00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, saudara bersama saya Maria Sarong.
00:04Dan saat ini yang Anda saksikan adalah persidangan kasus kematian peradaan luki di pengadilan militer Kupang.
00:10Langsung kita saksikan persidangannya.
00:30Terus di tanggal 5-nya saksi sempat mengecek langsung kondisi pasien?
00:39Sempat, sempat mengecek langsung di tanggal 6.
00:44Selain itu kan juga ada perawat ya, dari hasil yang saksi peroleh, dari masuk tanggal 4, di tanggal 5-nya itu kondisinya semakin memburu atau stabil atau bagaimana?
00:55Bahkan saya mendapat laporan dari, saya ingat saya mendapat laporan dari petugas jaga, dokter jaga malam.
01:05Itu di tanggal 5, dini hari, subuh, begitu kondisi pasien memang sudah menurun.
01:11Jadi kalau saya tidak ingat yang dilaporkan itu, kesadarannya mulai menurun, nafasnya semakin cepat,
01:19Tandar oksigen di dalam tubuhnya juga semakin menurun, maka dari kami secara otomatis dilaporkan ke dokter Adas Desi untuk penanganan yang lebih intensif.
01:36Jadi sudah dari tanggal 5- subuh itu sudah pasien sudah memalami.
01:41Kalau dari BAP saksi yang saya baca, dari rumah sakit itu akan dirujuk ke rumah sakit ND ya?
01:55Bukan ke rumah sakit ND, karena kondisinya yang muduh dan dari hasil diskusi kami sebagai peneran jawab pasiennya diputuskan bahwa kondisi infeksi yang makin lewas
02:13dengan peningkatan fungsi ginjal yang memiliki kerusakan ginjal tersebut diputuskan untuk bahwa pasien memiliki tindakan cuci darah.
02:25Dimana kami kan tidak memiliki hasil diskusi sebut, jadi kami berencana untuk melakukan tunjukan ke rumah sakit TC Hilab, Omeri, bukan ke ini.
02:34Rumah sakit apa?
02:35TC Hilab, mau Omeri.
02:38Mau Omeri.
02:39Kalau di rumah sakit ARRAMU ini tidak ada cuci darah?
02:48Belum tersedia fasilitas tersebut.
02:49Belum sedia ya fasilitasnya.
02:52Terus, apa pertimbangannya kalau harus cuci darah waktu itu?
02:58Karena waktu itu dengan menilai kondisi pasien dengan fungsi ginjal yang naik secara drastis,
03:04dengan kondisi pasien pada saat itu nafas sudah dibantu alat.
03:09Jadi sudah memakai mesin penopang untuk membantu nafasnya.
03:14Karena nafas pasien tidak kuat untuk bernafas sendiri.
03:18Terus infeksi yang meningkat, fungsi ginjal yang meningkat, kesadaran yang menurun.
03:23Maka kita dalam mesinah medisi itu mengalami gagal ginjal yang akut.
03:30Yang baru terjadi gagal ginjal yang naik.
03:32Kasian asas penanganannya adalah dengan melakukan cuci darah.
03:37Yang apa yang mengganti memperbaiki kondisi sias.
03:40Gagal ginjal akut ya?
03:42Penyebabnya apa itu gagal ginjal akut?
03:45Gagal ginjal akut bisa dari infeksi, bisa dari trauma, bisa macam-macam.
03:52Jadi banyak hal ya.
03:54Kalau untuk pasien luki ini apa itu?
03:57Kalau pada luki ini kita lihat case by case.
04:00Rekomun yang besar ya karena infeksi yang semakin meneras.
04:03Dan juga bisa kata dari trauma yang dari trauma-nya menyebabkan infeksi, infeksinya menyebabkan infeksi.
04:17Saat itu sempat dipasang ventilator ya?
04:21Sempat.
04:22Ventilator itu gunanya apa itu kalau dalam kesehatan kita?
04:27Dalam kesehatan ventilator untuk memonitoring tanda-tanda fitur pasien.
04:31Dan pada pasien ini, pada alam akum, kan pasiennya tidak bisa bernafas.
04:36Jadi kita pasang alat bantik nafas.
04:39Alat kita pasang selang-selang ke saluran nafas pasien yang disambungkan ke ventilator.
04:49Hingga akhirnya pada tanggal 6-nya meninggal ya?
04:54Ini pada tanggal 6.
04:55Tanggal 6-nya jam berapa ya? Jam 11?
04:59Sekian lah itu ya.
05:0110-11.
05:03Sementara itu, karena ada juga surat kematiannya.
05:07Menurut analisa saksi, apa penyebab kematian dari almarhum Pradaluki?
05:14Kalau kami medis, untuk penyebab kematian tidak bisa kami tentukan hanya dengan pemeriksaan,
05:27bahwa bayi dan alias sisi penunjian tadi.
05:30Untuk penyebab pasti kematian, tidak bisa.
05:33Tapi yang bisa kami tentukan adalah bahwa almarhum ini mengalami kondisi seperti yang di laporan kematian tersebut,
05:43bahwa pasien mengalami cedera pada organ dalam tubuhnya,
05:49jadera pada darahnya juga mengalami yang namanya infeksi yang semakin menurut.
05:55Dan semua hal itu bisa saling, istilahnya saling, saling tumpang kundik,
06:04dan juga saling menurut, saling menurut.
06:06Jadi, karena sedemikian banyak komplikasi,