00:00KAU LA BANDA
00:25Beraninya kau bicara begitu Widora?
00:27Membagi kerajaan guru kau bilang,
00:31kenapa kau bisa punya ide seperti itu?
00:33Apa pemikiran sia-sia itu tidak memecah kepalamu menjadi dua?
00:41Bahkan hatiku pun sudah terbelah jadi dua, Pak Man.
00:54Aku mohon maafkan aku, Pak Man.
00:57Tapi di dalam keadaan seperti ini,
01:03hanya itu satu-satunya solusi yang bisa kupikirkan.
01:06Hentikan ocehanmu, Widura.
01:09Itu bukan solusi, tapi penghinaan.
01:11Penghinaan bagi leluhur kita.
01:16Leluhur kita sudah banyak berjuang keras,
01:19mengorbankan banyak hal untuk menjadikan kita kerajaan guru,
01:22menjadi kerajaan yang paling tangguh di seluruh dunia.
01:27Lihatlah para leluhur kita.
01:31Mereka telah membangun kerajaan ini.
01:34Termasuk juga ayahku, Raja Santan.
01:37Membuat kerajaan ini menjadi sangat tangguh.
01:41Dia menambah batas garis kerajaan kita.
01:44Dan kau ingin menghancurkan itu, Widura?
01:45Kayu di setirah.
01:49Kalau Pak Man, Widura menyarankan untuk membagi kerajaan,
01:52berarti dia pasti sudah memikirkan hal itu.
01:57Iya, Kak.
02:02Dia hanya memikirkan kebahagiaan kita saja.
02:04Untuk mencegah konflik internal yang terjadi di kerajaan guru,
02:11dia menganggap itulah jalan keluar yang tepat.
02:12Tapi bagaimana bisa pembagian dari kerajaan?
02:22Kita terima begitu saja.
02:25Tapi begawan biasa sudah berkata bahwa kita harus menuntut hak kita.
02:29Bukan untuk kita saja.
02:31Tapi masyarakat dari kerajaan kita.
02:32Tetapi bagaimana caranya bisa menuntut hak atas seseorang
02:37kalau harus dengan membagi kerajaan ini, Bimah?
02:42Tubuhkulah yang pertama akan terbagi.
02:45Barulah kerajaan ini bisa dibagi.
02:57Paman.
03:00Minyak dan air.
03:01takkan pernah bisa menyatu dalam satu wadah.
03:06Mereka sama sekali tidak akan pernah menyatu.
03:15Dan tak satupun dari mereka
03:17yang pantas untuk mengurus kerajaan ini.
03:26Paman.
03:28Kalau kita mau hasil yang baik bagi Hastinapura,
03:31maka
03:34membagi kerajaan adalah jalan keluar yang terbaik.
03:44Tidak mungkin
03:45aku punya hak untuk seluruh kerajaan ini, Ayah.
03:49Aku!
03:51Ini adalah kerajaanku.
03:53Ini kerajaanku, Ayah.
03:55Lalu kenapa aku harus memberikan separuh kerajaan kepada putra pandu itu, Ayah?
04:09Tidak seorang pun bahkan berani untuk membagi kerajaan ini.
04:13Bukankah sudah kubilang padamu sebelumnya anakku?
04:19Bahwa kau tahu para putra pandu hidup di Kampilia, lalu...
04:22Lalu apa yang akan Ayah lakukan?
04:23Kakek dan juga Paman selalu menekanmu dengan menggunakan nama kebenaran.
04:32Dan Ayah pun jadi lemah di depan mereka setelah itu.
04:37Karena itulah, setelah menyatakan Kak Duryu Dana sebagai raja,
04:40kami sudah mau memberi tahu tentang hal itu pada Ayah.
04:43Ayah,
04:43Membuatmu menjalani tapa berata bukanlah tujuan utamaku.
04:52Kakek dan Perdana Menteri ada di sini untuk melayani Ayah.
04:56Bukan sebagai penguasa.
05:01Dan bila itu kemudian mengenai hakku di sini,
05:04maka mereka akan selalu memanfaatkan sisi lemah Ayah.
05:10Kak Duryu Dana memang benar, Ayah.
05:15Kalau Ayah tidak sadar,
05:17pentingnya status dan posisi Ayah saat ini.
05:20Lalu untuk apa keberadaan Ayah?
05:23Ayah harus menggunakan kekuatan Ayah untuk membuktikan
05:27bahwa keputusan itu adalah yang terutama.
05:32Kakek akan sangat sedih.
05:34Jiwa dari Ayah kita juga akan sangat bersedih, Bima.
05:44Tapi kayak di setirah,
05:48Madawa pernah bilang bahwa kita harus mendapatkan kerajaan kita.
05:52Apakah mengabaikan saran darinya adalah hal yang benar?
06:00Masyarakat juga bisa tetap dilayani tanpa perlu pemerintahan.
06:03Tidak, Arjuna.
06:06Hanya demi mempertahankan pemerintahan,
06:08kita jangan biarkan kerajaan terbagi.
06:13Aku harus mendekati yang mulia secepatnya,
06:16kemudian mengundurkan diri sebagai pangeran mahkota.
06:25Jangan lupa, yang mulia itu berkuasa.
06:28Tapi dia berasa kesulitan,
06:33hanya karena adanya Bismah dan Perdana Menteri.
06:39Mereka berdua,
06:41Perdana Menteri dan juga Bismah,
06:44adalah perisai dan senjata
06:46bagi yang mulia.
06:48Sampai saat jangkang yang melindungi kura-kura itu bertahan di sini,
06:55maka tidak akan ada yang bisa mengalahkannya.
06:59Tapi kalau kura-kura itu jatuh ke tanah,
07:03maka jangkang itu yang mengguncangnya.
