00:00Kita beralih ke informasi lain, Saudara Mahkamah Kehormatan Dewan berencana
00:04menggelar sidang etik terhadap 5 anggota DPR nonaktif
00:07mulai dari Eko Patrio, Nafa Urba, Ahmad Syahroni, Uyakuya hingga Adis Kadir.
00:15Wakil Ketua DPR, Sufi Dasko Ahmad, sempat menyatakan
00:18pimpinan DPR sudah memberikan lampu hijau
00:20untuk sidang etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan di tengah masa reses.
00:25Sidang etik disebut akan digelar hari ini untuk mendaftarkan perkara.
00:29Meski demikian, disampaikan oleh Dasko,
00:31kelima anggota Dewan tidak hadir karena belum memasuki materi perkataan.
00:41Menonaktifkan lima anggota DPR merupakan buntut dari aksi masa
00:45terkait pernyataan yang dilontarkan wakil rakyat
00:47yang dinilai memicu kemarahan publik.
00:50Hal ini terjadi seiring dengan protes masa terhadap tunjangan anggota DPR.
00:55Dari Partai Nasdem, ada Hamas Syahroni dan Nafa Urba
00:57yang dinonaktifkan sejak 1 September 2025.
01:02Pernyataan yang dilontarkan keduanya dinilai telah melukai perasaan rakyat.
01:06Ada pernyataan dari para wakil rakyat khususnya,
01:10anggota DPR ini dari fraksi Partai Nasdem
01:12yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat.
01:16Dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai Nasdem.
01:21Lima, bahwa atas pertimbangan hal-hal tersebut di atas,
01:25dengan ini DPP Partai Nasdem menyatakan,
01:29terhitung sejak Senin 1 September 2025,
01:33DPP Partai Nasdem menonaktifkan saudara Ahmad Syahroni dan Nafa Urba
01:38sebagai anggota DPR dari fraksi Partai Nasdem.
01:44Langkah serupa juga diambil pengurus Partai Amanat Nasional
01:48terhadap Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uyakuya.
01:53Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika politik di tanah air.
01:58Partai Amanat Nasional memutuskan untuk menonaktifkan
02:04saudaraku Eko Hendro Purnomo dan saudaraku Surya Utama
02:10sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional DPR RI
02:19terhitung sejak hari Senin 1 September 2025.
02:24Sementara Adis Kadir yang berasal dari Partai Golkar
02:31juga dinonaktifkan setelah kritik bermunculan
02:34usai yang menjelaskan urayan kenaikan tunjangan anggota Dewan.
02:39Di sisi lain, DPP Partai Golkar menegaskan upaya Partai
02:43untuk memperkuat disiplin dan etika bagi anggota DPR RI dari Partai Golkar.
02:51Berdasarkan pertimbangan itu,
02:52Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar
02:55secara resmi menonaktifkan
02:59saudara Adis Kadir
03:01sebagai anggota DPR RI
03:03dari fraksi Partai Golkar
03:06terhitung
03:07sejak Senin 1 September 2025.
03:11nasib anggota DPR non-aktif ini pun kini menanti
03:18keputusan dari Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan.
03:21Tim Liputan, Kompas TV
03:23Informasi terkait Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan pada kelima anggota DPR non-aktif
03:35akan disampaikan pada Jurnalus Kompas TV
03:37Niko Anggriawan dan Jurukamera Gahniar Febrian.
03:39Niko, untuk saat ini bagaimana Sidang MKD terhadap anggota non-aktif DPR
03:44yang informasinya akan digelar hari ini
03:46dan seperti apa agenda yang akan dilakukan siang hari ini?
