkan baju bekas mereka
41:46Ke negara kita
41:47Yang peringkat pertama
41:48Dari 2020 hingga 2024
41:49Adalah Malaysia
41:50Malaysia
41:51Dan ini konsisten
41:52Dari tahun 2020
41:53Hingga 2024
41:54Ya konsisten
41:55Bagaimana dengan
41:56Pendataan yang kemudian
41:57Dilakukan di negara kita
41:58Kita ada sebenarnya
42:00BPS
42:00Itu adalah
42:01Dashboard ya
42:02Data ekspor-impor
42:03Nasional
42:04Berarti kita pilih ke
42:05Tombol import
42:06Kita menerima
42:08Sebagai penerima
42:09Kita mengkomparasikan
42:10Data yang kemudian
42:11Dimiliki oleh
42:12UN Comtrace
42:13Export
42:14Kemudian juga data
42:15Yang dimiliki oleh
42:15BPS
42:16Import
42:16Dan harusnya sama
42:18Kalaupun ada selisih
42:20Tidak besar
42:21Harusnya
42:21Tapi temuan
42:22Litbang Kompas
42:23Sangat besar
42:24Selisihnya
42:25Disini
42:27Sudah saya konversi
42:28Kedalam rupiah
42:29Nilainya berapa
42:30Yang dikirim ya
42:31Dari negara asal
42:33Dari 2020
42:34Ada 307 miliar
42:36Dan yang terbaru
42:37Di 2024
42:38579 miliar
42:40579 miliar
42:42Dengan beratnya
42:4330 ribu ton
42:44Baju bekas
42:45Baju bekas
42:45Dan asumsinya
42:46Ketika
42:47UN Comtrace
42:48Mencatat
42:49Angka seperti ini
42:50Tidak akan jauh berbeda
42:51Dengan WPS
42:52Seharusnya seperti itu
42:53Seharusnya
42:54Tapi faktanya
42:54Ini adalah
42:55Data yang tercatat
42:57Masuk ke Indonesia
42:58Tadi kan sampai
42:59500 miliar
42:59Begitu ya
43:00Di tahun 2024
43:01Ini hanya
43:02Sekitar 28 miliar
43:04Saja
43:04Artinya selisihnya
43:06Mungkin bisa dikatakan
43:07Lebih dari 500 miliar
43:08Ya
43:09Lebih dari 500 miliar
43:10Itu barang
43:12Di telan bumi
43:13Dalam tanda kutip
43:14Trend
43:16Di masyarakat kita
43:17Memang sangat
43:18Berminat sekali
43:19Untuk kemudian
43:20Membeli baju bekas impor
43:21Kami di Litbang Kompas
43:22Itu melihat
43:23Dari Google Trends
43:25Yaitu adalah
43:26Satu platform ini ya
43:28Pencarian
43:29Kata kunci-kata kunci
43:30Apa
43:30Yang biasanya
43:31Digunakan oleh masyarakat
43:32Untuk mencari produk
43:34Sekiranya itu
43:34Berkaitan dengan
43:35Baju bekas
43:36Begitu
43:36Nah bisa kita lihat
43:37Di sini
43:38Bahwa
43:38Di tahun 2020
43:40Itu adalah
43:41Momen lonjakan
43:42Kata kunci thrift
43:43Oke ini ya
43:44Di sini
43:442020
43:45Waktu itu memang
43:47Momennya adalah
43:48Pandemi
43:48Ketika pandemi
43:49Pendapatan orang menurun
43:50Sehingga orang
43:51Beralih kepada
43:52Fashion yang lebih murah
43:54Yaitu
43:54Barang-barang thrifting ini
43:56Begitu
43:57Sehingga lonjakan
43:58Dari 2020
43:59Sampai dengan
44:002023
44:01Kalau data ini
44:02Begitu ya
44:02Itu terus naik
44:03Nah ini kan konsisten
44:04Dengan data tadi ya