07:05Kau sepertinya telah melupakan kehebatan kami seratus bersaudara, Paman.
07:16Pasukan dari Gandara,
07:17pasukan dari Aswatama,
07:19dan juga karena Raja Angga.
07:22Saat mereka membantu kami,
07:24lalu kenapa ayah harus merasa takut?
07:30Ayah harus mau menunjukkan kekuatan itu.
07:35Apa yang harus aku lakukan sekarang, anakku?
07:41Bagaimana?
07:44Mereka telah berani membawa senjata ke ruang sidang ayah.
07:49Itu sebuah penghinaan untuk ayah.
08:01Kami sudah punya kesempatan yang luar biasa.
08:05Untuk bisa mengalahkan Yudhistira.
08:11Kau tahu benar, ayah.
08:15Bahwa seorang penjahat atau tersangka
08:18tidak punya hak untuk menjadi pangeran mahkota.
08:23Apa maksudmu?
08:34Pertimbangkan saja dulu saranku, Paman.
08:58Kakak Destra Rastra juga seorang manusia yang benar.
09:01Dan aku yakin akan hal itu.
09:05Tapi saat warna gelap tertutupi debu,
09:08maka tidak akan ada lagi yang akan terlihat nanti.
09:10Pada saat itu, Kak Destra Rastra akan dikelilingi oleh Duryudana
09:14dan Raja dari Gandhara.
09:17Karena itu, dia tidak akan bisa berpikir dengan benar, Paman.
09:19Aku tidak setuju denganmu, Idura.
09:23Aku punya keyakinan.
09:24Destra Rastra akan mempertimbangkan saranku.
09:29Aku harus mengingatkan dia
09:30tentang jawabnya terhadap kerajaan.
09:32Tuhan ku.
09:43Aku datang membawa berita penting
09:45yang Mulia Raja telah memerintahkan
09:49agar para Pandawa ditangkap saat ini juga.
09:54Terima kasih telah menonton!
10:24Maafkan kami, Pangeran Mahkota,
10:28tapi Yang Mulia telah memerintahkan
10:30agar menangkap kalian semua sekarang juga.
10:31Salam Bisma yang Agung.
10:52Di mana Yang Mulia?
10:54Yang Mulia sedang melakukan Yatsna.
10:55Dia telah memberikan perintah
10:58untuk tidak mengizinkan
10:59siapapun masuk ke dalam.
11:01Katakan padanya Bisma yang Agung menemuinya.
11:04Aku ada urusan penting
11:05kalau sebuah keluarga dalam krisis
11:07tak satupun yang pantas melakukan Yatsna.
11:10Cepat!
11:11Baik Yang Mulia
11:12Terima kasih telah menonton!
11:42Terima kasih telah menonton!
12:12Perajurit!
12:22Ini yang kau pakai mengikatku
12:25tidak akan bisa!
12:30Kau tidak akan bisa diikat meski dengan rantai besi sekalipun,
12:33Pangeran Rekol Darah.
12:34Tapi mau bagaimana lagi?
12:35Aku harus menjalankan perintah.
12:36Bahkan aku pun tidak terikat pada perintah!
12:38Sebuah perintah itu jauh lebih kuat bahkan dari petir sekalipun.
12:42Karena itu tidak akan ada
12:44penjara di planet ini
12:46yang bisa memenjarakan aku
12:48dan juga saudara-saudaraku.
12:51Tenanglah Bima.
12:54Kau jangan melawan.
12:54Kalau Raja telah memerintahkan untuk menangkap kita,
13:02kita harus menghabiskan hidup kita di penjara.
13:04Mematuhi perintah Raja dan menghormati keadilan
13:11adalah tanggung jawab seorang Pangeran
13:14supaya itu jadi contoh bagi masyarakat.
13:16Terima kasih.
13:46Terima kasih telah menonton
14:16Terima kasih telah menonton
14:46Terima kasih telah menonton
15:16Terima kasih telah menonton
15:46Terima kasih telah menonton
16:17Bagaimana menurutmu, Pancali?
16:21Aku tidak menginginkan yang lain, Tuanku
16:24Kalau aku harus melayani kalian semua
16:29Bahkan di hutan sekalipun
16:32Aku siap untuk itu
16:34Tapi...
16:42Tapi apa, Pancali?
16:45Pancali?
16:47Apa menurutmu kami harus minta maaf pada yang mulia?
16:50Iya, Tuanku
16:51Kalau salah
16:54Terimalah hukuman
16:56Kalau tidak
16:58Lawanlah ketidakadilan itu
17:01Apa gunanya minta maaf?
17:12Apa minta maaf tidak ada gunanya, Pancali?
17:15Kau adalah orang yang bijak, Tuanku
17:18Bagaimana mungkin aku menasihatimu?
17:23Tapi
17:24Menurut pendapatku
17:26Jika seseorang meminta maaf pada dia
17:29Yang lebih hebat darinya
17:30Maka itulah keberanian
17:33Tapi kalau seseorang yang lebih kuat darimu
17:37Meminta maaf padanya itu namanya penakut
17:40Kau memang benar, Pancali
17:54Jangan khawatir
17:57Kami tidak akan minta maaf
17:59Ayo jalan prajurit
18:07Pancali
18:27Kalau kami dipenjara
18:30Maka Hastinapura bukan tempat yang aman untukmu
18:34Kau harus bersiap untuk kembali ke Kampilya
18:44Mungkin
18:54Ini adalah akhir
18:55Dari perjalananmu bersama dengan kami
19:00Terima kasih telah menonton!
19:09Terima kasih telah menonton
19:39Terima kasih telah menonton
20:09Terima kasih telah menonton
20:39Terima kasih telah menonton
21:09Terima kasih telah menonton
21:39Terima kasih telah menonton
Komentar