03:53Ya, kalau merujuk kepada pernyataan dari Wakil Ketua DPR
03:57Sukmi Dasko Ahmad, Juno dan juga Saudara
03:59hari ini rencananya ini akan digelar Sidang Etik terhadap 5 anggota DPR non-aktif
04:05yang akan dilakukan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan
04:09namun hingga saat ini sejak kami ada di kompleks parlemen sejak pagi tadi
04:13hingga saat ini belum ada agenda terkait dengan Sidang Etik yang akan digelar oleh Mahkamah Kehormatan Dewan
04:20kami juga tadi telah mengonfirmasi kepada beberapa anggota Mahkamah Kehormatan Dewan
04:25namun jawabannya ada beberapa yang masih berada di daerah pemilihan
04:30ada beberapa daerah yang ada beberapa anggota DPR yang menyatakan bahwa dirinya
04:35tidak mengetahui terkait dengan info Sidang Etik yang akan digelar oleh MKD pada hari ini
04:43namun kalau misalnya kita secara garis besar melihat secara garis besar Juno dan juga Saudara
04:48bahwa 5 orang anggota DPR non-aktif yang nantinya akan disidang Etik
04:52ini adalah Surya Utama atau Uyakuya yang merupakan anggota DPR Komisi 9 Fraksi PAN
04:59lalu kemudian ada Eko Patrio yang merupakan Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI Fraksi PAN
05:05lalu kemudian ada Ahmad Shahroni yang merupakan Wakil Ketua Komisi 3 DPR Fraksi Nasdem
05:10lalu kemudian ada Nafa Urbah yang merupakan anggota Komisi 9 Fraksi Nasdem
05:15lalu kemudian ada Wakil Ketua DPR Adhiskadir
05:18dan penonaktifkan ini merupakan ujung atau imbas dari pernyataan dari anggota DPR tersebut
05:24yang dinilai mencenderai hati rakyat dan juga mendapatkan persepsi negatif dari publik
05:30terkait dengan pernyataan-pernyataan yang mereka kemarin
05:33yang memicu atau menimbulkan aksi masa pada akhir Agustus 2025 lalu
05:39lalu kemudian kalau misalnya kita melihat termasuk dari pernyataan Wakil Ketua DPR Adhiskadir
05:44yang sempat salah menguraikan terkait dengan tunjangan anggota DPR yang merupakan fasilitas dari anggota DPR itu sendiri
05:52lalu kemudian kalau misalnya terkait sidang etik Juno dan juga Saudara
05:55ada beberapa prosedur yang nantinya akan dilakukan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan
05:59diantaranya ini adalah pemeriksaan materi perkara
06:02lalu kemudian ada klarifikasi dari para teradu
06:04lalu kemudian penyusunan kesimpulan
06:06apakah nantinya perkara-perkara yang dialami oleh para teradu ini layak lanjut ke sanksi
06:12yang lebih lanjut atau akan dihentikan
06:14tentunya nantinya sidang Mahkamah Kehormatan Dewan ini akan menentukan
06:18apakah penonaktifan dari anggota DPR ini akan terus berlanjut
06:24atau nanti ada sanksi lain seperti teguran
06:26atau bahkan rekomendasi pergantian antarwaktu
06:30yang mana nantinya anggota-anggota DPR tersebut akan diganti oleh dari partai yang
06:38asal partai mereka
06:40lalu kemudian sidang Mahkamah Kehormatan Dewan ini merupakan salah satu jalan
06:47untuk nantinya bisa melihat integritas dari DPR
06:50apakah nantinya Mahkamah Kehormatan Dewan ini akan memberikan sanksi secara objektif
06:56yang tentunya sesuai dengan permintaan dari rakyat
07:02karena beberapa waktu lalu terkait dengan sanksi-sanksi tersebut
07:05atau kesalahan-kesalahan dari anggota DPR yang sudah dinonaktifkan ini
07:09merupakan persepsi negatif
07:12yang menimbulkan persepsi negatif terhadap DPR di mata masyarakat
07:16untuk sementara demikian Juno dan juga Saudara
07:18kita masih menantikan sidang etik yang tentunya sama-sama kita harapkan
07:22akan berlangsung atau nantinya fonis terhadap anggota DPR nonaktif tersebut
07:29akan diberikan secara objektif
07:31Juno
07:32Baik, terima kasih atas laporan Kepanda Jones Kompas TV
07:35Niko Anggriawan dari Gedung DPR RI Jakarta
Komentar