44:06Impor
44:06Bahwa impornya dari
44:072020 hingga sekarang
44:09Setidaknya 2024
44:10Begitu ya
44:10Itu naik terus
44:11Peneliti Lidbang Kompas
44:13Mas Yohanes Adhan
44:14Terima kasih
44:14Untuk waktunya
44:14Mas
44:15Setelah saya sudah bersama dengan
44:24Bapak Yusuf Fibisono
44:25Direktur Next Polisi
44:26Pak Yusuf terima kasih
44:26Untuk waktunya
44:27Pak
44:27Salah sama
44:27Mas Yohanes
44:28Siap
44:28Seberapa besar
44:29Sebenarnya
44:29Negara dirugikan
44:30Atas praktik
44:31Importir
44:32Memasukkan
44:33Pakaian bekas
44:33Ke negara kita
44:34Iya
44:34Daya yang saing
44:35Dari
44:36Industri padat karya kita
44:37Terus melemah
44:38Industri tekstil
44:39Dan pakaian jadi
44:40Itu kontribusinya
44:42Dari 1,4%
44:43Turun menjadi
44:441,1%
44:44Ini kan pasti
44:45Ada yang salah
44:46Gak mungkin
44:47Industrinya
44:48Tiba-tiba
44:49Tutup pabriknya
44:50Tiba-tiba
44:51Mempehakan karyawannya
44:53Kan pasti ada
44:53Ada market mereka
44:55Yang hilang
44:56Persaingan yang
44:57Sangat tidak sehat
44:58Dengan
44:58Barang
44:59Hasil dari
45:01Industri domestik kita
45:02Pasti kalau bersaing
45:03Karena emang
45:04Sangat murah sekali
45:05Produk dari Cina
45:06Sangat murah
45:07Apalagi ilegal
45:08Jadi mereka masuk secara legal saja
45:10Itu udah murah
45:11Apalagi ketika masuk secara ilegal
45:14Kita akan berpotensi
45:16Permasalahan pengangguran kita
45:17Akan semakin kuat
45:18Ketika
45:19Permasalahan impor ilegal ini
45:22Tidak ditangani dengan serius
45:24Baju impor bekas ini
45:25Masuk melalui pelabuhan tikus
45:27Apakah Pak Yusuf meyakini
45:29Mungkin saja
45:30Masuk juga melalui pelabuhan besar
45:31Dugaan impor ilegal
45:33Yang kami hitung ini
45:34Sekitar angka
45:35Kira-kira
45:36Pertahun itu
45:37Kira-kira angkanya dikisaran 500 juta dolar
45:40Jadi kalau
45:42Kira-kira 500 juta dolar itu
45:44Jadi berapa kontainer
45:45Dugaan saya
45:47Kemungkinan gak semuanya lewat
45:49Jalur tikus
45:50Menteri Keuangan Pak Purbayo juga sudah
45:52Mengklaim
45:53Mengantongi sejumlah nama
45:55Yang kemudian diduga kuat
45:57Bermain di sini
45:58Apakah
45:59Kemudian bisa dikaitkan
46:00Adanya mafia impor
46:02Dengan keterlibatan
46:03Aparat kita
46:04Mungkin saja
46:04Dari pihak BACOKA
46:05Dan aparat lainnya
46:06Nah
46:07Mafia yang besar
46:08Itu memang dalam tanda betik
46:10Hampir gak mungkin
46:11Dia bisa eksis
46:12Kalau kemudian tidak ada
46:14Kerjasama lah ya
46:16Dengan oknum
46:16Nah ini yang menurut saya
46:20Jadi
46:21PR besar
46:22Dari Pak Menteri ya
46:23Bagaimana
46:24Caranya bisa
46:25Mengejar
46:26Mengidentifikasi
46:27Dari oknum-oknum
46:28Yang bermain ini
46:29Terima kasih
Komentar